Ketangguhan Konsumsi Diuji
Pandemi Covid-19 memang kembali bergejolak. Namun nyatanya, optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian nasional tak mengendur. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang kembali ke level prapandemi. Bank Indonesia (BI) mencatat, IKK pada bulan pertama tahun ini berada pada posisi 119,60, di atas level Februari 2020 atau sebelum pandemi Covid-19 yang hanya 117,7. Kendati demikian, upaya menjaga daya beli yang menjadi cerminan keyakinan konsumen tidaklah mudah. Selain pandemi Covid-19 yang belum terkendali, pemangkasan anggaran perlindungan sosial juga berisiko merapuhkan daya beli masyarakat. Tekanan terhadap konsumsi makin berat lantaran pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% per 1 April 2022. Hal itu berisiko menambah beban pada konsumsi rumah tangga yang masih rapuh.
Adapun, Direktur Center of Law and Economic Studies Bhima Yudhistira mengatakan ada tiga langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk mempertahankan laju konsumsi. Pertama, optimalisasi penanganan pandemi Covid-19 sehingga 20% masyarakat kelas atas di dalam negeri tidak ragu membelanjakan dananya. Kedua, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dengan mendorong pemulihan manufaktur dan peningkatan ekspor untuk menjaga ketahanan daya beli masyarakat kelas menengah. Ketiga, menaikkan alokasi anggaran perlindungan sosial di dalam program PEN 2022 untuk menstabilkan daya beli masyarakat kelas bawah. Menurut Bhima, hal ini mendesak karena PEN 2022 mengakomodasi kepentingan daya beli 40% masyarakat Indonesia.
Memacu Transformasi Digital
Tuntutan akselerasi digital perbankan semakin mengemuka seiring dengan tingginya ekspektasi publik akan layanan keuangan yang cepat, efisien, aman serta dapat dilakukan dari mana saja. Dalam beberapa tahun belakangan ini, transformasi digital di sektor perbankan bahkan menjadi suatu keniscayaan di tengah terbatasnya mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir. Terkini, dua bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., pada akhir pekan lalu menyatakan terus memperbesar belanja modal (capital expenditure/capex) untuk memperkuat transformasi layanan perbankan digital. Alhasil, transformasi digital pada akhirnya juga akan membawa para pelaku perbankan, terutama para pemimpinnya ke dalam suatu ekosistem keuangan baru. Meskipun demikian, peran bank akan tetap berada pada fungsi dasarnya sebagai lembaga intermediasi yang harus mampu memicu pertumbuhan ekonomi di seluruh sektor.
Penghentian Ekspor Bauksit: Kesiapan Smelter Jadi Tantangan Utama
Kesiapan smelter di dalam negeri menjadi tantangan yang harus dihadapi penambang bauksit seiring dengan rencana penghentian ekspor bijih mulai 2023. Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Djoko Widajatno mengatakan bahwa rencana pemerintah terhadap penghentian ekspor bauksit disambut oleh sejumlah perusahaan dengan membangun industri smelter bauksit. PT Adaro Energy Tbk., misalnya, akan segera membangun smelter alumina. Proyek tersebut dijalankan oleh anak usahanya PT Adaro Aluminium Indonesia.
Serapan Anggaran Perkeretaapian
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melaporkan serapan anggaran tahun lalu mencapai 96,74 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp8,8 triliun. Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengatakan serapan anggaran tersebut merupakan pencapaian tertinggi sejak 2012 kendati belum mencapai prognosa target 2021.
Mudarat Pembelian Pesawat Tempur
Kesepakatan pembelian jet tempur Dassault Rafale antara Indonesia dan Prancis bukanlah kabar baik yang patut disambut dengan gegap gempita. Ditengah nihilnya ancaman fisik atau perang dengan negara lain, pembelian pesawat tempur jelas bukan kebutuhan yang mendesak. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengumumkan kesepakatan dengan Prancis itu pada Kamis, 10 Februari 2022. Untuk mendatangkan 42 unit pesawat, pemerintah diperkirakan merogoh kocek hingga US$ 6,5 miliar atau sekitar Rp 93 triliun.
