;

Saham Pilihan Para Juragan

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Kontan (H)

Sudah lazim, suhu politik menghangat menjelang proses pemilihan umum (pemilu). Tanpa terkecuali menjelang pemilu tahun 2024. Situasi ini acap membuat investor saham bersikap wait and see dan ekstra waspada untuk masuk bursa saham. Namun demikian, sejumlah investor saham kawakan menilai situasi kali ini lebih adem ketimbang suhu politik beberapa pemilu yang sudah-sudah. Alhasil, pilihan-pilihan sahamnya pun lebih fleksibel. Menurut Kartika Sutandi, salah satu investor kawakan di bursa, tahun pemilu saat ini, terutama pemilu presiden, bukan sentimen besar yang bisa mempengaruhi investor menata ulang portofolio mereka. Perempuan yang akrab disapa Tjoe Ai ini justru melihat ada sentimen lain yang lebih berpengaruh terhadap keputusan investasi di pasar saham ketimbang sentimen pemilu. "Sentimen The Fed itu lebih penting, dibandingkan dengan pemilu yang akan berlangsung nanti. Pemilu sekarang sepertinya tidak sehuru-hara tahun 2019 lalu," kata Tjoe Ai, kepada KONTAN, Jumat (24/11). Sukarto Bujung, investor saham dan pemilik PT Buyung Putra Sembada Tbk (HOKI), juga menyatakan perhelatan pemilu tidak akan mengubah portofolionya. Saat ini Sukarto berinvestasi di saham sektor teknologi, asuransi, dan sektor konsumer. "Saya tidak takut investasi di pasar modal Indonesia dalam keadaan apapun," tandas dia. Selain sektor konsumer, Tjoe Ai juga melihat saham-saham sektor teknologi hingga perbankan sebagai sektor yang prospektif. Di sektor teknologi misalnya, kabar rencana merger antara dua perusahaan telekomunikasi, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL), masuk dalam radar pantauan Tjoe Ai. Ia menambahkan saat ini terus memupuk cash, sebagai amunisi untuk berburu saham pilihannya. Ihwal saham pilihan, Lo mengaku sedang tertarik dengan saham sektor perbankan dan batubara. Dia menilai emiten di dua sektor ini bisa membukukan laba besar, serta memiliki valuasi murah. Selain saham bank, investor kawakan lainnya, Presiden Direktur Adi Sarana Armada (ASSA), Prodjo Sunarjanto, menjagokan saham fast moving consumer good (FMCG) di tahun pemilu lantaran emiten sektor ini berpeluang menangguk paling besar perputaran duit pemilu.

Lagu Lama Siklus Belanja Negara Terus Diputar

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Kontan

Ibarat lagu lama yang terus diputar ulang. Itulah siklus penyerapan belanja negara. Pemerintah masih saja memupuk realisasi belanja di akhir tahun. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi belanja negara hingga akhir Oktober 2023 baru mencapai Rp 2.240,8 triliun. Ini berarti, memasuki awal kuartal keempat 2023, bujet tersebut baru terserap 73,2% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Belanja negara malah turun 4,7% secara tahunan atau year on year (yoy). Padahal, per akhir September lalu, angkanya masih tumbuh 2,8% yoy. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, penyebab kontraksi pada belanja pemerintah pusat. "Belanja turun ini karena mayoritas belanja non-K/L untuk subsidi dan kompensasi, realisasinya lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu," kata Sri Mulyani, Jumat (24/11). Hingga akhir Oktober, subsidi dan kompensasi energi yang sudah pemerintah bayar ke PT Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp 232,8 triliun, yang terdiri dari realisasi subsidi dan kompensasi listrik Rp 83,4 triliun, bahan bakar minyak (BBM) Rp 97,2 triliun, dan LPG tabung 3 kilogram (kg) Rp 52,2 triliun. "Karena harga komoditas minyak dan gas menurun dari tahun lalu, sehingga pressure juga untuk Pertamina maupun PLN untuk likuiditasnya dan lainnya jauh lebih rendah dari tahun lalu," sebut Direktur Jenderal Anggaran Kemkeu Isa Rachmatawarta. Di sisi lain, realisasi pendapatan negara yang terdiri dari pajak, bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) telah mencapai Rp 2.240,1 triliun, atau menembus 90,9% dari target. Pendapatan negara ini tumbuh sebesar 2,8% yoy. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu Febrio Kacaribu optimistis, defisit APBN 2023 berada di bawah 2,3% dari PDB. "Ini menjadi modal bagi APBN kita untuk tetap bisa berfungsi sebagai shock absorber ," ujar Febrio. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyayangkan penyerapan belanja negara masih lamban. Tapi, ia berharap, belanja pemerintah sebagai salah satu kontributor PDB, bisa naik di atas 3% yoy pada kuartal IV-2023, setelah mencatatkan kontraksi 4,77% yoy di kuartal IV-2022. Sementara Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy menyoroti realisasi transfer ke daerah yang mengalami kontraksi. Menurutnya, pemerintah daerah masih terkendala rencana belanja, persyaratan administrasi untuk memperoleh dana transfer hingga merealisasikan anggarannya.

