Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10114 )Kopi Bintang Lima dari Tangan Kaki Lima
Empat gerobak kopi diparkir di sisi jalan kompleks
perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Di dalam boks gerobak itu
tersusun minuman kopi robusta racikan barista. Sungguh-sungguh ibarat di mal
atau kedai kopi langganan penikmat kopi kalangan menengah ke atas. Senin (13/11)
siang itu, suhu udara melampaui 32 derajat celsius. Sejak pagi, penjual kopi
yang kebanyakan anak muda menunggu kehadiran pembeli. Ada pelanggan setia dan
ada yang kebetulan melintas. Benny (23), pedagang kopi dari salah satu merek
berjejaring, menuturkan, kurang dari tiga jam, ia berhasil menjual 100 gelas
kopi. Harga per gelas Rp 8.000 untuk kopi susu biasa atau dicampur es. Mayoritas
pembeli adalah pegawai kantoran setempat. Ada juga tamu dari luar daerah yang
hendak mengikuti acara di sekitar tempat itu.
“Ada pejabat, seperti anggota DPR, yang mau ke situ,” kata
Benny menunjuk gedung berwarna merah putih, kantor KPK itu hanya berjarak beberapa
ratus meter dari tempat berjualannya. Benny pun bergurau, pejabat yang hendak
ke kantor KPK memang butuh kopi agar lebih fokus ketika menjawab pertanyaan
dari penyidik. Menurut Benny, tren menjual kopi premium di jalanan mulai ramai
satu tahun belakangan. Metode tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran
untuk mendekati pelanggan. Produsen minuman memilih keluar dari mal atau kedai
kopi yang selama ini dirasakan eksklusif bagi kalangan menengah ke atas. ”Kita
berusaha mendekati pelanggan. Pelanggan tidak perlu susah-susah menembus
kemacetan hanya untuk menikmati kopi di mal atau kedai. Pelanggan tidak lagi
bayar parkir. Harga kopi di sini juga jauh lebih murah dibandingkan di mal atau
kedai kopi premium,” kata Benny.
Deni Hardimansyah (39), salah satu karyawan swasta yang bekerja
di kawasan Kuningan, Jaksel, memilih kopi keliling premium sejak dua bulan yang
lalu. Dalam sehari, ia bisa meminum kopi sebanyak dua sampai tiga gelas. Ia
memilih kopi keliling premium lantaran kemasannya lebih mudah dibawa ke mana saja,
seperti saat menongkrong ataupun ke kantor. Kemasannya yang menggunakan gelas
plastik bertutup itu berbeda dengan kopi keliling biasa yang hanya menggunakan
gelas plastik tanpa tutupan. Deni tidak mempersoalkan lingkungan tempat ia
membeli kopi keliling premium. Ia tidak meminum kopinya di lokasi, tetapi
menikmatinya di tempat yang nyaman. Dari sisi rasa, menurut Deni, kopi keliling
premium tidak kalah dengan kopi yang dijual di gerai dengan harga yang lebih mahal.
Begitu mudahnya penikmat kopi merasakan kopi bintang lima dari tangan para
pedagang kaki lima. (Yoga)
HATI-HATI KENDALIKAN HARGA PANGAN
Harga sejumlah pangan dan pakan di dalam negeri tidak aman
dan harus segera dikendalikan. Namun, pengendalian harga itu harus benar-benar berhati-hati
dan terukur agar tidak merugikan produsen ataupun konsumen. Dalam Rapat
Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta,
Senin (13/11) Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian, Edy
Priyono menyatakan hal itu. Berdasarkan data Kantor Staf Presiden, per 10
November 2023 terdapat satu komoditas yang kenaikan harganya perlu diwaspadai,
yakni telur ayam. Harga komoditas itu Rp 28.800 per kg atau 6,67 % di atas
harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp
27.000 per kg.
