;

Mencari Titik Keseimbangan antara Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Ekonomi

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah terus memperkuat peran pembiayaan  dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim. Namun dalam implementasinya sering terjadi kontradiksi antara penanganan dampak  dampak perubahan iklim dan upaya mendorong perekonomian negara. Oleh karena itu, diperlukan titik kesimbangan agar penanganan perubahan iklim bisa berjalan beriringan dengan ikhtiar mendorong geliat perekonomian.  Berdasarkan data bank Dunia, tercatat bahwa dalam 20 tahun terakhir peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pengentasan kemiskinan berjalan seiring dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca. Upaya Indonesia dalam meningkatkan pendapatan per kapita naik dua kali lipat sementara income per kapita naik hampir empat kali lipat. Ini menggambarakan Indonesia masih perlu terus meningkatkan kemampuan dalam meningkatkan pembangunan. (Yetede)

Akhir Tahun, Likuiditas Perbankan Mulai Ketat

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Industri perbankan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 7.982,3 triliun per Oktober 2023, tumbuh 3,9% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini jauh lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya yang 6,4% (yoy). Baik akhir tahun ini diperkirakan likuiditas perbankan mulai mengalami pengetatan. Berdasarkan data Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), simpanan yang mengalami  penurunan terbesar adalah simpanan korporasi. Per Oktober 2023, simpanan korporasi tumbuh 4,3% (yoy) menjadi Rp 3.454,8 triliun, anjlok dibandingkan September 2023 yang meningkat 9,2% (yoy). Sementara simpanan perorangan juga melambat  namun tidak signifikan dari pertumbuhan 4,6% (yoy) per September 2023 menjadi 4,4% (yoy) per Oktober 2023 dengan nilai simpanan Rp 4.059,4 triliun. 

Beban Biaya Perjalanan Haji Rp 56 Juta Per Orang

Yoga 28 Nov 2023 Kompas (H)

Pemerintah dan DPR menetapkan besaran rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah hajitahun 1445 Hijriah/2024 Masehi Rp 93,4 juta per orang. Dari jumlah itu, biaya perjalanan haji yang dibebankan kepada setiap calon anggota jemaah Rp 56 juta dan sisanya ditanggung dana nilai manfaat. Besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) 1444 H/2023 M ditetapkan dalam rapat kerja pemerintah dan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/11). Biaya haji ini disepakati setelah rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR dan Kemenag Sebelumnya, Kemenag mengusulkan BPIH 2024 sebesar Rp 105 juta, naik Rp 14,59 juta dari BPIH 2023, yakni Rp 90,05 juta. Namun, seusai pembahasan dan rasionalisasi komponen, BPIH 2024 ditetapkan sebesar Rp 93,4 juta. Dari jumlah BPIH ini, 60 % biaya dibebankan kepada setiap calon anggota jemaah sebesar Rp 56 juta.

Kemudian, 40 % sisa biaya haji lainnya ditanggung dana nilai manfaat sebesar Rp 37,3 juta. Dengan ditetapkannya bipih Rp 56 juta, calon anggota jemaah perlu melunasi sisa biaya haji Rp 31 juta. Sebab, pada awal pendaftaran haji reguler, calon jemaah telah memberikan setoran awal Rp 25 juta. Biaya yang dibebankan kepada jemaah digunakan untuk biaya penerbangan, akomodasi selama di Mekkah, sebagian akomodasi saat di Madinah, biaya hidup, dan biaya visa. Kemudian, biaya dari nilai manfaat digunakan untuk biaya penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi dan komponen biaya pelaksanaan ibadah haji di dalam negeri. Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, BPIH 2024 ditetapkan dalam mata uang rupiah meski mayoritas biaya operasional haji dibayarkan dalam mata uang asing, yaitu riyal Saudi dan dollar AS. (Yoga)

