Batas Baru ARB Tidak Pengaruhi Saham Bank
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 15%, kemarin (5/6). Pada hari pertama pemberlakuan, saham-saham sektor keuangan masih menguat tipis 0,09%.
Adapun pergerakan saham perbankan yang memiliki kapitalisasi besar, cukup bervariasi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), kompak turun tipis.BBRI ditutup melemah 2,69% ke Rp 5.425 dan BBNI turun 0,55% ke Rp 9.000.
Sementara saham big caps lain, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 0,5% jadi Rp 5.075 dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,66% menjadi Rp 9.200.
Salah satu emiten bank digital yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik cukup tinggi yakni 5,04% menjadi Rp 2.500. Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga naik 3,56% jadi Rp 466 per saham.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan, penetapan ARB ini akan lebih berdampak pada pergerakan saham yang volatilitasnya tinggi. Meski, itu hanya akan bersifat lebih jangka pendek.
Budi menuturkan, bank-bank yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar masih menjadi andalan karena mereka memiliki fundamental yang bagus.
Sementara saham bank digital saat ini lebih sudah mahal, tidak sesuai dengan fundamentalnya. Apalagi, euforia saham bank digital di bursa semakin meredup.
Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan, selama prospek fundamental dari emiten bank tersebut bagus, seharusnya tak perlu mencemaskan ketentuan batas baru ARB.
Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, kecil kemungkinan bagi saham-saham emiten perbankan yang memiliki modal inti jumbo, untuk menyentuh batasan ARB. Situasi berbeda berlaku untuk saham emiten bank kelas menengah, apalagi bank berskala kecil.
ASAH DAYA BELI LEBIH BERTAJI
Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter terbukti efektif merebut kendali inflasi, yang pada bulan lalu telah berada di kisaran target bank sentral, yakni 3% plus minus 1%. Penebalan bantalan sosial oleh otoritas fiskal dan keputusan mengetatkan suku bunga acuan lebih awal terbukti efektif menjaga gerak inflasi di angka 4% (year-on-year/YoY) pada bulan lalu, terendah sepanjang 2023. Akan tetapi, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) masih dihadapkan pada tekanan daya beli masyarakat. Hal itu tecermin dari data inflasi inti yang terus menurun menjadi 2,66% (YoY) pada bulan lalu. Tertekannya daya beli itu juga terefleksi dalam PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global yang terjun dari 52,7 pada April 2023 menjadi 50,3 pada Mei 2023, sekaligus merupakan angka terendah sejak November tahun lalu. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengatakan terjadi penurunan permintaan dari konsumen sepanjang bulan lalu. Pudji menambahkan, secara historis inflasi inti akan kembali menggeliat pada pertengahan tahun yang bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru di Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memandang data inflasi terkini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga indeks harga konsumen (IHK) baik untuk barang bergejolak maupun barang yang diatur oleh pemerintah.
Kenaikan suku bunga acuan di AS dan negara maju lainnya akan melemahkan rupiah sehingga memengaruhi ongkos importasi barang yang masih menggunakan mata uang Paman Sam itu. Inilah yang kemudian mendorong inflasi impor menanjak. Sri Mulyani pun mengakui harga pangan dan energi masih menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mempertahankan stabilitas inflasi pada tahun ini. “Kita melihat dalam situasi dunia ini, harga-harga pangan dan harga energi masih dalam kondisi yang cukup volatile,” katanya. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memandang inflasi inti yang rendah merupakan efek dari pengendalian permintaan dengan menggunakan instrumen moneter terutama suku bunga acuan. Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W. Kamdani mengatakan stimulasi itu bisa dieksekusi melalui peningkatan insentif investasi, perluasan pinjaman usaha dengan bunga ringan, deregulasi dan simplifikasi prosedur ekspor. "Stimulasi konsumsi domestik yang lebih berguna bisa dilakukan dengan penurunan tarif pajak, distribusi subsidi, dan realisasi belanja negara yang lebih cepat," ujarnya.
