Bauran Kebijakan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 5,5%
50 Investor Finlandia Incar Peluang Investasi IKN
2024, Penjualan Rumah Ditaksir Tumbuh 12%
ESDM Pastikan Pasokan DMO Batu Bara Aman
Menambah Porsi Kredit UMKM
Janji Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Kinerja Perbankan Besar Masih Terus Berkibar
Kabar baik bagi investor perbankan, kinerja keuangan bank-bank besar sepanjang 2023 tetap tampil ciamik. Mereka masih mencetak rekor laba dengan pertumbuhan mengesankan. Menurut sejumlah analis, kinerja impressif tersebut bakal mendongkrak performa sahamnya ke depan. Para bankir dari bank kakap optimistis prospek bisnis tahun 2024 akan tetap cerah meski ada perhelatan tahun politik. Mereka tetap percaya diri melakukan ekspansi dengan memasang target pertumbuhan kredit tetap tinggi. Walau tren suku bunga masih naik, bank-bank besar menargetkan margin bunga bersih (NIM) tetap berada dikisaran realisasi tahun lalu. Mereka yakin karena struktur pendanaan mereka didominasi oleh dana murah dan likuiditasnya masih di level aman. Bank Mandiri misalnya, menargetkan kredit tumbuh di kisaran 10%-15% tahun ini. NIM dibidik ada di kisaran 5,3%-5,5%, sedangkan tahun lalu realisasinya 5,48%. “Kami akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan kredit tahun 2024. Salah satu sumber pertumbuhannya berasal dari industru makanan dan minuman, industri kesehatan, serta pertanian dan perkebunan.” kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Rabu (31/1). Senada, Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA juga optimistis menghadapi 2024. Ia menyebut peluang bisnis tahun ini tetap bagus. Hal itu terefleksi dari realisasi kredit BCA pada kuartal IV 2023 yang tumbuh 5,8% secara kuartalan.
Hampir separuh pertumbuhan kredit BCA tahun lalu terjadi di triwulan terakhir yang notabene sudah mendekati tahun pemilu. Capaian di kuartal IV itu menjadi penanda bagi BCA bahwa prospek kredit tahun ini tetap bagus. Ia bilang, permintaan kredit di BCA masih sangat besar, terutama untuk kredit investasi. Sepanjang 2023, BRI masih bertahan sebagai pencetak laba tertinggi, yakni Rp 60,1 triliun atau tumbuh 17,5% secara tahunan. Namun, dari sisi laju pertumbuhan, Bank Mandiri tampil menjadi jawara dengan pertumbuhan sebesar 33,7% menjadi Rp 55 triliun. Disusul, BCA yang tumbuh 19,4% menjadi Rp 48,6 triliun. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto memperkirakan kinerja fundamental bank-bank besar akan mempengaruhi kinerja sahamnya. Itu lantaran kapitalisasi pasar dan jumlah saham mereka yang bereda di publik sangat besar. Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengapresiasi perolehan laba bank-bank besar itu meski suku bunga acuan sudah naik tinggi. Prediksinya, kinerja saham bank besar bakal mengalami tren positif karena biasanya dividen yang mereka bagikan besar. Head of Investment PT Reswara Gina Investa Kiswoyo Adi Joe memperkirakan kinerja bank-bank besar akan berlanjut tumbuh positif seiring adanya ruang penurunan suku bunga acuan tahun ini.
Penjualan Bijih Nikel Naik, Emas Menadah
Kinerja Anak Usaha Topang Laba Bank
Semakin Kuat dan Hebat, BRI Cetak Laba Rp60,4 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berhasil menutup tahun 2023 dengan kinerja cemerlang dan tumbuh secara berkelanjutan. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa secara konsolidasian aset perseroan tumbuh 5,3% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp1.965,0 triliun, dan membukukan laba Rp60,4 triliun atau tumbuh 17,5% (YoY).
Menurut Sunarso, laba BRI men jadi hak pemegang saham melalui pembayaran pajak dan dividen. Mayoritas dari laba senilai Rp60,4 triliun pada akhirnya akan kembali ke negara sebagai pemegang saham mayoritas, selanjutnya dipergunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia melalui ber bagai program Pemerintah. Adapun, penopang utama kinerja impresif BRI 2023 di antaranya penyaluran kredit yang tumbuh double digit dan di atas industri perbankan nasional, kualitas kredit yang terjaga, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang memadai dengan fokus pada dana murah (CASA), serta eisiensi yang terus meningkat, hasil dari transformasi digital yang dilakukan BRI. Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 11,2% YoY menjadi Rp1.266,4 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit industri perbankan nasional sebesar 10,4% YoY di sepanjang 2023.
Di sisi lain, BRI juga mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Tercatat NPL BRI hingga akhir Desember 2023 terkendali di level 2,95% dengan NPL Coverage sebesar 229,09%. Sementara itu Loan at Risk (LAR) BRI tercatat 13,8% pada akhir Desember 2023, di mana angka ini sudah menurun signiikan dibandingkan dengan LAR BRI pada posisi tertinggi saat puncak Covid-19 di September 2020 sebesar 29,8%.









