;

Komoditas Pangan, Asa Bulog Merajut Bisnis Komersial

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa menciptakan pasar pangan dengan volume fantastis. Pasar besar inilah yang potensial dimanfaatkan Bulog.

“Kirain beras Bulog kualitasnya rendah. Ternyata kualitasnya oke banget. Terima kasih ya,” ulas seorang konsumen bernama Boyke sekitar 5 bulan lalu, di laman toko daring Perum Bulog di sebuah lokapasar ternama.

Dia menjadi satu dari 270 orang yang memberi ulasan lima bintang untuk beras kemasan 5 kilogram (kg) bermerek Beras Kita, yang dipasarkan perusahaan secara online.

Ulasan positif ini bukan satu-satunya. Komentar-komentar itu pun seperti angin segar di tengah kabar miring yang kerap menerpa beras Bulog.

Lama ditugasi sebagai pemasok beras khusus untuk kelompok menengah ke bawah, perusahaan pelat merah yang telah berdiri lebih dari 5 dekade itu pelan-pelan mengupayakan perubahan wajah. Untuk bisnis komersial, menanggalkan stigma bukanlah perkara mudah.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menjelaskan fasilitas MRMP bakal menjadi cikal-bakal pembentukan pasar beras di dalam negeri dengan Bulog sebagai salah satu pemain utama. Fasilitas tersebut diyakini akan memutus persoalan ketergantungan petani terhadap tengkulak karena Bulog bakal menyerap secara langsung dalam bentuk gabah.

“Kami akan bangun fasilitas di wilayah pusat produksi dan membeli gabah hasil petani. Kami akan tampung dalam mesin pengering dan penyimpanan sehingga tidak mudah rusak,” ungkapnya, dalam sebuah diskusi daring.

Seluruh fasilitas tersebut berlokasi di titik-titik pusat produksi di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Lokasi pembangunan mencakup Bojonegoro, Magetan, Jember, Banyuwangi, Sragen, Kendal, Grobogan, Subang, Karawang, Cirebon, Bandar Lampung, Sumbawa, dan Luwu Utara.

Saat ini, ketentuan HET beras masih mengacu Permendag Nomor 57/2017, yang dibagi menjadi tujuh wilayah. HET beras untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan adalah Rp9.450/kg untuk medium dan Rp12.800/kg untuk premium. Sementara itu, HET beras wilayah Sumatra kecuali Lampung dan Sumatra Selatan adalah Rp9.950/kg untuk medium dan Rp12.800/kg untuk premium.

Pengembangan MRMP untuk mendorong produksi beras berkualitas ini pun se­jalan dengan rencana Bulog untuk mem­per­luas porsi penjualan beras komersial.

Budi menyampaikan sejauh ini, sebagian besar beras yang dikelola Bulog berstatus cadangan beras pemerintah (CBP) yang penggunaannya harus sesuai penugasan sebagaimana diamanatkan peraturan. Sebagai contoh, dari 448.251 ton beras yang diserap Bulog per 21 April 2021, hanya sekitar 30% atau 134.475 ton yang bersifat komersial.

(Oleh - HR1)

Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi, UMKM Di Bali Didorong Terapkan Digitalisasi

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, DENPASAR — Usaha mikro kecil menengah di Provinsi Bali didorong untuk memanfaatkan jalur pemasaran dan penjualan secara digital melalui marketplace untuk bisa menjangkau pasar nasional dan sebagai upaya bertahan di tengah pandemi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan saat ini Digital Competitiveness Index Bali berada di posisi 4 se-Indonesia.

Hal tersebut menunjukan bahwa Bali siap menyongsong era digital sejalan dengan perkembangan infrastruktur yang tersedia.

Sebagai upaya untuk mendorong UMKM di Bali go digital, Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah se-Bali, IdeA, 10 penyedia platform marketplace, dan 5 PJSP melaksanakan Roadshow On-Boarding UMKM Bali Batch II secara virtual yang dihadiri oleh sekitar 250 UMKM se-Bali.

Program on-boarding UMKM Bali batch II tersebut akan berlangsung dari 26—30 April 2021 yang diikuti 10 marketplace untuk memberikan pelatihan-pelatihan secara intensif kepada UMKM dalam mendigitalisasikan pemasaran dan penjualan.

