;

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan

Yoga 24 Nov 2023 Kompas
Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 6 %, dalam rangkaian Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 November 2023. Hasil RDG itu menetapkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6 %, suku bunga deposit facility 5,25 %, dan suku bunga lending 6,75 %. Gubernur BI, Perry Warjiyo, Kamis (23/11), mengatakan, kebijakan BI tetap konsisten menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah dalam menghadapi tingginya dampak ketidakpastian global. Karena itu, pihaknya mengambil kebijakan secara preemptive (penangkalan) dan forward looking (proyeksi ke depan) sebagai mitigasi dampak inflasi barang impor (imported inflation). Harapannya, besaran inflasi sesuai target BI, yakni di kisaran 2-4 % pada 2023 dan 1,5-2,5 % pada 2024. (Yoga)

Diferensiasi Produk Wisata Mandalika Diperlukan

Yoga 24 Nov 2023 Kompas

Indonesia Tourism Development Corp atau ITDC berupaya mengembangkan kawasan Mandalika di Lombok, NTB, agar tak hanya dikenal karena sirkuit balapnya. Skema besar telah dirancang untuk memopulerkan kawasan ini sehingga tak hanya menarik investor, tetapi juga wisatawan. President Director ITDC atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Ari Respati menilai, kesan yang melekat pada Mandalika adalah sirkuit atau balapan MotoGP. Padahal, proporsi sirkuit hanya 38 hektar dari total kawasan seluas 1.200 hektar. Sebagai upaya memperkenalkan Mandalika dan sekitarnya untuk meyakinkan investor, ITDC telah mengajak sejumlah investor ke beberapa lokasi di kawasan Mandalika.

Pembangunan sejumlah arena olahraga lain untuk memasarkan wisata Mandalika sedang dilakukan ITDC. Salah satunya membangun pacuan kuda bertaraf internasional. Rencananya, pacuan ini akan diluncurkan pada triwulan III-2024. Arena ini murni digarap investor. ITDC, ujar Ari, telah menandatangani kesepakatan dengan PT Indonesian Paradise Property Tbk. Perusahaan yang menaungi sejumlah hotel berbintang, antara lain Grand Hyatt Jakarta dan Harris Hotel Tuban Bali, ini berinvestasi membangun stadion paddle. ”Kami rasa akan jadi sebuah titik balik bahwa daerah Mandalika itu memang cocok sebagai pusat sport tourism,” ujar Ari di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (23/11). (Yoga)

Kenaikan UMP Ciptakan Dilema

Yoga 24 Nov 2023 Kompas

Kenaikan upah minimum provinsi atau UMP tahun 2024 menciptakan dilema bagi sektor usaha padat karya, seperti industri alas kaki dan tekstil. Kenaikan upah berarti akan menaikkan biaya operasi di tengah penurunan pasar ekspor akibat gempuran barang impor dan perlambatan ekonomi dunia. Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, Kamis  (23/11) upah pekerja di industri alas kaki dan sepatu menyumbang 11 % dari total biaya produksi. Apabila kapasitas produksi dapat maksimal, porsi upah pekerja bisa turun menjadi 6-8 % dari keseluruhan biaya produksi. ”Ini memberatkan kami di tengah posisi kami yang sedang berjuang untuk sekadar bertahan hidup,” ujar Eddy.

Menurut dia, kapasitas produksi industri alas kaki dan sepatu saat ini hanya 50-60 % dari kapasitas terpasang. Pelaku industri alas kaki saat ini sedang kesulitan untuk mendapatkan pembeli. Perlambatan ekonomi dunia termasuk di negara-negara mitra dagang, seperti AS dan Eropa, membuat kinerja ekspor industri alas kaki merosot. Mengutip data BPS, nilai ekspor produk alas kaki pada periode Januari-Oktober 2023 merosot 18,86 % secara tahunan. Pada periode Januari-Oktober 2022, nilai ekspor produk alas kaki Indonesia sebesar 6,57 miliar USD. Angka itu merosot menjadi 5,33 miliar USD untuk periode Januari-Oktober 2023. Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan SDM Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Nurdin Setiawan menambahkan, setiap kali ada kenaikan upah berarti ada kenaikan biaya tenaga kerja. Kenaikan upah ini turut menaikkan pembayaran iuran jaminan sosial untuk ketenagakerjaan dan kesehatan. (Yoga)

