Antisipasi Flukfuasi Harga Minyak, Subsidi Energi Ditingkatkan
Agustus, BNI Salurkan Kredit Rp 652 Triliun
JAKARTA,ID-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melanjutkan tren pertumbuhan yang lebih baik di paruh kedua tahun ini. Tercermin dari penyaluran kredit yang tumbuh sejalan dengan proyeksi kinerja diakhir tahun sekitar 7-0% secara year on year (yoy). Berdasarkan laporan keuangan BNI secara bank only yang telah dipublikasikan, per Agustus 2023 kredit yang telah disalurkan mencapai Rp650,01 triliun, meningkat 8,4% dibandingkan Rp601,24 triliun pada Agustus 2022. Selain itu, laba bersih pada delapan bulan tahun inijuga tercatat Rp13,63 triliun, meningkat, 11,9% dari laba bersih Agustus 2022 yang senilai Rp12,18 trlun. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, di paruh kedua tahun ini perseroan optimistis kredit bisa tumbuh sesuai dengan target yang ditetapkan manajement. "Per Agustus kredit kami tumbuh lebih baik. Agustus tumbuh 8,8% secara year on year, kamimoptimistis momentum ini terus berlanjut," ujar Novita dalam konferensi pers nya hsail Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BNI, Selasa (19/9/2023). (Yetede)
The Fed Akan Keluarkan Sinyal Baru
WASHINGTON,ID-The Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan dua hari yang dimulai Selasa (19/9/2023) waktu setempat. Apa yang ditunggu oleh pasar finansial kemudian adalah pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut tentang proyeksi-proyeksi ekonomi baru dan apakah masih perlu menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Pernyataan kebijakan baru dan keputusan terkait suku bunga dan Komite Pasar Terbuka Federal ata FOMC dijadwalkan rilis pada Rabu (20/9/2023) pukul 14.00 waktu setempat atau Kamis (21/9/2023) daini hari WIB. Penjelasan lebih lanjut mengenai hasil pertemuan kebijakan akan disampaikan dalam konferensi pers Gubernur The Fed Jarome Powell sekitar pukul 14:30. Konsensus yang berkembang di kalangan investor terkait federal funds rate (FFR) adalah hampir dipastikan The Fed bakal mempertahankannya di kisaran saat itu dinilai konsisten dengan pergeseran The Fed dalam mengambil keputusan suku bunga, yakni lebih lambat dan terukur. "Logika karena perlambatan itu. Tampaknya para partisipan Komite Pasar Terbuka Federal tidak ingin mengacaukan apa yang sedang berjalan," ujar ekonom JP MOrgan Michael Feroli, yang dilansir Reuters pada Selasa. (Yetede)
Definisi Mobnas Listrik Perlu Diperjelas
JAKARTA,ID-Pemerintah menargetkan Indonesia mempunyai mobil nasional (Mobnas) listrik karya anak bangsa pada 2025 atau 2026. Agen pemegang merek (APM) menyambut posiitf target tersebut, meski definisi mobnas listrik perlu diperjelas. Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy menjelaskan, jika sebuah kendaraan atau mobil dikembangkan berdasarkan spesifik kebutuhan masyarakat dan nantinya akan bisa memberikan impact positive ke berbagai hal. Meski begitu, definisi mobnas itu sendiri sekarang masih tidak jelas. "Kita tidak tahu kriteria tersebut mobil nasional tuh apa? Apa namanya nasional, atau apakah lokal konten, wacana ini perlu diperjelas," kata ida kepada Investor Daily, Jakarta, Selasa (19/09/2023). Anton mengatakan, dampak psoitif dari mobil produksi lokal pastinya kearah penjualan, karena cocok dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Dia menambahkan, semakin bisanya sebuah model kendaraan memenuhi kebutuhan mobilitas, tentu akan berdampak pada popularitas dan demand. "AKhirnya penjualan bisa bertumbuh ya, semakin banyak penjualan tentu memberikan impact turunan yang baik juga," ucap Anton. (Yetede)