Selain itu, melengkapi pengetahuan era digital bagi UMKM, 5 PJSP juga akan membekali UMKM dalam mendigitalisasikan pembayaran.

Targetnya sebanyak 9.000 UMKM atau 1.000 UMKM per Kabupaten/Kota di Bali bisa melakukan on-boarding.

Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Sartin mengapresiasi Bank Indonesia yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Bank Indonesia mencatat sampai dengan April 2021 QRIS telah diadopsi oleh sekitar 206.000 merchant di Bali dan Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong adopsi penggunaan QRIS sampai dengan 300.000 merchant di tahun ini.

(Oleh - HR1)

Jejaring Usaha Ekosistem Pariwisata

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Koran Tempo

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membentuk jaringan usaha yang akan menghubungkan bisnis anggota holding atau usaha gabungan bidang pariwisata.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan pembentukan holding perhotelan yang menggabungkan lebih dari 20 aset hotel dan akomodasi merujuk pada paparan program holding pariwisata yang disosialisasi oleh Kementerian BUMN pada Oktober 2020, skema peryatuan usaha itu akan melibatkan berbagai BUMN dan anak usahanya.

Entitas utama yang akan bergabung adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels and Resorts yang dikelola PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Sarinah (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) alias Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas (Persero) ditunjuk sebagai induk holding.

Keanggotaan holding terbagi dalam empat kluster. Bila sesuai dengan rencana, kluster bandara dipegang Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Sementara itu, kluster penerbangan digarap Garuda Indonesia dan Pelita Air Service. Ada juga kluster manajemen destinasi yang beranggotakan lima korporasi, termasuk ITDC. Kluster terakhir terkait dengan servis aviasi dan logistik yang ditangani 11 entitas, termasuk PT Sarinah dan beberapa anak usaha BUMN.

 


Pulih Perlahan

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Koran Tempo

Industri asuransi jiwa mulai mencatatkan perbaikan kinerja pada awal tahun ini. Hal itu tampak dari kenaikan jumlah pendapatan premi hingga hasil investasi. Rasio keuangan industri asuransi juga terus menguat setelah sempat terkena dampak pandemi Covid-19.

Adu Strategi Bisnis Asuransi Jiwa

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Koran Tempo

Produk asuransi tradisional, seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, diprediksi lebih banyak diminati, alih-alih produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link.

Terkait dengan produk asuransi unit link, Asuransi Generali Indonesia meluncurkan layanan robot pengelola investasi RoboARMS yang ditujukan untuk menjaga kinerja unit link para nasabahnya.

Edy mengatakan, hingga Maret 2021, sebanyak 97 persen pemegang polis telah mengaktifkan fitur tersebut, dan hal itu terbukti mampu menjaga kinerja investasinya di zona hijau atau di atas pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).  

Sementara itu, Direktur Utama BRI Life, Iwan Pasila, berujar fitur yang beragam serta premi yang terjangkau diharapkan dapat menjaring lebih banyak nasabah. Saat ini, porsi asuransi tradisional telah mencapai 60 persen dari total premi BRI Life.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Februari 2021, industri asuransi terus mengalami pertumbuhan aset yang nilainya mencapai Rp 554,38 triliun. Adapun sepanjang 2020, pendapatan industri asuransi jiwa merosot 8,6 persen, yaitu sebesar Rp 215,42 triliun.


Gegara Mobil Listrik, Investasi Korsel Kini Terbesar Ketiga di RI

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Sinar Indonesia Baru

Indonesia sudah mampu memproduksi mobil listrik. Hal itu menyusul investasi yang dilakukan oleh Hyundai. Hyundai berinvestasi membangun pabrik mobil listrik di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Pada kuartal I-2021, investasi terbesar ke Indonesia masih dipegang oleh Singapura dengan nilai US$ 2,6 miliar dan disusul oleh China dengan nilai US$ 1,03 miliar. Setelah itu baru Korea Selatan di posisi ketiga dengan nilai US$ 851,1 juta.

