Teknologi Informasi
( 863 )LAYANAN INTERNET : WANTI-WANTI KEHADIRAN STARLINK
Operator telekomunikasi di dalam negeri mesti mewaspadai kehadiran satelit internet Starlink di Indonesia. Uji coba satelit milik Elon Musk itu diyakini bisa membuat industri telekomunikasi di Tanah Air mengalami remapping.n Sejumlah pengamat industri telekomunikasi menilai kehadiran Starlink di Indonesia bisa membuat bisnis operator terancam, bahkan mengalami gulung tikar. Hal itu disebabkan oleh kehadiran layanan internet berbasis satelit orbit rendah tersebut berpotensi memberikan pengaruh kuat terhadap industri telekomunikasi nasional dalam jangka menengah dan panjang. Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa kehadiran Starlink di Indonesia akan banyak memakan bisnis Internet Service Provider (ISP) dan operator telekomunikasi. Imbasnya, ISP dan operator telekomunikasi akan terkena dampak yang cukup signifikan. Bukan hanya ISP, Heru menyebut operator telekomunikasi juga akan tertekan, di mana Starlink akan mengambil pasar operator telekomunikasi di Indonesia. Hal itu memberikan ancaman tersendiri bagi operator telekomunikasi hingga 3—5 tahun ke depan.
“Karena Starlink merupakan trade off dengan rencana investasi Tesla di Indonesia, perlu ada batasan waktu bilamana hingga 6 bulan ke depan Tesla tidak jelas jadi atau tidaknya investasi di Indonesia,” ujarnya. Dia pun mengimbau agar pemerintah terus memantau dampak terhadap ISP dan operator seluler. Heru juga mewanti-wanti Starlink bisa mematok layanan internet yang harga lebih rendah dibandingkan dengan pemain lain. Senada, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa kehadiran Starlink akan berdampak pada penyelenggara telekomunikasi lokal. Dari sisi kecepatan internet, Ian menyampaikan bahwa saat ini di Indonesia berada pada kisaran 10 Mbps, dan diharapkan mencapai minimal 30—100 Mbps per pelanggan sharing. “Dengan Starlink, tentu akan ditawarkan model asimetrik download yang lebih besar dibandingkan dengan upload, download diharapkan berada pada level lebih besar atau sama dengan 30 Mbps, dan upload lebih besar atau sama dengan 5—10 Mbps,” tuturnya. Sementara itu, emiten telekomunikasi punya pandangan berbeda. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) optimistis Starlink bakal berdampak positif pada pertumbuhan pelanggan perusahaan. VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko mengatakan bahwa masuknya Starlink ke Indonesia bakal memicu peningkatan jumlah pelanggan Telkom Group. Pasalnya, TLKM melalui Telkomsat telah bekerja sama dengan Starlink yang bersifat business-to-business (B2B).
Terpisah, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) memandang kehadiran Starlink bisa memberikan pilihan ketersediaan teknologi yang dapat mendukung operator dalam menyediakan layanan Internet kecepatan tinggi khususnya di wilayah pelosok. Head of External Communication XL Axiata Henry Wijayanto mengatakan bahwa kehadiran Starlink di Indonesia menjadi salah satu solusi dalam memberikan layanan ke daerah rural. XL Axiata pun selalu terbuka untuk menjajaki peluang kerja sama dengan semua pihak untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik. SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menilai bahwa masuknya Starlink ke Indonesia akan meningkatkan ekosistem industri telekomunikasi. Pada perkembangan lainnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyampaikan bahwa satelit Starlink milik Elon Musk akan melakukan uji coba perdana di Indonesia, tepatnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Mei 2024. “Rencana uji coba Mei nanti. Kita tunggu saja, tanggalnya belum, tetapi kisarannya pada Mei,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Selasa (16/4).
AS-China dan ”Techno-nationalism”
Teknologi ikut menentukan kemenangan dalam persaingan geopolitik. Pihak yang menguasai sarana penting dalam pengembangan kecerdasan buatan akan unggul. Rivalitas AS dan China dapat dilihat di berbagai bidang, antara lain teknologi. AS mengeluhkan China bisa mencapai kemajuan teknologi seperti sekarang, mampu membuat cip dan produk berbasis kecerdasan buatan, seperti ponsel dan drone, berkat ”bantuan” dari AS, berupa produk cip yang dihasilkan perusahaan AS atau layanan pendidikan tinggi bidang teknologi yang dinikmati mahasiswa China. Maka, dalam upaya menghambat China menguasai teknologi pembuatan cip, pejabat Kementerian Perdagangan AS untuk Urusan Industri dan Keamanan, Alan Estevez, dijadwalkan bertemu pejabat Belanda pekan ini.
Dilaporkan Kompas.id edisi 5 April 2024, pertemuan mereka akan dihadiri pemimpin perusahaan penghasil mesin pencetak layout sirkuit cip asal Belanda, ASML. Intinya, AS hendak meminta ASML berhenti merawat mesin pencetak layout sirkuit cip yang dimiliki China. Sebelumnya, AS meminta penjualan mesin ASML ke China dihentikan. AS beralasan, jika China mampu memproduksi cip yang kian canggih, keamanan nasional AS terancam. China akan bisa membuat senjata pintar yang menyaingi AS. Pada 2022, AS juga menerapkan US CHIPS and Science Act yang melegalkan pemberian subsidi bagi perusahaan AS yang bergerak di sektor pembuatan cip.
