;

Penantian akan Air Bersih yang Layak Konsumsi

Yoga 27 Mar 2025 Kompas

Di jantung kota Jakarta, air bersih masih jadi barang langka bagi sebagian warga. Kini, reservoir komunal diandalkan Pemprov Jakarta sebagai solusinya. Rabu (26/3) keriuhan muncul di Rusunawa Tambora, Jakbar. Sejumlah orang dari PAM Jaya, berseragam biru dengan helm proyek putih datang, hendak menghadiri peresmian reservoir komunal di dekat menara dan blok rusunawa. Penampungan ini bakal memasok 690 meter kubik air atau 2 x 28 liter per detik untuk warga di sana. Namun, tak semua menanggapinya antusias. Juna (31) masih ragu dengan cita-cita menyalurkan air bersih ke rumah warga itu. Namun, bila sudah terbukti aman dikonsumsi, ia jelas bersyukur. Juna bisa menghemat pengeluaran membeli air galon atau isi ulang. Air PAM Jaya memang mengalir di Rusunawa Tambora. Airnya bersih juga tanpa bau. Namun, ia memilih tidak langsung mengonsumsinya. Dia ragu tentang kelayakan air itu.

”Saya beli air galon untuk minum, harganya Rp 21.000. Kalau masak, pakai isi ulang Rp 8.000, setiap dua hari sekali,” kata Juna. Awang (68) dan keluarganya, penghuni Rusunawa Tambora lainnya, nekat mengonsumsi air PAM Jaya setelah dimasak. ”Untuk memasak, kami juga pakai air keran,” kata Awang yang menyebut aliran airnya deras. Hanya, kata Bahri (15), putra Awang, kadang-kadang alirannya memang tidak lancar. ”Ketimbang beli galon atau isi ulang, saya tunggu menyala lagi,” ujar Bahri. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat pengeluaran keluarga. Keluhan dari Tambora bisa jadi bagian dari 3.185 keluhan yang diterima PAM Jaya sepanjang Januari 2025. Keluhan paling banyak terkait air keruh, bau, dan distribusi tidak lancar.

Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin menyebut, reservoir komunal berpotensi menjadi solusinya. Manfaatnya bisa dirasakan untuk daerah yang jauh dari instalasi pengolahan air (IPA) seperti Tambora. ”IPA yang jauh dan usia pipa yang sudah tua membuat aliran air tidak maksimal. Reservoir juga bisa jadi kantong air saat musim kemarau,” kata Arief. Selain reservoir Rusunawa Tambora, PAM Jaya juga merampungkan reservoir Gandaria Utara di Jaksel. Kapasitasnya lebih kecil ketimbang Gandaria, yang memasok 300 meter kubik air atau 2x24 liter per detik. Keinginan menghadirkan air bersih ke rumah warga, selaras dengan quick wins 100 hari pertama Pramono Anung-Rano Karno. (Yoga)


Larisnya Bahan Baku Selongsong Ketupat

Yoga 27 Mar 2025 Kompas

Janur, bahan baku selongsong ketupat, yang hendak diangkut konsumen, terlihat disandarkan di parkiran sepeda motor tepi Jalan MA Salmun, Kota Bogor, Rabu (26/3/2025). Para pedagang musiman selongsong ketupat mulai bermunculan di kawasan ini menjelang hari raya Idul Fitri. Mereka menjual selongsong ketupat ini dengan harga Rp 20.000 per ikat, yang berisi 20 selongsong. Dan selongsong ketupat dagangan mereka laris manis diburu konsumen. (Yoga)

ASN Mulai Meninggalkan Kantor

Yoga 27 Mar 2025 Kompas (H)

Sejumlah kantor kementerian dan lembaga mulai lengang karena ditinggal pegawainya bekerja dari mana saja atau work from anywhere menjelang libur Lebaran 1446 Hijriah. Meski hal itu sudah selaras dengan aturan Kementerian PAN dan RB, Ombudsman RI mengingatkan agar pelayanan publik tidak terdampak. Berdasarkan pantauan Kompas, Rabu (26/3) salah satu kantor kementerian yang mulai lengang adalah Kementerian Hukum di Kuningan, Jakarta. Sejak awal pekan lalu, sebagian ASN di kementerian itu sudah mulai mudik. Suasana lengang juga terjadi di kantor Komnas HAM. Meski awal pekan ini anggota Komnas HAM masih aktif mengadvokasi kasus kekerasan terhadap jurnalis Tempo, pada Rabu ini, suasana kantor sudah sepi. Sebagian besar pegawai Komnas HAM sudah bekerja dari mana saja (WFA).

