;

PTBA Kaji Diversifikasi Hilirisasi Baru Bara

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan kajian diversifikasi hilirisasi batu bara. tak lagi fokus pada proyek dimetileter (DME) yang merupakan bahan baku LPG, BUMN tambang batu bara itu kini melakukan kajian hilirisasi seperti mono ethyleneglycol (MEG), coal bed methane (CBM), maupun anoda grafit. MEG merupakan bahan baku cat, resin, solven, dan bahan baku polister di industri tekstil.  CBM seperti hal nya gas konvensional  yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Sedangkan anoda grafit  merupakan bentuk hilirisasi  batu bara menjadi anoda baterai kendaraaan listrik. "Hilirisasi inikan semua dalam proses. Hilirisasinya enggak hanya ke DME, kita ada gasifikasi. Kita ada mau ke MEG, kemudian juga ada anoda grafit. nah, ini semua lagi berproses, dilakukan dikajian. Jadi hilirisasi tetap kita jalani  supaya bisa memberikan nilai tambah," kata Arsal ditemui usai rapat dengan pendapat dengan Komisi VII DPR di jakarta Senin (28/11/2023). (Yetede)

Segmen Konsumsi Dorong Pertumbuhan Kredit Perbankan

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Dalam kurun waktu 10 bulan  ini, industri  perbankan telah mengucurkan kredit  sebesar Rp 6.863 triliun, tumbuh 8,7% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan disumbang dari segmen konsumsi yang  mengikat lebih tinggi dibandingkan segmen kredit lainnya. Bank Indonesia (BI) mencatatkan dari data uang Beredar, perkembangan kredit nasional sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit debitur perorangan sebesar 9,4% (yoy) per Oktober 2023 menjadi Rp 3,289,7 triliun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya  yang tumbuh 9,1% (yoy). Sedangkan, kredit pada debitur korporasi melambat  dari 8,3% (yoy) per September  2023 menjadi tumbuh 9,1% (yoy). Sedangkan, kredit  pada debitur korporasi melambat  dari 8,3% (yoy) per September menjadi tumbuh 8% (yoy) per Oktober 2023 senilai Rp 3.518,5 triliun. (Yetede)

Nexa Wahadi Pelaku Bisnis Manfaatkan AI

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-PT Internet Mulia Untuk Negeri (Nexa) baru saja menggelar acara bertema Next Level AI Conference: Unlocking Business Opportunies and Efficiency with Artificial Intelegence dengan mengundang para pelaku bisnis. Acara ini merupakan hasil kerja sama Nexa dengan InfoKomputer dan Kitatama yang di gelar di PO Hotel Semarang Jawa Tengah, baru-baru ini. Tren pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) di dunia bisnis sekarang semakin menunjukkan peningkatan dan manfaat yang signifikan. Hal ini pun membawa dampak positif dalam berbagai sektor kehidupan, terutama dalam segi bisnis. Pada acara tersebut, fokus pembahasan dipusatkan pada potensi pemanfataan taknologi AI di lingkungan bisnis, mulai dari meningkatkan efisiensi, menciptakan peluang bisnis baru, sampai meningkatkan ketahanan/keamanan siber (cyber security) organisasi. (Yetede)

Apa Itu COP dan Mengapa Pertemuan Itu Penting

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Tempo
COP atau Conference of The Parties adalah pertemuan tahunan global untuk membahas ancaman krisis iklim. Namun konferensi antarpemerintah ini juga menjadi biang kontroversi, terutama akibat minimnya kemajuan dalam penanggulangan bencana iklim. Sejak pertama kali berlangsung pada 1995, setiap COP menghasilkan pengurangan emisi secara bertahap. Sementara itu, transformasi besar-besaran dan sistemik untuk mencapai tujuan yang ditetapkan Perjanjian Paris masih jauh panggang dari api.

