Menerabas Rambu demi Investor Tambang-Migas
Menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2024 nanti, pemerintah sepertinya gencar mengobral perpanjangan kontrak pertambangan maupun minyak dan gas bumi (migas).
Dari informasi yang diperoleh KONTAN, pemerintah akan mempercepat perpanjangan kontrak sejumlah perusahaan tambang maupun migas dalam waktu dekat. Ada tiga perusahaan tambang dan migas yang disebut-sebut bakal mengantongi perpanjangn kontrak.
Pertama,
pemerintah akan memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport Indonesia. Padahal, sebetulnya, kontrak Freeport itu baru akan berakhir 2041.
Kedua, ada juga rencana memperpanjang kontrak karya PT Vale Indonesa Tbk yang berakhir Desember 2025 menjadi IUPK.
Terakhir, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian perpanjangan kontrak kepada Inpex Corporation dalam mengelola Blok Masela. Kontrak perusahaan Jepang di blok itu baru akan berakhir 2028 atau lima tahun lagi.
Sebelumnya, Desember 2022 lalu, pemerintah telah memberikan perpanjangan Kontrak Kerja Sama Tangguh (KKS Tangguh) ke BP, operator dan mitra KKS Tangguh selama 20 tahun hingga 2055. Padahal, kontrak Tangguh sejatinya baru berakhir 2035.
"Pemberian perpanjangan yang lebih cepat merupakan bentuk kepastian usaha," tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif saat menjelaskan rencana perpanjangan kontrak IUPK Freeport, pada akhir April 2023 lalu.
Kabar perpanjangan kontrak Inpex Corporation di Masela juga terang. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro bilang, kontrak Inpex di Masela akan ditambah tujuh tahun plus 20 tahun. Alhasil, "Blok Masela berakhir di 2055," ujar Hudi saat dihubungi KONTAN, Rabu (10/5).
Bhima Yudhistira, Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) menyebut upaya mengamankan kontrak tambang dan migas berkaitan dengan kepastian berusaha. Ini karena "Investor tambang dan migas sensitif terhadap pemilu. Mereka khawatir ada perubahan perizinan yang akan mempengaruhi rencana bisnis mereka," jelasnya kepada KONTAN, Rabu (10/5).
Surplus Bank Indonesia untuk Amunisi Kebijakan
Pundi-pundi Bank Indonesia (BI) semakin tambun. Bank sentral mencatatkan surplus anggaran yang lebih besar pada tahun 2022 dibandingkan realisasi 2021.
Dalam Laporan Keuangan Tahunan BI yang terbit pada Mei 2023, tertulis surplus anggaran setelah pajak pada tahun 2022 mencapai Rp 21,76 triliun. Angka ini lebih tinggi 13,51% dari surplus setelah pajak tahun 2021 yang sebesar Rp 19,17 triliun.
Surplus tersebut didorong oleh penghasilan BI yang lebih besar dari beban yang ditanggung pada tahun lalu. Secara rinci, penghasilan BI di sepanjang 2022 mencapai Rp 121,70 triliun. Sedangkan beban yang ditanggung oleh bank sentral sebesar Rp 92,83 triliun.
Direktur Eksekutif - Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengungkapkan, peningkatan penghasilan moneter tersebut lebih didorong oleh dua hal.
"Kenaikan itu disebabkan kepemilikan surat berharga negara (SBN) yang meningkat oleh BI dan kenaikan suku bunga dolar dan imbal hasil
US Treasury," terang Edi kepada KONTAN, Selasa (9/5).
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky melihat, tren surplus BI akan berlanjut setidaknya dalam beberapa waktu ke depan.
Adanya surplus menunjukkan BI memiliki likuiditas untuk melaksanakan bauran kebijakan demi perekonomian Indonesia.
Gula-Gula Pemanis IHSG Bagi Asing
Bursa saham dalam negeri dinilai masih memiliki daya tawar untuk menggaet investor asing. Hingga Rabu (10/5), Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan nilai beli bersih alias net buy asing mencapai Rp 17,98 triliun secara year to date (ytd).
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mencermati, dana asing yang keluar alias capital inflow di pasar saham berpotensi terus bertambah, seiringan dengan perlambatan ekonomi global. "Namun untungnya ekonomi dalam negeri masih solid, sehingga capital outflow China bisa ke dalam negeri," kata dia, Rabu (10/5).
Jika dibandingkan dengan bursa Asia Tenggara, price earning ratio (PER) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang masih di level rata-rata. Berdasarkan data Bloomberg, per Rabu (10/5), PER IHSG ada di 13,06 kali. Valuasi tersebut lebih rendah dari Thailand, Malaysia dan Filipina. Di pasar Asia, PER IHSG juga lebih rendah dari bursa China dan Korea Selatan yang masing-masing di 37,78 kali dan 14,26 kali.
