Lingkungan Hidup
( 5817 )PERIODE PENTING PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL
Warsa 2023 menjadi salah satu periode penting bagi PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha milik negara atau BUMN holding energi. Beragam pijakan penting dilalui perseroan hingga mampu menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam Fortune Global 500 pada tahun ini. Mengawali tahun dengan mendistribusikan B35 atau biodiesel dengan kandungan bahan bakar nabati 35% pada awal Februari. Berbagai strategi pun dilaksanakan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan mandatori tersebut.Kala itu, Pertamina melalui sub-holding commercial & trading PT Pertamina Patra Niaga langsung memperpendek jalur distribusi biodiesel dari produsen bahan bakar nabati (BBN) yang tadinya 112 terminal menjadi hanya 17 terminal se-Indonesia. Hal itu dilakukan agar pendistribusiannya menjadi lebih efisien.Selain itu, perusahaan juga menyiapkan kilang penampungan tambahan berkisar 50.000 kiloliter guna menampung bahan FAME sebagai campuran tambahan dalam memproduksi B35.Optimalisasi pemanfaatan BBN untuk mendukung transisi energi yang dilaksanakan pemerintah juga dilakukan Pertamina dengan menyajikan Pertamax Green 95 di Jakarta dan Surabaya, sejak Juli 2023. Tidak hanya lebih ramah lingkungan, Pertamax Green 95 juga memiliki kualitas yang lebih baik dengan research octane number (RON) 95. Di sektor penerbangan, tahun ini Pertamina juga menggandeng PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. untuk menggunakan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau Bioavtur dalam penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang menuju Bandara Adi Sumarmo di Surakarta, dan kembali ke Jakarta.Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Alfian Nasution mengatakan bahwa Pertamina memiliki komitmen untuk mendukung tercapainya target net zero emissionyang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dengan mengembangkan roadmap aset dekarbonisasi dan pembangunan green business, termasuk SAF untuk sektor aviasi.“Penerbangan khusus ini akan menjadi tonggak sejarah di industri aviasi yang berkelanjutan. Masyarakat juga akan merasakan pengalaman baru, merasakan pemanfaatan energi terbarukan dan berkontribusi secara langsung pada penurunan emisi,” katanya.
Upaya mengakselerasi transisi energi juga dilakukan Pertamina melalui subholding Power New and Renewable Energy atau Pertamina NRE yang berhasil meningkatkan kapasitas terpasang dari energi hijau, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 48 megawattpeak (MWp).Kapasitas terpasang listrik bersih tersebut naik signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 28,6 MWp. Perusahaan memprediksi penggunaan PLTS di internal perseroan, seperti yang dilakukan di Pertamina Hulu Rokan bisa menyentuh angka 500 MW secara bertahap.Dari panas bumi, perseroan melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. telah memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan kapasitas 672 MW. Targetnya, dalam 2 tahun angka tersebut bakal menyentuh 1 gigawatt (GW).
Sementara itu di hulu migas, Pertamina melalui Pertamina Hulu Energi Masela menggandeng Petronas Masela Sdn. Bhd. mengambil alih 35% kepemilikan Shell Upstream Overseas Services Limited di Blok Masela.Pengambilalihan participating interest tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengakselerasi pengelolaan wilayah kerja kaya gas yang sempat lama tertunda tersebut.
Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan, Pertamina Hulu Rokan berhasil menahan penurunan produksi minyak di level 167.000 barel setara minyak per hari (bopd), sedangkan produksi minyak dari Blok Cepu susut ke level 140.000 bopd. “[Juara 1] Rokan, Cepu sudah turun. [Produksi] Rokan sekitar 167.000 bopd, sedangkan Cepu kan 140.000 bopd,” katanya saat ditemui barubaru ini.
