Pasar Saham Berpotensi Masuk Zona Bullish
JAKARTA,ID- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan penguatan pekan ini di rentang 6.643-6.773, setelah pekan lalu naik 0,9% ke level 6.694. Hal ini ditopang kemungkinan anak bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan dan sejarah IHSG yang selalu naik pada bulan Juni. Pelaku saham kini menanti data inflasi AS yang akan keluar Selasa (13/6/2023). Sejumlah kalangan menafsirkan inflasi AS Mei 2023 turun, kendati masih jauh diatas target The Fed sebesar 2%. Ini bisa mendorong indeks ke zona bullish, lantaran memperkuat potensi The Fed mempertahankan suku bunga acuan, The Federal Funds Rate (FFR), di level 5-5,25%. Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menyatakan, IHSG secara teknikal diproyeksikan menguat sambil menanti data makro ekonomi global maupun domestik. Dari domestik ekspor menantikan data indeks keyakinan konsumen Mei 2023 sekaligus data penjualan ritel April 2023 penjualan Mobil Mei. Pelaku pasar, kata dia, juga menanti data neraca perdagangan yang diproyeksi surplus sepanjang Mei 2023. "Surplus neraca perdagangan menandakan perekonomian nasional resilent terhadap faktor eksternal yang belakangan ini cenderung tidak pasti," jelas Nafan kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede).
Risiko Terhadang Stasiun Padalarang
RANGKA baja yang membentuk struktur utama Stasiun Padalarang di Bandung Barat, Jawa Barat, sudah berdiri sempurna. Saat disambangi Tempo, Sabtu lalu, 10 Juni 2023, bentuk fisik stasiun dengan atap yang membentuk gelombang itu sudah terlihat dari susunan rangka baja yang menjadi struktur bangunan tersebut. Namun rangka-rangka baja itu mayoritas belum berlapis dinding.
Stasiun yang digarap kontraktor China Railway Group Limited (CREC) Indonesia itu memanjang dari area kedatangan penumpang hingga menutupi rel. Bisingnya aktivitas yang terdengar sedari pintu masuk menandakan proses konstruksi perhentian kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut belum rampung. Pada tengah hari, Tempo sempat melihat uji coba rangkaian kereta cepat di jalur khusus Padalarang tersebut. Seorang petugas kebersihan membenarkan bahwa pengujian itu berjalan beberapa kali sehari. “Tidak menentu lewatnya. Kadang sehari dua atau tiga kali,” ujarnya.
Area konstruksi stasiun sepur kencang itu mencakup lahan seluas 12.748 meter persegi, mencakup gedung utama, dua peron, dan empat jalur yang melintasinya. Stasiun anyar itu dibangun bersebelahan dengan stasiun kereta api Padalarang yang pernah melayani rute Padalarang-Cianjur, sebelum berhenti beroperasi pada 2013. Kedua stasiun ini hanya dipisahkan oleh sebuah bangunan yang akan dijadikan ruang tunggu penumpang. (Yetede)
Kejar Tayang Kereta Cepat
Jokowi Menempati Posisi Sentral
Pengaruh Presiden Jokowi tengah diperebutkan Ganjar Pranowo, capres dari PDI-P, dan Prabowo Subianto, capres dari Gerindra. Di tengah kondisi itu, Golkar dinilai juga bisa menentukan. Pengaruh Presiden Jokowi yang juga kader PDI-P ini tengah menempati posisi sentral. Dukungan itu penting bagi bakal calon presiden Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Di beberapa kegiatan keduanya, Presiden Jokowi menempati posisi penting, atau setidaknya kedua bakal capres itu menampilkan dirinya sebagai replika politik Jokowi. Tujuannya, untuk memperoleh keuntungan elektoral. Di hadapan para sukarelawan, Ganjar, bakal capres dari PDI-P, memunculkan nama Presiden Jokowi dan sepak terjangnya di pemerintahan. Hal itu ia sampaikan saat menerima dukungan dari sejumlah purnawirawan TNI AD dan TNI AU serta Polri di acara deklarasi Relawan Gapura Nusantara (RGN), di Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (10/6).
