MENGAWAL KOMITMEN PEMILU DAMAI
Satu tahapan penting Pemilu 2024 telah dilalui dengan baik. Kemarin, Rabu (14/2), para pemilik hak pilih mencoblos pasangan calon presiden dan wakil presiden, anggota DPD RI, caleg DPR RI, caleg DPRD Provinsi, dan caleg DPRD Kabupaten/Kota secara aman dan damai.Pemilu damai menjadi cerminan demokrasi Indonesia makin berkualitas serta indikasi bahwa pemerintah dapat menjamin kebebasan warganya untuk memilih sesuai keinginan tanpa tekanan dari pihak mana pun. Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dibandingkan dengan paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan merekapitulasi secara berjenjang mulai hari ini sampai dengan 20 Maret 2024. Jika ada perselisihan hasil pemilu (PHPU), penentuan hasil pemilu akan ditentukan paling lambat 3 hari setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Capres 02 Prabowo Subianto akan menunggu hasil perolehan suara resmi dari KPU serta nantinya akan menggandeng seluruh pihak dari latar belakang apa pun. Capres 01 Anies Baswedan menyerahkan perhitungan suara dan rekapitulasi suara hasil Pilpres 2024 kepada KPU hingga tuntas. Hal senada disampaikan oleh capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo bahwa kubunya akan mengikuti dan mengawal rekapitulasi suara dari KPU hingga tuntas pada akhir Maret 2024.
Pembebasan Cukai Etil Alkohol Industri Kosmetik
Penerbitan Obligasi Bakal Marak Setelah Pemilu
Adira Finance Incar Kredit Tumbuh 14%
Kinerja BPD Tahun 2023 Kurang Menggembirakan
Kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) tampak tidak terlalu menggembirakan sepanjang 2023. Sebagian BPD memang masih mencetak kinerja positif, tetapi hanya tumbuh tipis. Adapun BPD besar justru mengalami penurunan laba bersih. Kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) tampak tidak terlalu menggembirakan sepanjang 2023. Sebagian BPD memang masih mencetak kinerja positif, tetapi hanya tumbuh tipis. Adapun BPD besar justru mengalami penurunan laba bersih. Salah satu BPD yang masih sukses mencetak kinerja positif yakni Bank Sumsel Babel. Bank ini meraup laba bersih Rp 781 miliar tahun lalu, tumbuh 11% secara tahunan. Capaian ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih 2,67%. Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo mengatakan, capaian kinerja positif ini didorong pertumbuhan kredit sebesar 13,35% dan peningkatan dana murah."Dana pihak ketiga (DPK) hampir tidak tumbuh secara tahunan, sedangkan dana murah tumbuh 10,89%," kata dia, Selasa (13/2). Bank Sumut juga masih tumbuh positif dengan mengantongi laba bersih Rp 740 miliar, meningkat 5,71% secara tahunan. Ini didorong oleh penurunan beban operasional 0,72% menjadi Rp 1,52 triliun.
Sedangkan pendapatan bunga bersihnya susut 0,4% menjadi Rp 2,48 triliun. BPD besar justru mengalami penurunan laba. Bank Jatim Tbk (BJTM) hanya mencetak laba bersih Rp 1,47 triliun, turun 4,66% secara tahunan. Penurunan ini akibat kenaikan biaya provisi. Kerugian penurunan nilai aset keuangan bank ini meningkat 73,8% jadi Rp 671 miliar. Pendapatan bunga bersihnya masih naik 2,1% secara tahunan. Bank BJB Tbk (BJBR) juga mengalami penurunan kinerja. Laba bersihnya secara bank only hanya mencapai Rp 1,8 triliun, turun 18,6% dari tahun 2022. Hal ini seiring penurunan pendapatan bunga bersih sebesar 11,1% secara tahunan dan kenaikan kerugian penurunan nilai aset keuangan jadi Rp 507 miliar dari Rp 141 miliar pada 2022. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi meyakini BPD akan tetap dapat melanjutkan kinerja yang positif tahun 2024, meski tantangannya besar karena beberapa sektor akan wait and see dalam melakukan transaksi kredit. Ini terutama segmen kredit investasi dan modal kerja korporasi. Adapun Bank DKI juga optimis untuk menyongsong tahun 2024, Sektretaris Bank DKI Arie Rinaldi menyebut pihaknya optimis bisnis akan terus tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing, hal ini seiring dengan dengan pengimplementasian strategi transformasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menakar Efek Keperkasaan Tiktok
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tengah berupaya memperbaiki kinerja. Kolaborasi dengan Tiktok Shop diproyeksi bisa menjadi pendorong kinerja perusahaan teknologi ini. Sekretaris Perusahaan GoTo R. A. Koesoemohadiani menyampaikan, saat ini GOTO memiliki fundamental dan posisi keuangan yang semakin kuat. Ini sejalan dengan pencapaian GOTO dalam meraih EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal IV-2023. Lebih lanjut, GOTO juga akan menerima pendapatan jasa e-commerce setiap kuartal dari PT Tokopedia usai bergabungnya Tiktok dan diharapkan dapat berkontribusi pada kinerja GOTO. Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya melihat dampak kolaborasi GOTO dengan TiktopShop masih belum terlihat. Menurutnya, masih butuh waktu untuk melihat hasil dari kolaborasi tersebut. Karenanya, ia memproyeksikan kinerja GOTO masih akan mencatatkan rugi bersih, kendati akan ada progres perbaikan. Menurut Cheril, rugi bersih GOTO tahun ini masih dari persaingan yang masih ketat dan beban keuangan yang besar. Yang pasti, kolaborasi dengan Tiktok dinilai akan meningkatkan pendapatan perseroan dengan biaya promosi yang lebih efisien. Selain itu juga akan meningkatkan brand awareness GOTO.
Analis Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda juga berpandangan bahwa GOTO masih akan mencatatkan kinerja rugi bersih. Sebab ia menilai masih terdapat sejumlah sentimen negatif yang akan mempengaruhi kinerja perseroan. Nah, menurut Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren, apabila kabar merger GOTO dan Grab terealisasi berdampak positif terhadap profitabilitas bisnis on-demand services GOTO, Bisnis ini masih mencatatkan kerugian Rp 1,54 triliun per September 2023. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli memaparkan, secara jangka panjang, melalui kemitraan dengan Tiktok, Tokopedia berpeluang menjadi pemimpin di industri e-commerce dan marketplace di Indonesia. Menurut Momentum Works, Tiktok Shop memiliki pangsa pasar 5% dari total GMV Indonesia pada tahun 2022. Shopee dan Tokopedia adalah pemimpin dengan masing-masing 36% dan 35%. Sekitar 125 juta pengguna aktif bulanan Tiktok di Indonesia merupakan target audiens yang berharga bagi Tokopedia dan GOTO untuk memanfaatkan berbagai produk dan layanan. Selain itu GoTo Financial, induk dari GoPay dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan Tiktok.









