Membidik Pasar Generasi Muda
Semakin banyak perusahaan yang fokus pada pasar generasi muda, terutama generasi Z dan milenial. Maklum, jumlah generasi tersebut sekitar 60% dari penduduk Indonesia. Salah satu perusahaan yang menyasar kalangan muda adalah PT Multi Garam Utama Tbk.
Emiten berkode saham FOLK ini perusahaan yang bergerak di beberapa sektor. Menurut Direktur Utama FOLK, Danny Sutradewa, perusahaan yang berdiri pada tahun 2019 tersebut mempunyai dua bidang usaha utama.
Melalui beberapa entitas anaknya, FOLK Group memiliki tiga pilar utama. Ini menjadi fondasi inti dari ekosistem FOLK Group.
Pilar
pertama
adalah
new media commerce.
Ini adalah sebuah bisnis kekinian yakni pembuat konten digital. Salah satunya lewat media sosial. Pilar
kedua, yakni
omni-channel retail brands. Yakni mulai dari produk label Amazara, SYCA dan Dr Soap.
Cara ini dilakukan mengingat sejak 6 tahun -7 tahun lalu, terjadi perubahan perilaku generasi muda saat mengkonsumsi media.
Di sisi lain, produk ritel di FOLK juga lahir karena perubahan perilaku generasi muda tersebut. Generasi ini mulai mau memakai produk lokal dibandingkan merek luar negeri.
Melihat potensi tersebut, FOLK ingin mengembangkan pasar ini. Salah satu langkahnya adalah dengan masuk bursa melalui penjualan saham perdana ke publik atau
initial public offering
(IPO).
Maka, menguatkan kinerja perusahaan dan juga harga saham, FOLK memiliki tiga strategi utama.
Pertama, menumbuhkan entitas anak perusahaan FOLK. Menurut Danny, perusahaan ritel biasanya membutuhkan
working capital
yang cukup besar.
Kedua, merger dan akuisisi di perusahaan induk. Jika ada perusahaan yang bagus dan bisa bersinergi, FOLK tidak ragu bakal melakukan akusisi sebagian sahamnya.
Ketiga, mendorong anak perusahan untuk bertumbuh dan juga menjadi perusahaan terbuka laiknya FOLK.
Strategi tersebut perlu FOLK lakoni. Sebab, kata Danny, perilaku generasi Z termasuk generasi milenial kerap berubah-berubah.
Paylater Jadi Saingan Bagi Kartu Kredit
Kemudahan buy now pay later (BNPL), biasa disebut paylater, bisa menggerus pamor kartu kredit. Sebab skema paylater sama seperti kartu kredit, tapi bisa diakses lebih mudah.
PT Pefindo Biro Kredit atau IdScore mencatat outstanding amount paylater mencapai Rp 25,16 triliun per semester I-2023, melonjak 29,8% secara tahunan. Dari sisi pengguna, paylater menjangkau 13 juta debitur atau 2 kali lipat dari penguna kartu kredit yang hanya 6 juta debitur.
Tapi, menurut Asosiasi Kredit Indonesia, penerbitan kartu kredit baru masih tinggi. Saat pandemi Covid-19 pada 2020, penerbitan kartu kredit baru cuma sejumlah 16,94 juta kartu. Tapi dalam empat bulan pertama tahun ini, penerbitan kartu kredit baru telah mencapai 17,41 juta kartu.
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan, konsep paylater memang layaknya kartu kredit virtual. Apalagi saat ini terjadi perubahan gaya hidup, di mana transaksi online meningkat.
Efrinal menyebut, kemudahan dan kecepatan proses membuat pertumbuhan transaksi paylater terus meningkat. Transaksi di Akulaku meningkat 28% per tahun. Ke depan, Efrinal menargetkan, Akulaku bisa meraih pertumbuhan kinerja rata-rata 25% per tahun.
Ekonomi Loyo, Target Saham China Disunat
Morgan Stanley dan Goldman Sachs memangkas target harga saham pada indeks saham utama di China. Ini kedua kalinya Morgan Stanley melakukan pemangkasan dalam tiga bulan terakhir. Perusahaan keuangan ini berhati-hati masuk ke saham perusahaan China.
Dalam skenario dasar, Morgan Stanley memprediksi indeks MSCI China akan ada di 60 pada Juni 2024, lebih rendah 14% dari proyeksi sebelumnya, Dalam skenario bearish, indeks ini bisa turun hingga level 40.
Analis Morgan Stanley Laura Wang dalam riset menulis, target berubah karena pertumbuhan ekonomi China melambat. "Penurunan target kami didorong kombinasi estimasi pendapatan yang jauh lebih rendah untuk tahun 2023 dan beberapa asumsi penilaian," kata dia, sebagaimana dikutip
Bloomberg, kemarin.
