;

Pro Kontra Kenaikan UMP 2024

Yuniati Turjandini 14 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2024 memicu pro dan kontra. Kalangan buruh menilai besaran kenaikan UMP 2024 kemungkinan besar dibawah ekspektasi, sedangkan pengusaha mendukung keputusan pemerintah, karena formula penetapan upah tetap. Kenaikan UMP 2024 diatur dalam Peraturan  Pemerintah Nomor 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan. Merujuk aturan itu, penerapan formula  mencakup tiga variabel, yaitu inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu. tahun 2023, rata-rata kenaikan UMP mencapai 7,1%, lebih besar dari 2022 sebesar 1%. UMP 2024 ditetapkan paling lambat tanggal 21 November, sedangkan upah minimun kabupaten/kota tanggal 30 November 2023. Sementara itu, kalangan ekonomi menilai, UMP wajar naik tahun depan, seiring masih tingginya inflasi. Akan tetapi, besarannya harus menyesuaikan kondisi ekonomi dan bisnis terkini. (Yetede)

Margin Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Berpotensi Diselewengkan

Yuniati Turjandini 14 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Perbedaan margin harga antara pupuk bersubsidi dan nonsubsidi berpotensi diselewengkan oleh pihak-pihak yang sepatutnya tidak mendapat pupuk bersubsidi, seperti petani dengan lahan besar hingga korporasi perkebunan. Hal inilah yang menjadi penyebab karut marut  penyaluran pupuk bersubsidi yang kerap dinilai tak tepat sasaran. "Ada suatu peluang yang cukup besar pupuk yang disubsidi ini istilahnya 'merembes' ya, sebelum dia sampai ke yang ditargetkan, dia (pupuk subsidi, red), itu bisa atau berpeluang untuk 'merembes' untuk yang tidak subsidi," ujar Rektor Perbanas Institute Jakarta yang juga Ketua Komtab Ketahanan Pangan kadin Indonesia Hermanto Siregar kepada Beritasatu.com, Senin (13/11/2023). Ia menambahakan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi yang tidak sesuai target terjadi karena pendataan yang kurang rinci. (Yetede)

Sebulan Listing, Barito Renewables Cetak Kinerja Cemerlang

Yuniati Turjandini 14 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merilis kinerja keuangannya sebulan setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan pertama Oktober 2023. Sebagai emiten pendatang baru, perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini tampil meyakinkan dengan mencetak pendapatan dan laba bersih yang kompak naik sepanjang sembilan bulan 2023. Saham perseroan berkode BREN bahkan sudah lebih dulu melesat 579% ke level Rp 5.300 dari harga IPO yang sebesar Rp 780 per saham. Merujuk pada laporan keuangan konsolidasi interim yang dipublikasikan pada Senin (13/11/2023). Barito Renewables mencatat kenaikan pendapatan sebanyak 5,13% pada periode Januari-September 2023 menjadi US$ 445,2 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 423,5 juta. (Yetede)

Pertamina Jalin Kerja Sama dengan Sinopec

Yuniati Turjandini 14 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama bisnisnya dengan Sinopec, perusahaan energi milik negara China, untuk mempercepat komitmen transisi energi dan meningkatkan peluang pengembangan  bisnis global. Langkah ini ditandai dengan  penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Direktur Utama Pertamina  Nicke  Widyawati, dan Ma Yongsheng, Ketua Sinopec Group di Shanghai, Tiongkok pekan lalu. MoU antara kedua badan usaha milik negara dari Indonesia dan Tiongkok meliputi berbagai kegiatan bisnis, mulai dari hulu, hilir, energi terbarukan, hingga pengembangan kemampuan  sumber daya manusia. Di sektor hulu, Pertamina dan Sinopec akan memperluas kolaborasi  mereka dalam kegiatan seperti pengembangan kemampuan SDM. Sementara itu, kolaborasi di sektor hilir meliputi baik di bisnis bahan bakar dan bisnis non-bahan bakar, pelumas, aviasi, petrokimia, serta transportasi dan logistik. (Yetede)

Tingkat Keterisian Pesawat di Kertajati Capai 70-75%

Yuniati Turjandini 14 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Angkasa Pura /AP II (Persero) menyatakan, tingkat keterisian penumpang (Load factor) pesawat di bandara Kertajati dalam tren meningkat dalam 10 hari terakhir  sejak resmi menerima  perpindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara mulai 29 Oktober 2023. Sejak 29 Oktober 2023, load factor terus meningkat  mulai dari 50-60% dan mulai 1 November 2023 load factor menyentuh 70-75%. President Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin  mengatakan, tren meningkat load factor  ini menandakan bahwa Bandara Kertajati diminati masyarakat dan maskapai mampu mengakomodai kebutuhan itu. "Saat ini load factor telah menyentuh 70-75%, dimana angka ini cukup positif bagi maskapai. Bandara Kertajati diminati masyarakat, dan AP II bersama maskapai akan terus berupaya untuk meningkatkan load factor ini ke depannya," ujar Awaluddin. (Yetede)

