Sang Ikon Perubahan Iklim
KTT Perubahan Iklim COP-26 di Glaslow, Skotlandia, telah berakhir dengan berbagai rekomondasi upaya penyelamatan bumi. Satu hal yang menarik ialah seluruh peserta sepakat dan berkomitmen untuk menanam pohon lebih banyak lagi di negeri masing-masing. Pohon telah menjadi primadona perubahan iklim, ikon penyelamat bumi, Pohon merupakan aset, potensi dan investasi kota. Pohon telah lama memberikan jasa lingkungan bagi keberlanjutan semua mahkluk hidup. Pohon memang tidak bisa bergerak, ia "hanya" bertumbuh-kembang , meninggi, dan membesar. Kanopi pepohonan meneduhi dan menyejukkan iklim mikro serta menurunkan suhu warga dan kota. Dedaunan menyerap karbondiokasida dan gas polutan, menurunkan gas emisi karbon. Musim hujan merupakan waktu terbaik untuk menanam pohon. Menanam pohon merupakan simbol suatu bentuk menebar kebaikan yang memberikan kebermanfaatan bagi semua mahluk, mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan di bumi. (Yetede)
Ketidaksetaraan Hambat Penanganan HIV/AIDS
Penasihat Dukungan Masyarakat dari Program PBB untuk Mengatasi HIV-AIDS (UNAIDS) Elis Widen mengatakan, ketidaksetaraan jender menjadi faktor penting yang harus diatasi, akibat ketidaksetaraan, banyak orang dengan HIV, terutama perempuan, kesulitan mendapatkan pelayanan. Salah satu strategi pengendalian penularan HIV/AIDS melalui target 95-95-95, artinya 95 % orang dengan HIV tahu statusnya, 95 % yang tahu statusnya menjalani pengobatan, dan virus HIV dalam tubuh 95 % orang yang berobat sudah tersupresi sehingga tidak menular.
Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan Veryanto Sitohang menyebutkan, beberapa laporan yang diterima terkait kekerasan perempuan dengan HIV, antara lain, pemaksaan menggunakan kontrasepsi, pemaksaan melakukan sterilisasi, serta larangan hamil dan melahirkan, karenaa dianggap berisiko jika memiliki keturunan. ”Bentuk pemaksaan ini tidak jarang tanpa konseling. Sistem hukum kita juga belum kuat melindungi perempuan dari kekerasan yang sebenarnya termasuk pada bentuk kekerasan seksual. Diharapkan RUU tindak pidana kekerasan seksual segera disahkan. (Yoga)
Memilih Takdir Garuda Indonesia
Hutang menggunung Rp 70 triliun menghantar Garuda Indonesia di ujung kepailitan. Polemik muncul ketika wacana Pelita Air Service dipersiapkan menggantikan Garuda Indonesia menghangat. Berkaca dari rencana kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menutup BUMN kronis. Nyatanya pandemi meruntuhkan mitos maskapai pembawa bendera (flag carier) tidak akan bangkrut.
Lawatan mancanegara Presiden Jokowi menggunakan Garuda Indonesia awal November seolah memberi angin segar. Opsi penyelamatan andai pemerintah berkeras mempertahankan Garuda Indonesia, lebih luas dari restrukturisasi utang dan neraca keuangan ala bankir. Dibutuhkan suatu perubahan fundamental yang membutuhkan profesional. (Yoga)
Prospek Saham Teknologi
Di tengah pandemi Covid-19, Indonesia jadi negara pencatat saham terbanyak di Asia Tenggara, yakni 46 emiten selama Januari - September 2020. Penawaran saham perdana (IPO) terbesar adalah perusahaan e-commerce PT Bukalapak Tbk dengan kode BUKA. Berdasar data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), selama pandemi terjadi peningkatan jumlah investor hingga 50 %. Namun, euforia investor pemula ini tak diimbangi pengetahuan memadai tentang mekanisme dasar pasar modal yang berfluktuasi. Dilihat dari ulasan kekecewaan investor terhadap turunnya harga saham BUKA lewat ulasan aplikasi Bukalapak.
Februari tahun ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan klasifikasi sektor industri baru, yaitu IDX Industrial Classification (IDX-IC). Ada sejumlah indeks sektoral, diantaranya IDXTECHNO berisi saham-saham perusahaan di sektor teknologi, yang paling diuntungkan atas tren menuju digitalisasi. Sebagai investor, kita perlu melihat percepatan pertumbuhan pendapatan dan perlambatan kerugian dengan arah yang jelas menuju profitabilitas, contohnya Zoom.Kedua, kita perlu menganalisis total peluang pasar tempat perusahaan beroperasi dan bertumbuh atau total addressable market (TAM). (Yoga)
Garuda dan Singapore Airlines Perkuat Kerja sama Komersial
Maskapai Garuda Indonesia dan Singapore Airlines (SIA) memperkuat kerja sama komersial sejalan dengan dibukanya kembali perbatasan internasional. Kedua maskapai memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memungkinkan keduanya untuk mengeksplorasi.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berharap kerjasama komersial antara kedua maskapai akan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan aman bagi penumpang ditengah peningkatnya lalu lintas udara antar negara. Menurut Irfan, kerjasama tersebut merupakan momentum penting bagi upaya pemulihan kinerja perseroan yakin Garuda Indonesia berkesempatan menjadi maskapai penerbangan pertama di Indonesia yang dapat mendukung program perjalanan berbasis vaksinasi antara Indonesia dan Singapore Airlines. "Tentunya berbagai upaya peningkatan layanan ini senantiasa kami selaraskan dengan komitmen konsitensi penerapan protokol kesehatan pada seluruh lini operasional penerbangan yang selama ini menjadi fokus utama kami di Garuda Indonesia," jelas Irfan, (Yetede)
Batasi Mobilitas Periode Nataru, Kemenhub Kaji Aturan Ganjil Genap
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyusun rekomendasi kebijakan pengaturan mobilitas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 diantaranya kebijakan kendaraan ganjil genap dan tak ada pembatasan angkutan barang. Rekomendasi lainnya adalah tes acak antigen di sejumlah titik, seperti di rest area, terminal, hingga jembatan timbang untuk transportasi darat.