Awal bulan ini, Morgan Stanley menyarankan investor melakukan profit taking saat pasar saham melesat berkat janji stimulus pemerintah China. Morgan Stanley sebelumnya memperbanyak kepemilikan saham China pada Desember, ketika ekonomi negara tersebut dibuka. Enam bulan setelahnya, bank ini justru memangkas target acuan.
Sebelumnya, Goldman Sachs Group Inc memangkas target saham China sebesar 4% pada awal pekan ini. Goldman juga mengurangi eksposur pada saham teknologi informasi, mengingat perlambatan makroekonomi dan ketidakpastian geopolitik.
Menghidupkan Literasi dari Pinggir Kali
Saban akhir pekan, suasana Taman Eco Park di Jalan Pintu Air, Neglasari, Tangerang, selalu meriah dipenuhi anak-anak, dari usia balita (di bawah lima tahun) hingga remaja. Di taman yang dibangun Pemerintah Kota Tangerang itu, anak-anak berbaur dan bersukacita. Mereka "melahap" buku-buku yang disediakan Komunitas Wara-wiri Mengajar.
Tak hanya para bocah, ibu-ibu juga membacakan cerita dari buku dongeng untuk anak-anaknya yang belum mampu membaca. Suasana meriah dan akrab terjadi. Selain membaca buku, anak-anak bermain permainan tradisional dan cerdas cermat. Pemandangan belajar di taman pinggir Kali Cisadane itu telah berlangsung sejak 2018.
"Di Taman Eco Park, malam penuh bintang, lingkaran kecil menjadi lingkaran besar, saling sapa tukar cerita semua guru dan murid. Dalam sirkulasi diskusi yang bertenaga dan menginspirasi adalah mereka yang muda, peduli, dan kreatif," kata Panji Bahri Majiid, penggagas Wara-wiri Mengajar, menggambarkan suasana epik dari program Wara-wiri Mengajar Sapa Anak Indonesia, Kamis lalu. (Yetede)
Mereka yang Menanti Kejelasan Nasib Seusai Status Honorer Dihapus
Per November 2023, pemerintah akan menghapus status pegawai honorer di Indonesia. Kebijakan itu membuat 2,3 juta tenaga honorer di Tanah Air menanti kejelasan nasib. Kekhawatiran akan ketidakjelasan nasib itu membayangi benak Meli (45), pegawai honorer di Pemekot Jambi, ”Kalau dak dipakai lagi, kayak manolah (Kalau tidak dipekerjakan lagi, bagaimana)?” ujar Meli yang menjadi pegawai honorer sejak 2014, Rabu (23/8). Meli mengawali pengabdiannya di salah satu unit kerja di Pemkot Jambi pada 2010 dengan honor dari dana alokasi khusus (DAK). Setelah berakhir pada 2014, ia bekerja dengan status honorer daerah dimana pada 2015, ia mendaftarkan namanya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, baru tiga tahun kemudian namanya tercatat resmi, berarti pengabdian sebagai tenaga honorer baru terekam resmi lima tahun terakhir. Lima tahun lalu gaji yang diterimanya Rp 1 juta. Belakangan, naik menjadi Rp 1,7 juta per bulan. Ia berharap segera ada kejelasan nasib untuk pegawai honorer sepertinya.
”Saya sadar, secara peraturan, tidak ada lagi pengangkatan (honorer). Tapi, tidak bisa dimungkiri kami butuh penempatan. Apalagi, keberadaan honorer selama ini sangat membantu pemerintah,” katanya. Bagi beberapa tenaga honorer lainnya, penghapusan status itu tidak mengkhawatirkan sepanjang mereka telah meningkatkan kapasitas diri. Sofa (34), guru SD di kawasan Seberang Kota Jambi, berhasil lolos menjadi PPPK dengan menyesuaikan kapasitas dirinya menurut kebutuhan dalam formasi penerimaan pegawai. Sofa yang dulunya lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melanjutkan pendidikan hingga memiliki ijazah sarjana pendidikan. Ia kini dalam proses meraih sertifikasi guru. Ia optimistis, jika terus berjuang meningkatkan kapasitas, harapannya bisa terwujud. Selain Sofa, ada 1.200 guru lainnya di Kota Jambi yang lolos formasi. (Yoga)
Harga Gula di Indonesia Berpotensi Naik jika India Hentikan Ekspor
Pemerintah India memberikan sinyal akan menutup keran ekspor gula lantaran potensi penurunan produksi. Indonesia perlu mewaspadai situasi tersebut karena dapat berdampak pada kenaikan harga gula dunia dan merambat ke pasar dalam negeri. India akan menghentikan ekspor pada periode berikutnya, yakni Oktober 2023-September 2024, demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. Langkah itu diambil lantaran berkurangnya curah hujan hingga 50 % di sejumlah distrik utama produsen tebu sehingga produksi pada periode berikutnya diperkirakan menurun (Kompas.id, 24/8/2023).