Meski demikian, kita juga perlu memahami besarnya tantangan untuk mencapai konsensus bagi 198 negara peserta. Di tengah kondisi itu, COP telah meraih sejumlah tonggak penting, terutama Perjanjian Paris. Maka, meski progresnya sangat lambat, COP tetap menjadi mekanisme paling potensial untuk memberi tekanan kepada semua pemerintah untuk menjalankan perubahan besar agar pemanasan global tak melebihi 1,5 derajat Celsius, atau setidaknya, tetap berada di ambang batas 2 derajat Celsius.

Secara resmi, COP adalah badan pengambil keputusan tertinggi pada Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dan perjanjian-perjanjian di bawahnya. UNFCCC, yang aktif sejak Maret 1994, berupaya mencegah segala aktivitas manusia yang mengganggu sistem iklim. Badan ini menekankan pentingnya pencapaian tujuan itu dalam batas-batas waktu tertentu supaya ekosistem dapat beradaptasi secara alami terhadap perubahan iklim, menjaga produksi pangan, dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. (Yetede)

Berlomba Talangi Program Jumbo

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Tempo
 JAKARTA – Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024-2029 mengobral berbagai program yang menelan biaya jumbo untuk menggaet pemilih. Strategi penguatan fiskal untuk mendongkrak penerimaan negara dibutuhkan untuk menalangi program tersebut. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden memiliki program yang relatif mirip serta membutuhkan biaya besar. Misalnya program pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan memberikan makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren serta bantuan gizi untuk anak usia balita dan ibu hamil.

Program itu menyasar lebih dari 80 juta orang dengan cakupan 100 persen pada 2029. Jika makan gratis senilai Rp 15 ribu per orang, setidaknya butuh Rp 1,2 triliun untuk membiayai program tersebut dalam sekali waktu. Program tersebut diperkirakan menyedot dana ratusan triliun rupiah jika berlangsung secara rutin.

Menurut Piter, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ataupun Ganjar Pranowo-Mahfud Md. juga memiliki program-program yang membutuhkan biaya besar serta berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Piter menilai realistis-tidaknya program tersebut terletak pada upaya-upaya para calon meningkatkan penerimaan negara untuk membiayainya.  “Ketika menganggarkan pengeluaran yang begitu besar, tapi di sisi lain target penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi dibatasi, program-program tersebut menjadi sulit dilaksanakan,” kata Piter saat dihubungi Tempo, kemarin. (Yetede)

Asa Besar Ekonomi Nataru

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Libur Natal 2023 dan tahun Baru 2024 (Nataru) diperkirakan bakal memberi dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan setahun lalu. Selain karena sejak tahun ini kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)  sepenuh tidak lagi diterapkan, masyarakatpun mulai sibuk dengan aktivitas menyongsong  perhelatan akbar politik berupa pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung pada 14 Februari mendatang. Harapan dampak besar Nataru terhadap perekonomian menguat menyusul rilis hasil survei oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan. Disebutkan bahwa potensi  pergerakan masyarakat pada  masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mencapai 107,63 juta orang. Ini setara dengan 39,6% total populasi nasional  dan melonjak 143,67% bila dibandingkan setahun sebelumnya yang diprediksi hanya 44,17 juta orang. (Yetede)

BBM Satu Harga Butuh Perencanaan Matang

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily (H)
PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) ikut menyukseskan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Program ini membuat harga solar subsidi dan Pertalite di wilayah 3T (Tertinggal, terluar, dan terdepan) setara dengan kota-kota besar. Direktur Operasi PIS Brilian Perdana  perencanaan matang menjadi kunci efisiensi  penyaluran BBM Satu Harga, mulai dari level stasiun  mengisi bahan bakar umum (SPBU), depo BBM, terminal BBM, pelabuhan, kapal, dan kilang. Setiap level tersebut  memiliki peran yang penting dalam program ini. "Koordinasi internal berjalan masif. Setiap hari kami berkoordinasi  untuk memastikan demand dimasing-masing titik terpenuhi," kata Brilian. Brilian juga mengungkapkan, koordinasi ini bertujuan memastikan produksi kilang mencukupi. Selain itu, PIS mengecek keandalan kapal dalam memuat BBM, kondisi pelabuhan, maupun kesiapan armada darat, seperti mobil tangki. (Yetede)