Ganjar menyampaikan apresiasinya terhadap rekam jejak Presiden Jokowi yang disebutnya sebagai mentor dalam pemerintahan. Bahkan, menurut Gubernur Jateng ini, kekalahan di sejumlah daerah saat pilpres lalu tak mengubah sikap Jokowi saat menjadi presiden. ”Pak Jokowi sudah mewujudkan mimpi pendiri bangsa agar ekonomi kita betul-betul berdikari,” kata kader PDI-P ini. Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina RGN Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh menyatakan, Ganjar mampu melanjutkan program Jokowi. Lewat deklarasi, ia mengajak para sukarelawan memenangkan Ganjar. Pelibatan Presiden Jokowi dalam pengusungan Prabowo sebagai bakal capres pun diungkap Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, seusai acara konsolidasi saksi tempat pemungutan suara Partai Gerindra di Jaktim, Sabtu.Menurut dia, pada Jumat (9/6) Prabowo menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan untuk membahas pemerintahan, khususnya terkait tugas Prabowo sebagai Menhan. Dasco mengatakan tidak menutup kemungkinan di pertemuan itu keduanya juga membahas soal pilpres. (Yoga)
Korban TPPO Enggan Melapor
Berdasarkan investigasi Serikat Buruh Migran Indonesia, intimidasi hingga lambannya penanganan kasus membuat korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO enggan melapor. Tanpa perbaikan penegakan hukum, TPPO sulit diberantas. Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Hariyanto Suwarno menyebut, terdapat lima faktor penyebab korban TPPO enggan melapor. ”Kebanyakan korban tidak melapor karena pelakunya adalah orang dekat, seperti keluarga,” ujarnya saat dihubungi dari Indramayu, Jabar, Sabtu (10/6). ”Akhirnya, korban TPPO tidak mau melapor karena khawatir keluarganya diproses hukum. Jadi, orang dekatnya juga rentan,” katanya. Selain intimidasi melalui orang dekat, pelaku juga acap kali menawarkan uang ”damai” agar korban tidak melapor atau mencabut laporannya di polisi. Faktor kedua adalah penanganan kasus yang berbelit-belit dan lama. Korban pun menjadi jenuh karena harus menjalani pemeriksaan berkali-kali. SBMI mencatat, terdapat 18 laporan pengaduan terkait TPPO di sejumlah daerah dengan 109 korban mandek di kepolisian.
Alasan ketiga adalah perspektif sejumlah penegak hukum yang tak responsif terhadap korban. Sering kali, katanya, korban dipojokkan penyidik. Akhirnya, korban, terutama pada kasus pemerkosaan, memutuskan tidak melanjutkan pelaporannya karena trauma. ”Faktor keempat, ada dugaan, penyidik ’bermain-main’ dengan kasus TPPO ini. Temuan SBMI di lapangan, banyak pelaku yang dilaporkan berusaha menghambat proses hokum melalui penyidik,” kata Hariyanto. Terakhir, ujarnya, penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, belum sepenuhnya memahami UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. Aparat, misalnya, tidak menerapkan aturan itu pada kasus TPPO. Padahal, korban direkrut secara ilegal dan tereksploitasi. Oleh karena itu, Hariyanto mendorong para penegak hukum menerapkan UU No 21 Tahun 2007 terhadap pelaku TPPO. Ia juga berharap penanganan kasus TPPO tidak lagi berjalan lamban dan mengutamakan perspektif korban. (Yoga)
PERIKANAN, Hari Laut Sedunia, KKP Tindak Kegiatan Ilegal di Batam
Dalam rangkaian memperingati Hari Laut Sedunia, Kementerian Kelautan dan Perikanan menindak sejumlah kegiatan ilegal di Batam, Kepri. Usaha perikanan tanpa izin, pencemaran limbah, dan reklamasi ilegal menjadi perhatian pemerintah. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Laksamana Muda Adin Nurawaluddin menyatakan, pemanfaatan ruang laut secara ilegal berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan. KKP akan memberi sanksi tegas bagi yang melanggar. Salah satu yang telah ditindak PSDKP adalah Keramba Jaring Apung milik PT CTS di Batam. Usaha pemanfaatan ruang laut itu tidak dilengkapi dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dan Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik.
