Program Pemerintah dikonsolidasikan oleh Presiden Prabowo
Presiden Prabowo memperkuat konsolidasi pelaksanaan program pemerintah pada seluruh jajaran kabinet dan lembaga negara menjelang berbuka puasa di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/3). Presiden mengingatkan jajarannya untuk tidak berpuas diri kendati puluhan kebijakan sudah dikeluarkan. Konsolidasi Presiden dengan jajaran kementerian/lembaga dihadiri menteri Kabinet Merah Putih, penasihat khusus Presiden, kepala dan wakil kepala lembaga, kepala staf angkatan TNI, serta Ketua KPK dan Kepala BPKP itu berlangsung tertutup. Wakil Mendagri, Bima Arya usai acara mengungkapkan, Presiden menyampaikan beberapa program prioritas di 130 hari pemerintahan, seperti rencana membangun sekolah rakyat, memperbaiki fasilitas pendidikan sampai ke pelosok Nusantara, serta rencana mendirikan 70.000 koperasi desa sebagai outlet untuk bahan kebutuhan pokok dan obat-obatan serta klinik.
Disampaikan pula anggaran untuk desa yang saat ini bukan lagi Rp 1 miliar per desa. Namun, ada Rp 1 miliar dari dana desa dan Rp 6 miliar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden juga menegaskan keinginannya untuk memotong rantai kemiskinan dengan menyekolahkan yang tidak mampu di sekolah-sekolah terbaik dan memberikan akses kesehatan. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Presiden mengingatkan jajarannya agar tak ragu dengan program prioritas yang berjalan. ”Kritikan wajar, kritikan membuat kita semakin cermat dan waspada. Tapi, kita sudah on the track,” tutur Bima menyampaikan arahan Presiden. Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi menambahkan, Presiden mengingatkan jajarannya untuk tidak berpuas diri kendati puluhan kebijakan sudah dikeluarkan. (Yoga)
Memastikan Nasib Buruh Sritex yang terkena PHK
Kasus yang menimpa produsen tekstil Sritex perlu mendapat perhatian semua pihak. Nasib para pekerja perusahaan yang di PHK mendesak untuk segera dicarikan solusi. Sritex, yang dulu dikenal sebagai raksasa industri tekstil Indonesia, menghentikan operasionalisasinya per 1 Maret 2025. Gelombang PHK massal tak terhindarkan, dengan lebih dari 10.965 pekerja di empat pabriknya kehilangan pekerjaan, setelah MA menolak kasasi Sritex pada Desember 2024 dan memperkuat status kepailitan perusahaan. Dengan kondisi keuangan yang semakin terpuruk dan kendali penuh berada di tangan kurator, Sritex tidak lagi dapat membeli bahan baku ataupun menjual produknya, yang berujung penghentian operasionalisasi total (Kompas, 2/3/2025).
Kasus yang menimpa Sritex adalah kasus kesekian kali yang menimpa industri tekstil dan produk asal tekstil. Kasus sejenis dipastikan akan terjadi di perusahaan-perusahaan lain karena masalah industri di produk ini sangat sensitif dengan perubahan regulasi, perubahan terkait ketenagakerjaan, perubahan permintaan pasar, dan lain-lain. Ujung dari penanganan masalah ini adalah memastikan nasib buruh. Jumlah mereka yang mencapai puluhan ribu jiwa dan mungkin ratusan ribu jiwa lainnya yang bergantung pada industri ini akan memunculkan masalah sosial dan ekonomi yang pelik apabila terjadi masalah. Sinyal awal dari internal perusahaan tentang kondisi perusahaan di tengah berbagai perubahan domestik dan internasional penting agar pihak terkait bisa ikut memberi solusi.
Meski, tak mudah mencari solusi ketika permintaan pasar global anjlok, permintaan dalam negeri tidak bisa diandalkan, dan perubahan lainnya menimpa pasar tekstil dan produk asal tekstil. Upaya pemerintah untuk menangani Sritex layak mendapat apresiasi. Akan tetapi, kondisi pasar yang tidak menguntungkan akan mempersulit upaya penanganan kasus Sritex. Apalagi bila upaya yang disodorkan lebih banyak disertai kepentingan lain, penanganan Sritex dan juga para buruhnya tidak akan berkelanjutan. Pemerintah dan swasta bisa menawarkan pemberdayaan agar mereka bisa terus memiliki sumber pendapatan. Upaya seperti ini pernah dilakukan di Jatim ketika sebuah pabrik rokok ditutup beberapa tahun lalu. (Yoga)
Bursa Global Rontok akibat Perang Dagang
Bursa saham AS dan sejumlah negara bereaksi negatif pada kepastian perang dagang. Dalam pernyataan, Senin (3/3) malam waktu Washington DC atau Selasa (4/3) dini hari WIB, Presiden AS Donald Trump memastikan tarif impor mulai berlaku Selasa. AS memberlakukan tarif impor 25 % untuk Kanada dan Meksiko. China juga terkena tambahan bea masuk dari 10 % menjadi total 20 %. Kanada dan Meksiko merupakan mitra dagang utama yang terikat perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara dengan AS, NAFTA. AS terutama menjadi pasar, Kanada-Meksiko menjadi pemasok. Dengan pemberlakuan tarif impor, praktis kesepakatan itu mati sehingga rantai pasok bisa terganggu.
