Headset Canggih AR/VR Apple Glasses Segera Meluncur
PERANGKAT headset AR/VR Apple Glasses berpotensi dirilis pada 2022 setelah sumber dari rantai pasokan di Taiwan menyebutkan perangkat itu sudah melewati tahapan Tes Validasi Teknik (EVT2).
Masih ada satu langkah lagi yang harus dilewati perangkat itu untuk bisa akhirnya dirilis yaitu melewati Tes Validasi Desain (DVT) yang apabila lulus, tentunya perangkat ini bisa dirilis pada 2022.
Melansir PhoneArena, Rabu, Apple sejak beberapa tahun terakhir memang sudah menyiapkan headset AR/VR untuk menyambut masa depan teknologi.
Kehadiran Headset AR/ VR Apple diharapkan dapat meningkatkan pengalaman konsumen mereka terutama dalam hal hiburan.
Meski memungkinkan untuk rilis pada 2022, analis teknologi bernama Mark Gurman memprediksi perangkat itu belum akan dirilis hingga 2023.
Rencananya kacamata AR/VR Apple akan dibanderol seharga 3000 dolar AS atau setara Rp 43 juta dengan spesifikasi di antaranya memiliki layar beresolusi 8K.
Kacamata itu akan di lengkapi dengan chip paling mumpuni dari Apple sehingga perangkat dapat digunakan secara mudah tanpa perlu terhubung ke perangkat lainnya seperti komputer.
Selain itu, kabar lainnya yang beredar bahwa perusahaan LG Innotek akan memasok modul 3D time of flight (TOF) untuk kacamata canggih Apple itu.
Terakhir, spesifikasi terbaru lainnya datang dari analis Apple lainnya Ming Chi Kuo yang menyebut kacamata canggih itu akan dilengkapi dengan konektivitas WiFi 6E.
Nantinya jika produk itu benar-benar dirilis pada 2022, maka produk Apple itu akan bersaing dengan produk serupa yang dikeluarkan Meta serta Sony.
Pendapatan Tertinggi di Prabumulih
PALEMBANG, TRIBUN - Realisasi pendapatan daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) per 31 Januari 2022 sebesar Rp 1,56 triliun atau baru 3,99 % dari nilai pagu yang ada yaitu 39,1 triliun. Sedangkan realisasi belanja daerah sebesar Rp 691,92 miliar atau baru 1,74 %.
"Realisasi pendapatan ini lebih besar dibandingkan dengan realisasi belanja," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumsel, Lydia Kurniawati Christyana melalui zoom. Rabu (23/2/2022).
Menurut Lydia, pendapat APBD Provinsi Sumsel Rp 1,56 triliun atau 3,99 % ini didominasi dari pendapatan dana transfer. Untuk realisasi pendapatan tertinggi di Prabumulih dengan besaran realisasi 9,8 %, diikuti Pagaralam sebesar 8,36 %. Sedangkan untuk belanja APBD Provinsi Sumsel sebesar Rp 691, 92 miliar didominasi belanja pegawai. Penyerapan belanja daerah terbesar di Banyuasin sebesar 5,56 % dan Musi Banyuasin sebesar 3,4 %.
"Ini artinya dukungan dana pusat melalui TKDD masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan di Provinsi Sumsel. Dibeberapa daerah seperti Muratara, Pali, OKU Selatan, Lahat, data pendapat dan belanjanya masih kosong, kemungkinan belum terupdate diaplikasi saja," katanya.
Untuk itu Lydia mengimbau agar pemda berkomitmen untuk menginput data di dalam sistem yang sudah disediakan. Karena terlihat masih kurangnya komitemen dari Pemda untuk menginput dalam sistem yang disediakan, sedangkan yang dilihat hanya data yang terinput di sistem.
"Untuk serapan belanja kami mengimbau, jangan jadikan Covid-19 sebagai alasan. Kita sudah 2 tahun pandemi Covid-19 maka sudah ada pembelajaran bagaimana kegiatan pemerintahan bisa dijalankan saat pandemi dan tidak dijadikan alasan rendah nya serapan belanja," katanya.
Menurut Lydia, belanja barang tahun ini ada 10,69 persennya yang merupakan belanja barang yang diserahkan ke masyarakat seperti penyediaan akses rumah layak huni dan untuk rehab, serta yang lainnya. Jadi infrastruktur, konektivitas, aksesibilitas dan sesuai tema kemandirian pangan.