Tekanan Terhadap Nilai Tukar Rupiah Belum Usai

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Kontan

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah mulai berkurang. Namun, kondisi ini tidak akan berlangsung lama, mengingat kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) yang besar pada akhir tahun. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, bakal ada kebutuhan dana yang harus dikeluarkan pada akhir tahun, sesuai dengan pola musiman. Terutama, terkait dengan kebutuhan pembayaran utang luar negeri (ULN) yang cenderung meningkat tiap akhir kuartal, dan juga ada kebutuhan dolar paman Sam untuk pembayaran impor para pengusaha. Walaupun di sisi lain, ia melihat, tetap ada kemungkinan dana asing masuk di sisa tahun 2023, seiring dengan berbagai peristiwa yang terjadi di global maupun dalam negeri. Pertama, datang dari kemungkinan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang tak akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Kedua, gencatan senjata yang akan berlangsung antara Israel dan Hamas. Sehingga, ketegangan di kawasan Timur Tengah agak mereda. Ketiga, upaya Bank Indonesia (BI) dalam mengundang aliran masuk modal asing, seperti kebijakan suku bunga serta instrumen moneter baru Sekuritas Rupiah BI (SRBI), Sekuritas Valas BI (SVBI), dan Sukuk Valas BI (SUVBI). Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga melihat, ada kemungkinan dana asing masuk di sisa tahun ini. Meski memang, angkanya tidak terlalu besar. "Memasuki pertengahan Desember nanti, volume pasar akan jauh menurun karena sudah memasuki liburan akhir tahun," jelas David. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, dari awal Oktober hingga 21 November 2023, ada aliran masuk modal asing secara neto sebesar US$ 2,6 miliar. Hal ini sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang masih baik.

Mengejar Muatan Lebih Besar

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Kontan

Satu lagi perusahaan jasa transportasi atau freight forwarding belum lama ini melantai di bursa, yakni PT Logisticplus International Tbk. Emiten berkode LOPI resmi menjadi anggota bursa pada Oktober 2023. Logisticsplus berdiri pada tahun 2013. Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama para pengusaha nasional bidang logistik dan jasa pengiriman dengan anak perusahaan Logisticsplus Inc, asal Amerika Serikat yang berada di Indonesia. Namun kiprah LOPI di kancah jasa transportasi dan logistik dimulai pada tahun 2016. Saat itu LOPI baru mendapatkan tiga mitra dengan dua armada truk. Di tahun tersebut, LOPI mendapat kontrak dari GE Healthcare. Pelan tapi pasti, kontrak yang didapat LOPI terus berkembang. Satu tahun kemudian, LOPI mendapat kontrak distribusi ritel dari perusahaan yang sama ke 1.800 lokasi. Melihat prospek bisnis yang terus berkembang, di tahun berikutnya LOPI mulai mengembangkan lini bisnis di layanan jasa kapal tongkang. Ekspansi ini digelar seiring dengan maraknya pertambangan di periode tersebut. Alhasil, dengan beragamnya layanan tersebut, Logisticsplus Plus Inc masuk menjadi salah satu pemegang saham dari LOPI. Kerjasama ini membuat LOPI kini memiliki kantor di Amerika Serikat. Tak hanya itu, LOPI juga punya kantor perwakilan di hampir 180 negara. Direktur Utama Logisticsplus International, Wahyu Dwi Jatmiko mengatakan kerja sama tersebut salah satu strategi LOPI setelah resmi melantai di BEI. Selain dengan Pertamina, ia mengklaim, LOPI telah menekan kontrak dengan beberapa perusahaan, dengan nilai yang bervariatif dengan rentang Rp 30 miliar hingga Rp 60 miliar. Adapun sekitar 60% dana initial public offering (IPO) bakal dipakai untuk modal kerja. Selain itu juga untuk pembelian perangkat teknologi logistik untuk mendukung operasional perusahaan dan penjualan. Saat ini, LOPI memiliki pelanggan utama yaitu PT GE Operations Indonesia, PT Abi Mandiri Perkasa, dan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi. Kerja sama ini terus berlanjut hingga saat ini.