Saling mengenakan tarif impor dikenal sebagai perang dagang. Perang dagang membuat harga berbagai barang naik sehingga konsumsi dikhawatirkan menurun. Penurunan konsumsi bisa membuat penjualan para produsen dan distributor terpangkas. Di bursa, koreksi pendapatan itulah yang membuat harapan pada nilai dividen berkurang. Akibatnya, harga saham terkoreksi. Sejak pengumuman Trump, negara-negara sasaran segera membalas. Kanada segera memberlakukan tarif 25 % untuk komoditas senilai 20,6 miliar USD. Jika Washington tak kunjung menunjukkan itikad baik, tarif setara akan dikenakan pada komoditas senilai 86,6 miliar USD.
China bakal menerapkan tarif 15 % untuk aneka impor produk pertanian dan peternakan AS. Mulai Senin pekan depan, tarif diberlakukan untuk kacang kedelai serta daging, mencakup babi, sapi, dan ayam. Pada 2024, China mengimpor total 24,7 miliar USD produk pertanian dan peternakan dari AS. Beijing juga melarang kerja sama dengan 10 perusahaan AS. Ada juga pembatasan ekspor ke 15 perusahaan AS, karena dinilai membahayakan kepentingan nasional China. Selepas pengumuman Trump, tiga indeks utama bursa New York langsung memerah. Nasdaq paling terpukul, anjlok 2,64 % karena indeksnya terpangkas 497 poin. S&P 500 serta Dow 30 lebih rendah koreksinya, masing-masing 1,76 % untuk S&P 500 dan 1,48 % untuk Dow 30.
Reaksi negatif bursa terlihat pula di Asia Pasifik. Indeks Nikkei, Jepang terkoreksi 1,37 % karena kehilangan 509,88 poin di pembukaan perdagangan, Selasa. Sementara S&P Australia terkoreksi 67,9 poin. Penurunan juga terpantau di bursa Mumbai, India. Indeks S&P Sensex Mumbai terkoreksi tipis 0,15 % karena kehilangan 115 poin. Di bursa Shanghai, China, Selasa, Indeks SSE Composite terkoreksi tipis 0,12 %. Pelaku pasar khawatir dengan prospek ke depan selepas pengumuman Trump. ”Apa yang seharusnya mereka lakukan adalah membangun pabrik mobil dan hal-hal lain di AS. Dengan begitu, mereka tidak akan dikenai tarif,” kata Trump di Gedung Putih. (Yoga)
Permintaan Kredit Naik Menjelang Lebaran
Menjelang momentum Lebaran, permintaan kredit melalui platform buy now pay later (BNPL) dan pinjaman daring oleh masyarakat diperkirakan akan meningkat. Meski tingkat kredit macet saat ini masih berada dalam batas aman, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan berhati-hati dan waspada. Berdasar data OJK, penyaluran kredit melalui platform BNPL per Januari 2025 mencapai Rp 26,69 triliun atau tumbuh 44,19 % secara tahunan. Ini terdiri dari BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 7,12 triliun dan BNPL perbankan sebesar Rp 22,57 triliun, yang masing-masing tumbuh 41,9 % secara tahunan dan 44,65 % secara tahunan. Sementara, saldo pembiayaan oleh industri pinjaman daring atau fintech peer to peer lending per Januari 2025 tercatat Rp 78,5 triliun atau tumbuh 29,94 % secara tahunan, lebih tinggi dibanding Desember 2024 yang tumbuh 29,14 % secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman memperkirakan pertumbuhan tersebut akan berlanjut menjelang perayaan hari raya Lebaran, sebagaimana terjadi tahun lalu. ”Kita bisa mempelajari fakta yang pernah terjadi tahun lalu. Dengan membandingkan posisi April 2024 dengan Maret 2024, terlihat bahwa outstanding (saldo) pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembayaran mengalami peningkatan. Demikian juga untuk industri pinjaman daring juga meningkat,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Februari 2025, Selasa (4/3). (Yoga)
Konglomerat Bersepakat, Bursa akan Bangkit Kembali, dan Badai pasti Berlalu