Hari Ini 5000 Liter Minyak Goreng Dijual di 24 Ilir
PALEMBANG, TRIBUN - Pasar murah minyak goreng (migor) akan digelar kembali oleh Dinas Perdagangan Kota Palembang. Hal ini dilakukan guna menyikapi atas kesulitannya minyak goreng yang dicari oleh masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, Raimo Lauri mengatakan pihaknya akan kembali menggelar Operasi Pasar (OP) minyak goreng di tujuh titik Kota Palembang.
"Ya, besok akan kita mulai dengan kerjasama dengan pi hak distributor," ungkap dia, Rabu (23/2/2022).
Kata dia, OP ini akan dilakukan diantaranya di rusun 24 Ilir, Sekip, Maskarbet, KM 5, Tangga Buntung.
"Mulai besok OP di Rusun 24 Ilir. Setiap titik disediakan 5.000 liter atau total seluruh minyak goreng yang disiapkan 35.000 liter,"ungkap dia.
Namun, setiap pembeli di batasi dua liter setiap orang agar warga lainnya dapat kebagian. Kata dia, selama lima hari akan digelar operasi pasar murah bekerjasama dengan dua distributor yang ada. "Harganya sesuai dengan ketetapan pemerintah yakni kemasan biasa Rp 13.500 per kilo dan kemasan premium Rp 14.000 perkilo," ungkap dia.
Sejauh ini, menurutnya kelangkaan stok minyak goreng karena karena keterlambatan pengiriman dari distributor kepada agen. Pihaknya tidak menemukan adanya penimbunan minyak seperti yang terjadi di wilayah lain.
"Berdasarkan pengecekan, stok minyak goreng sebenarnya masih ada di distributor, namun penyaluran ke pasar masih terbatas, seiring dengan kapasitas produksi perusahaan minyak goreng," katanya.
Sementara itu, pantauan Tribunsumsel.com dilapangan di sejumlah mini market minyak goreng nampak kosong. Didalam rak sudah tak ada lagi minyak goreng yang dijual.
Beras dan Cabai Susul Kedelai
Sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti beras dan cabai mulai menyusul kedelai yang beberapa hari ini harganya meroket. Berbeda dengan kedelai karena gangguan suplai dunia, harga beras dan cabai naik dampak aksi demonstrasi sopir truk di Jatim, Jateng dan Jabar.
Sementara, naiknya harga beras dan cabai disebabkan oleh aksi demonstrasi para sopir menolak kebijakan truk kelebihan muatan dan berdimensi lebih atau over dimension-over load (ODOL).
Akibat dari kekurangan pasokan beras, kata Billy. harga jual beras meningkat. "Saat ini harga beras naik di angka Rp 200 sampai Rp 300 per kilogram. Kebijakan ODOL ini lebih banyak mudaratnya, semua logistik bermasalah, bukan hanya beras," kata Billy, Rabu (23/2).
Selain beras, Billy menyebut harga komoditas lain di Jakarta seperti cabai turut terkerek naik gara-gara kebijakan ODOL. Oleh sebab itu. Billy meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan itu agar alur logistik normal.
Perbankan Jajaki Bisnis Metaverse
Perbankan di Tanah Air akan ekspansi ke metaverse. Bank mulai melihat potensi bisnis dari kanal realitas virtual ini.
Di dalam negeri, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah mengumumkan akan masuk ke metaverse. Keduanya akan masuk ke Metaverse Indonesia yang akan dikembangkan oleh WIR Group.
Direktur IT dan Operasi BNI, YB Hariantono, mengatakan pihaknya tertarik masuk ke metaverse setelah melihat rencana pengembangan Metaverse Indonesia yang akan dibangun deh WIR Group.
Dulunya BNI tidak tertarik merambah ke sana karena jumlah metaverse banyak sekali sementara kunci kesuksesanya akan sangat tergantung pada ekosistemnya.
"Namun, setelah mendengar WIR Group diendorse pemerintah mengembangkan Metaverse Indonesia di Jakarta, Ibu kota Nusantara dan Bali, maka akan ada pemerintahan digital di sana. Artinya, sudah ada satu use case besar yang bisa memberi nilai tambah. Jadi strategi kami masuk lewat ini. "jelas Hariantono, Rabu (23/2).