”(Penindakan) ini bersifat preventif. Kami meminta (PT CTS) mengurus perizinan sesuai ketentuan,” kata Adin lewat pernyataan tertulis, Sabtu (10/6). Penindakan tersebut dilakukan KKP dalam rangkaian peringatan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada 8 Juni lalu. Dua hari sebelumnya, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono ke Batam menindak reklamasi ilegal dan melacak sumber pencemaran limbah minyak hitam yang kerap terjadi di sana. Lokasi reklamasi yang dihentikan Trenggono berada di kawasan Teluk Tering, Batam. Menurut dia, kegiatan reklamasi di area seluas 3.000 meter persegi itu tidak dilengkapi dokumen PKKPRL. ”Ini adalah satu contoh (reklamasi) yang kami tertibkan. Ada pemiliknya di sini. Sekarang dia baru (akan) mengurus PKKPRL. Idealnya sebelum melakukan reklamasi ini mestinya PKKPRL diurus dulu,” ujar Trenggono. (Yoga)
Panen Madu dari Sarang Lebah di Pabrik Sepeda Motor
Kota Berlin di Jerman menjadi salah satu kawasan urban maju di dunia yang berupaya keras menjadi berkelanjutan dan tercatat di urutan keenam kawasan dengan layanan transportasi publik terbaik di dunia. Kini, sebagian masyarakat setempat tengah tergila-gila dengan gaya hidup hijau. Ada tren menghindari konsumsi daging hewan ataupun produk turunannya yang berjejak karbon terlalu tinggi dan merusak lingkungan. Meskipun demikian, Berlin tetap menerima industri besar berumah di kotanya, tetapi sederet regulasi diterapkan. BMW Motorrad, pabrik pembuatan sepeda motor berusia 100 tahun ini setia bercokol di lahan seluas 230.000 meter persegi di kota Berlin. Pabrik yang mampu memproduksi 900 unit sepeda motor dan sepeda motor listrik per hari itu digawangi 2.200 karyawan. BMW Motorrad yang mengekspor lebih 80 % produknya mencari posisi di mana lini bisnisnya tidak makin memperkeruh problema dunia, karena BMW bagian dari industri kendaraan bermotor pribadi yang secara umum alat mobilitas bermesin non-angkutan umum itu populasinya terus meningkat. Banyaknya kendaraan bermotor pribadi di dunia memiliki andil besar menyumbang polusi udara, kemacetan, dan eksploitasi sumber daya alam untuk setiap produknya.
”Kami menyadari kendaraan bermotor pribadi masih dibutuhkan karena tidak semua wilayah terjangkau angkutan umum, selain berbagai alasan pribadi lain. BMW mengisi celah ini dengan tetap terus mencari cara agar produk kita makin ramah lingkungan dan sebagai perusahaan turut ambil bagian untuk mencegah kerusakan lingkungan makin menjadi,” kata Ilka Horstmeier, Member of the Board of Management of BMW AG, Human Resources, Labour Relations Director, Rabu (24/5) di Berlin. Di semua pabrik dan kantornya, menurut Horstmeier, BMW menerapkan tata kelola bisnis berkelanjutan. Di BMW Motorrad Berlin, kawasan pabrik asri dikelilingi sabuk tegakan pohon hijau dan tentunya menekan limbah yang merusak lingkungan. Pengunjung yang memang ingin membeli atau menjajal sepeda motor atau sekadar ingin berwisata juga bakal senang ketika disuguhi madu asli produk setempat. Panen madu dari sarang lebah di atap pabrik yang dirintis sejak 2018 rutin dilakukan. Madu yang dikemas dalam botol kaca menjadi oleh-oleh alternatif dari kunjungan ke BMW Motorrad. (Yoga)
Paylater vs Pinjol, Ketahui Risikonya
Jenis pembayaran paylater kian populer di tengah masyarakat, khususnya kalangan milenial dan generasi Z. Perencana keuangan Finansialku, Shierly, mengatakan layanan menunda pembayaran ini menarik bagi kelompok anak muda yang terbiasa dengan gaya yang fleksibel, simpel, dan cepat. "Pendaftarannya mudah, penggunaan gampang. Ditambah promo-promo menarik, diskon besar," kata Shierly.
