Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10114 )AS Dukung Israel, Dunia Gagal Hentikan Serangan ke Gaza
Dunia gagal mendesak Israel menghentikan serangan ke Gaza.
Pada Rabu (15/11) Israel malah mengaku telah menyerbu rumah sakit di Gaza.
Apalagi, serbuan itu mendapat dukungan dari AS. Jubir Dewan Keamanan Nasional
AS, John Kirby, menyebut ada informasi intelijen soal kegiatan Hamas di bawah
sejumlah rumah sakit di Gaza. Hamas dan aneka kelompok perlawanan Gaza disebutnya
membuat jaringan terowongan di bawah sejumlah rumah sakit. Terowongan menjadi
pusat komando dan penyimpanan senjata. Pernyataan itu dianggap Hamas sebagai
izin AS bagi Israel menyerbu Rumah Sakit Al-Shifa. Pasukan militer Israel, IDF,
menyerbu rumah sakit itu pada Rabu dini hari. Serangan itu melanjutkan pengepungan
IDF terhadap RS Al-Shifa. Selama pengepungan, tank-tank IDF berulang kali
menembak rumah sakit itu. Penembak runduk Israel juga menyerang berbagai orang
di rumah sakit itu.
Dirjen Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Bursh mengatakan,
Israel memulai serangan dari sayap barat rumah sakit. Bagian bedah dan ruang
gawat darurat RS Al-Shifa menjadi tempat pertama yang diserbu pasukan IDF. Staf
ruangan gawat darurat RS Al-Shifa, Omer Zaqout, menyebut bahwa pasukan IDF
menyerang dan menangkap sejumlah pengungsi di rumah sakit. IDF menelanjangi
lalu menutup mata orang-orang yang ditangkap. Dalam pernyataan terpisah, Hamas
menyebut ada 650 pasien dan 7.000 pengungsi di Al-Shifa. Mereka ketakutan oleh
serangan IDF. Zaqout menyangkal pernyataan IDF bahwa IDF membawa bantuan ke
rumah sakit. ”Mereka (IDF) hanya membawa teror,” katanya kepada Al Jazeera. Akibat
serangan itu, ratusan orang tewas di halaman rumah sakit. Pegawai rumah sakit
tidak berani mengevakuasi mereka karena khawatir ditembak IDF. (Yoga)
Biaya Haji Tahun 2024 Diusulkan Naik
Kemenag mengusulkan biaya penyelenggaraan ibadah haji atau
BPIH 1445 H/2024M rata-rata sebesar Rp 105 juta. Usulan BPIH ini masih akan dibahas
Panitia Kerja Komisi VIII DPR dalam satu hingga dua bulan ke depan. Nanti,
calon jemaah haji tidak membayar sepenuhnya BPIH. Mengacu rata-rata BPIH 1444
H/2023 M sebesar Rp 90.050.637,26, calon Jemaah membayar rata-rata Rp
49.812.700,26 atau 55,3 % dan sisanya dari sumber lain. Sesuai mekanisme pembahasan
biaya haji, usulan BPIH ini disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas kepada DPR dalam
Rapat Kerja bersama Komisi VIII di Jakarta pada 13 November 2023. Ada sejumlah
komponen layanan dalam usulan BPIH 2024, antara lain biaya penerbangan,
pelayanan akomodasi, pelayanan konsumsi, pelayanan transportasi, pelayanan di
Arafah–Muzdalifah-Mina (Armuzna), pelayanan di embarkasi atau debarkasi, dan
biaya hidup. Dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (15/11) Staf Khusus Menag
Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo mengatakan, UU No 8 Tahun
2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa BPIH adalah
sejumlah dana yang digunakan untuk operasional penyelenggaraan ibadah haji.
Pasal 44 UU tersebut menyebutkan, BPIH bersumber dari biaya
perjalanan ibadah haji yang harus dabayar jemaah (bipih), APBN, nilai manfaat,
dana efisiensi, dan/atau sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
”Jadi, bipih yang harus dibayar calon jemaah itu adalah bagian dari BPIH.