Pertamina Hulu Energi juga berperan dalam pengembangan teknologi carbon capture utilization and storage (CCUS) di Indonesia melalui injeksi perdana CO2 di Lapangan Jatibarang di Jawa Barat, dan Lapangan Sukowati di Jawa Timur.Keandalan kinerja hulu perusahaan juga disertai dengan moncernya sektor midstream. Refinery Development Masterplan Program (RDMP) yang dijalankan oleh subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional berhasil mencatatkan progress positif.
Hingga akhir Oktober 2023, Pertamina sebagai BUMN juga tercatat telah berkontribusi sebanyak Rp255,51 triliun terhadap penerimaan negara, terdiri atas pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta signature bonus.“Sepanjang 2023, Pertamina melakukan berbagai inovasi bisnis, meningkatkan produksi migas di dalam negeri dan luar negeri, sebagai upaya kami untuk menambah produksi migas bagi Indonesia, menumbuhkan ekosistem energi transisi, serta mengembangkan partnership dengan berbagai mitra bisnis yang kredibel,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
HARGA EMAS : PELUANG SETELAH PECAH REKOR
Lonjakan harga emas yang baru saja memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa masih mungkin berlanjut. Sempat redup dan melandai setelah pandemi, emas akhirnya berkilau. Sepanjang 2023, komoditas yang sudah eksis sejak 4.000 tahun sebelum Masehi ini kembali jadi salah satu aset hedgingpaling semriwing.Yang paling gres, harga emas di pasar spot menyentuh level US$2.077,49 per troy ouncepada penutupan perdagangan Rabu (27/12). Level ini menjadi rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang baru.Catatan ini juga sekaligus menjadi kali kedua emas membukukan all-time high di tahun ini. Catatan serupa sempat terjadi pada 1 Desember 2023, ketika harga emas di pasar spot mencapai US$2.072,22 per troyounce, memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang terekam di tengah pandemi, Agustus 2020. Bila diukur dari titik di awal tahun (year-to-date/ytd), banderol emas spot telah merefl eksikan tren penguatan 13,89% dari posisi US$1.824,02 per troy ounce. Sebagai konteks, per Rabu (27/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengukur kinerja seluruh saham di Indonesia dalam tren menguat 5,77% saja ytd. Sementara indeks LQ45 dan IDX30, masing-masing, dalam tren tumbuh 5,77% dan 3,36% ytd.Di sisi lain, indeks Dow Jones dan S&P 500 mengalami penguatan masing-masing 13,6% dan 24,53% ytd.Menariknya, pengamat dan pakar melihat titik puncak belum tercapai. Tidak sedikit yang percaya bahwa reli rekor harga emas akan kembali terulang dalam waktu dekat, dengan ekspektasi besar pada awal 2024. “Tak ada bukti yang lebih jelas dari ini, betapa emas sebagai instrumen lindung nilai makin diakui seiring peningkatan investor di seluruh dunia yang beralih ke aset ini di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik,” terang CEO LBMA Ruth Crowell dalam pernyataannya.
Skenario yang lebih mungkin adalah antara soft landingperekonomian (ditandai pertumbuhan ekonomi yang lebih landai), atau hard landingyang rawan mengakibatkan resesi.Dengan kemungkinan 45%—65% terjadi soft landingdan 25%—55% hard landing, LBMA pun meyakini harga emas bisa “secara signifi kan meningkat” pada tahun depan.
Di sisi lain John Hathaway, Manajer Portofolio Senior di Sport Asset Management USA, menyatakan bahwa semua skenario masih mungkin. Namun, dia punya dasar yang lebih konkret yang meyakini harga emas masih akan dalam tren tinggi untuk jangka pendek.Dilansir dari Euronews, Hathaway melihat ada indikasi terhadap komitmen The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunganya yang tinggi dalam waktu lama. Hal tersebut bisa memicu deflasi kredit lebih luas dan mempertinggi kemungkinan resesi. Efek domino yang muncul terhadap sektor perbankan dan pasar tenaga kerja pun membuat aset hedging seperti emas cenderung makin diminati.