Diberlakukannya fleksibilitas pelaksanaan tugas kedinasan ASN ini untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat menjelang masa libur Nyepi dan Lebaran. Koordinator Bidang Humas dan Kerja Sama Komnas HAM, Sasanti Amisani memastikan, fleksibilitas itu tidak akan mengganggu layanan publik. Di setiap biro di Komnas HAM sudah dibuat giliran piket selama 24-27 Maret ini. ”Yang piket setiap hari selalu ada karena kami sudah menetapkan jadwal,” katanya. Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, berpandangan, fleksibilitas tempat kerja ASN tidak hanya diterapkan menjelang libur Nyepi dan Lebaran, tetapi juga diterapkan sejumlah instansi sejak pemerintah mengefisienkan anggaran. Yang penting, pelayanan publik jangan sampai terganggu. Di Ombudsman, misalnya, tidak semua pegawai dibolehkan WFA, untuk mengantisipasi jika ada masyarakat yang ingin dating untuk melapor. (Yoga)


Peluang Pertumbuhan Bank BUMN di Pasar Modal

Hairul Rizal 27 Mar 2025 Bisnis Indonesia

PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN), yang baru saja menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Keputusan strategis yang diambil dalam RUPST tersebut mencakup pembagian dividen jumbo dan program buy-back saham, serta penyegaran jajaran direksi dan komisaris. Langkah ini langsung berdampak pada pasar saham, di mana harga saham keempat bank mengalami lonjakan signifikan, terutama BBNI yang melonjak lebih dari 8% dalam sehari.

Pembagian dividen yang besar, dengan BBRI membagikan Rp51,74 triliun (85% dari laba 2024), BMRI Rp43,51 triliun (78% dari laba), dan BBNI Rp13,95 triliun (65% dari laba), serta program buy-back saham, menarik perhatian investor. Meskipun keputusan ini memberikan sinyal positif bagi pasar dan pemegang saham, langkah tersebut juga menyimpan tantangan yang perlu diwaspadai, seperti tekanan likuiditas dan risiko kredit akibat proyeksi ekonomi global yang tidak pasti. Pembagian dividen yang besar berpotensi mengurangi cadangan modal yang seharusnya bisa dialokasikan untuk ekspansi kredit atau antisipasi krisis.

Selain itu, meski program buy-back dapat mendongkrak harga saham dalam jangka pendek, efektivitasnya untuk meningkatkan valuasi jangka panjang masih dipertanyakan jika tidak diikuti dengan peningkatan kinerja fundamental. Pasar juga mengharapkan adanya inovasi dan strategi baru dari manajemen baru bank-bank BUMN, seperti digitalisasi, ekspansi UMKM, atau efisiensi operasional.

Penting bagi bank-bank BUMN untuk menyeimbangkan kepentingan pemegang saham dengan kesehatan jangka panjang bank itu sendiri, memastikan bahwa kebijakan dividen dan buy-back tidak mengorbankan upaya untuk memperkuat modal inti dan mendukung program nasional seperti penguatan UMKM dan infrastruktur. Kebijakan ini harus didukung dengan langkah konkret dan sinergi dengan agenda pemerintah untuk memastikan bahwa bank-bank BUMN tidak hanya menjadi mesin pencetak dividen sesaat, tetapi juga menjadi pilar utama pemulihan ekonomi Indonesia ke depan.


OJK Didesak Bertindak terhadap Pinjol Ilegal

Hairul Rizal 27 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menegaskan pentingnya penertiban pinjaman online (pinjol) ilegal dan bank gelap yang merugikan masyarakat, terutama menjelang Lebaran 2025. Dalam acara pengukuhan Darwisman sebagai Kepala OJK Jawa Barat, Dedi mengajak OJK untuk lebih aktif dalam menertibkan praktik keuangan yang merugikan, termasuk koperasi simpan pinjam (kosipa) yang beroperasi seperti rentenir, serta pinjol ilegal yang menyasar kalangan masyarakat ekonomi rendah. Dedi juga menyoroti pentingnya menanggulangi bank gelap yang dapat menjerat masyarakat dengan bunga yang tinggi dan merugikan mereka.