Hyundai Group telah menggelontorkan investasi di Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik itu hingga sebesar US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21,8 triliun. Rencananya, di pabrik itu nanti, Hyundai akan memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan mobil lainnya jenis SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan. Selama menunggu pabrik mobil itu jadi, Hyundai sendiri sudah memasarkan beberapa mobil listriknya seperti mobil listrik Ioniq dan Kona Electric.


Menko Airlangga: Indonesia Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Sinar Indonesia Baru

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan Indonesia merupakan negara produsen terbesar biodiesel di dunia dengan jumlah produksi mencapai 137 ribu barel minyak per hari lebih tinggi dibandingkan angka produksi biodiesel Amerika Serikat, Brazil, dan Jerman. Ketua Umum Golkar ini mengatakan bahwa keberhasilan ini telah menempatkan posisi Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan dalam pasar biodiesel dunia.

Indonesia menggunakan minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku utama biodiesel. Minyak sawit dipilih karena pembudidayaanya sudah mapan mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia. Ilmuwan mencampurkan minyak sawit sebanyak 30 persen ke dalam minyak solar, sehingga menghasilkan produk bernama B30 yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Setiap tahun angka produksi biodiesel terus mengalami pertumbuhan yang positif. Jumlah produksi biodiesel pada 2016 tercatat mencapai 3 juta kiloliter, lalu meningkat 300 persen menjadi 8,5 juta kiloliter pada 2020.

Keluarga Bos Samsung Ditaksir Bayar Pajak Warisan Rp156 T

Fadilla Anggraini 27 Apr 2021 CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga mendiang bos Samsung Lee Kun-hee dikabarkan harus membayar pajak dari warisan yang ditinggalkan sang ayah mencapai 12 triliun won atau sekitar Rp156 triliun (asumsi Rp13 per won).

Dilansir dari kantor berita Yanhap, pajak warisan ini harus dibayar kepada pemerintah daerah pada akhir bulan ini. Sebuah sumber berspekulasi bahwa anggota keluarga kemungkinan akan membayar pajak warisan dengan mencicil.

Mereka dapat membayar seperenam aset warisan pada akhir bulan ini dan membayar sisanya selama lima tahun ke depan. Sumber tersebut mengungkap mereka cenderung mendanai pajak warisan mereka dengan dividen saham tetapi bisa mendapatkan pinjaman bank.

Seperti yang diketahui, Kun-hee meninggal pada Oktober tahun lalu dan meninggalkan seorang istri Hong Ra-hee, putra tunggal Jae-yong, dan dua putri yakni Boo-jin dan Seo-hyun.

Rencananya, keluarga akan mengumumkan skema warisan kepada publik. Pengumuman ini dilakukan karena tenggat waktu pembayaran warisan yang semakin dekat.

Mendiang Kun-hee merupakan orang terkaya di Korea Selatan. Dia meninggalkan aset lebih dari 22 triliun won termasuk saham sekitar 19 triliun won.

Selain pajak warisan dan rencana pengumuman pembagian warisan, keluarga Kun-hee pun sedang mempertimbangkan untuk menyumbangkan beberapa karya seni milik Kun-hee ke museum dan pusat seni lokal.

Karya seni dari seniman lokal ini ditaksir mencapai 2-3 triliun won. Tak hanya itu, keluarga pun rencananya akan mendonasikan sebagian hartanya kepada masyarakat.

Pengamat industri berspekulasi bahwa aset Kun-hee senilai 1 triliun akan disumbangkan kepada masyarakat melalui yayasan sosial kesejahteraan.

Dua aksi donasi ini dikabarkan bisa mengurangi pajak warisan keluarga Kun-hee. Pasalnya, pajak yang harus dibayar keluarga diperkirakan mencapai 2 triliun setiap tahun.

Samsung juga dapat mengungkap kepemilikan keturunan atas saham yang diwariskan. Sebagai informasi, Kun-hee memiliki 4,18 persen saham di Samsung Electronics, 20,76 persen di Samsung Life Insurance, dan 2,88 persen di Samsung C&T.

Seorang sumber mengatakan kemungkinan anak laki-laki Kun-hee, Jae-yong yang akan menjadi pemimpin de facto Samsung Group.