Belanja jorjoran alat utama sistem senjata tersebut akan membebani keuangan negara setelah hampir dua tahun pandemi melanda. Dalam kurun waktu tersebut utang pemerintah sudah naik drastis. Bukan hanya soal prioritas, pilihan untuk membeli pesawat Prancis juga berpotensi menuntut tenaga dan biaya yang lebih besar. Dalih bahwa pembelian sistem persenjataan diperlukan untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia juga mudah dipatahkan. Di era sekarang, untuk menggapai perdamaian, pemerintah mesti mengedepankan kesejahteraan ketimbang angkat senjata. (Yetede)
Kenaikan Laba Perusahaan-perusahaan Migas Menuai Kritik
Harga energi yang melonjak telah memberikan keuntungan besar bagi perusahaan-perusahaan minyak mentah, juga menuai kritik keras dari penggiat lingkungan dan politisi. Pada saat yang sama, konsumen dibiarkan dengan tagihan yang meningkat. Perusaahaan energi AS ExxonMobil, TotalEnergies dari Perancis serta raksasa Inggris Shell dan BP dalam sepekan terakhir telah mengumumkan perolehan laba 2021 dengan totalUS$ 66,7 miliar. Namun harga minyak dan gas (migas) yang mengalami reli besar tahun lalu, melonjak menjadi US$ 70 per barel setelah sempat tenggelam ke wilayah negatif pada 2020. "Perusahaan minyak mendapat mendapat manfaat dari kesempatan yang jarang terjadi. Selain harga energi yang lebih tinggi, perusahaan-perusahaan migas dinilai mulai membersihkan aset mereka hanya untuk mempertahankan yang paling menguntungkan," Ujar Moez Azmi pakar industri minyak dari konsultan EY pada Minggu (13/2), yang dilansir AFP. (Yetede)
SMIC Catatkan Kenaikan Pendapatan 39% pada 2021
Produsen chip terbesar di Tiongkok, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) melaporkan perolehan pendapatan dan kenaikan laba pada 2021. Terlepas pada tahun itu terjadi krisis keuangan chip global, laju permintaannya tetap kuat. Perusahaan mampu memperlihatkan kinerja baik meskipun SMIC dimasukkan ke dalam daftar perdagangan hitam Amerika Serikat (AS), yang disebut Daftar Entitas yang memberikan banyak hambatan perkembangan perusahaan, demikian pernyataan yang disampaikan SMIC, yang dilansir CNBC, Jumat (11/2). Isu ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok sendiri dilaporkan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Demikian halnya pertempuran dengan kedua negara adidaya untuk mendominasi teknologi utama, dimana bidang semikondutor adalah salah satunya. (Yetede)
Konektivitas Lambungkan Pertumbuhan Bisnis e-Commerce
Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia Bima Laga menyampaikan, konektivitas internet/digital telah menyelamatkan ekonomi nasional, termasuk melambungkan pertumbuhan perdagangan secara elektronik (e-commerce), terutama ketika masa pandemi Covid-19. Bahkan, pertumbuhan e-commerce mencapai 50% pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun lalu pertumbuhan e-commerce kita yang year-on-year menyentuh 50% dan itu bagus sekali. Bagaimana kita bisa terus tumbuh dari tahun ke tahun, tidak lepas dari konektivitas yang dibangun oleh pemerintah," ujar Bima Laga, dalam 'Webinar Sofa-Talk: Konektivitas Digital dan Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19' yang digelar Kemenkominfo secara daring dari Jakarta, Jumat (11/2). (Yetede)
Permudah Karantina Untuk Pebisnis
Peraturan karantina untuk para pelaku perjalanan dengan tujuan bisnis dan wisata sebaiknya dipermudah agar ekonomi tidak slow down dan kembali mengalami kontraksi seperti 2020. Para pelaku bisnis mengeluhkan kewajiban menjalankan karantina lima hari meski mereka sudah dua kali divaksin atau memperoleh vaksin genap dan hasil tes PCR negatif. Bukankah karantina dimaksudkan untuk mencegah penularan ? Jika itu tujuannya, mengapa regulasi dibuat sangat rumit hingga menghambat kegiatan bisnis dan pariwisata? Kita bisa membayangkan rumitnya sebuah perjalanan pariwisata dan urusan bisnis. Pelancong dari Eropa misalnya, mengunjungi Bali. Sebelum bertamasya mengunjungi Bali, mereka yang sudah mendapat hasil test PCR di negerinya dan sudah divaksin genap dan hasil tes PCR di Bali juga negatif, tetapi diwajibkan oleh regulasi Indonesia untuk menjalani karantina lima hari. Terhadap pelancong seperti ini, karantina lima hari mestinya tidak diperlukan. Asal menggunakan prokes, mereka bisa langsung berwisata atau berbisnis. (Yetede)
Nasabah Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua Dapat Pajero Sport dan Innova
NASABAH Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Muaradua awal tahun benar-benar lagi kebanjiran rezeki. Hadiah Super Grandprize berupa satu unit Pajero Sport Seharga Rp 500 Juta dimenangkan oleh M Ali Amin (Alm). Undian Super Grandprize diselenggarakan di kantor pusat Palembang, Jum'at (28/1/2022) Hadiahnya diterima oleh Ny M Ali Amin karena M Ali Amin yang juga PNS di Muaradua baru meninggal 3 bulan lalu.