Sejumlah konglomerat pemilik perusahaan terbuka di pasar modal menyampaikan bahwa sejumlah emiten memiliki fundamental yang kuat di tengah tekanan global. Mereka menilai tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan justru menjadi momentum positif untuk meningkatkan investasi saham dalam jangka panjang. Para pemilik perusahaan besar di pasar modal menyampaikan pandangan tersebut kepada media seusai diundang dalam diskusi bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (3/3). Diskusi itu menyoroti perkembangan pasar saham yang beberapa bulan terakhir ramai ditinggal investor asing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir perdagangan bursa hari itu terkoreksi 7,9 % ke level 6.519 sejak awal 2025. Pengusaha seperti Garibaldi Thohir, mengaku masih percaya diri dengan pasar dalam negeri kendati mayoritas harga saham di bursa tengah anjlok seperti masa pandemi Covid-19. Penurunan harga saham, menurut dia, lebih dipicu sentimen terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang terpilih kembali pada akhir 2024. Dalam kondisi tersebut, ia menyarankan investor untuk membeli saham berkinerja baik.
”Secara fundamental, banyak perusahaan di dalam negeri yang fundamentalnya bagus, value-nya murah, it’s time to buy,” ujar Presdir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tersebut, kepada media. Konglomerat dari Grup Sinar Mas, Franky Oesman Widjaja, juga mengaku percaya diri dengan fundamental perusahaan terbuka di Indonesia. Kendati demikian, masih ada peluang besar bagi Indonesia untuk memperbaiki kinerja perusahaan hingga memperdalam pasar di bursa. Pebisnis perusahaan Grup Barito, Agus Salim Pangestu, mengakui fundamental perusahaan yang baik membantu kinerja keuangan perusahaan di bawah benderanya tetap tumbuh positif. (Yoga)
Program Mudik Gratis dari Pemerintah mulai Dibuka
Pemerintah menyediakan 100.000 kursi bagi masyarakat dalam program Mudik Gratis guna merayakan Lebaran 2025. Mereka akan diangkut dengan bus, kereta api, dan kapal laut mulai 25 Maret 2025. Proses registrasi sudah dimulai untuk mengakomodasi sekaligus memfasilitasi masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, untuk pulang ke kampung halaman. Kementerian BUMN bersama perusahaan-perusahaan di bawahnya telah bersiap menyelenggarakan Mudik Gratis merayakan Lebaran 2025. Kuota dan prosedur tiap perusahaan berbeda. Pada 2025, Kementerian BUMN melalui 78 perusahaan menargetkan 100.000 pemudik yang terdaftar dalam program Mudik Gratis. Akan disediakan 1.360 bus yang akan mengangkut 67.000 penumpang, 90 rangkaian kereta yang mengangkut 28.000 penumpang, serta 26 kapal laut yang membawa 5.000 penumpang.
Para pemudik akan diantarkan ke lebih dari 200 kabupaten/kota tujuan. Pendaftaran mudik melalui Jasa Raharja dibuka pada 3-17 Maret 2025 di situs https://mudik.jasaraharja.co.id/. Mereka akan diberangkatkan secara bertahap mulai 25 Maret 2025. ”Pendaftaran program Mudik Gratis BUMN kini telah diperbaiki dengan sistem verifikasi berbasis NIK (nomor induk kependudukan) pada KTP (kartu tanda penduduk). Dengan sistem ini, setiap calon pemudik hanya dapat terdaftar dalam satu program Mudik Gratis dan tak bisa mendaftar di dua instansi berbeda,” ujar Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A Purwantono dalam konferensi pers persiapan Idul Fitri 2025 di Jakarta, Selasa (4/3). (Yoga)
Butuh Konsolidasi dan Koordinasi yang Komprehensif
Masih Kuatnya Tekanan ke Pasar Saham
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia(BEI) kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (4/3/2025), sebesar 2,14 % ke level 6.380,4. Tekanan ke pasarsaham masih kuat, sehingga indeks rawan tergelincir ke level 6.100-6.200. Pelemahan ini terjadi setelah IHSG sempat melonjak 3,97 % sehari sebelumnya, didorong kebijakan OJK yang merelaksasi aturan buyback saham tanpa perlu persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, mencatat, pasar saham domestik masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.