Ekonomi Siuman, Setoran Pajak Mulai Lancar Lagi
Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak mengalami pertumbuhan yang tinggi awal tahun ini meskipun Indonesia dilanda badai penyebaran Covid-19 varian omicron. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut realisasi penerimaan pajak di Januari 2022 mencapai Rp 109,1 triliun. Yang setara 8,63% dari target penerimaan pajak 2022 yang sebesar Rp 1.265 triliun. Jika dibandingkan Januari 2021, jelas penerimaan pajak di periode tersebut tumbuh tinggi, yakni melesat 59,39% jika dibandingkan dengan periode Januari 2021 yang cuma Rp 68,45 triliun saja.
Meski penerimaan pajak mendapatkan hasil yang positif, Sri Mulyani mewanti-wanti agar tetap waspada menghadapi laju ekonomi sepanjang 2022 karena penerimaan pajak bisa saja tidak terus mengalami kenaikan. Untuk itu, pihaknya akan terus memantau profil penerimaan negara, dengan terus memantau pemulihan ekonomi Indonesia agar terus merata di seluruh wilayah. Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai wajar lonjakan signifikan penerimaan pajak di Januari 2022 karena penerimaan pajak Januari 2021 tergolong rendah.
Siap Go Public, Elzatta Hijab Meraih Suntikan Rp 300 Miliar
PT Bersama Zatta Jaya (Elcorps), produsen produk fesyen muslim lokal, Elzatta Hijab, resmi menjalin kerjasama investasi dengan PT Lembur Sadaya Investama (LSI) dalam bidang pendanaan senilai Rp300 miliar. CEO Elcorps Elidawati menuturkan suntikan dana dari LSI ini bukan hanya dapat menyukseskan peak season Elzatta menyambut Idul Fitri tahun ini, tapi juga mendanai persiapan Elcorps untuk masuk ke pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO). Elida mengatakan, sejak pandemi, Elcorps, termasuk Elzatta Hijab, mengalami goncangan yang cukup dahsyat di bidang bisnis. Hal ini berdampak pada pemangkasan karyawan besar-besaran dari 1000 karyawan, yang kini tersisa hanya sekitar 400 karyawan saja.
Elida berharap, melalui kerja sama dan pembelian saham oleh PT LSI, Elcorps, khususnya Elzatta dapat kembali bangkit dan mampu memproduksi produk fesyen secara maksimal."Semoga kerjasama ini dapat membawa kembali masa keemasan Elzatta dan membawa kesuksesan yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Komisaris Utama PT LSI Asep Sulaiman Sabanda mengatakan, keputusannya untuk menanamkan modal kepada Elzatta diikuti kesadaran pentingnya mendukung industri fesyen muslim lokal.
Temasek Menjadi Investor Platform Kripto Amber Group
Perusahaan investasi negara Singapura Temasek Holdings Pte, termasuk di antara investor yang masuk dalam putaran pendanaan platform perdagangan mata uang kripto Amber Group yang memiliki valuasi sebesar US$ 3 miliar. Pemegang saham yang ada termasuk Sequoia China, Pantera Capital dan Tiger Global Management juga mengambil bagian dalam putaran pendanaan yang mencapai senilai US$ 200 juta tersebut.
Ongkos Menurunkan CO2 Butuh Dana Rp 3.461 Triliun
Pemerintah Indonesia menyatakan berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon atau CO2. Dalam hitungan Kementerian Keuangan, kebutuhan biaya untuk menurunkan emisi karbon mencapai Rp 3.461 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghitung anggaran yang dibutuhkan Indonesia untuk bisa menurunkan emisi karbon atau CO2 adalah sebesar Rp 3.461 triliun sampai dengan tahun 2030.
Ada 34 Emiten Bersiap Right Issue
Rencana emiten untuk menggalang dana di pasar modal masih semarak. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, per 21 Februari 2022, terdapat 34 perusahaan yang berencana menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Dana yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp 12,94 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna merinci, terdapat perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang merencanakan untuk melakukan aksi korporasi ini. Sementara itu, sampai dengan tanggal 21 Februari 2022, sudah ada empat perusahaan tercatat yang telah menggelar rights issue dengan total dana yang berhasil dihimpun Rp 7,81 triliun.









