ASEAN Bertekad Menjadi Ekosistem Kendaraan Listrik
KTT Ke-42 ASEAN mengadopsi Deklarasi Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik Kawasan. Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN bertugas mengawasi seluruh implementasinya. Deklarasi yang terdiri dari 18 poin itu dicapai para pemimpin ASEAN pada KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (10/5). Deklarasi itu adalah satu dari enam deklarasi dan empat pernyataan bersama yang dicapai pada hari pertama konferensi. Presiden Jokowi selaku Ketua ASEAN 2023 memimpin KTT Ke-42 ASEAN. Presiden menekankan pentingnya kolaborasi ASEAN untuk memastikan kawasan melanjutkan momentum pertumbuhannya ditengah berbagai tantangan. ”Dalam situasi ini, kita harus semakin memperkuat kolaborasi untuk menjaga ASEAN sebagai epicentrum of growth. Potensi ekonomi kawasan kita sangat besar. Ekonomi yang tumbuh di atas rerata dunia, Bonus demografi, kemudian middle class yang terus meningkat, 65 % pada tahun 2030. Mari bergandengan erat, menyusun agenda bersama untuk memastikan kawasan initerus menjadi epicentrum of growth,” kata Presiden pada pidato pembukaan pertemuan pemimpin ASEAN dengan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN.
Para pemimpin ASEAN melalui deklarasi terkait kendaraan listrik itu menyebutkan, ASEAN berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik regional yang melibatkan negara anggota. Para pemimpin ASEAN juga berkomitmen membangun ASEAN sebagai hub produksi global bagi industri kendaraan listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan ruang kebijakan negara-negara anggota ASEAN dalam memanfaatkan keunggulan komparatifnya. Untuk itu, para pemimpin ASEAN mendorong harmonisasi standar kawasan untuk ekosistem kendaraan listrik serta pelatihan dan sertifikasi berdasarkan standar internasional. Ini, antara lain, menyangkut teknologi, standar keselamatan, spesifikasi produk, infrastruktur, dan stasiun pengisian baterai.
Para pemimpin negara anggota ASEAN, masih merujuk deklarasi, juga sepakat mengeksplorasi kerja sama dan kolaborasi dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Termasuk, mendorong partisipasi UMKM, kolaborasi kegiatan riset dan pengembangan, serta mempromosikan peluang investasi. Guna memajukan ekosistem kendaraan listrik kawasan, para pemimpin ASEAN mendorong kerja sama dengan mitra eksternal ASEAN. Hal ini ditempuh melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN, organisasi internasional, serta pelibatan swasta dan masyarakat. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Kukuh Kumara mengatakan, pelaku industri otomotif mendukung rencana pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tingkat ASEAN ”Kesepakatan itu perlu ditindaklanjuti dengan pemetaan keunggulan industri terkait di tiap negara anggota. Tentunya, pemetaan keunggulan produksi ini mesti bersifat saling melengkapi,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023