;

Kredit Korporasi Mulai Membaik

Hairul Rizal 01 Dec 2021 Kontan

Penyaluran kredit perbankan mulai membaik seiring terkendalinya virus Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso bilang, pandemi menghantam bisnis korporasi terutama pada pariwisata, hotel, transportasi, dan restoran. Namun saat ini sebagian sektor korporasi mulai bangkit. Kredit ke 200 korporasi besar naik Rp 52,56 triliun atau tumbuh 4,7% year to date (ytd). PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, mencatat outstanding kredit ke segmen infrastruktur dan konstruksi tumbuh paling tinggi, mencapai Rp 9,9 triliun secara year on year (yoy). Segmen ini mendominasi dengan kontribusi hingga 67% dari total kredit korporasi. Sementara permintaan kredit dari sektor telekomunikasi tumbuh terbesar kedua, yaitu Rp 4,7 triliun yoy.


Anggaran Tahunan BI 2022 Disetujui

Yoga 30 Nov 2021 Kompas

Rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi XI DPR dan Bank Indonesia (BI) Senin (29/11) menyetujui Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) tahun 2022. Dimana, penerimaan operasional diproyeksikan mencapai Rp 28,41 triliun atau naik 2,4% dibanding anggaran 2021. Adapun pengeluaran operasional diproyeksikan sebesar Rp 14,29 triliun atau naik 16,84%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, penentuan anggaran itu didasarkan asumsi makro APBN 2022, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, inflasi 3%, dan rata-rata nilai tukar rupiah berkisar Rp 14.350 per dollar AS. (Yoga)

Kenaikan Cukai Hantui Emiten Rokok

Hairul Rizal 30 Nov 2021 Kontan

Pemerintah berencana mengerek penerimaan negara. Salah satunya, dengan bakal mengerek tarif cukai rokok pada tahun 2022. Sentimen ini akan menjadi pemberat emiten rokok. Pengenaan pungutan pajak tambahan untuk rokok akan tetap di level double digit, seiring target penerimaan cukai rokok di APBN tahun depan sebesar 11,56% atau Rp 20 triliun menjadi Rp 193 triliun dari target Rp 173 triliun.


Varian Baru Covid-19 Mencemaskan Bursa Saham Lagi

Hairul Rizal 29 Nov 2021 Kontan

Bursa saham global kembali bergejolak. Varian baru Covid-19, omicron, memicu kekhawatiran baru yang menekan laju bursa saham global. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG pun terseret penurunan tersebut. Pada penutupan pasar saham Jumat (26/11), IHSG merosot -2,06% menjadi 6.561,55. Padahal, bursa saham dalam negeri tengah dalam tren kenaikan dan berpotensi mengukir rekor baru


Nasib SWF Indonesia Berada di Ujung Tanduk

Hairul Rizal 29 Nov 2021 Kontan

Nasib sovereign wealth fund (SWF) Indonesia atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sedang di ujung tanduk. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja menyandera langkah LPI untuk menarik investasi asing maupun mengelola dana bernilai puluhan triliun rupiah. Sebagai catatan akhir pekan lalu, MK memutuskan bahwa penyusunan UU Cipta Kerja cacat formil karena mengabaikan prosedur ideal penyusunan UU. MK pun menitahkan pemerintah dan DPR segera memperbaikinya dalam dua tahun usai putusan tersebut.



Lifting Minyak di Bawah Target APBN

Hairul Rizal 29 Nov 2021 Kontan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terus mewaspadai dampak lifting migas yang masih di bawah target. Hal ini bisa mengganggu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Kementerian Keuangan mencatat, realisasi lifting minyak sepanjang Januari - September 2021 rerata baru mencapai 660.890 barel per hari (bph). Angka ini di bawah target 705.000 bph di 2021.


Realisasi Setoran PNBP dari BMN Melonjak 20,9%

Hairul Rizal 29 Nov 2021 Kontan

Direktorat Jenderal (Ditjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemkeu) melaporkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari pengelolaan barang milik negara (BMN) sejak Januari sampai Oktober 2021 telah mencapai Rp 801,6 miliar. Angka ini tumbuh 20,93% year on year (yoy) dari Rp 662,6 triliun. Direktur BMN Ditjen Kekayaan Negara Kemkeu Encep Sudarwan memerinci, realisasi PNBP tersebut di antaranya berasal dari pendapatan penjualan tanah gedung dan bangunan sebesar Rp 4,02 miliar, penjualan peralatan dan mesin Rp 136,55 miliar, kompensasi sewa beli rumah negara golongan III Rp 5,09 miliar, serta pendapatan dari tukar menukar tanah, gedung, dan bangunan Rp 26,6 miliar.


Cermati Sejumlah Fitur Baru di Sistem Perdagangan Bursa

Hairul Rizal 29 Nov 2021 Kontan

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan beberapa ketentuan baru dalam perdagangan saham. Selain menutup informasi kode broker dan domisili investor, BEI akan menyesuaikan mekanisme pre-opening dan pre-closing, dan memperpanjang jam perdagangan saham di pasar negosiasi. Penyesuaian mekanisme pre-opening dan pre-closing dilakukan dengan menambah informasi Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV), serta fitur random closing. BEI juga menambahkan fitur market order untuk meningkatkan potensi terjadinya transaksi sehingga mendorong likuiditas pasar.


Pekan Lalu, Dua Obligasi dan Tiga Saham Masuk Bursa

Hairul Rizal 29 Nov 2021 Kontan

Aktivitas pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berlanjut. Di pekan ini, terdapat dua obligasi dan tiga saham baru tercatat di bursa.  Pada Senin (22/11), PT Indomobil Finance Indonesia menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Indomobil Finance Indonesia Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2021 dengan nilai nominal Rp 1,92 triliun. Pada hari yang sama, saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) listing sebagai perusahaan tercatat ke-41 sepanjang tahun 2021. Kemudian pada Rabu (24/11), Obligasi Berkelanjutan IV Medco Energi Internasional Tahap II Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mulai dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp 1 triliun. Pada Kamis (25/11), terdapat pencatatan saham dan waran perdana PT Perma Plasindo Tbk (BINO) sebagai perusahaan tercatat ke-42, serta pencatatan saham PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) sebagai perusahaan tercatat ke-43. Sekadar informasi, dengan adanya aktivitas pencatatan tersebut, total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 87 emisi dari 52 emiten senilai Rp 91,01 triliun.

Produsen Smartphone Semakin Gencar Berbisnis Mobil Listrik

Hairul Rizal 29 Nov 2021 Kontan

Niat raksasa ponsel pintar China, Xiaomi, masuk ke bisnis kendaraan listrik tampaknya tak mainmain. Xiaomi akan membangun pabrik di Beijing yang berkapasitas 300.000 kendaraan listrik per tahun. Akhir pekan lalu Reuters memberitakan, pihak berwenang Beijing mengungkapkan, pabrik tersebut akan dibangun dalam dua fase, Sementara Badan Pembangunan Ekonomi di Beijing, E-Town, di akun resmi WeChat menyatakan, Xiaomi juga akan membangun kantor pusat unit mobil, kantor penjualan dan penelitian di Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Beijing.


Pilihan Editor