Waspada Inflasi Akibat Pangan Impor

Yuniati Turjandini 14 Nov 2023 Tempo
JAKARTA – Dampak kenaikan harga pangan dunia masih membayangi laju inflasi Indonesia pada tahun depan, terutama dari komoditas-komoditas yang masih harus diimpor. Indonesia juga diprediksi kesulitan mendapat pasokan pangan impor dengan harga terjangkau. Sebab, tak sedikit produsen pangan global menahan ekspornya. "Ada juga tekanan dari fluktuasi kurs rupiah. Ini semua jadi ancaman serius," ujar Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira kepada Tempo, kemarin, 13 November 2023.

Beberapa komoditas yang pada tahun ini cukup banyak diimpor antara lain beras, daging sapi dan kerbau, kedelai, bawang putih, gula, serta jagung. Komoditas-komoditas ini diperkirakan kembali diimpor pada tahun depan. Namun hingga saat ini pemerintah baru memutuskan kuota impor pangan 2024 untuk beras sebesar 2 juta ton dan sisa penugasan pada tahun ini sekitar 400 ribu ton. Adapun jagung impor yang akan tiba setidaknya pada awal tahun mendatang adalah sisa kuota tahun ini.

Pasokan beras menjadi salah satu komoditas yang disorot Bhima. Musababnya, panen raya yang biasanya terjadi pada Maret terancam mundur karena musim tanam pertamanya terganggu anomali iklim El Nino. Khusus untuk jagung, kata dia, pasokannya akan mempengaruhi harga daging dan telur ayam. Sebab, komoditas itu mayoritas digunakan untuk pakan ternak. "Kondisi ini bisa menyebabkan harga yang lebih mahal di konsumen retail." (Yetede)

Naik Tipis Upah Minimum 2024

Yuniati Turjandini 14 Nov 2023 Tempo
JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan upah minimum akan naik pada 2024. Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan. Namun formula penghitungan dalam peraturan tersebut menuai kritik dari serikat buruh. "Dari penghitungan yang ditetapkan dalam revisi (PP tentang pengupahan), ada kemungkinan naiknya tidak akan signifikan," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada Tempo, kemarin, 13 November 2023.

PP yang dikeluarkan pada 10 November lalu itu merevisi PP pengupahan sebelumnya, yakni PP Nomor 36 Tahun 2021. Dalam aturan baru ini, kenaikan upah minimum dihitung berdasarkan formula penghitungan yang mempertimbangkan tiga variabel, yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu. Indeks tertentu yang disimbolkan berupa konstanta alfa itu merupakan variabel yang mewakili kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi atau kabupaten/kota. Penghitungan indeks ini sebelumnya mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022. Angka yang ditetapkan untuk variabel tersebut berada pada rentang 0,1-0,3. (Yetede)

BI Akan Defisit Rp 29 Triliun Tahun 2024

Hairul Rizal 14 Nov 2023 Kontan

Pada tahun depan, anggaran Bank Indonesia (BI) akan besar pasak daripada tiang. Anggaran bank sentral diperkirakan mengalami defisit setelah mencatatkan surplus pada tahun ini. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (13/11), BI menyodorkan Rancangan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2024 dengan proyeksi defisit Rp 29,30 triliun. "Ini dipengaruhi oleh pengeluaran anggaran kebijakan yang meningkat, termasuk juga kenaikan biaya operasi moneter," papar Gubernur BI, Perry Warjiyo, kemarin. Ia menambahkan, hal ini juga terkait beban kontribusi BI terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) atau yang lebih dikenal dengan burden sharing antara bank sentral dan pemerintah sejak 2020 hingga 2022. Sedangkan Anggaran Operasional BI diyakini bisa surplus sekitar Rp 9,68 triliun, terutama disumbangkan oleh penerimaan hasil pengelolaan aset valuta asing (valas). Namun Perry bilang, pihaknya akan mengupayakan anggaran dioptimalkan untuk menjaga progres pertumbuhan ekonomi nasional. Atas usulan tersebut, BI bersama Komisi XI DPR membentuk panitia kerja (panja). Sayangnya, pembahasan atas RATBI 2024 akan dilakukan secara tertutup. "Langsung saja bentuk panja. Jadi ada panja penerimaan dan panja pengeluaran," ungkap Ketua Komisi XI DPR Kahar Muzakir dalam raker tersebut, kemarin. BI dan Komisi XI DPR kemudian menggelar rapat panja kemarin malam. Surplus ini dipengaruhi optimalisasi penerimaan dari pengelolaan surat berharga, termasuk surat berharga negara (SBN). Juga realisasi pengeluaran kebijakan, seperti pembayaran jasa giro pada pemerintah dan kebutuhan beban operasi moneter.