Sebagaimana pengingat, The Fed masih memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 5,25%—5,5% pada FOMC Desember 2023.Sedangkan data PDB AS meningkat sebesar 4,9% secara tahunan pada kuartal terakhir, direvisi turun dari angka yang dilaporkan sebelumnya sebesar 5,2%.
Di dalam negeri, menurut analis komoditas Lukman Leong, Bank Indonesia (BI) hanya akan menurunkan suku bunga apabila tekanan dari dolar AS mereda.
Menurut versi Lukman, katalis lain yang mendorong harga emas yaitu dari permintaan fi sik bank sentral China. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan perang juga merupakan insentif bagi harga komoditas tersebut.
LEDAKAN SMELTER, Mengejar Mimpi ke Morowali
Tahun 2024 mestinya bakal penuh makna bagi Irfan Bukhari
(26), asal Polewali Mandar, Sulbar, yang berencana meminang kekasihnya.Tapi
ledakan tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di
kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park, Minggu (24/12) mengakhiri rencananya.
Irfan salah satu dari 19 korban tewas dalam insiden tersebut. Kaharuddin Qasyim
(31) bercerita sudah setahun keponakannya, Irfan, bekerja di ITSS, tiap bulan
Irfan mengirim uang ke orang tuanya. Dia juga membiayai sekolah adik bungsunya.
Ayahnya petani dan ibunya berjualan kue.
“Irfan sudah meminta bapak dan ibunya berhenti bekerja” katanya, Kamis (28/12).
Namun, tekad Irfan pupus secara tragis.
Bekerja dan menopang keluarga juga dilakoni Martinus (26)
korban ledakan smelter yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Morowali. Menurut
adik Martinus, Hendra (25), sejak bekerja di PT ITSS, kakaknya rutin mengirim
sebagian gajinya untuk membantu orangtua. ”Harusnya akhir tahun ini kami
berkumpul bersama orangtua. Ternyata, ceritanya lain. Sampai sekarang ibu belum
datang karena shock,” katanya. Menyebut Morowali berarti menyebut tambang,
industri nikel, dan peluang hidup. Beberapa tahun terakhir, usaha tambang dan
industri nikel tumbuh pesat di daerah ini, Morowali serupa tanah harapan. Tak hanya
pencari kerja, perintis usaha kecil dan besar turut berharap berkah dan peluang
di tengah maraknya industri.
Kamis (28/12), suasana sekitar PT Indonesia Morowali Industrial
Park (IMIP) di Bahodopi riuh. Pekerja masuk keluar kawasan industri. Ribuan
sepeda motor pekerja diparkir dan tersebar di beberapa lokasi. Truk besar hilir
mudik menjemput dan mengambil material. Saat pertukaran sif kerja, kemacetan
panjang terjadi di jalan-jalan kawasan industri. Sepanjang jalan Bungku ke
Bahodopi, warung makan, toko penjual berbagai keperluan, bengkel, kos-kosan, penginapan,
dan tempat usaha lain memadati kiri kanan jalan. Di jalan yang tak seberapa
lebar itu, setiap truk besar melintas, sebagian kendaraan lain harus menepi. Alfian
(26) dari Tana Toraja, Sulsel, sudah sebulan menumpang di kamar kos kerabatnya
yang telah bekerja di PT IMIP. ”Saya memasukkan lamaran dan menunggu jadwal interview.
Saya tak tahu sampai kapan akan menunggu, akan diterima atau tidak. Semoga
nanti ada jawaban,” katanya.
