;

Grup Kalla Bidik Ekosistem Kendaraan Listrik

Yoga 23 May 2022 Kompas

Grup Kalla siap menggarap ekosistem bisnis kendaraan listrik. Pada 2023, perusahaan itu bakal mengoperasikan pabrik pengolahan nikel sebagai penunjang industri baterai kendaraan listrik. Presiden Direktur Grup Kalla Solihin Jusuf Kalla, Sabtu (21/5), di Jakarta, mengemukakan, pembangunan pabrik smelter nikel dengan investasi 100 juta USD itu berlokasi di Palopo, Sulteng. (Yoga)

Penyaluran KUR BNI Capai Rp 11,3 Triliun

Yoga 23 May 2022 Kompas

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sis Apik Wijayanto, Minggu (22/5) menjelaskan, penyaluran KUR BNI per April 2022 mencapai Rp 11,3 triliun atau meningkat 14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian itu setara dengan 29,7 % dari total alokasi KUR BNI tahun ini sebesar Rp 38 triliun. (Yoga)

Kapal Ikan Terancam Mangkrak

Yoga 23 May 2022 Kompas

Di Pelabuhan Nizam Zachman, Jakarta, sebagian kapal industri perikanan tidak bisa melaut. Harga solar industri yang menembus Rp 17.000 per liter membebani operasional kapal. ”Bahan bakar mahal, produksi ikan sedang minim, maka melaut dipastikan merugi. Lebih baik kapal sandar di pelabuhan,” ujar pengurus Asosiasi Tuna Indonesia Muhammad Bilahmar, di Jakarta, Minggu (22/5). (Yoga)

ENERGI FOSIL MENDORONG KETIDAKPASTIAN EKONOMI

Yoga 23 May 2022 Kompas

Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), pada kurun waktu 1990-2019, sebagian besar konsumsi energy secara total di seluruh dunia masih berasal dari minyak dan gas, yakni rata-rata mencapai 57 % setahun. Dari kedua jenis energi fosil ini, produk energi dari minyak bumi merupakan yang terbesar konsumsinya, mencapai 42 %, sedangkan gas alam 15 %. Energi fosil lain yang dikonsumsi sebagai sumber energi  adalah batubara dengan besaran 10 %. Jika digabungkan, konsumsi energi fosil di seluruh dunia sekitar 60 %, sebanyak 40 % sisanya terdiri dari Energi Baru Terbarukan (EBT) serta suplai energi dari listrik dan panas. Khusus untuk kelistrikan dan panas, sekitar 65 % juga dibangkitkan dari energi fosil. Selebihnya dibangkitkan dari EBT, di antaranya biofuel, limbah, hidro, nuklir, panas bumi, surya, angin, dan gelombang laut. Jadi, jika dikalkulasikan semua, ketergantungan dunia terhadap energi fosil sangatlah tinggi, yakni mencapai 85 persen. Ketergantungan ini membuat peranan negara eksportir sangatlah besar untuk menjaga stabilitas pasokan energi di sebagian besar belahan dunia.

Kasus invasi militer Rusia ke Ukraina sejak Februari lalu merupakan contoh konkret mudahnya pasar energi itu bergejolak seiring dengan dijatuhkannya sanksi ekonomi dari negara-negara sekutu NATO terhadap Rusia. Harga migas merangkak naik hingga di atas 100 USD per barel. Harga batubara juga mengalami lonjakan yang sangat tinggi akibat invasi tersebut, yakni meningkat hingga di atas 200 USD per ton. Hampir semua negara, terutama yang memiliki ketergantungan impor migas dan batubara yang tinggi, akan merasakan dampak kenaikan tersebut. Salah satunya, terjadi penyesuaian harga pembelian produk turunan minyak bumi dan juga tarif listrik yang semakin mahal di tingkat retail. Tarif listrik yang naik ini terutama yang sumber pembangkitannya menggunakan energi fosil dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Pemerintah di tiap negara akan berupaya ”menghambat” laju kenaikan harga energi ini dengan memberikan subsidi harga, tapi tidak semua negara mampu menghambat tekanan harga global itu dalam jangka panjang. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan migas dari luar negeri akhirnya juga tak berdaya. Awal April lalu, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM kelompok pertamax dan sejenisnya sesuai dengan keekonomian pasar, ini pun belum membuat longgar keuangan negara. Pertengahan Mei ini, Menkeu meminta dukungan tambahan anggaran lagi untuk subsidi energi Rp 74,9 triliun, untuk subsidi BBM dan LPG Rp 71,8 triliun serta subsidi listrik Rp 3,1 triliun. Jadi, apabila disetujui oleh DPR, akumulasi subsidi sektor energi pada tahun ini mencapai Rp 209 triliun, terbesar dalam tujuh tahun belakangan karena total subsidi energi rata-rata tidak lebih dari Rp 160 triliun setahun. Maka EBT adalah solusi untuk keluar dari permasalahan tersebut, namun hingga saat ini, baru 10.889 MW atau kurang dari 1 % total potensi EBT yang sudah direalisasikan menjadi sumber energi ramah lingkungan. Jadi, diperlukan akselerasi kebijakan dan regulasi agar semua sumber energi dari EBT yang potensinya mencapai 3.686 GW dapat lebih masif lagi dikembangkan oleh para investortor. (Yoga)


Rame-Rame Mengalap Berkah Transaksi Tol Nirsentuh

Hairul Rizal 23 May 2022 Kontan (H)

Pemerintah siap menggelar uji coba bertahap skema pembayaran jalan tol nontunai nirsentuh atau multi lane free flow (MLFF) tahun ini. Kelak, proyek senilai Rp 4,4 triliun ini akan melibatkan sejumlah pelaku usaha, mulai dari penyedia sistem MLFF, operator jalan tol, penyedia sistem pembayaran hingga operator telekomunikasi. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit menyebutkan, uji coba ini agar pengguna jalan tol tidak terkejut dengan pemberlakuan skema dan proses pembayaran jalan tol terbaru tersebut.

