;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Astra dan Go-Jek Bersinergi

05 Mar 2019
PT Astra International Tbk dan Go-Jek membentuk perusahaan patungan. Nantinya, perusahaan patungan ini menyediakan kendaraan roda empat yang akan dilibatkan dalam sistem aplikasi transportasi Go-Car. Selain itu grup Astra telah menempatkan investasi sekitar Rp 2 triliun ke Go-Jek. Saat itu dana investasi dari Astra digunakan Go-Jek untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas teknologi sehingga menambah nilai tambahan layanan bagi mitra dan pelanggan.
Presiden Direktur Astra Indonesia Prijono Sugiarto, keikutsertaan Astra dalam putaran pertama pendanaan seri F maka total investasi Astra ke Gojek 250 juta dollar AS. Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim menjelaskan perusahaan patungan itu menyediakan angkutan sewa khusus dari pintu ke pintu menggunakan fitur Go-Car. Calon mitra pengemudi Go-Car berkesempatan mendapatkan akses terhadap aset kendaraan berkualitas prima. Terkait dana segar dari Astra, Nadiem menyebutkan akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar dan memperkuat posisi Go-Jek sebagai platform layanan bergerak dan pembayaran digital. Dana itu akan dimanfaatkan untuk membantu ekspansi di pasar regional.
Mengutip crunchbase.com, Go-Jek telah mengumpulkan total pendanaan sekitar 3 miliar dollar AS selama delapan putaran. Pada akhir Oktober 201, putaran pendanaan pada tahap seri F diperoleh dari Tencent Holdings, Google dan JD.com dengan jumlah dana yang terkumpul 920 juta AS. Pada akhir 2018, Go-Jek membukukan total transaksi kotor (GTV) lebih dari 9 miliar dollar AS dengan jumlah transaksi mencapai 2 miliar. GTV Go-Pay sebesar 6,3 miliar dollar AS dan GTV Go-Food tercatat 2 miliar dollar AS.

Migrasi Tuntas di Akhir Maret

05 Mar 2019
Migrasi uang elektronik berbasis server milik BUMN ke platform LinkAja diharapkan tuntas pada akhir Maret 2019. Selama proses migrasi berlangsung, fokus utama pengelola LinkAja adalah mengakuisisi pelanggan serta mitra pedagang. LinkAja menggabungkan uang elektronik berbasis server yang diterbitkan sejumlah perusahaan BUMN seperti : TCash, e-cash, Tbank, UnikQu. uang elektronik bank BUMN sedang dalam proses migrasi, tim BUMN sedang mengatur sistem perangkat mesin pembaca kartu (EDC) agar bisa membaca transaksi berbasis QRcode LinkAja.

Manggis Bogor Banyak Diekspor ke Cina

05 Mar 2019
Republik Rakyat Cina (RRC) menjadi negara tujuan ekspor buah manggis terbesar bagi Kabupaten Bogor. Terhitung sejak November 2018 hingga awal Maret 2019, ekspor manggis ke Cina mencapai 1.039 ton. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupateb Bogor, Siti Nurianty mengungkapkan saat ini ada sekitar 30% hingga 40% dari produksi manggis Kabupaten Bogor yang menyumbang total kuota ekspor manggis dari Indonesia ke Cina. Siti menambahkan, hingga kini DTPH bekerjasama dengan PT Mahkota Manggis Sejati sebagai pelaksana ekspor bagi komoditas manggis.

Niaga Daring Perlu Inovasi

05 Mar 2019
Sektor niaga daring di Indonesia terus berkembang. Beberapa perusahaan bahkan naik kelas menjadi unicorn atau perusahaan bervaluasi 1 miliar dolar AS. Namun, tidak semua mampu bertahan dalam persaingan. Menurut ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho, perusahaan daring butuh inovasi yang kuat dalam memanfaatkan modal. Tokopedia dan Bukalapak mampu menjadi unicorn kerena mengarah menjadi aplikasi super (tidak hanya menjual barang, tapi juga mengintegrasikan jasa). Sebaliknya beberapa perusahaan daring justru meredup seperti Qlapa dan MatahariMall karena hanya mampu mengubah konsep toko luring menjadi daring.
Niaga daring yang menjual produk kerajinan lokal Qlapa mengumumkan penutupanya pada Senin, 4 Maret 2019. Perusahaan yang telah beroprasi selama 4 tahun tersebut gulung tikar meski meraih sejumlah penghargaan.

AirAsia Hengkang dari Traveloka

05 Mar 2019
Maskapai berbiaya hemat (LCC) PT AirAsia Indonesia Tbk akhirnya menarik seluruh penjualan tiket pesawat melalui kanal Traveloka. Maskapai tersebut meminta calon penumpang membeli tiket melalui laman resmi atau aplikasi ponsel AirAsia. Hal tersebut disampaikan AirAsia merespons hilangnya penjualan tiket AirAsia di Traveloka beberapa waktu lalu.
Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengatakan bahwa tiket AirAsia hilang dari Traveloka pada 14 hingga 17 Februari 2019 dan kedua kalinya pada 2 Maret 2019.Traveloka menyayangkan sikap AirAsia tersebut karena Traveloka sangat memprioritaskan kerjasama yang berkelanjutan.