Kemenag mengusulkan sebesar Rp 105 juta, bukan berarti sejumlah itu juga yang
harus dibayar oleh calon jemaah,” kata Wibowo. Biaya haji yang disepakati pemerintah
dan DPR tersebut kemudian akan disampaikan kepada Presiden untuk ditetapkan
melalui perpres. ”Di regulasi tersebut ditetapkan berapa biaya haji yang
dibayar calon jemaah dan biaya haji yang bersumber dari nilai manfaat sesuai
kesepakatan pemerintah dan DPR,” paparnya. Ketua Umum Sarikat Penyelenggaraan
Umrah Haji Indonesia Syam Refiadi mengatakan, ”Ada kenaikan wajar. Tinggal
realisasinya saja seperti apa yang tidak memberatkan jemaah haji reguler,”
ujarrnya. (Yoga)
Jam Kerja Fleksibel Paling Dibutuhkan Pekerja
Cuti melahirkan, cuti menemani istri melahirkan, dan
pengaturan jam kerja fleksibel merupakan program yang paling banyak dibutuhkan
pekerja. Ketiga program ini dianggap mampu mendukung keseimbangan bekerja dan
memenuhi tanggung jawab mereka dalam keluarga. Jika ketiga program tersebut
disediakan tempat kerja, dampak akan dirasakan pada produktivitas kerja pekerja
dan perusahaan. Laporan survei ”Persepsi terhadap Pekerjaan Perawatan,
Pandangan Publik dalam Kerangka 5R” oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO)
dan Katadata Insight Center menyatakan, 42,6 % dari 2.217 responden menyebut
cuti melahirkan adalah layanan paling dibutuhkan. Lalu, 17,9 % menyebut cuti menemani
istri melahirkan paling dibutuhkan. Selanjutnya, 8,5 % menyebut pengaturan jam
kerja fleksibel sebagai program perawatan yang paling dibutuhkan.
Dari sisi pekerja formal, program perawatan yang paling banyak
dibutuhkan adalah cuti melahirkan, diikuti cuti menemani istri melahirkan, dan pengaturan
jam kerja yang fleksibel. Adapun bagi kalangan pekerja informal, program perawatan
yang paling banyak di butuhkan adalah cuti melahirkan, cuti menemani istri melahirkan,
dan pojok laktasi. Survei dilakukan secara daring selama kurun 15 September-3
November 2023. Dari 2.217 responden yang disurvei, 67,5 % berjenis kelamin
perempuan dan 67,4 % bekerja di sektor informal. Responden tersebar di 34
provinsi. Sebanyak 58,2 % berusia 27-42 tahun, kelompok usia 18-26 tahun
sebanyak 27,5 %. Sebanyak 73,7 % responden berstatus sudah menikah dan 1.597
responden berdomisili di Jawa.
Latar belakang profesi responden beragam, seperti pegawai
negeri sipil, karyawan industri garmen, karyawan BUMN/BUMD, karyawan UMKM,
pengojek daring, kreator konten, pekerja rumah tangga, dan buruh harian lepas. ”Ketika
keseimbangan bekerja dan tanggung jawab keluarga terpenuhi, karyawan bisa berkontribusi
optimal terhadap pekerjaan yang pada akhirnya berdampak positif ke perusahaan
dan perekonomian nasional,” ujar Koordinator Program ILO Indonesia untuk Ekonomi
Perawatan Early Dewi Nuriana dalam diskusi ”Pekerjaan Perawatan, Tanggung Jawab
Perempuan atau Bersama”, Rabu (15/11) di Jakarta. (Yoga)
Meraup Cuan dari Ingar Bingar Konser Musik
Ingar bingar konser musik Coldplay terasa sejak beberapa hari
sebelum band asal Inggris itu tampil di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Rabu
(15/11) malam. Gaungnya menggema di seantero media sosial. Hari yang di tunggu-tunggu
telah tiba. Keriuhan penonton berbanding lurus dengan potensi ekonomi dan
dampak berganda (multiplier effect) dari helatan festival musik semacam ini.
Industri ini diprediksi masih akan terus tumbuh di masa mendatang. Data
Statista Market Insights (Agustus 2023) menunjukkan, industri pergelaran musik
secara global diproyeksikan menghasilkan pendapatan 30,14 miliar USD atau Rp
467,3 triliun dengan kurs Rp 15.503 per USD pada Rabu. Angkanya masih akan
terus meningkat, setidaknya hingga 2027 dengan nilai 36,71 miliar USD yang
setara Rp 569,1 triliun. Pertumbuhannya
pun sekitar 5 % per tahun.
Pengamat musik, Wendi Putranto, menilai, Indonesia berpotensi
besar menggelar konser-konser musik berkelas internasional. Sejauh ini, acara
musik yang diadakan di Indonesia sudah berjalan sesuai rencana, baik dalam
bentuk konser tunggal maupun festival dengan bintang tamu artis-artis
internasional ternama. ”Konser internasional, potensi perputaran uangnya bisa mencapai
puluhan miliar rupiah hingga ratusan miliar rupiah, bergantung popularitas
artis dan kapasitas venue-nya,” ujar Wendi saat dihubungi dari Jakarta, Rabu
(15/11). Ia memperkirakan, perputaran uang konser Coldplay di Jakarta hanya
dari penjualan tiket tembus Rp 200 miliar. Festival musik itu akan dinikmati
70.000 penonton secara langsung. Di luar penjualan tiket, penjualan suvenir
konser, makanan dan minuman, serta sponsorship mendongkrak perputaran uang
selama penyelenggaraan konser. Festival musik, apalagi bertaraf internasional,
memancarkan daya tarik bagi banyak orang. Pergelaran itu tak hanya mampu mendatangkan
wisatawan luar kota, tetapi juga wisatawan asing. (Yoga)
Prospek Bisnis Batu Akik
Antam Klaim Implementasikan Tambang Baik
PT Aneka Tambang atau Antam mengklaim telah menerapkan praktik
pertambangan yang baik dan sesuai dengan regulasi, dalam operasi Unit Bisnis Pertambangan
Nikel Maluku Utara. Pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi tambang juga diklaim sesuai standar KLHK.