Ledakan tungku smelter di PT ITSS, tenant di bawah PT IMIP,
tak jadi soal bagi pencari kerja. Mereka tetap berharap bisa bekerja di sana. Kadisnakertrans
Sulteng Arnold Firdaus menyampaikan, Morowali hingga Morowali Utara menjadi
magnet tenaga kerja. Di IMIP, ada 72.000 tenaga kerja, 87 % adalah pekerja local,
selebihnya pekerja asing. ”Pekerja lokal sebagian besar dari luar daerah, baik
dari Sulsel, Sultra, Gorontalo, maupun Jawa. Pekerja dari Sulteng berkisar 20 %,”
ujar Arnold, kemarin. Jumlah pekerja itu belum termasuk ribuan pekerja di perusahaan
lainnya. Di Morowali Utara, ada perusahaan lainnya yang memiliki hingga 15.000
tenaga kerja. Kehadiran industri ini menekan tingkat pengangguran terbuka
Sulteng. Pada Agustus 2023 sebanyak 47.080 orang menganggur atau 2,95 % dari
total angkatan kerja. Jumlah ini turun 2.000 orang dibandingkan Agustus 2022. (Yoga)
Persoalan Pangan Kian Serius
Masalah pangan kian serius, tetapi penanganannya makin tidak
menemui titik terang. Perubahan iklim dan persoalan lahan perlu segera
ditangani. Indonesia tengah memasuki fase paceklik produksi beras dan gula.
Fase itu dibayangi anomali beras dan gula dunia yang mencerminkan produksi
berlimpah, tetapi harga justru naik. Padahal, Pemerintah Indonesia tengah
membutuhkan kedua komoditas itu sebagai cadangan pangan di tengah penurunan
produksi pada tahun ini. Fase paceklik produksi beras dan gula di Indonesia diperkirakan
terjadi berbarengan, yakni pada November 2023-Mei 2024. Musim tanam I padi di
sejumlah daerah produsen beras nasional baru mulai pada November dan Desember
2023 akibat dampak El Nino, yang menyebabkan panen raya hasil musim tanam I
mundur dari Maret-April 2024 menjadi April-Mei 2024. Meski ada panen pada
Januari-Maret 2024, hasilnya masih belum berlimpah (Kompas, 26/12). Masalah
pangan merupakan masalah yang kompleks, dari mulai hulu, yaitu pertanaman,
hingga hilir, yaitu perdagangan di tingkat konsumen.
Masalah pertanaman mulai dari penyediaan benih atau bibit,
penyediaan air, penyediaan lahan, hingga soal penanganan hama serta penyediaan
penyuluh lapangan dan buruh tani. Sementara di hilir, persoalan perdagangan
sejak dulu kerap bermasalah akibat para pemburu rente dan juga masalah dengan
impor beras. Akan tetapi, dari berbagai masalah itu, akar utamanya adalah
perubahan iklim dan penyediaan lahan. Perubahan iklim telah mengubah berbagai
aspek dalam pertanian tanaman padi dan tebu. Otomatis penyediaan benih atau
bibit, pasokan air, dan penanganan hama juga telah berubah. Sementara masalah
lahan makin kompleks karena desakan kebutuhan permukiman dan kebutuhan
industri. Kita dengan mudah melihat peralihan lahan di sentra-sentra padi dan
tebu di berbagai daerah, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, maupun Jatim.
Sampai saat ini tidak ada langkah yang bisa menekan perubahan lahan. Nilai
tukar petani yang makin rendah tidak sedikit mengakibatkan mereka menjual aset
yang sangat berharga, yaitu lahan. Keterdesakan kebutuhan sehari-hari telah
membuat mereka memilih menjual lahan. Penghasilan dari pertanian padi dan tebu
sudah tidak bisa lagi menopang pengeluaran mereka. (Yoga)
Hilirisasi Masih Terhambat Transformasi Industri
Hilirisasi yang digenjot Pemerintah Indonesia lima tahun
terakhir, khususnya di sektor tambang mineral, dinilai sudah menunjukkan hasil
positif. Namun, belum mampu menggenjot kontribusi industri pengolahan terhadap
ekonomi Indonesia. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi)
Rizal Kasli mengatakan, hilirisasi saat ini, terutama untuk nikel, sudah
mengalami kemajuan. Indonesia sejauh ini masih lebih banyak berinvestasi untuk memberi
nilai tambah pada produk tambang nikel. ”Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya
smelter nikel di Indonesia, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara. Indonesia
saatini sudah menjadi produsen nikel terbesar di dunia dengan tingkat produksi 1,8
juta ton per tahun,” katanya saat dihubungi, Kamis (28/12) di Jakarta. Menurut
data Badan Geologi Kementerian ESDM, total sumber daya nikel Indonesia 17,3 miliar
ton dengan jumlah cadangan 5,08 miliar ton, yang diolah di 44 smelter lewat pemrosesan
nikel dengan pirometalurgi atau ke arah produk stainless steel, dengan produk
akhir feronikel, nikel matte, dan nickel pig iron (NPI). Sebagian lagi diolah
di tiga smelter hidrometalurgi atau ke arah baterai untuk kendaraan listrik.