Emiten Transportasi Darat, Berebut Kue Logistik <em>e-Commerce</em>

05 Mar 2019
Transaksi dagang secara elektronik di Indonesia ditaksir berpotensi meningkat dari US$12,2 miliar pada 2018 menjadi US$53 miliar pada 2025. Ekonomi digital yang terus berkembang ikut memikat perusahaan logistik untuk mencicipi kue e-Commerce. Merujuk riset Google Temasek, jaringan logistik menjadi salah satu ujung tombak untuk menangani peningkatan pengiriman barang yang dibeli lewat e-Commerce. Dalam 3 tahun saja, volume pengiriman barang e-Commerce di Asia Tenggara diestimasi meningkat dari 800.000 paket per hari pada 2015 menjadi 3 juta paket per hari pada tahun 2018. Sejumlah emiten transportasi dan logistik pun menyiapkan strategi untuk menangkap peluang dari melesatnya frekuensi kirim-mengirim barang yang dibeli secara digital. Mereka ialah PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX), PT Dewata Freight International Tbk. (DEAL), dan PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA). Kehadiran dagang-el memberikan keuntungan bisnis bagi penyedia dagang-el dan penyedia jasa logistik. Prospek bisnis logistik pada tahun ini diprediksi akan sangat baik seiring dengan berkembangnya bisnis dagang-el.

Segmen Pinjaman Mikro, P2P <em>Lending</em> Pilih Tanggung Renteng

05 Mar 2019
Sejumlah perusahaan teknologi finansial peer to peer (P2P) lending menyasar peminjam di kelas pengusaha mikro mengingat gap kredit saha di segmen ini masih cukup lebar. Guna menggaet nasabah di segmen tersebut, penyelenggara fokus emenrapkan sistem tanggung renteng. Salah satunya PT Seva Kreasi Digital (penyelenggara tekfin dengan nama platform Dana Laut), yang membidik para pelaku di segmen usaha mikro kecil dan menengah di sektor maritim, khususnya nelayan. Mekanisme yang digunakan yaitu sistem tanggung renteng. Pendekatan ini paling cocok untuk pengusaha pesisir. Jadi tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan untuk menjalankan usahanya. Mekanisme tanggung renteng ini dinilai lebih menguntungkan untuk menggaet nasabah di lini mikro, baik dari sisi peminjam maupun sisi pendana. Dari sisi peminjam, mereke terbantu ketika mengalami kesulitan membayar angsuran. Dari sisi pendana, lebih secure karena ketika ada peminjam mengalami kesulitan akan di-cover oleh anggota kelompoknya. Sistem ini menjadi mekanisme screening yang cukup efektif karena peminjam harus dapat rekomendasi dari anggota kelompoknya.

<font color="orange"><b>Uang Elektronik</b></font>, Migrasi <font color="red"><b>LinkAja</b></font> Dikebut

05 Mar 2019
Perusahaan plat merah mempercepat integrasi layanan pembayaran LinkAja setelah sempat tertunda dari rencana semula awal bulan ini. Produk itu sendiri telah mendapat restu dari Bank Indonesia. Sistem pembayaran berbasis quick response code (QR Code), LinkAja, yang dibawah bendera PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) merupakan hasil sinergi enam perusahaan plat merah yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Pertamina, Jiwasraya, dan anak usaha Telkom, Telkomsel. Proses migrasi akan memerlukan waktu sekitar sebulan. Hal itu mengingat jumlah mesin pembayaran yang mencapai puluhan juta dan tersebar luas hingga ke pelosok daerah. Secara teknis, Finarya akan merancang maksimal saldo yang bisa ditampung di dalam LinkAja sebesar Rp10 juta untuk pengguna premium dan maksimal Rp1juta untuk pengguna yang tidak terregistrasi. Dari segi legalitas, Bank Indonesia telah memberikan lampu hijau kepada LinkAja.

Pendanaan <em>Startup</em>, Menanti Kiprah Go-Jek & Astra

05 Mar 2019
Astra dan Go-Jek kembali memperkuat kolaborasi mereka untuk mengembangkan pemanfaatan ekonomi digital. Kini, publik pun bertanya-tanya, apa yang akan dipersiapkan kedua korporasi kakap tersebut untuk menjalani langkah selanjutnya? Astra masih belum merumuskan apa nama perusahaan patungan yang dibentuk oleh Astra dan Go-Jek. Namun, dalam kongsi tersebut, Astra memegang saham mayoritas. Untuk tahap awal, Astra akan menyediakan 3.000 kendaraan untuk disewakan, dengan pengelolaan operasional yang didukung oleh Astra FMS(Fleet Management System) di area jabodetabek. Astra mengumumkan partisipasinya dalam tahap pertama pendanaan seri F Go-Jek dengan investasi senilai US$100 juta. Investasi Astra dengan Go-Jek di perusahaan patungan tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk berkontribusi lebih jauh di pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Pendanaan Seri B, Halodoc Disuntik US$65 Juta

05 Mar 2019
Halodoc berencana untuk memperluas areal pelayanan setelah menerima suntikan dana seri B terbaru sejumlah US$65 juta yang dipimpin oleh UOB Venture Management. Termasuk beberapa investor baru lainnya a.l. Singtel Innov*, Korea Investment Partners, dan WuXi AppTec, serta beberapa investor Halodoc terdahulu. Ini merupakan pendanaan terbesar kedua Halodoc sejak didirikan pada April 2016. Saat ini Halodoc sudah bekerja sama denganlebih dari 1.000 rumah sakit.