Selain itu, terdapat tujuh komoditas pangan dan pakan yang
harganya tidak aman., yaitu jagung pakan, beras medium, cabai merah, cabai rawit,
bawang putih, bawang merah, dan gula pasir. Harga jagung pakan, tembus Rp 7.140
per kg atau 42,8 % di atas HAP Rp 5.000 per kg. Begitu juga beras medium yang
harganya Rp 14.700 per kg atau 28,95 % dari rata-rata HET di tingkat konsumen
Rp 11.400 per kg. Edy menjelaskan, kenaikan harga telur ayam memang sudah di
atas HAP, namun masih dalam kategori ”waspada” bukan ”tidak aman” lantaran
mempertimbangkan kondisi peternak ayam petelur rakyat yang memasok 70 %
kebutuhan telur nasional. Saat ini mereka tengah menikmati kenaikan harga telur
setelah beberapa kali harga komoditas itu rendah dan terimbas kenaikan harga
pakan. Hal serupa, berlaku untuk jagung pakan dan beras.
Saat ini harga kedua komoditas itu memang melambung tinggi.
Namun, ada aspirasi dari petani padi dan jagung yang meminta agar harga gabah
dan jagung tidak ditekan terlalu rendah. Kondisi tersebut memang cukup dilematis.
Di satu sisi, petani dan peternak tengah menikmati kenaikan harga. Di sisi
lain, kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut jangan sampai membebani
konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. ”Oleh karena itu, pengendalian
harga sejumlah komoditas itu harus berhati-hati. Dibutuhkan kebijaksanaan
tertentu agar petani dan peternak menikmati keuntungan yang lebih dari
biasanya. Namun, jika harganya melambung terlau tinggi, mau tidak mau harus segera
diturunkan, tetapi jangan sampai terlalu rendah,” kata Edy. (Yoga)
Menggali Potensi Ekonomi Adidaya
Upaya peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Amerika Serikat makin terbuka seiring dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Negeri Paman Sam untuk bertemu dengan mitranya Presiden AS Joe Biden dalam rangkaian pembahasan penguatan kemitraan strategis komprehensif. Di tengah pembahasan beragam topik antar kedua negara, ada harapan besar penambahan investasi dari AS sekaligus memperluas pasar ekspor produk industri dalam negeri. Bagi Indonesia, AS adalah salah satu mitra dagang strategis di berbagai sektor dan memiliki banyak potensi yang bisa digali dari hubungan kedua negara. Secara umum, beberapa isu penting yang jadi pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan kerja sama di bidang keamanan dan maritim, perdagangan kedua negara, dukungan transisi energi dan pengembangan industri di Indonesia. Untuk sektor energi, AS memberikan dukungan penuh terhadap penerapan energi terbarukan dan pengurangan emisi di Indonesia. Sebelum bertemu Joe Biden, Jokowi juga menemui Chairman Freeport McMoran Richard Adkerson untuk membahas tentang penambahan porsi kepemilikan BUMN di PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 10%, perpanjangan kontrak PTFI, dan penambahan investasi perusahaan di dalam negeri. Keinginan untuk menambah jumlah saham di PTFI sebanyak 10% seakan menemui titik terang setelah Adkerson memberikan tanggapan positif atas rencana tersebut. Dalam pertemuan di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, AS, perwakilan pemerintah yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo menyampaikan keinginan penambahan saham itu. Langkah ini sejalan dengan harapan Freeport untuk memperpanjang izin usaha pertambangan khusus di Indonesia. Penambahan saham menjadi prasyarat terkait perpanjangan izin usaha pertambangan yang akan habis pada 2041 selain pembangunan smelter di Papua. Adapun pembahasan mengenai kesiapan dana masih akan dibahas di masa mendatang yaitu pada 2041 setelah masa kontrak Freeport yang habis pada tahun itu perpanjang. Akan tetapi, hal lain yang perlu mendapat perhatian yaitu dengan tambahan 10% tersebut apakah Indonesia mempunyai peran lebih menjadi pengendali di Freeport? Pasalnya hingga saat ini, dengan porsi mayoritas saat ini kendali manajemen operasi PTFI masih berada di tangan Freeport-McMoRan Inc. Peran ini tentunya menjadi krusial untuk memastikan terjadinya penghiliran yang akan menempatkan Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju. Alhasil, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar Indonesia dapat menjadi negara maju, termasuk merealisasikan rencana penghiliran agar tidak terhenti sebatas jargon. Upaya tersebut mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguasaan teknologi, perbaikan infrastruktur hingga pengembangan pasar dalam negeri.