Bertempur di Lini Konsumer

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Kontan

Perbankan asing di dalam negeri optimistis bisa menggenjot penyaluran kredit konsumer tahun depan. Para bank asing ini akan mengandalkan sinergi grup usaha untuk mendorong kinerja. Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga akhir Agustus 2023, penyaluran kredit konsumer bank asing hanya sebesar Rp 11,07 triliun. Angka ini turun tipis dibanding periode yang sama di 2022, Rp 11,59 triliun  Bandingkan dengan kredit konsumer bank swasta nasional. Per Agustus 2023, penyaluran kredit konsumer bank swasta nasional mencapai Rp 654,99 triliun. Realisasi ini sekitar 26% dari total kredit yang sekitar Rp 2.900 triliun. Direktur Bank OCBC NISP Tbk (NISP) Andrae Krishnawan menuturkan, OCBC memiliki komitmen untuk menggenjot bisnis ritel. Salah satu strateginya, mengoptimalkan sinergi dengan grup. Berdasarkan laporan keuangan, per September 2023, OCBC mencatat pertumbuhan kredit 10% secara tahunan menjadi senilai Rp 144,7 triliun. Optimisme juga digaungkan Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Bank asal Malaysia ini akan terus menggenjot pertumbuhan bisnis kredit konsumer. "Pada tahun depan kami menargetkan pertumbuhan kredit konsumer bisa berada di kisaran 8%-10%," kata Lani Darmawan, Presiden Direktur CIMB Niaga. Tak mau kalah, Bank Danamon Indonesia Tbk juga siap tempur di bisnis kredit konsumer. Bank yang sahamnya dikendalikan MUFG Bank Ltd, gergasi keuangan asal Jepang, ini akan mengakuisisi bisnis ritel Standard Chartered Bank Indonesia. Consumer Lending Business Head Bank Danamon Indonesia Reza Rusly mengatakan, akuisisi tersebut bertujuan untuk memperkuat bisnis consumer banking . Di sembilan bulan pertama 2023, bank ini telah menyalurkan kredit konsumer Rp 15,3 triliun, tumbuh 31% secara tahunan.

Kemkop UKM Usulkan Syarat Hapus Tagih UMKM

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Kontan

Pemerintah terus menggodok aturan hapus tagih kredit UMKM. Terbaru, Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan tambahan potensi nilai hapus tagih mencapai Rp 10,96 triliun dari yang terdampak bencana. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berujar, nilai ini dihitung berdasarkan debitur yang mengalami bencana gempa bumi 2006 dan pandemi Covid-19. Hanya saja, hal ini belum dibahas lebih lanjut dalam rapat kabinet. Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Teten merinci, potensi dari bencana gempa bumi 2006 senilai Rp 30,22 miliar dengan 11 debitur. Nah, debitur tersisa ini berharap 100% kreditnya dihapus tagih. Teten menambahkan, pihaknya telah mengusulkan beberapa kriteria untuk memilih debitur yang bisa dilakukan hapus tagih UMKM. Di antaranya, piutang telah macet dengan masuk dalam golongan lima dan sudah dilakukan hapus buku. Minimal usia hapus buku sekitar 10 tahun. Usul lainnya, debitur sudah membayar angsuran pertama dengan batas maksimal pinjaman Rp 500 juta. Dan, tidak ada agunan bernilai uang untuk dijual. Kriteria lain, debitur sudah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris. Sebelumnya, Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo mengaku belum bisa memproyeksikan berapa nilai kredit BTN yang bisa dihapus tagih. Per September 2023, BTN telah melakukan hapus buku kredit Rp 2,7 triliun. Sekitar Rp 300 miliar di antaranya kredit UMKM. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menimpali, implementasi hapus tagih perlu peraturan pelaksana. Ini untuk menentukan kriteria nasabah yang bisa dihapustagih.