Mengawal Nyala Mesin Produksi
Lonjakan angka inflasi dapat menjadi momok bagi beban hidup masyarakat. Namun, penurunan inflasi terlalu cepat menjadi ancaman daya beli, yang berujung perlambatan mesin-mesin ekonomi. Tahun lalu, saat perang Rusia-Ukraina mulai berkecamuk, ancaman inflasi dari kenaikan harga bahan bakar dan pangan membuat dunia kalang kabut. Berbagai kebijakan dikeluarkan untuk menekan lonjakan harga komoditas dunia. Cara paling praktis adalah dengan menaikkan suku bunga. Ibarat gula dengan semut. Ketika bunga simpanan naik, uang akan berkumpul mengikuti iming-iming imbal hasil yang ditawarkan perbankan dengan dikomandoi bank sentral. Bank sentral di penjuru dunia berlomba-lomba mengerek suku bunga acuan. Bank Indonesia (BI) pun mengikuti arus utama tersebut. Sejak Agustus 2022, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 225 basis poin menjadi 5,75% hingga saat ini. Jurus andalan BI itu mampu meredam kenaikan inflasi hingga menyentuh jangkauan target pemerintah di 3±1%. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa indeks harga konsumen Mei 2023 mengalami inflasi 0,09% secara bulanan (month-to-month). Capaian itu menjadi yang terendah dalam 5 bulan tahun ini. Tren penurunan yang berlanjut setelah Idulfitri tahun ini. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi Mei 2023, dengan andil 0,13%.
Mereka memperkirakan inflasi Mei 2023 berada di rentang 4%—4,34% (YoY). Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, konsensus ekonom memproyeksikan rata-rata inflasi Mei 2023 di 4,21% (YoY). Median dari proyeksi konsensus itu pun nilainya sama, 4,21% (YoY). Penurunan inflasi ini lebih cepat dari perkiraan. Dalam beberapa bulan terakhir ramalan ekonom selalu meleset, lebih rendah dari proyeksi. Angka inflasi mencapai puncak pada September 2022 sebesar 5,95%, selepas pemerintah menaikkan harga bahan bakar. Namun, kabar tidak sedapnya, penurunan inflasi yang begitu cepat, disertai dengan penyusutan indeks manufaktur (Purchasing Manager’s Index/PMI). Pada Mei 2023, angka PMI tercatat turun ke level 50,3 poin, mendekati zona kontraktif berada di bawah level 50 poin. Angka ini melemah bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang di atas 52,7 poin.
STRATEGI KORPORASI : PTPN V Lirik Penghiliran Kelapa Sawit
Jatmiko K. Santosa, Direktur Utama Perkebunan Nusantara V, mengatakan bahwa hingga kini perusahaan masih mengandalkan kelapa sawit. Sebagian besar laba yang diperoleh perusahaan selama ini pun berasal dari komoditas tersebut. Untuk diketahui, pada tahun lalu perseroan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp1,5 triliun, naik dari Rp1,3 triliun pada 2021, dan Rp416 miliar pada 2020. “Laba bersih saat ini sebagian besar berasal dari komoditas sawit. Sawit itu kami olah menjadi CPO [crude palm oil]. Tahun depan kami akan melakukan penghiliran dengan mengolahnya menjadi minyak goreng atau biodiesel,” katanya, Senin (5/6). Dia menjelaskan, penghiliran yang dilakukan pada tahun depan juga dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas kelapa sawit, sekaligus melaksanakan diversifikasi bisnis perusahaan. Dengan mengolah kelapa sawit menjadi produk bernilai tinggi seperti minyak goreng atau biodiesel, Perkebunan Nusantara V atau PTPN V diharapkan dapat memperluas pangsa pasar, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia. Dari 56.000 hektare perkebunan sawit mitra, 9.000 hektare di antaranya telah melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR), dan 2.300 hektare lainnya telah memasuki masa panen.
ANGKUTAN UDARA : PROYEK TERMINAL 4 SOEKARNO-HATTA BERGULIR LAGI
Kementerian Badan Usaha Milik Negara kembali mewacanakan proyek pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dan perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali setelah berakhirnya pandemi Covid-19. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa rencana pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang Banten kemungkinan diperlukan seiring dengan tren pemulihan penumpang pesawat pascapandemi virus Covid-19. Selain proyek di Cengkareng, Erick juga mengajukan rencana peningkatan kapasitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dia menjelaskan pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta perlu dipertimbangkan seiring dengan tren kenaikan jumlah penumpang di bandara tersebut. “Kapasitas Soekarno-Hatta ini sudah melebihi dari target. Ini akan menjadi kendala ke depannya, apakah proyek Terminal 4 perlu dikembangkan,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (5/6). Erick mengatakan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas juga akan diperlukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Erick memprediksi jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai akan melewati target yang dipatok dalam 4 bulan mendatang. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyatakan pergerakan penumpang pesawat di seluruh bandara AP II sepanjang Mei 2023 mencapai 7,14 juta penumpang. AP II telah memperkirakan pembangunan proyek Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menelan investasi hingga Rp14 triliun.