Keamanan Data NIK & NPWP Harus Dijaga

Hairul Rizal 23 May 2022 Kontan

Secara perlahan, Pemerintah mulai mengerjakan sistem satu data nasional. Misal dengan menyatukan data kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan, (NIK) di Kartu Tanda Penduduk Elektronik dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari kantor Pajak. Kesepakatan integrasi dua data ini sudah di teken pekan lalu (20/5). Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor kerjasama antara Direktorat Jendral (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dengan Ditjen Pajak merupakan kelanjutan kesepakatan 2013 dan 2018 yakni memperkuat integrasi data kedua lembaga ini. "Terutama data NIK dan NPWP," katanya (20/5)

Diwarnai Sentimen Suku Bunga

Hairul Rizal 23 May 2022 Kontan

Pergerakan saham perbankan pekan ini bakal diwarnai sentimen kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pekan ini akan memutuskan kebijakan moneter ke depan. Analis melihat ada peluang yang cukup lebar bagi BI untuk menaikkan suku bunga. Meski begitu, Analis Kiwoom Sekuritas Rizky Khaerunnisa memperkirakan, suku bunga acuan masih akan dipertahankan di level 3,50%, meskipun saat ini level inflasi cukup tinggi.

Menyikapi Kejatuhan Bursa Saham

Hairul Rizal 23 May 2022 Kontan

Pasca lebaran, saat sebagian investor bahkan belum balik ke tempat kerja, bursa saham memberi kejutan pahit dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,42% pada tanggal 9 Mei 2022, seturut longsornya bursa regional saat kita menikmati libur lebaran. IHSG turun menciptakan gap (celah) yang hingga tulisan ini dibikin masih belum tertutup gap-nya. Dari harga penutupan tertinggi IHSG per 21 April 2022 ke harga penutupan terendah tanggal 13 Mei 2022, ISG suda turun 9,32% hanya dalam 10 hari bursa. Bila dihitung kecepatan penurunannya mencapai 0,93% per hari bursa. Terkait kejatuhan pasar saham, penulis tertarik menelaah lebih lanjut terkait fakta-fakta apa yang bisa digali selama periode tanggal 21 April 2022 hingga 13 Mei 2022, untuk mencari apakah ada pelajaran yang bisa dipetik oleh investor. Untuk itu penulis memilih investment universe indeks KOMPAS100, dengan pertimbangan investor ritel banyak juga yang berinvestasi di saham kategori menengah kecil. Yang mengejutkan kenyataan bahwa kejatuhan IHSG kali ini banyak dikontribusi oleh saham teknologi, yang anjlok 21,54% akibat merosotnya harga saham Elang Mahkota Teknologi, Bukalapak dan Metrodata Electronics. Selain itu, sektor keuangan menduduki ranking kedua, dengan penurunan 9,91%.

Kinerja Emiten Tambang Berkilau

Hairul Rizal 23 May 2022 Kontan

Sejumlah emiten yang tergabung dalam Indeks LQ45 telah melaporkan kinerja kuartal pertama 2022. Hasilnya, kinerja ciamik didominasi oleh emiten berbasis tambang. Terbaru, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan laba bersih senilai Rp 1,47 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2022. Realisasi ini melesat 132% dari laba bersih yang ditorehkan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 630,38 miliar. Kinerja moncer ANTM melengkapi kinerja positif deretan emiten tambang logam lainnya, sebut saja PT Timah Tbk (TINS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). MDKA bahkan berhasil melepas jerat kerugian dengan membukukan laba bersih senilai US$ 69,65 juta sepanjang tiga bulan pertama 2022. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, emiten tambang emas dan tembaga ini membukukan kerugian bersih senilai US$ 4,98 juta.

Didukung Pemerintah, BSI Punya Potensi Besar

Hairul Rizal 23 May 2022 Kontan

Guna memenuhi ketentuan porsi saham beredar (free float), Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) bakal melakukan rights issue senilai Rp 5 triliun di kuartal ketiga 2022. Dana hasil aksi korporasi itu juga untuk biaya ekspansi ke depan. Bank syariah milik BUMN ini memang tengah gencar membesarkan bisnis perbankan syariah. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Inisiatif bisnis di dalam negeri yang dimaksud antara lain menjadi satu-satunya bank syariah yang masuk daftar bank yang ada dalam fitur autodebet untuk pembayaran BPJS Kesehatan. Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebut, BRIS memiliki potensi signifikan meningkatkan pangsa pasarnya yang baru 7% saat ini. Lantaran Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia.

Pilihan Editor