Namun ada sejumlah risiko penggunaan paylater. Misalnya, gampang terjebak dalam perilaku konsumtif hingga terganggunya pengelolaan keuangan karena ada cicilan yang harus dibayar.
?
Risiko Sistem Paylater
Beda Paylater dengan Pinjol
Layanan yang tersedia di e-commerce ini sekilas mirip dengan fintech pendanaan bersama atau pinjaman online. Namun Shierly menyebut bahwa keduanya merupakan layanan berbeda. Berikut ini perbedaannya.
Penyedia
- Paylater: perusahaan penyedia paylater adalah lembaga pembiayaan, seperti multifinance dan bank, yang biasanya bekerja sama dengan perusahaan marketplace.
- Pinjol: berbeda dengan paylater, pinjol merupakan lembaga pembiayaan bukan bank. Akses pinjaman bisa dilakukan secara online dengan berbagai aplikasi dan tidak harus melalui marketplace. (Yetede)
Dukungan Mental bagi Korban Pinjol
Kasus pinjaman online masih marak terjadi di Indonesia. Beragam cerita tentang orang-orang yang terlilit utang pinjol dan kesulitan melunasinya sudah menjadi makanan sehari-hari Erik Setiawan. Pria asal Purworejo ini membentuk sebuah komunitas yang dihuni para korban pinjol. Namanya Wani Tangi.
Awalnya, Wani Tangi merupakan saluran YouTube buatan Erik. Pria berusia 33 tahun itu kerap membuat konten seputar dunia fintech karena dirinya juga pernah terlilit utang di beberapa pinjol. "Dulu ketika kena pinjol, nyari solusinya bingung. Kita tertekan sendiri dan nyari di YouTube jarang banget," kata dia.
Pada 2019, Erik membuat saluran Wani Tangi dan membuat konten bertemakan pinjol. Tujuan awalnya, ia hanya ingin tahu seberapa banyak orang yang akan menyaksikan tayangannya. Ternyata, kata Erik, banyak yang menonton videonya dan mayoritas terjerat utang pinjol. Sejak itu, Erik rutin membuat video yang mengupas segala hal tentang pinjol.
Beberapa bulan menjalankan profesi sebagai kreator konten, Erik mendapat ajakan dari penontonnya untuk membuat grup WhatsApp agar bisa saling berbagi keluh kesah. "Saya pikir, wah, ini bagus dibikin grup saja, jadi saya enggak terlalu capek banget lah."
Erik memperkirakan jumlah anggota yang tergabung sudah mencapai 4.000 orang. Bahkan, jumlahnya terus bertambah saban hari. Erik sendiri cukup selektif menerima orang-orang yang ingin bergabung dalam grup tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak ada penyusup yang ikut. (Yetede)
Perlindungan Hukum bagi Perempuan yang Berkonflik dengan Hukum
Perkenalkan, nama saya Shita, buruh perempuan di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat. Saya sering mendampingi buruh perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual di pabrik, atau yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya. Saat ini, saya mendampingi salah satu kawan buruh perempuan yang dilaporkan oleh pihak pabrik karena diduga mencuri barang produksi seharga Rp 4 juta. Ia sudah mengembalikan barang yang dicuri itu dan meminta maaf. Satpam pabrik menginformasikan bahwa sebentar lagi buruh perempuan tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Buruh itu baru sekali ini mencuri karena dalam kondisi terjepit. Anaknya yang berumur 3 tahun dirawat di rumah sakit. Gajinya tidak mencukupi untuk membayar biaya rumah sakit karena ia juga harus membiayai dua anaknya yang lain yang masih bersekolah. Suaminya kawin lagi, tidak pernah pulang ke rumah, dan tidak memberikan nafkah ekonomi kepada keluarga.
Semoga kawan-kawan advokat di Klinik Hukum bagi Perempuan dapat menjelaskan penyelesaian kasusnya dan upaya yang harus saya lakukan untuk membantunya sebagai paralegal pendamping. Terima kasih. (Yetede)