Laba Bersih dari Bisnis Energi Bersih

Hairul Rizal 14 Nov 2023 Kontan

Usai mencatatkan saham perdana pada Oktober 2023, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melaporkan kinerja periode Januari-September 2023. Hasilnya, BREN mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih dari bisnis energi baru terbarukan alias energi bersih. Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini mencetak laba bersih senilai US$ 84,47 juta atau senilai Rp 1,32 triliun dengan asumsi kurs rupiah Rp 15.701 per dollar AS. Realisasi ini naik 12,4% secara tahunan. Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan BREN US$ 445,27 juta, atau naik 5,14% secara tahunan. Pendapatan BREN didominasi penjualan ke pihak ketiga. Penjualan listrik menjadi tulang punggung BREN, mencapai US$ 205,46 juta, naik 8,5% secara tahunan. Adapun penjualan listrik dan uap, pendapatan sewa operasi dan pendapatan sewa pembiayaan dihasilkan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, penjualan kredit karbon BREN merosot 99,8% menjadi hanya US$ 4.000 dari US$ 3,26 juta. Beban BREN terpantau meningkat. Seperti beban usaha naik 6,8% menjadi US$ 127,12 juta dan beban keuangan melompat 60,44% menjadi US$ 100,54 juta dari s US$ 62,66 juta. Penguatan yang signifikan menyebabkan perdagangan saham BREN sempat dihentikan sementara pada Jumat (10/11). Penguatan harga saham ini menjadikan kapitalisasi pasar BREN melonjak. Per Senin (13/11), market cap BREN menyentuh Rp 709 triliun dan membayangi market cap BBRI yang senilai Rp 761,58 triliun. Saat ini BREN melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte Ltd berkomitmen untuk mengembangkan usahanya salah satunya melalui Proyek Salak Binary. "Selain itu BREN melalui Star Energy juga tetap aktif mencari prospek pengembangan usaha melalui akuisisi atas perusahaan energi baru dan terbarukan baik di dalam negeri dan di luar negeri," tulis Merly, Sekretaris Perusahaan BREN. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni menilai, di tengah lonjakan saham BREN, investor bisa memulai profit taking secara bertahap. Head of Business Development FAC Sekuritas, Kenji Putera Tjahaja menilai, bisnis BREN cukup menarik seiring isu energi baru terbarukan (EBT) yang sedang jadi fokus perhatian baik dalam dan luar negeri.

Tekanan ke Emiten Batubara Belum Reda

Hairul Rizal 14 Nov 2023 Kontan

Laba bersih emiten tambang batubara sepanjang Januari hingga September 2023 merosot mengikuti penurunan harga batubara. Penurunan kinerja ini diprediksikan masih berlangsung pada kuartal akhir tahun ini. Terkini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan penurunan laba bersih menjadi US$ 405,83 juta. Realisasi ini tergerus 54,6% secara tahunan. Pendapatan ITMG pun turun sebesar 30,19% menjadi US$ 1,82 miliar. Penurunan kinerja juga dialami PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan koreksi laba bersih hingga 62,21% menjadi Rp 3,8 triliun. PT Indika Energy Tbk (INDY) juga bernasib sama. Bahkan, laba bersih INDY tergerus 72,26% secara tahunan menjadi sebesar US$ 93,83 juta per akhir September 2023. Sedangkan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan pendapatan dan laba bersih yang kompak turun, masing-masing minus 15,76% dan minus 35,96%. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ADRO Garibaldi Thohir mengatakan, average selling price (ASP) ADRO turun 25%. Padahal, produksi dan penjualan batubara ADRO masing-masing naik sebesar 12% dan 11% menjadi 50,73 juta ton dan 49,12 juta ton. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan menilai, belum akan ada rebound signifikan kinerja emiten batubara di kuartal IV-2023. Biasanya, memang ada kenaikan permintaan batubara seiring masuknya musim dingin di negara-negara importir batubara seperti China, Jepang dan India. Proyeksi dia, harga rata-rata batubara Newcastle pada di kuartal IV-2023 berkisar di US$ 135 per ton.Kinerja emiten tambang batubara bisa terbantu dari sisi biaya tunai ( cash cost ), yang kemungkinan akan sedikit menurun. Ini karena ada normalisasi harga minyak dan penurunan royalty rate . Oleh karena itu, Rizkia lebih merekomendasikan emiten batubara yang mulai mendiversifikasikan bisnis seperti HRUM dan ADRO. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan merekomendasikan hold saham PTBA dan dengan menurunkan target harga menjadi Rp 2.700 per saham.

Pilihan Editor