Dedi menyebutkan bahwa banyak orang terpaksa mengakses pinjaman dari bank gelap atau pinjol karena kebutuhan ekonomi, seperti biaya studi tur sekolah, yang menyebabkan sebagian orang terjerat utang. Sebagai langkah preventif, Dedi melarang studi tur siswa sekolah di Jawa Barat, dengan tujuan mengurangi beban finansial orang tua yang rentan terjerat pinjaman ilegal.

Pada kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga mengingatkan tentang tingginya utang masyarakat akibat pinjol ilegal yang mencapai angka Rp18,6 triliun di Jawa Barat, serta pentingnya peningkatan literasi keuangan untuk mencegah masyarakat terjebak dalam praktik tersebut. Bey Triadi Machmudin, penjabat Gubernur Jawa Barat sebelumnya, juga menekankan pentingnya kemudahan akses kredit perbankan untuk mengurangi ketergantungan pada pinjol ilegal.

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Perbankan OJK, mendukung upaya penertiban ini dan menegaskan bahwa OJK telah menutup ribuan rekening terkait judi online dan pinjol ilegal, meski tantangan untuk memberantasnya tetap besar, terutama di Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. OJK berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini.

Secara keseluruhan, artikel ini mencerminkan upaya keras Gubernur Dedi Mulyadi dan OJK untuk memberantas praktik keuangan ilegal yang merugikan masyarakat Jawa Barat, dengan harapan dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih sehat dan mengurangi dampak negatif dari pinjaman ilegal dan bank gelap.


Pariwisata Jabar Jadi Destinasi Favorit

Hairul Rizal 27 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Pangandaran dan Bandung Raya masih menjadi destinasi wisata utama yang diminati oleh pemudik di Jawa Barat selama libur Lebaran 2025. Berdasarkan data survei yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat, diperkirakan sekitar 28,2 juta orang akan melakukan perjalanan, dengan sekitar 24,75 juta orang berencana untuk berwisata selama libur Lebaran. Pangandaran diprediksi akan menarik sekitar 3,90 juta orang, sementara Bandung diperkirakan akan dikunjungi oleh 3,48 juta orang, dan Lembang sekitar 2,51 juta orang.

Namun, meskipun destinasi wisata di Jawa Barat sangat diminati, terdapat 12,51 juta orang yang tidak memilih untuk berwisata, menunjukkan adanya perubahan pola atau preferensi perjalanan. Dhani Gumelar, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, mengonfirmasi bahwa Pangandaran dan Bandung tetap menjadi tujuan favorit para pelancong yang ingin menikmati liburan Lebaran.


IHSG Menguat, Tapi Masih Rentan Koreksi

Hairul Rizal 27 Mar 2025 Kontan (H)
Menjelang libur Lebaran 2025, IHSG mencatatkan penguatan signifikan selama dua hari berturut-turut. Pada Selasa (25/3) IHSG naik 1,21% ke 6.235,62, lalu melonjak 3,8% ke 6.472,36 pada Rabu (26/3). Kenaikan ini didorong oleh arus masuk dana asing (net buy) sebesar Rp 2,58 triliun, terutama pada saham perbankan besar seperti BMRI, BBCA, dan BBRI. Saham-saham ini menarik minat karena pembagian dividen dengan yield tinggi, seperti dijelaskan oleh Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas.

Meski tren positif ini menggembirakan, analis seperti Ekky Topan dari Infovesta Kapital Advisory dan Indy Naila dari Edvisor Provina Visindo mengingatkan bahwa secara historis IHSG cenderung melemah usai libur panjang. Valdy Kurniawan dari Phintraco Sekuritas juga mewanti-wanti potensi profit-taking di hari perdagangan terakhir sebelum libur.

Sementara itu, Budi Frensidy dari Universitas Indonesia menyoroti perlunya peran institusi besar seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Taspen dalam menopang pasar saham saat kondisi bearish. Namun, aturan investasi yang kaku menjadi kendala utama yang perlu direvisi.

Meski IHSG menunjukkan penguatan, investor tetap perlu waspada terhadap potensi tekanan pasca-libur dan ketidakpastian kebijakan fiskal pemerintah.