Menanggapi sinyal itu, Sekjen Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Aris Toharisman memperkirakan, harga patokan global akan meningkat, baik untuk jenis gula mentah (raw sugar) maupun gula kristal putih (white sugar/GKP) karena India merupakan salah satu kontributor besar dalam pasar gula dunia. ”Harga raw sugar mungkin akan meningkat ke posisi 26-27 sen USD per pon. Biasanya di angka 20-22 sen USD per pon,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (25/8). (Yoga)
Peluang Pemulihan Perdagangan Terbatas
Peluang pemulihan perdagangan dunia hingga akhir tahun ini terbatas. Namun, target pertumbuhan perdagangan dunia sebesar 1,7 % masih dapat dicapai jika pertumbuhan perdagangan meningkat pada paruh kedua tahun ini. Hal itu mengemuka dalam laporan Barometer Perdagangan Barang yang dirilis Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Kamis (24/8). Barometer atau indeks volume perdagangan barang dunia pada Agustus 2023 sebesar 99,1. Meskipun membaik dari barometer Mei 2023 di 95,6, indeks tersebut masih di bawah ambang batas 100. Hal itu mengindikasikan perdagangan mulai sedikit pulih, tetapi masih terbatas. Mayoritas komponen indeks, seperti permintaan ekspor, pelayaran peti kemas, kargo udara, dan bahan baku, masih berada di bawah 100. Hanya komponen produk otomotif yang trennya tumbuh dengan indeks 110,8. Adapun indeks komponen elektrik justru berada di bawah tren, yakni 91,5.
Secara umum, volume perdagangan barang telah turun 1 % secara tahunan. Jika dibandingkan antara triwulan II-2023 dan triwulan I-2023, volume itu turun 0,3 %. Hal itu memperpanjang penurunan yang dimulai pada triwulan IV-2022. WTO menyebutkan factor penyebabnya adalah permintaan global masih lemah dan terbebani lesunya pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju, termasuk Uni Eropa dan China. Konflik di Ukraina juga memengaruhi perlambatan permintaan. ”Pada April 2023, WTO memproyeksikan perdagangan dunia tahun ini bisa tumbuh 1,7 %. Target itu masih dapat dicapai jika pertumbuhan perdagangan meningkat pada paruh kedua tahun ini,” sebut laporan itu. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Jumat (25/8) mengatakan, permintaan global, khususnya dari dua ekonomi besar dunia, yakni China dan AS, masih lemah. Hal itu menyebabkan perdagangan global akan tumbuh lambat hingga akhir tahun ini, bahkan tahun depan. (Yoga)
Bisnis Waralaba Akan Terus Meningkat
Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Septo Soepriyatno, Jumat (25/8/2023), di Tangerang, Banten, menyatakan, pada 2021 ada 5.599 gerai beroperasi dengan sistem waralaba yang mengantongi omzet Rp 20,8 triliun. Bidang usaha itu menyerap tenaga kerja hingga 53.670 orang. ”Kami yakin, tren pertumbuhan bisnis waralaba di Indonesia akan terus meningkat,” ujarnya. (Yoga)
Perdagangan dengan Arab Saudi Diintensifkan
Hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang terjalin baik diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Kerja sama perdagangan terus diintensifkan dengan para pengusaha Arab Saudi. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu pada pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah al-Qasabi, Kamis (24/8/2023), di Jaipur, India. (Yoga)
Tenaga Kerja Transisi Energi Menantang
Program transisi energi Indonesia, yakni mengurangi pemakaian energi fosil dan memperbanyak penggunaan energi bersih, membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Di Indonesia, pemenuhan kebutuhan SDM tersebut masih menantang dan membutuhkan rencana program yang jelas ke depan. Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Mahatmi Parwitasari, Jumat (11/8) di Jakarta mengatakan, pihaknya sedang menyusun Peta Jalan Pengembangan Lapangan Kerja Hijau.
Tiga faktor melatarbelakangi penyusunan peta jalan ini. Pertama adalah ekonomi hijau yang menjadi salah satu komponen pengungkit transformasi ekonomi sehingga diperkirakan lapangan kerja hijau (green jobs) akan meningkat. Kedua, lapangan kerja hijau selama ini masih belum banyak diterjemahkan ke dalam kebijakan. ”Apa saja yang harus disiapkan untuk mengisinya (green jobs) dan bagaimana ekosistem pengembangan keterampilan hijau bisa disiapkan, itu yang harus diterjemahkan dalam kebijakan,” ujar Mahatmi. Adapun faktor ketiga yang mendorong penyusunan peta jalan, lanjut Mahatmi, adalah seluruh pemangku kepentingan, termasuk kementerian/lembaga, harus berjalan sinergis untuk menciptakan SDM yang kompeten mengisi lapangan kerja hijau tersebut. (Yoga)









