Industri Terbantu Kebijakan Harga Gas
Kebijakan harga gas bumi tertentu atau HGBT bagi tujuh bidang industri telah membantu pemulihan setelah terdampak pandemi Covid-19. Namun, pasokan gas dan konsistensi HGBT seharga 6 USD per juta metrik british thermal unit itu juga perlu terus dipastikan. Bidang industri dimaksud ialah industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi Yustinus HG, di Jakarta, Rabu (26/4) mengatakan, kebijakan HGBT dirasakan menjadi game changer selama terjadi disrupsi global. Hal itu terbukti dari Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) manufaktur yang di atas angka 50 secara berurutan dalam 19 bulan terakhir.
”Utilisasi meningkat melebihi sebelum pandemi. (Selain itu), serapan tenaga kerja terjaga, ekspor meningkat, dan neraca perdagangan surplus,” ujar Yustinus. Namun, menurut dia, memang masih ada kendala belum terpenuhinya alokasi sesuai Keputusan Menteri ESDM No 134/2021 sehingga industri harus membeli gas bumi dengan harga lebih dari 6 dollar AS per MMBTU. Perlu perbaikan agar kepercayaan pasar dalam dan luar negeri serta realisasi ekspansi dan investasi terjaga. (Yoga)
Gaya Abadi Rencanakan ”Right Issue”
Produsen sepeda motor listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS) memerlukan tambahan modal. Direktur Utama GAS Edi Hanafiah, Rabu (26/4/2023), mengatakan, tambahan modal ini direncanakan didapat dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue). GAS direncanakan mengeluarkan saham baru bernilai Rp 147 miliar. (Yoga)
Panen Transaksi Uang Elektronik
JAKARTA- Uang elektronik berbasis kartu menjadi salah satu alat pembayaran yang populer di musim mudik Lebaran 2023. Bank-bank penerbit kartu elektronik pun berupaya menggenjot nilai dan volume transaksi di momen tahunan tersebut. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di antaranya, mencatatkan transaksi kartu Mandiri e-Money pada periode arus mudik Idul Fitri 2023 sebesar Rp 100 miliar per hari.Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, menuturkan perseroan menyiapkan inovasi dan strategi khusus untuk memperluas, mempermudah, dan memperbanyak akses Mandiri e-Money bagi nasabah dan masyarakat umum. “Penguatan strategi tersebut berfokus pada sektor transportasi, gerai retail, dan e-commerce,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.
Walhasil, nilai transaksi Mandiri e-Money naik lebih dari 30 persen dibanding rata-rata transaksi harian sebelum periode Idul Fitri. Thomas mengatakan Bank Mandiri juga terus menerbitkan kartu dengan desain yang menarik. Adapun strategi memudahkan layanan top up dilakukan melalui aplikasi Livin’ by Mandiri pada ponsel pintar yang memiliki fitur NFC (near field communication), melalui e-commerce dan minimarket, ataupun lewat ATM dan kantor cabang Bank Mandiri. Hingga Maret 2023, Bank Mandiri mencatat nilai transaksi kartu e-money telah lebih dari Rp 5 triliun. Sedangkan di sepanjang tahun lalu, transaksi yang dibukukan secara keseluruhan sebesar lebih dari Rp 21 triliun atau tumbuh 20 persen. “Tahun ini kenaikan transaksi di momen Lebaran lebih tinggi, mengingat waktu libur yang menyebar dan tidak ada lagi pembatasan perjalanan,” kata Thomas. (Yetede)
LEBARAN TURUT MENDORONG PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL
Ramadhan dan Idul Fitri turut mempercepat perputaran ekonomi nasional. Bagaimana tidak, besaran pengeluaran untuk konsumsi cenderung lebih tinggi dari hari-hari biasanya. Tak hanya oleh penduduk yang merayakannya, euforia Ramadhan dan Lebaran yang sudah membudaya turut diikuti hampir seluruh penduduk Indonesia. Pada Lebaran 2019, momentum Lebaran turut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019 sebesar 5,05 % secara tahunan. Demikian pula pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2022 yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri membuat perekonomian tumbuh 5,44 % secara tahunan. Tahun ini, Lebaran membawa harapan peningkatan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Hasil survei Kemenhub menunjukkan hampir separuh dari populasi Indonesia, yakni 123,8 juta jiwa, akan melakukan perjalanan selama libur Lebaran 2023.