Mencari Titik Keseimbangan antara Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Ekonomi

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah terus memperkuat peran pembiayaan  dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim. Namun dalam implementasinya sering terjadi kontradiksi antara penanganan dampak  dampak perubahan iklim dan upaya mendorong perekonomian negara. Oleh karena itu, diperlukan titik kesimbangan agar penanganan perubahan iklim bisa berjalan beriringan dengan ikhtiar mendorong geliat perekonomian.  Berdasarkan data bank Dunia, tercatat bahwa dalam 20 tahun terakhir peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pengentasan kemiskinan berjalan seiring dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca. Upaya Indonesia dalam meningkatkan pendapatan per kapita naik dua kali lipat sementara income per kapita naik hampir empat kali lipat. Ini menggambarakan Indonesia masih perlu terus meningkatkan kemampuan dalam meningkatkan pembangunan. (Yetede)

Akhir Tahun, Likuiditas Perbankan Mulai Ketat

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Industri perbankan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 7.982,3 triliun per Oktober 2023, tumbuh 3,9% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini jauh lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya yang 6,4% (yoy). Baik akhir tahun ini diperkirakan likuiditas perbankan mulai mengalami pengetatan. Berdasarkan data Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), simpanan yang mengalami  penurunan terbesar adalah simpanan korporasi. Per Oktober 2023, simpanan korporasi tumbuh 4,3% (yoy) menjadi Rp 3.454,8 triliun, anjlok dibandingkan September 2023 yang meningkat 9,2% (yoy). Sementara simpanan perorangan juga melambat  namun tidak signifikan dari pertumbuhan 4,6% (yoy) per September 2023 menjadi 4,4% (yoy) per Oktober 2023 dengan nilai simpanan Rp 4.059,4 triliun. 

Beban Biaya Perjalanan Haji Rp 56 Juta Per Orang

Yoga 28 Nov 2023 Kompas (H)

Pemerintah dan DPR menetapkan besaran rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah hajitahun 1445 Hijriah/2024 Masehi Rp 93,4 juta per orang. Dari jumlah itu, biaya perjalanan haji yang dibebankan kepada setiap calon anggota jemaah Rp 56 juta dan sisanya ditanggung dana nilai manfaat. Besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) 1444 H/2023 M ditetapkan dalam rapat kerja pemerintah dan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/11). Biaya haji ini disepakati setelah rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR dan Kemenag Sebelumnya, Kemenag mengusulkan BPIH 2024 sebesar Rp 105 juta, naik Rp 14,59 juta dari BPIH 2023, yakni Rp 90,05 juta. Namun, seusai pembahasan dan rasionalisasi komponen, BPIH 2024 ditetapkan sebesar Rp 93,4 juta. Dari jumlah BPIH ini, 60 % biaya dibebankan kepada setiap calon anggota jemaah sebesar Rp 56 juta.

Kemudian, 40 % sisa biaya haji lainnya ditanggung dana nilai manfaat sebesar Rp 37,3 juta. Dengan ditetapkannya bipih Rp 56 juta, calon anggota jemaah perlu melunasi sisa biaya haji Rp 31 juta. Sebab, pada awal pendaftaran haji reguler, calon jemaah telah memberikan setoran awal Rp 25 juta. Biaya yang dibebankan kepada jemaah digunakan untuk biaya penerbangan, akomodasi selama di Mekkah, sebagian akomodasi saat di Madinah, biaya hidup, dan biaya visa. Kemudian, biaya dari nilai manfaat digunakan untuk biaya penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi dan komponen biaya pelaksanaan ibadah haji di dalam negeri. Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, BPIH 2024 ditetapkan dalam mata uang rupiah meski mayoritas biaya operasional haji dibayarkan dalam mata uang asing, yaitu riyal Saudi dan dollar AS. (Yoga)

Pilihan Editor