Rumah Modern Berukuran Kecil Lebih Diminati

Yoga 24 Nov 2023 Kompas

Muncul perbincangan viral di jagat maya terkait rumah mewah yang sulit dijual.  Meski sudah dipasang tanda dijual, rumah-rumah berukuran besar itu tidak juga laku. Muncul anggapan, rumah besar tidak dilirik generasi Z dan milenial yang mendominasi pasar perumahan. Mediana dan Lukita Grahadyarini Pemilik akun @MerrMagda, misalnya, dalam cuitan di X (Twitter) pada 15 November 2023, menceritakan, di perumahan mewah Cinere, banyak rumah dengan tanda dijual, tetapi tidak laku-laku. Dia menduga rumah seperti itu dimiliki generasi baby boomers yang menimbun real estat. Anak-anak-nya dari generasi X menjual karena butuh uang, tetapi generasi Z tidak sanggup membelinya lantaran harganya belasan hingga puluhan miliar rupiah. Cuitan ini disukai 18.700 kali dan mendapat repost 4.948 kali. Warganet lain yang ikut mengomentari cuitan itu adalah @edwintprast. Dia menyebutkan, di area Ciledug, pada tahun 1990-2000-an terdapat beberapa rumah dibangun seperti istana, sekarang sepi dan kusam, serta tidak ditempati. Dia juga menyebut, ada juga rumah yang dulunya berukuran besar, lalu dibeli pengembang, kemudian dipecah menjadi rumah kecil dalam kluster.

Generasi milenial dan generasi Z cenderung lebih menyukai hunian ukuran kecil-sedang dan minimalis ketimbang rumah mewah berukuran luas. Head of Research 99 Group Indonesia Marisa Jaya mengungkapkan, pilihan hunian sangat bergantung pada gaya hidup yang membuat konsumen menyesuaikan kebutuhan rumah dengan kemampuan finansial. Apalagi, kenaikan harga rumah cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan penghasilan mereka. ”Generasi milenial dan  generasi Z lebih memilih hunian berukuran kecil-sedang karena mengurusnya tidak terlalu sulit, tidak memakan waktu ataupun biaya perawatan yang besar,” ujarnya, Sabtu (18/11), di Jakarta. Rumah kecil berukuran 30-100 meter persegi (m2) saat ini lebih dibidik mayoritas pasar. Mereka juga menyukai hunian yang memiliki nilai tambah atau keunikan tersendiri, seperti hunian dengan fitur smart home, lokasi yang strategis dan terjangkau, serta kemudahan akses fasilitas publik dan transportasi umum yang menunjang aktivitas sehari-hari. (Yoga)

Korupsi Menjegal Arus Investasi

Hairul Rizal 24 Nov 2023 Kontan (H)

Wajah penegakan hukum Indonesia bertambah muram. Aneka peristiwa yang mencederai hukum terjadi. Terbaru adalah penetapan status tersangka oleh Kepolisian terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Ketua lembaga antirasuah itu menjadi tersangka atas kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Ironi yang sangat menyesakkan yang mencederai semangat anti korupsi. Dus, marwah KPK sebagai lembaga antirasuah hancur lebur. Bukan mustahil, kondisi ini bisa mempengaruhi iklim usaha di Indonesia, termasuk berefek ke minat investasi di Indonesia. Oleh karena itu, para pebisnis dan investor minta pemerintah memberikan kepastian hukum atas investasi dan bisnisnya. Apalagi, kasus hukum yang menjerat Firli bukan satu-satunya kasus. Daftarnya kasus yang melibatkan aparat penegak hukum yang terjerat perkara pidana dan etik terbilang panjang. Ini pula yang membuat kinerja penegakan hukum di Indonesia loyo. Sejumlah indikator membuktikan itu. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia anjlok, mengacu data Transparency International Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengindikasikan hal yang sama. Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia versi BPS mencatatkan skor 3,92 dari skala 0 sampai 5. Angka ini lebih rendah dibandingkan 2022 sebesar 3,93. Nilai indeks mendekati 5 menunjukkan masyarakat berperilaku semakin antikorupsi, sedang nilai indeks yang semakin mendekati 0 menunjukkan masyarakat semakin permisif terhadap korupsi. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, kualitas hukum Indonesia diragukan pasca Firli ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga bisa membuat pebisnis dan investor berpikir ulang untuk menanamkan dana di Indonesia. Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta berharap penegakan hukum terus membaik, tanpa pandang bulu. Sebab, penegakan hukum menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing Indonesia. "Saat ini Ketua KPK menjadi tersangka. Ini bisa mempengaruhi kepercayaan. Investor butuh kepastian hukum," ungkap dia kepada KONTAN, kemarin.