Dilema Formula Penetapan UMP 2024
ANAK DISABILITAS, Meraih Mimpi di Tengah Keterbatasan
Sakit katarak kongenital sejak bayi tidak menghalangi Melia
Rahayu Aquini (13) untuk mengembangkan bakat. ”Cita-cita aku mau menjadi musisi,
jadi sekarang mulai belajar piano dulu,” kata Melia di Sekolah Luar Biasa (SLB)
G milik Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala, Jakarta, Rabu (8/11). Melia
merupakan anak penyandang disabilitas dwituna, meliputi tunanetra dan tunagrahita.
Meski demikian, Melia dianugerahi bakat luar biasa, yaitu bernyanyi. Ia pernah menyabet
juara Festival dan Lomba Seni Siswa 2023 Se-DKI Jakarta. Saat ini, Melia duduk
di bangku kelas VI SD Luar Biasa (SDLB) Rawinala. Menjelang lulus SD, Melia ingin
melanjutkan pendidikan ke SMP reguler atau sekolah inklusi. ”Saya mau ke
sekolah biasa karena saya ingin merasakan menjadi orang normal itu bagaimana,”
ucapnya.
Ananda Fahira Ayun Rachmatika Hajiani (11), siswa kelas V
SLB Yayasan Putra Pancasila Bumiayu, Kedungkandang, Malang, Jatim, sejak kecil
tinggal bersama neneknya, Suwanti (62), di Tajinan, Malang. ”Awalnya saya takut
mengajak Fahira keluar. Takut dia kena bully karena ada saja orang yang
bisik-bisik dan itu membuat tidak nyaman,” kata Suwanti, Senin (6/11). Seiring
berjalannya waktu, akhirnya, ia mencari sekolah inklusi untuk cucunya, juga
guru les mengaji. Alhasil, Fahira bisa menyalurkan talenta menyanyinya. Suara
”emas” Fahira menjadikannya juara mengaji di tingkat lokal, provinsi, hingga se-Jawa.
Bahkan, Fahira sempat melakukan rekaman menyanyi di sebuah studio. ”Guru
nyanyinya juga disabilitas netra, guru mengajinya juga. Jadi, semua paham dan
mendukung kondisi Fahira. Tetapi, yang terpenting adalah dukungan keluarga.
Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar menyampaikan, masih minimnya pemahaman
dari keluarga dalam merawat dan mengasuh anak penyandang disabilitas merupakan
tantangan yang dihadapi oleh keluarga anak disabilitas. Tantangan terberat
adalah stigma, yang bersumber dari diri sendiri, keluarga terdekat, ataupun
masyarakat luas. Tantangan berikutnya adalah masih minimnya aksesibilitas.
”Kenyataannya, mewujudkan hadirnya aksesibilitas tersebut masih sulit dan
memerlukan upaya ekstra karena masih banyak pemangku kepentingan yang belum
mengarus utamakan kebutuhan bagi anak penyandang disabilitas,” ujarnya. (Yoga)
Upah Minimum Menentukan
Kebijakan upah minimum yang akan ditetapkan dalam seminggu ke depan turut menentukan nasib laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024. Di tengah potensi pelemahan ekspor yang berlanjut serta investasi yang ”wait and see”, konsumsi kelas menengah bergaji upah minimum provinsi menjadi andalan menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5 %. Akibat ketidakpastian kondisi ekonomi global yang menjadi-jadi, ”mesin” eksternal pendorong utama ekonomi seperti ekspor dan investasi asing belakangan ini tidak bisa terlalu diandalkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Pada saat seperti itu, ekonomi hampir sepenuhnya bergantung pada mesin internal, yaitu konsumsi rumah tangga atau belanja masyarakat.