Startup Aplikasi Emas Semakin Berkilau

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Kontan

Bisnis emas memang tak pernah hilang berkilau. Aplikasi jual beli emas sudah makin banyak. Platform ini bisa pengguna manfaatkan untuk membeli emas secara fisik atau sebagai tabungan emas. Transaksi startup  emas pun semakin melejit. Salah satu kelebihan dari aplikasi ini adalah kemudahan dalam berinvestasi emas. DARI zaman dahulu sampai era digital sekarang, investasi emas ternyata masih menjadi pilihan utama masyarakat. Lebih lagi, harga emas cenderung naik. Hal ini yang membuat bisnis perusahaan rintisan atau startup emas juga terus terangkat. Sebut saja, Treasury. COO & Co-Founder Treasury Andreas Santoso menyebutkan, hingga kini, jumlah pengunduh atau downloader aplikasi Treasury sudah mencapai lebih dari dua juta unduhan. Angka penjualan emas di Treasury per bulan pun termasuk besar. Sayangnya, Andreas belum bisa membuka berapa besar angka penjualan emas di aplikasi Treasury saban bulan. Beberapa layanan di Treasury, seperti Transfer Emas, Waris, dan Cetak Emas Fisik dalam keping emas Antam dan UBS. Andreas mengatakan, layanan yang paling banyak user minati ialah beli dan jual emas. Dalam aplikasi Treasury, pengguna juga akan mendapat update harga emas secara real time. Ada juga Pluang yang merupakan perusahaan rintisan aplikasi investasi multi-aset, yang juga menawarkan investasi emas digital. Berinvestasi emas digital di Pluang bisa mulai Rp 10.000. Saat beli emas lewat platform ini, emas akan tersimpan dalam bentuk saldo. Pengguna Pluang bisa menarik emas fisik yang Antam produksi mulai dari 1 gram dan kapan saja. "Setidaknya, ada pertumbuhan saldo emas pengguna per tahun mencapai lebih dari 40%. Ini menjadi bukti emas sebagai aset investasi yang tetap relevan bagi investor di tengah volatilitas pasar," tutur Kartika Dewi, Head of Corporate Communications Pluang.

Gempor Akibat Lesunya Pasar Ekspor

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Kontan

Emiten saham furnitur, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), tengah berjuang mempertahankan bisnisnya di tengah pelemahan permintaan mebel dan komponen bangunan ( building component ) di pasar ekspor. Pada kuartal III-2023, kinerja keuangan WOOD lesu darah. Penjualan bersih WOOD turun 56,04% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1,71 triliun. Penjualan building component turun terdalam, sebesar 62,74% yoy, menjadi Rp 898,43 miliar. Bersamaan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk WOOD juga terjun 80,33% yoy menjadi Rp 59,14 miliar. Fajar Andika, Investor Relation Integra Indocabinet bilang, penjualan furnitur dan building component memiliki korelasi yang kuat dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Ini mengingat mayoritas ekspor WOOD ditujukan ke Negeri Paman Sam. Dalam catatan KONTAN, Integra Indocabinet memangkas proyeksi penjualannya menjadi turun sekitar 40%--50% pada tahun ini. Walau demikian, manajemen WOOD optimistis perekonomian AS bisa berangsur-angsur pulih. Jika ekonomi pulih, permintaan furnitur di pasar Amerika Serikat juga bisa bangkit lagi. "Sebab, titik terendah penurunan industri furnitur AS sebenarnya berlangsung ada di semester kedua tahun lalu," kata Fajar, Jumat (24/11). Menurut data Trade Map, pada tahun 2022, AS menjadi negara pengimpor furnitur terbesar di dunia dengan nilai US$ 86,73 miliar atau setara dengan 29,1% dari total nilai impor furnitur secara global. "Oleh sebab itu, kami masih berusaha untuk melakukan penetrasi pasar ke AS dengan menambah portofolio pelanggan," ujar Fajar. Sembari menunggu pulihnya pasar ekspor, Integra Indocabinet menempuh sejumlah diversifikasi untuk menekan risiko. Upaya yang bisa dilakukan perusahaan ini adalah dengan menggenjot penjualan produk-produk furnitur di pasar domestik. Meski begitu, pilihan menggenjot pasar dalam negeri juga sama-sama menantang lantaran juga sedang melambat. Merujuk laporan keuangan WOOD, penjualan produk building component turun 58,70% yoy menjadi Rp 14,75 miliar pada kuartal III-2023. Berdasar catatan KONTAN, tahun ini WOOD menyiapkan capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar. Dari alokasi tersebut, WOOD sudah membelanjakan sekitar Rp 50 miliar hingga mendekati akhir tahun ini.