Direktur Jendral Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan, detail kebijakan mobilitas belum final. "Hari ini saya mendampingi Pak Menteri Perhubungan rapat di Kepolisian dengan Pak Kapolri. Sore saya juga mendampingi rapat antarmenteri di Menkopolhukam," kata Budi di Jakarta, Jumat (26/11)
Budi Setyadi memperkirakan pembahasan kebijakan pengaturan mobilitas selama Nataru akan semakin mengerucut. Pasalnya,pihaknya membutuhkan waktu sosialisasi kepada masyarakat sebelum kebijakan itu benar-benar diterapkan. "Tahun lalu kita lakukan pembatasan angkutan barang. Lalu, kapasitas mungkin akan kita lakukan tapi 50% atau 80% tergantung nanti," imbuhnya. (Yetede)
RI Ekspor Rajungan ke Pasar Amerika Utara
Sebanyak 40 ton daging rajungan asal Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berhasil menembus pasar Amerika Utara. Saat ini rajungan- kepiting menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan utama Indonesia, juga salah satu fokus komoditas yang dikembangkan dalam program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) demi peningkatan ekpsor berbasis budidaya.
Pada 2020, nilai permintaan rajungan-kepiting dunia US$ 5,40 miliar dan ekspor Indonesia untuk komoditas ini baru 6,80%, atau US$ 367,50 juta. Nilai permintaan rajungan-kepiting dunia selama lima tahun terakhir meningkat 5% per tahun yang menunjukkan bahwa pasar rajungan-kepiting masih terbuka dan potensial untuk terus dikembangkan.
Negara importir utama rajungan-kepiting global 2020 adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Kanada, market share Indonesia terhadap masing-masing negara tersebut baru 11,90%; 5%; 17%; 0,10%; 4,70%. Karenanya, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk KP KPP Artati Widiarti mengapresiasi munculnya eksportir raungan Arena Crab ke pasar Kanada yang merupakan salah satu importir rajungan-kepiting dunia. (Yetede)
Investasi Asing, Siapa Menikmati
Di awal kemerdekaan Indonesia, pembangunan ekonomi butuh investasi, dan modal. Maka, diundang investor asing dan swasta Indonesia dengan berbagai kemudahan. Tapi bagian terbesar kredit diberi pada perusahaan asing dari pada bangsa sendiri. Bank asing didirikan dengan modal ekuitas 50 % disediakan pemerintah dengan bunga 24 % per tahun,sambil menunggu terbitnya izin operasi yang prosesnya dua tahun. Begitu beroperasi, bank itu kebanjiran uang tabungan dari masyarakat Indonesia. Dimana kalau debt to equity ratio 90 %, pemilik bank asing hanya menyetor 5 persen dari keseluruhan modal.
Investasi asing dalam bidang lain yang sekarang sedang dimanja dengan berbagai rayuan dan kemudahan kebanyakan bekerja dengan kredit dari bank-bank di Indonesia yang berasal dari uang simpanan dalam berbagai bentuk milik masyarakat Indonesia, faktanya perusahaan-perusahaan itu nantinya mengarah ke penggunaan teknologi informasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), robot dan sejenisnya, Dalam hal pajak,kebijakan yang diberlakukan pemerintah cenderung meringankan beban pajak yang dikenakan kepada para investor asing sebagai iming-iming agar mereka mau masuk di Indonesia. (Yoga)
Kesempatan Mengoreksi Kelemahan Omnibus Law
Mahkamah Konstitusi (MK) mengandaskan pelaksanaan Undang-Undang No 11/2020 tentang Cipta Kerja. Inilah kesempatan mengoreksi kembali sejumlah kelemahan maupun pasal kontroversial yang tertuang dalam beleid sapu jagat atau omnibus law tersebut. Kemarin (25/11), dalam sidang putusan judicial review UU Cpta Kerja, Majelis Hakim MK menyatakan, penyusunan UU Cipta Kerja cacat formil karena mengabaikan prosedur ideal penyusunan UU. MK pun menitahkan pemerintah dan DPR segera memperbaikinya dalam dua tahun usai putusan ini
IPO Tuntas, Giliran Ekspansi
Produsen alat tulis kantor merek Bantex, PT Perma Plasindo Tbk (BINO), dan supermarket bahan bangunan, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO), sudah menggelar IPO pada kamis (25/11). Setelah IPO perusahaan-perusahaan tersebut berencana menggelar ekspansi bisnis.