Grup Adaro Garap Bisnis Mineral Baterai Mobil Listrik

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Grup Adaro melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) membuka peluang untuk menggarap mineral-mineral pendukung baterai mobil listrik lainnya, menyusul proyek smelter aluminium yang tengah dikerjakan saat ini. Beberapa mineral penting yang dibutuhkan sebagai komponen utama pembuatan baterai dan mobil listrik di antaranya adalah tembaga, nikel, aluminium, dan lithium. "ADMR selain fokus di aluminium smelter, terbuka juga kemungkinan untuk berpartisipasi di mineral yang diutuhkan dalam ekosistem  baterai dan kendaraan listrik," kata Direktur Adaro Minerals Heri Gunawan. Adaro Minerals meraih dalam materi paparan politik menyebutkan, beberapa mineral yang digunakan sebagai komponen utama kendaraan listrik adalah aluminium, nikel, lithium, Tercatat, kendaraan listrik (vehicle electric/ev) menggunakan aluminium 30% lebih banyak dibanding banyak kendaraan konvensional atau internal combution engine. (Yetede)

Jasa Marga Siapkan Capex Jumbo Rp 10 Triliun

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Emiten jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 10 triliun pada tahun depan. Dana tersebut diantaranya akan digunakan untuk mendanai investasi perseroan di sejumlah proyek tol. "Kalau kami hitung, kurang lebih capex yang akan kami anggarkan, terutama untuk capex investasi di 2024 sekitar 10 trliun," kata Direktur Manajeman dan Risiko Jasa Marga Paramitha Wulanjani. Menurut beliau, besar capex 2024 tersebut berkaitan dengan alokasi yang disiapkan pemerintah untuk pembebasan lahan dan progres konstruksi jalan tol yang sedang dibangun." Tak kalah penting, alokasi capex tersebut juga disesuaikan  dengan kondisi keuangan perseroan saat ini. "Jadi, harapan kami bisa menjaga free cash flow tetap positif, sehingga dalam pengeluaran capex kedepan lebih memerhatikan kapabilitas keuangan dari perusahaan. (Yetede)

Industri Rokok Sasar Generasi Muda melalui Pemasaran Digital

Yoga 28 Nov 2023 Kompas

Laporan terbaru Vital Strategies menemukan, industri rokok berusaha melawan kemerosotan tingkat konsumsi rokok secara global dengan berinvestasi dalam berbagai perangkat pemasaran digital tercanggih, seperti metaverse, siniar, dan karya seni nonfungible token atau NFT. Berbagai media baru tersebut sejauh ini belum teregulasi dan didominasi oleh audiens muda. Laporan Vital Strategies itu merupakan bagian dari inisiatif sistem pemantauan pemasaran rokok di media digital Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM). Laporan tersebut memaparkan bukti bagaimana perusahaan rokok mengeksploitasi berbagai platform digital. Bukti yang dilaporkan ini berdasarkan tinjauan dari media social dan situs digital lain di India, Indonesia, dan Meksiko.

”Konsumsi rokok secara global terus merosot dan industri rokok berusaha mati-matian untuk menjaring konsumen generasi berikutnya demi mempertahankan keuntungan mereka seiring dengan menurunnya  jumlah perokok,” sebut Nandita Murukutla, Vice President Global Policy and Research Vital Strategies, dalam keterangan tertulis, Senin (27/11). Dalam laporannya, Vital Strategies memaparkan bagaimana industri rokok menempuh segala cara untuk mendapatkan konsumen baru. Mereka memanfaatkan anggaran pemasaran yang sangat besar untuk memasang iklan di seluruh penjuru internet, yang regulasinya masih sangat lemah. ”Termasuk yang sangat meresahkan adalah menyasar ruang-ruang yang justru adalah sarana media yang ramai digunakan oleh anak muda,” kata Murukutla. Contohnya, seorang pemengaruh Indonesia dengan 42.000 lebih pengikut memajang produk rokok elektronik. Taktik pemasaran ini dinilai efektif karena dapat diakses di mana saja, interaktif, dan sering kali disesuaikan dengan selera personal, terutama anak-anak muda. Saat ini, terdapat 5,2 miliar pengguna internet di seluruh dunia. (Yoga)