Ruang Perubahan Suku Bunga Masih Sempit

Hairul Rizal 24 Nov 2023 Kontan

 Ruang perubahan kebijakan suku bunga Bank Indonesia 7- Day Reverse Repo Rate  (BI7DRR) tetap ada, meski menyempit. Bank sentral terus memantau data-data yang menjadi pertimbangan kebijakan tersebut. Bank Indonesia (BI) mempertahankan bunga acuannya di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2023, setelah kenaikan 25 basis poin (bps) pada Oktober 2023. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, penetapan bunga acuan ini seiring upaya mengantisipasi dampak ketidakpastian global. Dia bilang hal ini merupakan langkah  pre-emptive  dan forward looking  untuk memitigasi dampak terhadap inflasi barang impor (imported inflation). Terutama karena lonjakan harga energi dan pangan global, juga koreksi nilai tukar rupiah. Alhasil, inflasi akan tetap terkendali di kisaran 3% plus minus 1% pada 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada 2024. Ia menambahkan, bank sentral turut mencermati kondisi global. Terutama kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan depan, meski probabilitasnya semakin menipis dari sebelumnya 40% menjadi hanya 10%. Namun, dia memastikan respons kebijakan dari BI terkait suku bunga akan konsisten secara forward looking dan pre-emptive. Juga memastikan untuk menjangkar inflasi ke depan. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, suku bunga acuan saat ini sudah memadai untuk mempertahankan daya tarik aset rupiah sekaligus menarik modal asing untuk mengalir masuk. Dengan demikian, "Suku bunga acuan akan tetap sebesar 6% pada akhir tahun 2023" ungkap dia kepada KONTAN, Kamis (23/11). Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja juga meyakini tak akan ada lagi kenaikan suku bunga acuan pada tahun 2023. "Secara retorika, nampaknya meyakinkan bahwa tidak ada lagi kenaikan suku bunga setidaknya pada bulan Desember 2023," terang Enrico dalam keterangannya, Kamis (23/11). Walaupun juga ada pernyataan dari Gubernur BI bahwa langkah BI masih akan sangat bergantung dengan perkembangan data terakhir.

Omzet Bisnis Turun saat Ekonomi Melaju

Hairul Rizal 24 Nov 2023 Kontan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus membaik pasca pandemi Covid-19. Pada 2022, ekonomi tumbuh mencapai 5,3% dan digadang-gadang bisa melampaui 5% pada tahun ini. Sayangnya, perbaikan angka pertumbuhan ekonomi tersebut tak sejalan dengan omzet yang diraih pengusaha. Omzet mereka justru menurun saat laju ekonomi pulih. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan, hal yang perlu dilihat oleh dunia usaha adalah nominal produk domestik bruto (PDB), bukan PDB secara keseluruhan. David menyebutkan, ada dua faktor yang mempengaruhi kondisi penurunan nominal PDB Indonesia. Pertama, harga komoditas global yang terus mengalami penurunan. Kedua, produk China yang sudah masuk dan menguasai perdagangan di negara negara emerging market termasuk Indonesia dan ikut mempengaruhi inflasi. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso optimistis, beberapa sektor ekonomi akan menggeliat. Terutama didorong momentum Pemilu 2024. Beberapa sektor yang dimaksud yakni konveksi, percetakan, periklanan, media, transportasi, makanan dan minuman, juga beberapa jasa hiburan yang biasanya hadir dalam masa kampanye. Sementara itu, dampak tidak langsungnya akan disumbangkan dari konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT), yang diproyeksikan tumbuh 4,5% hingga 5% pada 2023, kemudian tahun depan akan meningkat lebih tinggi sekitar 6,5% hingga 7%.

Kabar Tiktok Shop Terbangkan GOTO

Hairul Rizal 24 Nov 2023 Kontan

Wacana Tiktok Shop akan kembali ke Indonesia kian santer terdengar. Perusahaan milik ByteDance Ltd ini dikabarkan tengah menjajaki investasi dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Tiktok tengah dalam penjajakan investasi pada unit bisnis Tokopedia. Menurut sumber Bloomberg, transaksi investasi ini akan diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Bahkan kabarnya GOTO dan Tiktok berupaya untuk membentuk joint venture. Nantinya kedua perusahaan itu akan membangun platform e-commerce baru. Hingga berita ini diturunkan, manajemen GOTO dan Tiktok belum memberikan tanggapan atas pertanyaan KONTAN. Head of Investor Relations GOTO, Reggy Susanto cuma bilang, tim komunikasi GOTO akan menyampaikan keterangan mengenai kabar tersebut. "Nanti tim kami akan menghubungi," kata Reggy kepada KONTAN, Kamis (23/11). Di sisi lain, kabar ini direspons positif oleh pelaku pasar. Kamis (23/11), saham GOTO melesat 11,90% ke 94 per saham. Di saat bersamaan, tiga saham emiten terafifliasi GOTO juga ikut melejit. Misalnya, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang menyentuh auto rejection atas (ARA). Saham ARTO meroket hingga 24,89% ke level Rp 2.860 per saham. GOTO dan ASSA beserta sejumlah investor lain memiliki kongsi strategis di PT Tri Adi Bersama, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan ekspedisi Anteraja. Saham terafiliasi GOTO lain yang juga menghijau adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang naik 13,56% ke level Rp 67 per saham. Sejak Oktober 2023, analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra sudah memprediksi Tiktok Shop akan kembali hadir di Indonesia. Dia menilai, GOTO akan menjadi mitra yang ideal bagi Tiktok Shop untuk kembali beroperasi. Menurutnya berkongsi dengan GOTO merupakan jalan yang tercepat. Di sisi lain, kehadiran Tiktok Shop akan memberikan warna bagi industri e-commerce karena keberhasilannya dalam mendisrupsi pasar dengan teknologi teranyar. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment. Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, kehadiran Tiktok Shop akan meramaikan pasar. Namun, investor perlu mencermati skenario apa yang akan dilakukan oleh TikTok Shop.