Sumbangan konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik bruto (PDB) selalu berkisar 51-57 $. Terakhir, pada triwulan III-2023, konsumsi rumah tangga berkontribusi hingga 52,62 % terhadap PDB. Kemenaker sudah mengeluarkan aturan terbaru yang memastikan adanya kenaikan upah minimum tahun depan, seperti tertuang dalam PP No 51 Tahun 2023. Sampai detik ini, formula kenaikan upah yang terkandung dalam aturan baru itu masih diperdebatkan kalangan pekerja dan pengusaha. Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, Senin (13/11) mengatakan, kenaikan UMP dan UMK berdampak signifikan pada laju konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, geliat konsumsi selama ini memang bergantung pada masyarakat berpenghasilan menengah yang pendapatannya stabil dan rutin. (Yoga)
Kontribusi Serapan Tenaga Kerja Manufaktur Menurun
Kontribusi serapan tenaga kerja sektor industri pengolahan
atau manufaktur per Agustus 2023 menurun dibandingkan periode yang sama tahun
lalu. Ini berarti laju serapan tenaga kerja industri pengolahan lebih lambat ketimbang sejumlah sektor ekonomi
lainnya. Mengutip data BPS, porsi serapan tenaga kerja industri pengolahan pada
Agustus 2023 sebesar 13,83 % dari total jumlah penduduk bekerja. Angka ini menurun
dibandingkan Agustus 2022 yang sebesar 14,17 %. Pada Agustus 2023, jumlah
penduduk bekerja 139,85 juta orang. Adapun pada Agustus 2022 jumlahnya sebanyak
135,30 juta orang. Jumlah tenaga kerja industri pengolahan selama periode
tersebut juga bertambah sekitar 180.000 orang.
”Jumlah serapan tenaga kerja bertambah, tetapi kontribusinya
malah menurun. Berarti laju serapan tenaga kerja sektor industri pengolahan
kalah cepat dibandingkan dengan sektor lain,” ujar Head of Center of Industry,
Trade, Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Andry Satrio Nugroho, Senin (13/11). Ia menambahkan, jika dilihat lebih detail,
porsi serapan tenaga kerja melaju lebih cepat di berbagai sektor jasa. Sektor
akomodasi dan makanan minuman pada Agustus 2023 berkontribusi menyerap tenaga kerja
7,71 %, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 7,1 %. Andry menjelaskan, apabila dilihat
dengan perspektif yang lebih luas, ini merupakan bagian dari gejala
deindustrialisasi. Artinya, peran industri pengolahan dalam struktur perekonomian
Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan sektor jasa. (Yoga)
Potensi Maggot dalam Mengelola Sampah Organik
Guru Besar Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan
(Unpar) Bandung Prof Judy Retti B Witono mengungkapkan bahwa maggot memiliki
potensi dan dapat digunakan sebagai solusi efektif dalam mengatasi masalah
sampah organik. Hal tersebut disampaikan Prof. Judy dalam Presentasi Kunci
“Pengolahan Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot”, Sabtu (4/11). Prof Judy
menjelaskan secara terperinci bagaimana maggot, dalam bentuk larva lalat
tentara hitam, mampu mengolah sampah organik dengan efisien. Prof Judy juga menyampaikan urgensi
pengelolaan sampah organik melalui budi daya maggot sebagai solusi terhadap
permasalahan yang semakin memprihatinkan.
Dalam pemaparannya, Prof Judy menyoroti masalah penumpukan
sampah organic yang mencapai lebih dari 50 % total sampah yang saat ini hanya
dibuang begitu saja. Prof Judy menggarisbawahi urgensi untuk memahami mengapa
pembudidayaan maggot sangat penting dalam menangani masalah ini. “Maggot
menjadi solusi yang tak hanya penting, tetapi juga mendesak dalam menangani
masalah sampah organic yang masih banyak diabaikan atau hanya ditumpuk di
tempat pembuangan sampah,” ujar Prof Judy.
“Sampah organik,
ketika terfermentasi, menghasilkan gas metana yang tak hanya berdampak pada
polusi saat ini, tetapi juga akan berdampak padaefek rumah kaca pada masa
depan,” ucapnya. Ia menekankan bahwa penanganan limbah organik dengan maggot dapat
memberikan hasil yang lebih baik daripada hanya membiarkannya membusuk atau
dibuang begitu saja. “Maggot bisa digunakan sebagai sarana pengelolaan sampah
yang lebih ekonomis dan efisien,” tuturnya. Budi daya maggot tidak hanya
menangani sampah organik, tetapi juga membuka potensi penggunaan hasilnya untuk
berbagai keperluan, mulai dari pakan ternak, produk kimia, hingga produk
kosmetik. Dengan demikian, budi daya maggot menjadi solusi holistis dalam
mengelola sampah organik sambil memberikan manfaat yang lebih luas. (Yoga)
Pro Kontra Kenaikan UMP 2024
Naik Tipis Upah Minimum 2024
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