Setoran Pajak dari Sektor Usaha Andalan Melambat

Yoga 28 Nov 2023 Kompas

Setoran pajak dari industri pengolahan dan perdagangan melambat sepanjang tahun ini, bahkan terkontraksi selama dua triwulan berturut-turut. Lesunya sumbangan pajak dari kedua sektor andalan itu patut diwaspadai karena keduanya menyumbangkan hingga lebih dari separuh total penerimaan pajak negara. Berdasarkan laporan kinerja APBN Oktober 2023, sektor industri pengolahan dan perdagangan menyumbangkan penerimaan pajak tertinggi dibandingkan dengan sektor lain. Setoran pajak dari kedua sektor ini berkontribusi lebih dari separuh total penerimaan pajak. Pada Oktober 2023, industri pengolahan berkontribusi 27,3 % terhadap total penerimaan pajak sebesar Rp 1.523,7 triliun. Sementara sektor perdagangan menyumbangkan 24,2 %. Akan tetapi, sumbangsih kedua sektor itu terpantau melemah sepanjang tahun ini. Setoran pajak dari industri pengolahan tumbuh minus selama dua triwulan berturut-turut, yaitu minus 7 % pada triwulan II-2023 dan minus 9,4 % pada triwulan III-2023.

Pada Oktober 2023, penerimaan pajak dari sektor manufaktur mulai tumbuh positif, yaitu 6,7 %. Namun, pertumbuhan itu masih jauh di bawah pertumbuhan pajak industri pengolahan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 13,4 % pada Oktober 2022. Sektor perdagangan yang menjadi kontributor pajak kedua terbesar juga mengalami kontraksi selama dua triwulan berturut-turut, yakni minus 1,6 % (triwulan II) dan minus 0,3 % (triwulan III), kemudian anjlok semakin dalam pada Oktober 2023 hingga minus 28,5 %. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Senin (27/11) menduga, turunnya penerimaan pajak dari industri pengolahan itu karena beberapa faktor. Selain efek basis yang tinggi (high-based effect) akibat lonjakan harga komoditas pada tahun 2022, penerimaan pajak tergerus karena kinerja ekspor-impor yang menurun tajam di tengah pelemahan ekonomi dunia. (Yoga)

INDUSTRI TEKSTIL, Membangkitkan Raksasa yang Tertidur

Yoga 28 Nov 2023 Kompas

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) pernah begitu berjaya karena menjadi salah satu kontributor terbesar ekspor Indonesia dan mampu menyerap tenaga kerja jutaan orang. Hanya saja, kini terus merosot dan tertekan. TPT, ibarat raksasa yang tersungkur dan kelimpungan. Pada dekade 80-an dan 90-an, industri tekstil Tanah Air sedang jaya-jayanya. Ekspor TPT Tanah Air melanglang buana ke seluruh dunia. Saking melimpahnya omzet, bahkan salah satu sentra TPT, yakni Majalaya, Kabupaten Bandung, dijuluki sebagai kota dollar. Namun, kini industri TPT tengah terpuruk. Berita pabrik tekstil tutup dan merumahkan karyawannya silih berganti mewarnai media masa. Pudar sudah kejayaan kota dollar. Mengutip data BPS, produk industri tekstil dan pakaian jadi triwulan III-2023 mencapai Rp 33,9 triliun, turun 2,69 % dari periode sama pada 2022. Kontribusinya industri terhadap PDB nasional pada triwulan ketiga 2023 sebesar 1,08 %, menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di 1,17 %.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan jumlah serapan tenaga kerja di industri ini terus menurun. Saat ini jumlahnya mendekati 3 juta orang, menurun dibandingkan dengan 2019 yang menyerap hingga 3,5 juta orang. Melambatnya industri ini juga tecermin dari kinerja perusahaan tekstil yang juga tengah tertekan. Salah satu raksasa perusahaan TPT, misalnya PT Sri Rejeki Isman Tbk atau biasa dikenal Sritex, pun tengah tertekan. Pada Sembilan bulan 2023, penjualan neto perusahaan merosot 47,6 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Akhirnya, perusahaan pun menanggung kerugian operasional 105,14 juta USD. Emiten berkode saham SRIL itu bahkan masuk dalam papan pemantauan khusus lantaran berkategori ekuitas negatif dan likuiditas rendah. Efek SRIL itu sudah disuspensi atau tidak diperdagangkan selama 30 bulan sejak 18 Mei 2021 (Kompas, 24/11).