Dibandingkan dengan tahun lalu, prediksi jumlah pemudik tahun ini naik 14,2 %. Lonjakan jumlah pelaku perjalanan tersebut tentu saja akan mengakselerasi beragam kegiatan ekonomi yang berdampak langsung bagi daerah yang menjadi tujuan para pemudik. Nilai transaksi belanja beraneka produk yang dijual di daerah-daerah melonjak, sajian-sajian kuliner laris diserbu banyak pembeli dari luar daerah. Angka kunjungan wisata lokal juga turut meningkat seiring maraknya jumlah pemudik yang hadir di wilayah setempat. Konsumsi di sektor transportasi turut terakselerasi. Masifnya penggunaan kendaraan pribadi dan transportasi umum membuat belanja sektor ini memiliki andil besar dalam berkontribusi mendorong kemajuan ekonomi masa Lebaran. (Yoga)
Menanti Komitmen Penutupan PLTU
JAKARTA — Penutupan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara tua pada 2025 dianggap sebagai langkah penting untuk mengejar target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, dan target pensiun seluruh PLTU batu bara pada 2050. Dengan mempensiunkan PLTU batu bara, masalah surplus listrik yang kini dialami PLN bisa terselesaikan. "Bersamaan dengan itu, pasokan dari pembangkit listrik energi terbarukan bisa ditambah," ujar Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, kepada Tempo, kemarin.
Fabby mengatakan, ada beberapa PLTU yang bisa dipensiunkan karena usianya sudah tua. Dua di antaranya adalah PLTU Suralaya di Cilegon, Banten, dengan kapasitas pembangkitan 1,6 gigawatt; dan PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, dengan kapasitas pembangkitan 1 gigawatt. Penutupan dua pembangkit ini bisa memberi ruang untuk pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Meski demikian, Fabby menyadari bahwa penutupan PLTU tua tidak bisa dilakukan begitu saja karena statusnya sebagai aset negara. Namun tahapan itu perlu dilakukan jika pemerintah memang berkomitmen mengejar transisi energi. Karena itu, yang terpenting, pengakhiran operasi harus dilakukan secara hati-hati. (Yetede)
Kerja Antarnegara Makin Ketat
Persaingan mendapatkan pekerja meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk usia tua di negara berpenghasilan tinggi dan menengah. Fenomena ini membutuhkan kebijakan yang memperkuat tata kelola migrasi, kesetaraan pendidikan dan keterampilan, serta perlindungan pekerja. Bank Dunia dalam laporan ”World Development Report 2023: Migrants, Refugees, and Societies” yang dirilis Selasa (25/4) menyatakan, populasi di seluruh dunia menua dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, persentase orang yang berusia di atas 65 tahun telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, yakni 19 % pada tahun 2022 dan diperkirakan terus naik. Populasi lansia di negara seperti itu diproyeksikan tumbuh 118 juta pada tahun 2050, sedangkan populasi usia kerjanya (usia 20-64 tahun) akan menurun sekitar 53 juta orang. Sebagian besar negara berpenghasilan menengah memasuki transisi demografis mereka. Jumlah anak yang lahir per perempuan juga turun di beberapa negara berpenghasilan menengah. Sementara itu, sebagian besar negara berpenghasilan rendah diperkirakan menghadapi pertumbuhan populasi yang cepat.
Hal ini akan menempatkan mereka di bawah tekanan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi kaum muda. ”Migrasi dapat menjadi kekuatan untuk pembangunan. Apabila migrasi dikelola dengan baik, ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat di negara asal dan tujuan,” ujar Senior Managing Director Bank Dunia Axel van Trotsenburg, dalam siaran pers. Dalam beberapa decade mendatang, porsi orang dewasa usia kerja akan turun tajam di banyak negara. Negara-negara seperti Meksiko, Thailand, Tunisia, dan Turki akan membutuhkan lebih banyak pekerja asing karena populasinya tidak lagi bertambah. Chief Economist of the World Bank Group dan Senior Vice President for Development Economics Indermit Gill mengatakan, negara asal harus menjadikan migrasi tenaga kerja sebagai bagian eksplisit dari strategi pembangunan. Misalnya, menurunkan biaya pengiriman uang dan memfasilitasi transfer pengetahuan dari diaspora. (Yoga)
HARI PERTAMA KERJA ASN Diminta Langsung Melayani
Pada hari pertama kerja kemarin, aparatur sipil negara (ASN) diminta langsung fokus melayani masyarakat pascalibur Idul Fitri 1444 H. Mereka yang bekerja dipusat ataupun daerah diharapkan memberikan pelayanan sebagaimana mestinya. Pelayanan publik di tengah momen Lebaran dinilai juga sudah terbiasa dilakukan ASN. Menpan dan RB Abdullah Azwar Anas, saat memimpin rapat perdana seusai libur lebaran, telah menginstruksikan agar ASN langsung bekerja secara optimal agar berdampak langsung pada masyarakat.