Menimbang Dividen Interim Emiten Bank

Hairul Rizal 24 Nov 2023 Kontan

Kabar baik bagi investor saham. Sejumlah emiten masih bakal membagi kado Natal berupa dividen interim. Dari emiten bank, Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah mengumumkan akan membagi dividen interim senilai Rp 5,2 triliun dari buku 2023, atau setara Rp 42,5 per saham. Bila dihitung berdasarkan harga penutupan BBCA kemarin, yield dividen mencapai 0,48%. Kalau ingin kebagian kado BBCA ini, investor harus sudah tercatat di daftar pemegang saham paling lambat 5 Desember. Pembayaran dividen interim tunai akan dilakukan pada 20 Desember 2023. Secara historis, BBCA tercatat rajin bagi dividen interim. Dibanding tahun lalu, nilai yang dibagikan tahun ini meningkat 21,4%. Laba BBCA di sembilan bulan tahun ini tercatat naik 25,8%. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, penetapan dividen interim ini sudah mempertimbangan kinerja dan kebutuhan pencadangan bank. "Perhitungannya juga menggunakan kajian terkait kondisi ekonomi ke depan. Sehingga, tak akan berpengaruh besar pada bisnis di tahun mendatang," kata dia, Kamis (23/11). Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menilai dividen interim BBCA kurang menarik bagi para pemburu dividen. Sebab, yield dividen hanya sekitar 0,4%. Angkanya jauh di bawah bunga deposito yang dijamin LPS, yakni 4,25%. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto juga menilai dividen interim BBCA kurang menarik diburu bila investor belum memiliki saham BBCA. Menurut dia, dividen BBCA biasanya baru menarik saat dividen final.

Dana Kelolaan Dapen Melejit

Hairul Rizal 24 Nov 2023 Kontan

Dana kelolaan atau aset industri dana pensiun (Dapen) tumbuh di sepanjang sembilan bulan tahun 2023. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai akhir September 2023, total dana kelolaan industri dana pensiun secara gabungan tumbuh 6,85% secara tahunan jadi Rp 360,62 triliun dari Rp 337,50 triliun per September 2022. Tapi, secara bulanan, aset kelolaan industri dana pensiun per September 2023 turun dibandingkan Agustus 2023 sebesar Rp 361,01 triliun. Dari data OJK, kontribusi terbesar dana kelolaan per Agustus 2023 dari aset dana pensiun pemberi kerja (DPPK) jenis program pensiun manfaat pasti atau PPMP. Data OJK selaras dengan pertumbuhan dana kelolaan yang dibukukan sejumlah perusahaan dana pensiun. Contohnya dana kelolaan PT Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM). Hingga akhir September 2023, DPBM membukukan dana kelolaan netto Rp 10,08 triliun atau tumbuh 8,56% secara tahunan. "Pertumbuhan aset DPBM berasal dari iuran pensiun dan hasil usaha bersih sekitar Rp 524 miliar," ujar Ali Farmadi, Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri kepada KONTAN, Kamis (23/11). Sementara itu, lanjut Ali, aset investasi DPBM hingga September 2023 mencapai Rp 9,85 triliun. Dana kelolaan DPBM ini diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi. Plt Pengurus 2 DPLK PertaLife, Deny Kurniawan menuturkan, tumbuhnya aset kelolaan didorong pendapatan investasi yang mencapai Rp 227 miliar di September 2023. Ini tumbuh 42% secara tahunan dibanding September 2022 sebesar Rp 160 miliar. "Pertumbuhan ini dari hasil investasi dan penambahan iuran yang kami investasikan kembali sesuai penempatan investasi yang dipilih oleh masing-masing peserta," terangnya. Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Bambang Sri Mulyadi mengestimasi, pertumbuhan aset industri dapen pada 20024 tidak jauh dari realisasi tahun ini. "Pertumbuhan aset secara prosentase pada tahun depan, deviasi sedikit plus atau minus dibanding 2023," katanya.

Pilihan Editor