Total lahan yang sudah dipersiapkan untuk proyek Terminal 4 seluas 102 hektare. Lahan tersebut dipastikan sudah menjadi kewenangan AP II, sehingga tidak memerlukan upaya pembebasan. Rencananya, Terminal 4 menjadi gedung penampung penumpang pesawat udara yang terbesar di Indonesia. Total kapasitas mencapai 40 juta penumpang per tahun--45 juta penumpang per tahun. Terdapat tiga tahapan desain dalam pembangunan Terminal 4, yakni conceptual design, basic design, dan detail engineering design (DED). Ketiga jenis desain juga menjadi term of reference (TOR) yang ditetapkan operator bandara untuk menjadi panduan bagi konsultan peserta tender. Sementara itu, Direktur Utama AP I Faik Fahmi menyatakan pergerakan penumpang di bandara milik perseroan sepanjang April 2023 sebanyak 5,3 juta orang atau mengalami pertumbuhan 55% dibandingkan dengan April 2022 yang mencapai 3,4 juta orang.
Faktor Keamanan dan Destinasi akan Tingkatkan Jumlah Kunjungan Wisman
JAKARTA, ID-Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2023 mencapai 865,81 ribu kunjungan, atau meningkat signifikan 276,31% secara year on year (yoy). Sementara itu, untuk menarik kunjungan wisman memerlukan strategi jangka panjang. Wisman pun hanya akan datang apabila faktor seperti keamanan, destinasi dan atraksi terpenuhi. Direktur Eksekutif Segara Research Intitute Piter Abdulah menilai, kunjungan wisman untuk daerah seperti Bali memiliki peran yang sangat besar. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Bali lebih dari 50%. Sementara wisman berkontribusi terhadap pariwisata Bali juga lebih dari 50%. Itu sebabnya Bali menjadi daerah yang paling terdampak oleh pandemi dan sulit bangkit kembali. Daerah yang juga memiliki kontribusi besar adalah Yogyakarta. Tapi Yogyakarta tidak terlalu bergantung pada wisman. "Semua harus direncanakan dan diimplementasikan dalam satu paket yang utuh. Indonesia punya banyak destinasi, tapi yang punya atraksi menarik tidak banyak. Ada yang punya destinasi dan atraksi, namun tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai. Ini semua harus diperbaiki. Saya kira strategi dan program pemerintah menciptakan destinasi baru yang diluar Bali sudah cukup baik. Tapi harus dilengkapi dengan upaya-upaya yang lebih terintegrasi," jelas dia. (Yetede)
Inflasi Reda, tapi Risiko El Nino Perlu Diwaspadai
JAKARTA,ID-Tekanan inflasi kian mereda dalam tiga bulan terakhir, dengan laju inflasi terus menurun dari 5,47% pada Februari 2023 secara year on year (yoy) menjadi 4% pada Mei lalu. Namun resiko fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan perlu diwaspadai, karena bisa mendorong harga pangan naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi secara bulanan atau month to month pada Mei 2023 sekedar 0,09%. Sedangkan inflasi year to date (ytd) pada bulan lalu sebesar 1,10%. "Jika dilihat secara series, inflasi Mei 2023 secara bulan ke bulan lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang 0,33% dan dari Mei 2022 yang sebesar 0,40%. Komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar antara lain adalah bawang merah (0,03%), daging ayam ras (0,03%),ikan segar (0,02%), telur ayam ras (0,02%), rokok kretek filter (0,02%), dan bawang putih (0,02%)," ucap Deputi Bidang Statistik Disribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di kantor BPS Jakarta, Senin (5/6/2023). Pudji menjelaskan, bila dilihat secara kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,48% dan memberikan andil 0,13% yang pada Mei 2023. Sedangkan kelompok pengeluaran yang sedang mengalami deflasi adalah kelompok pakaian dan alas kaki dengan deflasi sebesar 0,46% dan memberikan andil deflasi 0,02% pada Mei 2023. (Yetede)
Masyarakat Indonesia Suka Ponsel di Bawah Harga Rp 3 Juta