“IHSG melemah 11,8% month to date (mtd) dan 11,4 % year to date (ytd) pada 28 Februari 2025 ke level 6.270,6,” ujarnya dalam konferensi pers hasil rapat dewan komisioner OJK bulanan (RDKB) Februari 2025, Selasa (4/3/2025). Nilai kapitalisasi pasar turun 11,68 % mtd menjadi Rp 10.879,86 triliun. Tekanan jual asing masih tinggi, dengan net sell Rp18,19 triliun mtd dan Rp 21,9 triliun ytd. Dirut BEI, Iman Rachman menambahkan, Indonesia menempati peringkat ke dua dalam aksi jual asing di kawasan Asean, setelah Thailand dengan net sell Rp 47,8 triliun. Meningkatnya ketidakpastian akibat perang dagang antara AS dan mitra dagangnya menjadi faktor utama yang mendorong aksi jual investor asing. “Ketidakpastian global terkait kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung ketat berdampak pada pasar negara berkembang. Ini mendorong peningkatan permintaan terhadap aset safe haven," kata Iman. (Yetede)
Negara Dirugikan Rp 11,7 Triliun dalam Kasus korupsi LPEI
KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan karupsi pemberian fasilitas kredit dengan dana APBN di lingkungan LPEI. "Sejak Maret 2024, KPK melakukan penyelidikan terhadap 11 debitur yang díberi kredit olehLPEI. Total kredit yang diberikan dan menjadi potensi kerugian keuangan negara adalah Rp 11,7 triliun,' kata Kasatgas Penyidik KPK, Budi Sakmo, di Jakarta, Selasa (4/3/2025). Dua orang tersangka dari plhak LPEI, Direktur Pelaksana 1 LPEI, Wahyudi dan Direktur Pelaksana 4 LPEI, Arif Setlawan. Tiga tersangka dari pihak debitur PT Petro Energy (PE), yakni Presdir PT Caturkarsa Megatunggal / Komisaris Utama PT Petro Energy, Jimnmy Masrin, Dirut PT Petra Energy, Newin Nugrho, dan Direktur Keuangan PT Petro Energy, Susi Mira Dewi Sugiarta.
"Sepuluh debitur lainnya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, nantinya akan kita sampaikan pada rekan jurnalis, saat akan ditetapkan sebagai tersangka,'ujarnya. Budi mengungkapkan, 10 perusahaan tersebut hergerak dalam tiga sektor. "Ada di sektor perkebunan, kemudian di shipping, ada Juga di industri energi. Jadi di tiga sektor itu," kata Rudi. KPK optimis bisa memulihkan kerugian keuangan negara sebesar US$ 60 Juta atau Rp 988,5 millar akibat dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit dengan dana dari APBN di Lembaga Pernbiayaan Ekspor Indonesia(LPEI). "Dalam proses insyaallah bisa tercover seluruhnya untuk dikembalikan pada negara kurang lebih Rp 900 miliar rupiah," ujarnya. (Yetede)
United Tractors Memangkas Bisnis di Bidang Pertambangan Batu Bara
Emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) membuktikan komitmennya untuk mengurangi bisnis batu bara perseroan, dengan menjual tambang batu bara di Kalimantan. UNTR lewat anak usahanya, PT Tuah Turangga Agung (TTA), menjual seluruh kepemilikan saham di PT Borneo Berkat Makmur (BBM) kepada PT Reswara Minergi Hartama (RMH), entitas anak PT ABM Investama Tbk (ABMM), senilai US$ 34,2 juta atau Rp 561,99 miliar. BBM saat ini merupakan pemegang 60% saham PT Piranti Jaya Utama (PJU), perusahaan tambang batu bara dengan luas konsesi 4.800 hektare di Desa Barunang, Kabupaten Kapuas, Kalteng.
Pada tanggal 3 Maret 2025, Tuah Turangga Agung menandatangan Perjanjian jual beli saham (PPJB) dengan Reswara, dimana 100% saham milik Tuah Turangga dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Borneo Berkat Makmur. Setelah pemenuhan persyaratan pendahuluan atas transaksi, RMH secara tidak langsung menguasai 60% saham PJU yang dimilik oleh BBM," kata Corporate Secretary United Tractors, Sara K Loebis dalam keterangan resminya, Selasa(4/3/2025). Tujuan transaksi tersebut untuk merampingkan lini bisnis tambang batu bara perseroan, dalam rangka menjalankan proses operasi yang terfokus, efektif, dan optimal. (Yetede)