Sementara Indonesia menunjukkan progress ekonomi yang cukup baik. Hal ini menurut Nico bisa membuka peluang bagi Indonesia untuk menampung aliran dana asing. "Apalagi memasuki semester II, Indonesia akan menghadapi sentimen Pemilu," papar Nico, Rabu (10/5).
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas juga sepakat mengatakan jika fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat akan memicu aliran dana asing. "Jika saat tahun 2022 asing sudah memanfaatkan net sell, harapannya di tahun ini asing melanjutkan net buy meskipun di tengah kekhawatiran dari sisi global," kata Sukarno.
April 2023. Dana Kelolaan Reksadana Turun Rp 3,79 Triliun
Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksadana tercatat turun pada April 2023. Berdasarkan data OJK, dana kelolaan reksadana turun Rp 3,79 triliun secara bulanan menjadi Rp 500,38 triliun.
Research & Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro menjelaskan, jika dirincikan per instrumen kelas aset, mayoritas reksadana turun. Antara lain, reksadana saham dan reksadana pasar uang.
Penurunan reksadana saham, karena investor sedang kurang meminati aset saham. Hal ini lantaran ekspektasi risiko akibat isu global dan volatile-nya pasar saham.
Untuk reksadana saham, dana kelolaan diprediksi naik pada kuartal II. Ini dengan asumsi krisis perbankan global dan isu plafon utang AS mulai ada titik cerah.
Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mengatakan, pada April terjadi redemption atau pencairan yang disebabkan kebutuhan Ramadan dan Lebaran.
UJIAN SOLIDITAS EKONOMI ASEAN
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 Asean yang akan dihelat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada pekan ini menjadi momentum krusial untuk memupuk soliditas kerja sama negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu inisiatif yang dinilai penting adalah akselerasi kerja sama ekonomi seiring dengan ketidakpastian dan rivalitas global yang kian tinggi. Terlebih saat ini sejumlah negara di Asean telah mengimplementasikan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Presiden RI Joko Widodo, saat membuka KTT Asean kemarin, Rabu (10/5), mengatakan negara-negara Asean harus terus memperkuat integrasi ekonomi dan mempererat kerja sama inklusif termasuk implementasi RCEP. Kehadiran RCEP digadang-gadang akan mendorong kinerja perdagangan negara-negara Asean. Apalagi, sejauh ini kinerja perdagangan kawasan Asean dalam tren positif. Merujuk pada data Asean Yearbook 2022 yang dirilis pada April 2023, nilai total perdagangan yang melibatkan Asean mencapai US$3,34 triliun pada 2021. Capaian itu meningkat apabila dibandingkan dengan perfoma sepanjang 2020 yang hanya mencatatkan US$2,66 triliun. Indonesia juga memperoleh manfaat positif dari adanya kesepakatan RCEP ini. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara yang meratifikasi RCEP mencapai US$54,35 miliar pada kuartal I/2023. Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan optimistis RCEP akan membuat perekonomian Asean lebih maju. Adapun, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal memandang kawasan Asean kompetitif secara parsial. Dia mengatakan Vietnam selama ini menjadi daerah favorit menyusul banyaknya relokasi perusahaan dari China. Sementara itu, Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid mengungkapkan bahwa Asean memiliki potensi untuk menjadi pusat stabilitas dan ekonomi dunia pada 2045. Menurutnya, proses ke arah itu akan dituangkan dalam peta jalan yang disusun oleh Asean-BAC.
Asean & ‘Kartel Karet Alam’
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke 42 Asean dilaksanakan di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9—11 Mei 2023. Tema utama yang diusung Indonesia adalah Asean Matters, Epicentrum of Growth. Secara sektoral, salah satu agenda strategis yang dapat diintrodusir oleh Indonesia adalah pengendalian pasokan (supply restriction) dan harga (price fixing) karet alam global. Gagasan ini didasarkan pada fakta bahwa pasar karet alam dan produk turunannya ditandai oleh struktur pasar oligopoli pada sisi produsen dan oligopsoni pada sisi pembeli. Struktur pasar oligopoli ditandai oleh penguasaan pasar beberapa perusahaan di negara produsen karet alam. Sementara struktur pasar oligopsoni berkaitan dengan dominasi pembelian produk karet alam oleh hanya beberapa pembeli besar. Produksi karet alam global yang mencapai sekitar 12,6 juta ton terkonsentrasi pada lima negara produsen karet alam terbesar dunia, yaitu Thailand dengan total produksi 3,913 juta ton, Indonesia sebesar 2,821 juta ton, Malaysia sebesar 0,910 juta ton, India sebesar 0,810 juta ton, dan China sebesar 0,786 juta ton. Lima besar negara produsen karet alam menguasai kurang lebih 80% produksi karet alam dunia, di mana Thailand dan Indonesia menguasai lebih dari separuh produksi karet alam dunia, yaitu Thailand sekitar 31% dan Indonesia sekitar 22,39%. Sementara negara lainnya memiliki kontribusi kurang dari 10% terhadap produksi karet alam global.