JAKARTA,ID-Masyarakat Indonesia menyuikai ponsel pintar (Smartphone) dengan harga paling murah dan berfitur mumpuni di bawah harga US$ 200 atau Rp 3 jutaan (pemula entry-level) pada kuartal I-2023. Perangkat pada segmen tersebut berkontribusi mencapai 76% terhadap keseluruhan pasar, selain masih dominannya merek-merek asal Tiongkok di Tanah Air yang dikenal dengan harga relatif terjangkau. Dalam enam besar merek ponsel terlaris yang dirilis oleh lembaga riset pasar teknologi counterpoint Reserach, lima merk asal Tiongkok, yakni OPPO, Vivo, Realme, Xiaomi, dan Infinix (Hong Kong), mampu menguasai 74,5% pangsa pasar (market share) di Tanah Air. Samsung dari Korea Selatan, serta merek lain, termasik iPhone (Apple asal Amerika Serikat) yang dikenal premiun dan merek lokal Advan mengambil porsi sisanya. Head of corporate communication Erajaya Group Djunadi Satrio mengatakan, dari faktor eksternal, pihaknya melihat aktivitas manusia yang kembali pulih pasca pandemi yang akan memunculkan kebutuhan untuk memiliki smartphone baru dalam menemani produktivitas dan pengabdian momen penting. Selain itu, juga mendapat dukungan para mitra dari prinsipal brand smartphone yang terus memperkenalkan produk baru yang menyasar semua segmen yang ada. (Yetede)
Teknologi Cloud Ciptakan Efisiensi dan Peluang Bisnis Industri Media
JAKARTA,ID-Teknologi cloud diyakini dapat menciptakan peluang bisnis, efisiensi, serta kualitas yang mumpuni bagi industri media dan hiburan di Tanah Air. Bagi industri media dan hiburan di Tanah Air industri cloud berperan penting untuk mempertahankan efisiensi, kualitas, dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. Sedangkan bagi pengguna teknologi cloud memberikan peluang untuk menikmati layanan konten yang lebih beragam dan variatif. Ketua Umum Indonesia Digital Association (IDA) Dian Gemiano mengatakan, konten-konten video kini telah menjadi segmen terbesar di industri media dan hiburan di Tanah Air yang tengah bertransformasi. "Teknologi cloud memainkan peran penting untuk mempertahankan efisiensi, kualitas dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. IDA akan berkolaborasi semakin erat dengan pelaku industri media & hiburan lokal guna mendorong inovasi di cloud dan menjeljahi lebih banyak peluang demi kebrhasilan bersama," kata Dian dalam keterangan persnya, dikutip Snein (5/6/2023). Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Arifin Asydhad, sekaligus pemimpin redaksi Kumparan.com menambahkan, dengan mengadopsi teknologi cloud para editor dapat menghadirkan digitalisasi untuk menunjang produksi maupun distribusi konten. (Yetede)
Biaya Operasional Gerus Laba, Medco Masih Konsolidasi
JAKARTA,ID-Kinerja PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan konsolidasi pada tahun ini, menyusul hasil laba bersih kuartal 1-2023 sebesar US$ 82,1 juta, terkoreksi 8,9% (yoy) atau turun 36,9% (qoq). Biaya operasional yang lebih tinggi menggrogoti laba bersih periode ini dibawah ekpektasi analis. Analis Ciptadana Sekuritas Arief Budiman mengungkapkan, turunnya laba bersih Medco disebabkan oleh melonjaknya beban pokok pendapatan menjadi US$ 325, juta. Meningkat 40,5% (YoY) dan naik 99,4% (QoQ). Selain itu, biaya operasional (opex) tercatat US$54,1 juta atau naik 30,4% (YoY), namun turun 17,4% (QoQ). "Laba bersih kuarta;l I-2023 dibawah ekspektasi kami dan konsensus, hanya memenuhi 17-20% dari perkiraan setahun penuh 2023. Padahal pendapatan periode ini masih lebih kuat di US$ 558,1 juta, naik 18,4% (YoY) terutama didukung oleh peningkatan volume minyak dan gas sebesar sebesar 29,9% menjadi 165 MBOEPD, dan sejalan dengan ekspektasi Kami yakni 25% dari estimasi sepanang 2023," papar ARief dalam publikasinya. (Yetede)