TANCAP GAS HULU MIGAS

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Langkah pemerintah untuk menjaga ketahanan energi dan mengawali penghiliran migas demi transisi energi semakin nyata. Dimulainya operasi komersial (onstream) proyek strategis nasional (PSN) Tangguh Train 3 dan groundbreaking tiga proyek lain dari hulu migas dan turunannya menegaskan hal itu. Tangguh Train 3, yang akan menjadi penghasil gas bumi terbesar di Indonesia, diharapkan dapat berkontribusi signifikan untuk mendukung target nasional produksi gas 12 standar kaki kubik per hari pada 2030. Presiden Joko Widodo optimistis pengoperasian Train 3 dan pengembangan tiga proyek pengembangan Tangguh LNG akan mendukung daya tahan energi nasional. "Proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan Tangguh LNG menjadi 11,4 juta ton per tahunnya dan berkontribusi signifikan untuk mendukung target produksi gas pada tahun 2030," katanya di Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (24/11). Proyek hulu migas dengan nilai investasi sebesar US$4,83 miliar atau setara Rp72,45 triliun itu berkapasitas 3,8 million tons per annum (MTPA). Alhasil, proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat tersebut akan mampu meningkatkan produksi hingga 11,4 juta ton per tahun. Sementara itu, sederet proyek pada fase pengembangan selanjutnya dari Tangguh LNG juga mendukung upaya pemerintah untuk memenuhi pasokan gas nasional dan mencapai target emisi net zero emission pada 2060. Groundbreaking ketiga proyek itu yakni Ubadari Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) atau UCC; proyek penghiliran Blue Ammonia; dan Asap Kido Merah juga dilakukan secara langsung oleh Presiden. Di samping untuk memperpanjang usia lapangan gas, proyek pengembangan itu akan memanfaatkan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau CCS untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Tangguh dan berpotensi menerima serta menyimpan CO2 pihak ketiga. UCC misalnya akan menjadi CCS Hub pertama di Indonesia dengan potensi kapasitas penyimpanan CO2 hingga 1,8 gigaton. Selain menghasilkan tambahan produksi gas, proyek ini akan menginjeksikan sekitar 30 juta ton CO2 sampai 2035 ke reservoir yang ada.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan sejumlah fasilitas migas baru tersebut akan menjamin ketahanan energi bangsa dan pencapaian program transisi energi menuju NZE pada 2060. “Proyek-proyek penghiliran tersebut merepresentasikan ketangguhan atau daya tahan industri hulu migas Indonesia dalam menjalankan tugasnya di tengah dinamika dan tantangan baik yang bersifat global maupun nasional”, ujar Arifin. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto berharap Tangguh Train 3 bisa beroperasi dengan kapasitas penuh di awal Desember sehingga semakin memperkuat neraca gas nasional dan mendukung kebutuhan domestik. Di sisi lain, tambah Dwi, proyek Lapangan Gas Asap Kido Merah akan memproduksi cadangan gas guna memenuhi kebutuhan industri nasional. “AKM akan produksi 369 MMscfd. Dari total itu, 115 MMscfd dipakai pabrik Pupuk Kaltim di Fakfak, sedangkan yang 254 MMscfd dipakai untuk menambah produksi LNG di Teluk Bintuni juga. Ada tambahan produksi gas sampai 2030,” pungkasnya. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan beroperasinya Train 3 dan groundbreaking tiga proyek pengembangan di Tangguh LNG menunjukkan sejumlah katalis positif bagi daya tahan energi nasional.

Mengawal Target Lifting Migas

Hairul Rizal 25 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Di tengah kondisi geopolitik dunia yang tengah memanas, para pemangku kepentingan di sektor energi dan sumber daya mineral tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah khususnya dari sisi hulu minyak dan gas bumi. Produksi minyak mentah na­sio­nal yang tengah terjun bebas berdampak serius terhadap capaian lifting sepanjang tahun. Lebih lanjut, situasi ini membuat otoritas hulu minyak dan gas (migas) nasional khawatir capaian target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 bakal terganggu. Selama ini, muncul tiga masalah besar yang membuat kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tertatih-tatih untuk meningkatkan produksi minyak mentah ini. Pertama, titik awal produksi yang rendah. Kedua, unplanned shutdown di sejumlah lapangan minyak yang menjadi andalan lifting nasional, dan ketiga, mundurnya penyelesaian proyek sumber energi fosil ini. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), proyeksi lifting migas pada akhir tahun ini akan berada di kisaran 607.500 barel per hari (bopd) untuk minyak, dan 5.400 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas. Adapun, target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN 2023 dipatok di level 600.000 bopd, sedangkan gas bumi sebesar 6.160 MMscfd. Kegiatan eksplorasi migas disadari sangat penting untuk mendapatkan tambahan cadangan dari hasil penemuan di lapangan baru yang masih segar. Pemerintah sangat gencar mendorong KKKS untuk mencari cadangan migas baru dan menerapkan teknologi enhance oil recovery (EOR) untuk lapangan tua. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah turut memberikan kemudahan berupa insentif yang dituangkan dalam beleid tentang kontrak bagi hasil kotor (gross split) jika menggunakan teknologi tinggi tersebut. Melalui EOR akan meningkatkan jumlah minyak mentah dari ladang migas mencapai 30% hingga 60%, lebih tinggi dibandingkan dengan pemanfaatan primary and secondary recovery.

Pilihan Editor