Jae-yong mengontrol grup dengan struktur kepemilikan seperti jaring laba-laba yang menghubungkan Samsung C&T, Samsung Life Insurance, dan Samsung Electronics.

Dia hanya memegang 0,7 persen saham di Samsung Electronics tetapi mengendalikan Samsung Group melalui cengkeramannya di Samsung C&T dengan 17,33 persen saham.


Studi: Potensi Ekosistem Startup Jakarta Peringkat 2 Dunia

Fadilla Anggraini 27 Apr 2021 CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif (Kemenparekraf) mengatakan Indonesia menempati nomor satu di kawasan Asia Tenggara dan nomor kedua di dunia potensi pengembangan startup yang besar.

Dari segi ekosistem berkembang (emerging ecosystem), Jakarta menempati posisi kedua dunia, hanya kalah dari Mumbai, India. Temuan bersumber dari organisasi riset, Startup Genome, yang mendalami 270 ekosistem di 100 negara dunia pada 2020.

Deputi Bidang Ekonomi digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam menyebut startup Indonesia menjadi sasaran investasi global di kawasan Asia Tenggara menyusul keberhasilan unicorn dan decacorn RI seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, OVO, dan Traveloka.

"Sebagaimana laporan Global Start Up Ecosystem 2020 menempatkan Jakarta sebagai top 2 emerging startup ecosystem," katanya pada peresmian Bekup 2021.

Berdasarkan laporan Startup Genome, dari empat kategori dengan skor masing-masing 10, Jakarta meraih skor 39 dengan rincian performa 10, pembiayaan 10, jangkauan pasar 10, dan talenta 9. Sedangkan posisi nomor satu, yakni Mumbai mendapat skor sempurna 40.

Posisi ketiga ditempati Zurich, Swiss dengan skor 37. Lalu disusul oleh Helsinki, Finlandia, dengan skor sama dengan Zurich. Kelima ada Guangzhou, China, dengan skor 33.

Sedangkan, untuk kategori ekosistem startup secara global, peringkat masih dipegang oleh kota-kota di Amerika, Eropa, dan China seperti Sillicon Valley, New York, London, Beijing, Boston, Tel-Aviv, Los Angeles, Shanghai, Seattle, dan Stockholm.

Telkomsel Tambah Modal ke Gojek, Telkom Ungkap Alasannya

Fadilla Anggraini 27 Apr 2021 Katadata

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. memberi penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), untuk menambah modal investasi ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek Indonesia senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun. VP Investor Relations Telkom Andi Setiawan menyampaikan perusahaan selalu terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan perusahaan-perusahaan lain. Hal itu dilakukan untuk mengakselerasi dan memperkuat kapabilitas digital. baik melalui partnership (kemitraan) maupun investasi.

Sebelumnya, pada 16 November 2020, Telkomsel berinvestasi senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun ke Gojek Indonesia. Investasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi anak usaha pelat merah itu untuk untuk memberi layanan di luar batas konektivitas telekomunikasi.

"Telkom percaya kolaborasi dan sinergi ini dapat memberi layanan dan solusi yang lebih baik kepada masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan," ujar Andi dalam pernyataan tertulis, menjawab permintaan penjelasan dari BEI terkait aksi korporasi perseroan.

Sebelumnya, rencana penyuntikan modal tambahan dari Telkomsel ke Gojek berasal dari pernyataan Presiden Direktur Telkomsel Setyanto Hantoro. Menurut dia, aksi korporasi itu diharapkan dapat membuahkan hasil positif kepada decacorn di Tanah Air tersebut. "Jadi, Telkomsel memiliki opsi untuk berinvestasi hingga US$ 450 juta di Gojek dalam waktu setahun sejak investasi pertama," ujar Setyanto dikutip dari Reuters. Sumber Reuters mengatakan, investasi tambahan Telkomsel kepada Gojek membuat perusahaan telekomunikasi ini menjadi salah satu dari delapan investor terbesar decacorn. Sebelumnya, ada beberapa investor besar yang berpartisipasi dalam pendanaan yakni, induk Google, Alphabet, Alibaba, dan Softbank.

Pilihan Editor