Corporate Secretary Division Head PT Antam Syarif Faisal Alkadrie melalui keterangan
tertulis, Selasa (14/11) mengklarifikasi pemberitaan berjudul ”Perairan
Halmahera Tercemar Logam Berat” dan ”Ikan Sekarang Su Lari Jauh Tergusur Tambang”,
di Kompas dan Kompas.id pada 7 November. Dalam pemberitaan disebutkan, hasil
uji air laut di Teluk Buli, Halmahera Timur atau dekat operasional tambang UBP
Nikel Maluku Utara, mengindikasikan perairan tercemar logam berat. Kandungan
krom heksavalen (Cr), nikel (Ni), dan tembaga (Cu) melebihi ambang baku mutu
yang diatur PP No 22 Tahun 2021. Indikasi pencemaran juga dirasakan oleh
nelayan karena mereka harus melaut lebih jauh. Tak hanya itu, indikasi pencemaran
juga terlihat dari warna air laut yang keruh di areal dekat lokasi beroperasinya
tambang.
Menurut Syarif, selain regulasi yang berlaku bagi praktik
pertambangan, Antam juga memiliki kebijakan Antam Green Standard (AGS) sebagai pedoman
pengelolaan lingkungan, untuk memberikan arahan, meningkatkan kinerja
lingkungan yang efektif dan efisien untuk menjaga kelestarian lingkungan, serta
terciptanya standardisasi dan konsistensi penerapan pengelolaan lingkungan di
seluruh unit bisnis, unit proyek pengembangan, dan entitas anak perusahaan. Terkait
pengelolaan lingkungan di Maluku Utara, Antam melalui UBP Nikel Maluku Utara
terus berupaya meningkatkan efisiensi air dan penurunan beban pencemar air
dalam proses produksi bijih nikel. ”Kehadiran geotekstil yang dipasang pada
kolam sedimentasi berhasil secara signifikan mereduksi nilai padatan
tersuspensi sebesar 98 %, menurunkan kandungan TSS pada air limpasan sebesar
101,6 ton TSS pada 2022,” katanya. Pengelolaan lingkungan yang dilakukan Antam
juga ditegaskan Syarief telah sesuai standar KLHK, tecermin dari capaian
peningkatan Proper Biru pada 2022 atas kinerja tahun 2021-2022. (Yoga)
Polmatrix Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Pengaruhi Dinamika Pilpres
Trans Power Marine Beli kapal Rp 1,2 Triliun
Gusar Peretail Terkena Dampak Aksi Boikot
Pekerja Andal, Manufaktur Tangguh
Ketangguhan industri manufaktur dan keandalan tenaga kerja
tidak bisa diraih dengan cara instan. Perlu tekad, strategi, dan waktu untuk
mewujudkannya. Industri pengolahan berperanpenting dalam perekonomian Indonesia,
antara lain dari sisi serapan tenaga kerja dan sumbangannya terhadap produk
domestik bruto (PDB). Pada triwulan III-2023, pada saat perekonomian tumbuh
4,94 % secara tahunan, industri pengolahan tumbuh 5,2 % dengan distribusi terhadap
PDB sebesar 18,75 %. Data BPS menunjukkan, pertumbuhan industri pengolahan yang
melampaui pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang permintaan domestik yang masih kuat.
Meski demikian, mengutip data Statista, peran sector manufaktur terhadap PDB
Indonesia pada 2017-2022 kian merosot. Porsi industri pengolahan yang pada 2017
sebesar 20,16 %, turun menjadi 19,24 % pada 2021 dan 18,34 % pada 2022.
Gejala deindustrialisasi, yang ditandai dengan merosotnya peran
industri dalam perekonomian, kian jelas. Sebaliknya, sektor jasa berkembang
cepat. Lapangan usaha transportasi dan pergudangan, meskipun perannya 5,98 %
terhadap PDB, pada triwulan III-2023 tumbuh 14,74 % secara tahunan. Lapangan usaha
akomodasi, makan dan minum, yang porsinya 2,51 % pada PDB, tumbuh 10,9 %. Merujuk
data BPS, meskipun jumlahnya bertambah, porsi penduduk yang bekerja di industri
pengolahan menyusut, dari 14,17 % pada Agustus 2022 menjadi 13,83 % pada Agustus
203, dengan rata-rata upah Rp 3,2 juta per bulan, sedikit di atas rata-rata
upah buruh berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2023 yang Rp 3,18
juta per bulan. Tenaga kerja yang memiliki pendidikan dan keterampilan andal
mesti disiapkan dan industri pengolahan mesti diperkuat. Industri pengolahan
yang kuat akan menopang pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas perekonomian
saat terjadi guncangan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