Rizal berpendapat, sebaiknya kapasitas pengolahan produk
antara menjadi barang jadi dimaksimalkan. Saat ini, Indonesia masih banyak
mengekspor produk antara ke negara lain untuk diolah menjadi produk jadi,
seperti alat kesehatan, alat rumah tangga, alat transportasi seperti pesawat,
kapal, kendaraan termasuk kendaraan listrik, dan produk pertahanan. ”Dengan
menjadikan industrialisasi produk turunan ini, nilai tambah yang didapat Indonesia akan
jauh lebih besar. Bahkan, Indonesia akan menjadi negara industri. Untuk itu diperlukan
visi dan misi pemimpin bangsa ke depan yang dapat mentranformasi industrialisasi
ini menjadi kekuatan bangsa,” kata Rizal. Kepala Center of Industry, Trade, and
Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry
Satryo Nugroho berpendapat, konsep hilirisasi yang dilakukan pemerintah masih pada
upaya menghentikan ekspor barang mentah dan menarik permodalan untuk membangun
industri pengolahannya. (Yoga)
Proyek LNG Abadi di Masela Berlanjut
Fakta Baru di Insiden Smelter Morowali
Akal Jitu ”Emak-emak” Hadapi Kenaikan Harga Pangan
Lonjakan harga pangan membuat ”emak-emak” kalang kabut.
Mereka harus mengeluarkan sejuta akal demi mengatur keuangan, mulai dari
berburu promo diskon, membatasi uang belanja, hingga menakar kebutuhan sambal. Riana
(34) tersenyum kecut saat berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jaksel, Selasa (26/12)
siang, uang Rp 100.000 di dompetnya belum cukup membeli semua daftar
kebutuhannya. Ia hanya membeli satu ayam potong, setengah kg telur ayam,
setengah kg bawang merah dan bawang putih, serta seperempat cabai. Beberapa sayuran
yang ia beli pun hanya setengah porsi biasanya. Sisa uangnya Rp 50.000 juga digunakan
membeli tempe dan bumbu masak lainnya. ”Uang belanja sayur, lauk, dan kebutuhan
dapur saya patok Rp 150.000 per minggu. Kalau tidak begitu, bisa lebih besar pasak
daripada tiang,” ucap Riana menganalogikan biaya hidup yang semakin membengkak.
Data infopangan.jakarta.go.id per Selasa (26/12) mencatat
kenaikan harga cabai rawit merah, cabai merah besar, hingga bawang merah di sejumlah
pasar. Harga cabai merah keriting, naik Rp 4.000 menjadi Rp 44.000 per kg dibandingkan
sehari sebelumnya. Harga beras medium mencapai Rp 13.000 per kg atau di atas
HET, Rp 10.900 per kg. Di tengah lonjakan harga pangan itu, Riana mengaku tak mudah
mengatur uang belanja. Hampir separuh gaji suaminya sudah terpakai untuk
membayar kontrakan, tagihan listrik, pulsa, dan internet. Ia harus
pintar-pintar mengatur agar kebutuhan bulanan keluarga tak lebih dariRp 2 juta,
agar dia masih bisa menabung minimal Rp 100.000 setiap bulan.