Sementara pada sisi pembeli terkonsentrasi hanya pada beberapa pembeli besar, yaitu perusahaan ban mobil, sepeda motor, sepeda dan alas kaki. Industri manufaktur ban global menguasai lebih dari 70% pembelian produksi karet alam global. Sementara kurang dari 30% diserap oleh industri alas kaki dan industri berbahan baku karet alam lainnya. Sementara pada sisi produsen sangat sulit membentuk kartel dengan cara membuat kesepakatan harga dan kesepakatan untuk membatasi pasokan karet alam (output restriction) ke pasar. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya diversifikasi produk hilir karet dan kuatnya hubungan antara petani karet rakyat dengan pembeli karet alam. Struktur pasar karet alam global mirip dengan struktur pasar minyak bumi. Di mana hanya ada beberapa negara yang menguasai produksi minyak bumi dunia. Pada awalnya, penentu harga minyak bumi global adalah beberapa negara dengan perusahaan raksasa eksplorasi minyak yang disebut The Seven Mayors. Perusahaan tersebut berasal dari negara-negara maju, seperti Inggris, Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman.
KEUANGAN DIGITAL : KOLABORASI ASEAN ATASI KETIMPANGAN
Ketimpangan digital di kawasan Asean perlu menjadi perhatian para pemangku kepentingan di tengah upaya negara-negara di kawasan itu memperkokoh ekonomi dan keuangan digital. Tingkat inklusi keuangan di wilayah Asia Tenggara masih terlihat jomplang. Kehadiran layanan keuangan digital dan kerja sama antarkawasan dalam penetrasi keuangan digital, diharapkan mampu mendorong kesetaraan akses keuangan masyarakat kawasan.Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa integrasi ekonomi Asean tidak terlepas dari kebutuhan untuk melakukan transformasi kawasan Asia Tenggara ini menjadi kawasan digital. “Hal ini penting demi meraup sebanyak-banyaknya manfaat dari digitalisasi terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan, seperti peningkatan peluang bisnis, peningkatan kualitas produk dan jasa, peningkatan produktivitas dan efi siensi, serta peningkatan daya saing,” ujarnya saat membuka Leader’s Insight Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023, Rabu (10/5).
Oleh karena itu, dia menekankan bahwa kerja sama Asean juga diarahkan untuk memperkokoh ekonomi dan keuangan digital. Terkait hal ini, ketimpangan digital yang masih terjadi di Asean menjadi salah satu isu yang perlu segera diatasi bersama oleh negara anggota Asean.
Oleh sebab itu, sumber daya manusia (SDM) dan ahli-ahli digital mesti terus lahir untuk mengimbangi perkembangan itu. “Ratusan juta penduduk Indonesia diketahui sebagai pengguna aktif internet. Edukasi tentang penggunaan internet untuk kemajuan pribadi, masyarakat, dan negara sangat penting untuk digiatkan bagi masyarakat Indonesia,” katanya. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pentingnya sinergi kebijakan dalam mengakselerasi ekonomi keuangan digital yang inklusif dan inovatif.
Hal ini diwujudkan salah satunya QRIS antarnegara Indonesia-Malaysia untuk mendukung pembayaran lintas batas. Terakhir, dukungan kebijakan dalam menciptakan inovasi unggul, SDM terampil dan industri kompetitif untuk mendorong daya saing ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia.Sementara itu Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dicky Kartikoyono menyatakan bahwa bank sentral berupaya mendorong inklusi keuangan.
PENURUNAN PERMINTAAN EKSPOR : Booster Baru untuk Pulihkan Industri Tekstil
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan industri tekstil memiliki potensi besar seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan daya beli masyarakat. “Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk mempertahankan ekonomi di sektor tekstil dan produknya,” katanya, dikutip Rabu (10/5). Beberapa upaya yang dilakukan adalah melakukan reformasi kebijakan investasi secara berkelanjutan yang terbukti berhasil menarik banyak investasi ke dalam negeri. Dia menilai, sebenarnya kinerja sektor tekstil telah mengalami tren perbaikan selepas pandemi Covid-19. Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja mengatakan kondisi kelesuan permintaan ekspor industri tekstil telah terjadi sejak kuartal IV/2022. Lesunya perekonomian sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat (AS), dan negara-negara Eropa dituding sebagai salah satu penyebab utamanya. Selain itu, rantai pasok global juga disebut masih terganggu akibat perang Rusia-Ukraina. Dia memperkirakan kinerja industri tekstil pada tahun ini berpotensi jatuh lebih dalam, karena masih dibayangi oleh sejumlah faktor eksternal.