Sejatinya, industri TPT ini sangat strategis dan punya potensi yang sangat besar. Di tengah cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada 2045, industrialisasi harus bisa bertumbuh dan menyerap banyak tenaga kerja. Inilah peran yang bisa dimainkan oleh industri TPT yang memang memiliki karakter padat karya sehingga menyerap secara luas tenaga kerja. Untuk mendongkrak industri ini, banyak yang perlu dibenahi. Pemerintah perlu melindungi pasar dalam negeri dari gempuran impor. Pelaku industri mendambakan adanya proteksi pasar dengan pagar tarif bea masuk impor. Tak hanya itu, aparatur juga perlu memperketat pengawasan pelabuhan-pelabuhan tikus dari penyelundupan produk tekstil ilegal. Pemerintah juga perlu aktif membuka pasar baru tujuan ekspor. Ini supaya ada alternatif negara tujuan  ekspor ketika permintaan dari negara mitra dagang tradisional tengah melambat. Sudah saatnya industri TPT ini direvitalisasi.  (Yoga)

Balada Masyarakat Makan Tabungan

Yoga 28 Nov 2023 Kompas

Satu tahun terakhir ini, Trixy (27) kesulitan menabung. Dulu, ia bisa menyisihkan pemasukannya untuk ditabung di bank atau diinvestasikan dalam bentuk emas dan valuta asing (valas). Setidaknya Rp 500.000 dari gaji bulanannya yang sekitar Rp 5 juta ditabung. Namun, belakangan, simpanannya semakin sering ditarik untuk mencukupi kebutuhan hidup. Apalagi, setelah orangtuanya pensiun, Trixy jadi tulang punggung keluarga. Tabungannya paling lama hanya bertahan dua bulan sebelum diputar lagi untuk macam-macam kebutuhan. ”Dulu waktu awal-awal kerja, punya rencana mulia mau rutin nabung, investasi. Tapi, namanya hidup ada aja,” katanya saat dijumpai, Kamis (23/11). Trixy kini tidak bisa lagi menabung secara rutin. Terlebih, gajinya cenderung jalan di tempat setelah enam tahun bekerja. Kalah dengan biaya hidup yang naik lebih cepat dan lebih tinggi.

Ongkos transportasi untuk bekerja memakai ojek daring naik 20 % satu tahun terakhir ini. Dalam sebulan, ia harus menyisihkan Rp 1,5 juta untuk transportasi. Urusan rumah dan kebutuhan pokok bulanan juga naik, dari Rp 2 juta mendekati Rp 3 juta. Tabungannya tak hanya terpakai untuk kebutuhan pokok. Trixy juga harus mengeluarkan uang untuk tuntutan pergaulan meski ia berusaha tidak terlalu ”hedon”. Ia dan teman-temannya, misalnya, mulai ”nongkrong” di kos atau rumah ketimbang kafe atau mal. Namun, ada saja ongkos yang harus dibayar untuk menjadi manusia yang aktif di masyarakat. ”Kebetulan ini tahun nikahan. Teman dekat yang nikah sampai 11 orang. Ikut happy pasti, tetapi enggak mungkin, kan, enggak kasih amplop, patungan bridal shower, atau kasih kado,” kata karyawati swasta asal Surabaya itu.