Ia tak hanya berbelanja ke pasar tradisional, tetapi juga
supermarket demi berburu diskon membeli minyak goreng, gula pasir, detergen,
tisu, dan makanan ringan. Riana juga mengejar hadiah jika membeli produk
tertentu. Tidak hanya konsumen, pedagang makanan pun harus berhemat. Solikhah
(35), pemilik warung makan Magelang di Pasar Kramat Jati, Jakarta, mengaku
kerepotan akibat ”pedasnya” harga cabai. ”Naiknya harga cabai 2 bulan lalu
membuat saya harus mengurangi porsi membuat sambal. Jika biasanya buat sam bal
pakai cabai 1 kg, sekarang hanya setengahnya,” katanya. Porsi sambal kepada
pembeli pun berkurang. ”Jika dahulu setiap porsi makan bisa 1-2 sendok makan
berisi sambal, saat ini paling hanya dua sendok teh. Kalau mau nambah, ya, harga
makanannya dinaikkan,” kata Solikhah. (Yoga)
Salah Arah Mengatasi Masalah Beras
Pemerintah hendaknya lebih serius lagi dalam memitigasi dampak El Nino yang mempengaruhi anjloknya produksi beras nasional. Musim kering akibat perubahan iklim tersebut menyebabkan mundurnya masa tanam padi yang berimbas bergesernya masa panen raya kali ini. Hal itu berpotensi membuat defisit beras pada 2024 lebih panjang. Sebagai dampak El Nino, musim tanam yang biasanya dimulai pada Oktober-November kini mundur ke Desember 2023, bahkan Januari mendatang. Akibatnya, masa panen ikut mundur dari seharusnya dimulai pada Februari bergeser menjadi Maret atau April 2024.
Konsekuensinya, defisit kebutuhan beras pun bisa menjadi lebih panjang daripada biasanya karena panen raya mundur dari Maret-April menjadi April-Mei atau bahkan Mei-Juni 2024. Kerangka Sampel Area amatan Badan Pusat Statistik pada November 2023 memproyeksikan produksi beras pada Januari dan Februari 2024 hanya sebesar 0,93 juta ton dan 1,32 juta ton. Dengan tingkat konsumsi masing-masing 2,54 juta ton dalam dua bulan tersebut, diprediksi Indonesia mengalami defisit beras 1,61 juta ton pada Januari 2024 dan 1,22 juta ton pada Februari 2024. Bila tidak ada mitigasi yang memadai, stok yang terus menipis itu akan membuat paceklik beras jadi lebih panjang. Harga beras akan terus melambung. Kondisi pangan saat ini akan makin sempoyongan. Ancaman inflasi pun mengintai. (Yetede)
Ford Kuasai 8,5% Saham Pabrik Baterai EV vale
Ford Motor Company resmi menjadi pemegang langsung 88.716 unit saham atau 8,5% saham PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI). Untuk menguasai porsi saham KNI sebesar itu, pabrikan mobil global tersebut menyetorkan modal senilai Rp 88,71 miliar. KNI merupakan perusahaan yang akan mengelola pabrik high preasure acid leach (HPAL) yang beroperasi di Blok Pomala Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pabrik tersebut digarap PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama Zhejiang Tbk Tiongkok untuk menghasilkan nikel berbentuk mixed hydroxide (MHP) berkapasitas 120 ribu ton per tahun.
Dalam rantai bisnis nikel, MHP diolah menjadi nikel dan kobalt sulfat yang merupakan material (perkursor) kutub positif atau katoda sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle) bersama lithium serta mangan/aluminium. Baterai jenis ini bernama lithium ion. "Sebagai akibat dari penerbitan dan pengambilan bagian saham baru tersebut, maka struktur permodalan dan kepemilikan saham KNI menjadi modal dasar KNI sebesar Rp 1 triliun terbagi atas 3,82 juta saham; dan modal yang ditempatkan dan disetor KNI sebesar Rp 1 triliun yang terbagi 1 juta saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1 juta," jelas Sekretaris Perusahaan PT Vale Indonesia Tbk Filia Alanda. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