”Pelayanan publik harus optimal, meningkat, dan berdampak langsung ke masyarakat. Kita harus langsung focus untuk tugas melayani masyarakat seusai libur nasional dan cuti bersama ini,” kata Anas lewat keterangan tertulis, Rabu (26/4). Selain membahas hal strategis terkait reformasi birokrasi, rapat juga membahas mengenai manajemen ASN. Anas berpesan, Idul Fitri harus menjadi momentum perbaikan dan percepatan kinerja ASN. (Yoga)
Bank Mandiri Torehkan Kinerja Impresif di Kuartal I-2023
Selaras dengan strategi bisnis yang konsisten pada segmen potensial dan proses optimalisasi digital perseroan yang matang, Bank Mandiri (BMRI) berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada awal tahun 2023. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih konsolidasi pada kuartal I 2023 sebesar Rp 12,6 triliun, tumbuh 25,2% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang berfokus pada pendekatan ekosistem bisnis baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan. Hasilnya, hingga akhir Maret 2023, total aset Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil tumbuh 10,04% secara year on year (YoY) mencapai Rp 1.908 triliun. Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 12,36% YoY secara konsolidasi menjadi Rp 1.205 triliun. “Melalui pencapaian fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang berupaya untuk berkontribusi maksimal terhadap perekonomian di Indonesia,” ujar Darmawan di Jakarta, Selasa (18/4). Fungsi intermediasi yang impresif tersebut merata di seluruh segmen. Antara lain kredit wholesale yang berhasil meningkat 9,09% secara YoY pada kuartal I 2023 menjadi Rp 599 triliun serta kredit ritel yang meningkat 11,92% YoY dengan realisasi mencapai Rp 327 triliun. Perbaikan dari sisi kualitas kredit tersebut juga berhasil menekan biaya kredit (cost of credit /CoC). Hasilnya, posisi CoC Bank Mandiri berada di level terendah sepanjang sejarah yakni 1,00% per akhir Maret 2023 secara bank only, membaik dari posisi setahun sebelumnya yang sempat menyentuh level 1,45%. Kinerja positif Bank Mandiri juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only telah menyentuh 24,6% atau naik 241 basis poin (bps) secara YoY. Sementara posisi net interest margin (NIM) konsolidasi terjaga solid di level 5,40%.
Meratus Line Dikabarkan Geser CT Corp di Patimban
Pengelolaan proyek Pelabuhan Patimban disebut-sebut bakal berganti. Berembus kabar, Kementerian Perhubungan menunjuk Meratus Line untuk menggantikan PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI).
Dua sumber KONTAN bilang, pengalihan pengelolaan Pelabuhan Patimban sedang bergulir. "Meratus Line sedang berproses menjadi operator di Patimban," bisik sumber KONTAN, belum lama ini.
Info dari sumber lain menyebutkan, pengalihan konsesi lantaran konsorsium PPI tak kunjung maju dalam menggarap proyek Patimban.
PPI adalah konsorsium perusahaan yang beranggotakan PT CT Corp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Services-PT U Connectivity Services-PT Terminal Petikemas Surabaya.
Namun Kementerian Perhubungan membantah kabar tersebut. Juru bicara Kemenhub, Adita Irawati menegaskan, PPI masih memegang konsesi pelabuhan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat tersebut. "PPI masih memegang konsesi. Saat ini mereka menjajaki kerja sama operasi dengan berbagai pihak yang sifatnya B to B
(business-to-business)
," ujar Adita saat dihubungi KONTAN, kemarin.
Inflasi April Tersundut Puasa dan Lebaran
Laju inflasi di bulan April 2023 diramal bakal lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya. Penyebab utamanya karena adanya momentum Ramadan dan Idul Fitri di bulan April ini.
Kondisi inilah yang membuat sebagian ekonom memproyeksi inflasi secara tahunan di April ini bisa tembus lebih dari 5%
year on year.
"Faktor utamanya adalah puasa dan Lebaran," ujar Teuku Riefky, ekonom makro ekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI ke KONTAN, Rabu (26/4).
Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah sependapat, secara historis, inflasi di periode puasa dan Lebaran selalu melonjak. Hal tersebut terjadi karena naiknya permintaan sejumlah komoditas, dan yang tidak kalah penting adalah berlangsungnya mudik Lebaran.
Lonjakan permintaan di periode itu turut ditopang guyuran tunjangan hari raya (THR). Nah, salah satu komoditas yang menyumbang inflasi di bulan Ramadan dan jelang Lebaran adalah komoditas makanan dan minuman.
Akan tetapi, Piter menilai, peningkatan inflasi tidak terlalu besar pada tahun ini. Sebab, pemerintah dinilai cukup mampu menjaga pasokan pangan. Salah satunya dengan mendatangkan beras impor, sehingga harganya cukup terkendali.
Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, inflasi bulanan di periode April ini bisa lebih rendah dari periode serupa tahun lalu, yakni di kisaran 0,27%
month to month
(mtm). Sedangkan di April tahun lalu tembus 0,95% mtm.
David mengatakan, perlambatan inflasi pada Idul FItri tahun ini murni karena tingginya basis inflasi Ramadan tahun lalu. Menurut David, penggerak inflasi pada bulan April 2023 didorong peningkatan harga bahan pokok, terutama harga beras.
Banjaran Surya,
Chief Economist
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mengingatkan, meski ke depannya inflasi inti akan melandai, namun masih terdapat risiko lonjakan bahan pangan seiring efek El Nino, sehingga menyebabkan musim kemarau tahun ini akan lebih kering.