Ancaman Stagflasi dan Dampaknya bagi Ekonomi RI

Hairul Rizal 27 Mar 2025 Kontan
Ancaman stagflasi global dalam 12 bulan ke depan kian nyata, berdasarkan survei Bank of America yang menunjukkan 71% fund manager memperkirakan terjadinya kombinasi inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi. Tokoh seperti Joe Brusuelas dari RSM menyoroti bahwa kebijakan tarif Trump dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed justru bisa memicu inflasi lebih lanjut, yang akan berdampak ke banyak negara, termasuk Indonesia.

Meski Indonesia masih mencatat deflasi dalam dua bulan terakhir, pertumbuhan ekonominya stagnan, dan nilai tukar rupiah terus melemah. Ekonom Budi Frensidy menilai keluarnya dana asing dari pasar saham dan obligasi Indonesia memperkuat tekanan terhadap rupiah. Sementara itu, Yanuar Rizky dari Bright Institute menandai gejala stagflasi dari tren kenaikan harga emas dan tembaga, serta menyarankan pemerintah agar serius menegakkan hukum dan memperkuat kepercayaan investor.

Menanggapi hal tersebut, Noor Faisal Achmad dari Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat agar tidak terpengaruh dampak stagflasi global, karena jika tidak, risiko terhadap ekspor, impor, dan pengangguran akan meningkat tajam.

RS Hermina Tetap Mencatat Kinerja Positif

Hairul Rizal 27 Mar 2025 Kontan
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) diproyeksikan tetap mencatat pertumbuhan positif di tahun 2025, meskipun menghadapi tekanan margin akibat kenaikan beban operasional dan bunga. Analis Bahana Sekuritas, Arvin Lienardi, mencatat bahwa meski pendapatan dan laba bersih HEAL tumbuh masing-masing 16% dan 23% yoy di 2024, penurunan signifikan terjadi di kuartal IV akibat peningkatan beban pokok penjualan dan belanja operasional.

Namun demikian, Indy Naila dari Edvisor Profina Visindo optimistis terhadap prospek HEAL ke depan berkat rencana ekspansi rumah sakit baru dan membaiknya kondisi ekonomi domestik. Sementara itu, Sarkia Adelia dari Panin Sekuritas menyoroti peluang peningkatan margin melalui skema Coordination of Benefit (CoB) dari program JKN serta implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Alvin juga memperkirakan HEAL akan mencetak pendapatan Rp 7,64 triliun dan laba bersih Rp 694 miliar pada 2025, didorong oleh penambahan kapasitas tempat tidur dan potensi peningkatan pasien CoB. Meski saham HEAL sedang tertekan, ketiga analis tersebut tetap menyematkan rekomendasi buy dengan target harga berbeda, mencerminkan keyakinan terhadap fundamental jangka panjang perusahaan, meskipun dibayangi tantangan tarif JKN dan kondisi makroekonomi.

Mencermati Peluang Investasi dari Dividen Bank

Hairul Rizal 27 Mar 2025 Kontan
Bank-bank BUMN kompak menaikkan rasio pembayaran dividen dari laba tahun 2024, yang memicu penguatan harga saham mereka setelah sebelumnya tertekan. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tercatat paling besar membagikan dividen, yakni 85% dari laba bersih, senilai Rp 51,74 triliun. Agustya Hendy Bernadi, Sekretaris Perusahaan BRI, menyatakan keputusan ini sudah memperhitungkan aspek permodalan dan likuiditas yang tetap kuat.

Bank Mandiri (BMRI) juga menaikkan rasio dividen menjadi 78%, dan Darmawan Junaidi, Direktur Utama BMRI, menegaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan dukungan pemegang saham dalam mempercepat ekspansi bisnis dan kontribusi terhadap pembangunan nasional. Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN) juga mengikuti langkah serupa dengan menaikkan rasio pembayaran dividen.

Menurut Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas, langkah ini tak lepas dari peran Badan Pengelola Investasi Danantara dan proyek strategis pemerintah, serta berdampak positif terhadap minat investor. Namun, Ekky Topan dari Infovesta mengingatkan bahwa penguatan saham bersifat jangka pendek dan bisa bertahan hingga mendekati tanggal cum date dividen.

Kebijakan dividen jumbo ini menjadi angin segar bagi investor sekaligus menunjukkan optimisme perbankan BUMN terhadap keberlanjutan pertumbuhan dan stabilitas keuangan.

Pilihan Editor