Berdasarkan kajian terbaru Mandiri Spending Index (MSI) per November 2023, meski tingkat konsumsi masyarakat terjaga, nilai tabungan kelompok bawah (setara masyarakat kelas menengah-bawah) dengan saldo di bawah Rp 1 juta terus turun sejak awal 2022 hingga sekarang. Terutama, sejak Lebaran. Per November 2023, indeks tabungan masyarakat menengah-bawah anjlok ke level 47,4, terendah dalam nyaris dua tahun terakhir ini. Sebagai perbandingan, pada Juli 2023, indeks tabungan kelompok ini masih di level 83. Seiring berkurangnya tabungan, indeks belanja mereka mulai melambat meski masih tum- buh di level 269,2. ”Tabungan kelompok ini berkurang sangat dalam, sudah 53 % sejak tahun lalu. Dampak dari tabungan yang terus terpakai untuk konsumsi itu mulai terlihat, kemampuan belanja mulai turun,” kata Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono. (Yoga)

PERDAGANGAN INTERNASIONAL, RI Semakin Bergantung kepada China

Yoga 28 Nov 2023 Kompas

Di saat sejumlah negara maju mengurangi ketergantungan dagang kepada China, Indonesia justru semakin bergantung kepada negara itu. Ada keuntungan sekaligus risiko bagi Indonesia semakin bergantung kepada ”Negeri Tirai Bambu” itu. AS pelan-pelan meninggalkan China sejak Donald Trump memulai perang dagang dengan negara itu pada tahun 2018. Sejumlah langkah terkait dengan sektor perdagangan dan industri telah dan sedang ditempuh. Hal itu mulai dari merelokasi industri yang dilakukan ke sejumlah negara di Asia dan Eropa Timur. AS juga menggulirkan kebijakan rendah karbon yang salah satu tujuannya adalah mengurangi kekuatan China atas bahan baku kunci kendaraan dan baterai listrik, seperti litium, kobalt, nikel, dan magnesium. AS bahkan membuat UU Cip dan Ilmu Pengetahuan untuk meningkatkan daya saing AS terhadap China dengan mengalokasikan anggaran miliaran USD untuk produksi semikonduktor, riset, dan sumber daya manusia.

Berdasarkan data Survei Geologi AS (USGS), pada 2022, China menyumbang 44 juta ton dari 115,82 juta ton atau 62,01 % produksi tambang logam tanah jarang (rare earth) dunia. Dominasi China itu memunculkan kekhawatiran. Beijing akan membatasi ekspor untuk merusak saingan ekonomi atau politiknya. ”Semula ancaman itu hanya tersirat selama beberapa waktu terakhir. Kini, ancaman itu sudah terjadi,” kata Robert Dujarric, Co-Director Institute of Contemporary Asian Studies di Temple University, Tokyo. Sejak menggulirkan hilirisasi di sektor besi-baja dan nikel, ekspor Indonesia ke China semakin meningkat. Diversifikasi produk ekspor juga makin beragam dengan semakin menguatnya produk olahan berbasis bijih logam. China in the World mencatat, tingkat pengaruh China terhadap Indonesia cukup tinggi. Indonesia menempati peringkat ke-16 dari 82 negara. Sektor di Indonesia yang paling terpengaruh China adalah kebijakan luar negeri dengan indeks 41 %, teknologi (40,38 %), kebijakan dalam negeri (37,2 %), dan ekonomi (33,6 %). Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Minggu (26/11) menuturkan, proporsi nilai ekspor Indonesia ke China pada 2012 sebesar 11 % dari total nilai ekspor Indonesia. Hingga Juli 2023, proporsi nilai ekspor itu meningkat menjadi 24 persen. Nilai ekspor besi-baja RI ke China terus meningkat sejak 2016 hingga Juli 2023. Begitu juga dengan nilai ekspor nikel dan produk turunannya yang mulai tumbuh pada 2022 hingga Juli 2023. (Yoga)

Pilihan Editor