DISKON TARIF LEBARAN : Operator Tol tetap Untung
Sejumlah Badan Usaha Jalan Tol membukuan kenaikan pendapatan meskipun memberlakukan diskon tarif jalan tol sepanjang arus mudik dan balik Lebaran 2023. Traffic & Security Management Department Head Astra Tol Cipali Prayogi Setyo Pratomo mengatakan pendapatan jalan tol tetap meningkat selama Lebaran tahun ini, kendati menerapkan diskon “Kalau dibandingkan dengan lalu lintas normal tentunya pasti ada kenaikan , karena lalu lintas normal dengan lebaran jauh berbeda,” katanya di Jakarta, Rabu (10/5). Astra Tol Cipali menerapkan diskon tarif tol sebesar 20% khusus untuk kendaraan golongan I di ruas Tol Cikopo-Palimanan. Penerapan diskon dimulai pada 27 - 29 April 2023 pukul 06.00 WIB dengan rute perjalanan mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung dan keluar di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama). Sementara itu, PT Hutama Karya (Persero) juga memberlakukan diskon tarif pada dua ruas terpanjang di Jalan Tol Trans Sumatra yakni Bakauheni–Terbanggi Besar dan Ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung. Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya Dwi Aryono Bayuaji menyampaikan pemberian diskon tarif bertujuan meratakan distribusi lalu lintas, bukan semata-mata mengejar pendapatan.
ASEAN Bertekad Menjadi Ekosistem Kendaraan Listrik
KTT Ke-42 ASEAN mengadopsi Deklarasi Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik Kawasan. Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN bertugas mengawasi seluruh implementasinya. Deklarasi yang terdiri dari 18 poin itu dicapai para pemimpin ASEAN pada KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (10/5). Deklarasi itu adalah satu dari enam deklarasi dan empat pernyataan bersama yang dicapai pada hari pertama konferensi. Presiden Jokowi selaku Ketua ASEAN 2023 memimpin KTT Ke-42 ASEAN. Presiden menekankan pentingnya kolaborasi ASEAN untuk memastikan kawasan melanjutkan momentum pertumbuhannya ditengah berbagai tantangan. ”Dalam situasi ini, kita harus semakin memperkuat kolaborasi untuk menjaga ASEAN sebagai epicentrum of growth. Potensi ekonomi kawasan kita sangat besar. Ekonomi yang tumbuh di atas rerata dunia, Bonus demografi, kemudian middle class yang terus meningkat, 65 % pada tahun 2030. Mari bergandengan erat, menyusun agenda bersama untuk memastikan kawasan initerus menjadi epicentrum of growth,” kata Presiden pada pidato pembukaan pertemuan pemimpin ASEAN dengan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN.
Para pemimpin ASEAN melalui deklarasi terkait kendaraan listrik itu menyebutkan, ASEAN berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik regional yang melibatkan negara anggota. Para pemimpin ASEAN juga berkomitmen membangun ASEAN sebagai hub produksi global bagi industri kendaraan listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan ruang kebijakan negara-negara anggota ASEAN dalam memanfaatkan keunggulan komparatifnya. Untuk itu, para pemimpin ASEAN mendorong harmonisasi standar kawasan untuk ekosistem kendaraan listrik serta pelatihan dan sertifikasi berdasarkan standar internasional. Ini, antara lain, menyangkut teknologi, standar keselamatan, spesifikasi produk, infrastruktur, dan stasiun pengisian baterai.
Para pemimpin negara anggota ASEAN, masih merujuk deklarasi, juga sepakat mengeksplorasi kerja sama dan kolaborasi dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Termasuk, mendorong partisipasi UMKM, kolaborasi kegiatan riset dan pengembangan, serta mempromosikan peluang investasi. Guna memajukan ekosistem kendaraan listrik kawasan, para pemimpin ASEAN mendorong kerja sama dengan mitra eksternal ASEAN. Hal ini ditempuh melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN, organisasi internasional, serta pelibatan swasta dan masyarakat. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Kukuh Kumara mengatakan, pelaku industri otomotif mendukung rencana pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tingkat ASEAN ”Kesepakatan itu perlu ditindaklanjuti dengan pemetaan keunggulan industri terkait di tiap negara anggota. Tentunya, pemetaan keunggulan produksi ini mesti bersifat saling melengkapi,” katanya. (Yoga)