Keberuntungan juga diraih oleh Genasir (77), petani di Muaradua OKU Selatan, memperoleh satu unit mobil Toyota Innova dari Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua. Undian Tabungan Pesirah Periode Januari - Desember 2021 diselenggarakan di Kantor Cabang Muaradua, Jum'at (11/2/2022). Pemutaran undian untuk 1 unit kijang Innova ini dilakukan oleh Bupati OKU Selatan diwakili Sekretaris Daerah, H Romzi SE MSi. Untuk 2 unit sepeda motor Honda Beat dimenangkan penabung beruntung masing atas nama Windra Bachri dan A Rahman. Kemudian TV LED 43' diraih Irna Pirawati, Laptop diraih Suwarni dan Lemari Es diraih Mutia Susparini Subandi.
Pemimpin Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua Arsi Risun mengatakan Dana Pihak Ketiga hingga akhir Desember 2021 mencapai Rp 302 Milyar. Arsi Risun yang juga didampingi Wakil Pemimpin Cabang Sobirin dan Pemimpin Capem Simpangsender Rangga Fragetha menjelaskan, posisi Tabungan Pesirah akhir Desember 2021 mencapai Rp 136 Milyar. Sementara itu Kredit yang disalurkan per akhir Desember 2021 mencapai Rp 618 Milyar mengalami kenaikan 7,48 % dibandingkan pada posisi akhir tahun 2020 yang sebesar Rp 575 Milyar. Sedangkan total aset Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua sampai dengan akhir Desember 2021 sudah mencapai Rp 663 Milyar.
Dikatakan Arsi Risun, dalam rencana bisnis tahun 2022 ini, Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua akan mengembangkan jaringan kantor baru dengan meresmikan satu unit Kantor Cabang Pembantu di Pulau Beringin dan mendirikan Kantor Kas di Mekakau llir. Jika ini sudah terealisasi, maka Cabang Muaradua membawahi dua KCP dan tiga Kantor Kas termasuk Kantor Kas Keliling. Selain itu, untuk mendukung pemerintah dalam transaksi non tunai khususnya QR Code Standar Pembayaran Nasional (QRIS), sampai akhir Desember 2021 sudah ada 487 Merchant/Agen/UMKM yang tersebur dalam OKUS. Sehingga nasabah dapat bertransaksi hanya dengan menggunakan Mobile Banking Bank Sumsel Babel tanpa menggunakan uang tunai.
Sementara itu Sekda OKU Selatan H Romzi SE MSi mengatakan, pada intinya mengatakan Bank Sumsel Babel merupakan bank milik Pemerintah Propinsi Sumsel dan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan merupakan salah satu pemegang sahamnya. Bank Sumsel Babel sebagai peng gerak pembangunan daerah juga merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) berupa persekot Deviden dan Jasa Giro. Untuk itu Pemkab sangat mendukung misi dan visi Bank Sumsel untuk menjadi Agent Of Development tuan rumah di era otonomi daerah dan era globalisasi.