Syaratnya, penerima subsidi tidak boleh memiliki kaitan apa pun dengan China. Semua itu bagian fenomena techno-nationalism, yakni upaya menghambat pertukaran dan penyebaran teknologi atas dasar nasionalisme, juga melarang ekspor dan menghambat alih teknologi, serta menyeleksi super ketat pertukaran ilmuwan/mahasiswa asing. Kondisi ini menyebabkan ketidakmenentuan bagi perusahaan di dunia. Tukar-menukar teknologi dan perdagangan tak bisa lagi dilakukan hanya berdasarkan alasan ekonomi. Dunia telah memasuki era techno-geopolitical uncertainty atau ketidakpastian geopolitik teknologi (Luo and Assche). (Yoga)
Berapa Besar Peluang Sukses Starlink di Indonesia
Satelit Starlink Milik Elon Musk Segera Masuk Segmen Ritel Indonesia
Kemenkominfo memastikan layanan telekomunikasi berbasis
satelit orbit rendah milik miliarder Elon Musk, Starlink, akan segera hadir
secara ritel di Indonesia. Pendirian badan hukum Indonesia telah selesai
dilakukan. Sementara pengurusan izin penyelenggara jasa internet dan izin prinsip
penyelenggara jaringan tetap tertutup berbasis satelit/VSAT masih berproses menuju
final. Dirjen Pos dan Informatika Kemenkominfo Wayan Toni Supriyanto
mengatakan, saat ini sudah berdiri PT Starlink Services Indonesia, badan hukum
milik Starlink di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan bisnis
layanan telekomunikasi berbasis satelit dari daftar negatif investasi (DNI).
Artinya, investor asing bisa menanamkan modalnya di sektor
ini di Tanah Air. Bahkan, kepemilikan saham di sektor ini bisa 100 % oleh
investor asing. Izin VSAT yang diajukan PT Starlink Services Indonesia, menurut
Wayan, sudah lengkap. Adapun izin ISP masih ada yang kurang karena perusahaan itu
masih harus menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan perusahaan network
access provider (NAP). ”Standardisasi perangkat yang dipakai satelit Starlink
sudah diurus Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo,”
ujar Wayan, yang ditemui seusai buka puasa bersama Kominfo dengan media, Rabu
(3/4) malam, di Jakarta. (Yoga)
Indonesia Bangun Pusat Pengembangan AI Rp 3,1 Triliun
TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN : Indosat-NVIDIA Bangun Pusat AI Rp3 Triliun
PT Indosat Tbk. (ISAT) dan NVIDIA, raksasa teknologi global, berencana membangun pusat kecerdasan buatan atau AI di Solo, Jawa Tengah, senilai US$200 juta atau Rp3,18 triliun. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan Solo dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki sumber daya manusia yang cukup mumpuni di bidang teknologi. Dia melanjutkan, rencana pembangunan pusat AI bernama Indonesian AI Nation itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, dia tidak memberi tahu detail waktu pembangunan tersebut. President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan Indosat mengadopsi GPU Tensor Core NVIDIA berbasis platform Blackwell untuk berbagai pemanfaatan seperti percepatan pada beban kerja inferensi—proses menjalankan data langsung melalui model AI terlatih untuk membuat prediksi atau menyelesaikan suatu tugas pada sebuah perusahaan.
Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menambahkan, kolaborasi strategis perusahaan dengan NVIDIA tidak hanya akan mendorong pertumbuhan infrastruktur teknologi di Indonesia, tetapi juga akan mempersiapkan SDM Indonesia untuk merangkul teknologi masa depan. Sementara itu, Senior Vice President Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta mengatakan integrasi platform Blackwell memungkinkan Indosat untuk mengembangkan bisnis lebih jauh, serta mendorong pengembangan Large Language Model yang akan membantu memberdayakan Indonesia dengan AI generatif.
Mengurai Dominasi Platform Digital Global
”Winner takes all market” Ekosistem bermedia hari ini menampakkan
struktur yang berlapis-lapis. Bagaimana masyarakat mengonsumsi informasi,
kurang lebih ditentukan oleh apa platform media sosial (medsos), platform mesin
pencari, platform video, web browser, sistem operasi, serta aplikasi tertanam
dalam gawai yang mereka gunakan. Model periklanan yang banyak digunakan
pengiklan juga ditentukan oleh perilaku konsumsi media yang terbentuk oleh
hal-hal tersebut. Dalam konteks inilah, perusahaan platform digital
mengendalikan praktik bermedia. Google secara paripurna menguasai pangsa pasar
teknologi mesin pencari (Google Search), platform video (Youtube), web browser
(Chrome) dan sistem operasi (Android).
Meta mendominasi jagat medsos dengan mengoperasikan platform
medsos terpopuler: Facebook, Instagram, Whatsapp. Dengan dominasi tersebut,
Google dan Meta mempraktikkan monopsoni sekaligus monopoli, yakni menguasai
pasar secara paripurna karena baik bahan dasar (data perilaku pengguna) maupun
produk akhir (teknologi, informasi, dan iklan) dikendalikan pihak yang sama. Semakin
kuat winner takes all market, semakin lebar ketimpangan antara penguasa pasar
dan pelaku pasar lain. Inilah yang terjadi dalam hubungan antara perusahaan platform
digital dan perusahaan media massa, termasuk di Indonesia. Dalam laporan We are
Social dan Melwater, dari total belanja iklan Indonesia pada 2023 yang mencapai
Rp 103,4 triliun, belanja iklan digital memiliki porsi 46 % (Rp 47,5 triliun).
Dengan pertumbuhan di atas 10 % per tahun, belanja iklan
digital diperkirakan akan menyudahi dominasi belanja iklan televisi di Indonesia
pada 2025. Sayangnya yang menikmati pertumbuhan ini bukan media massa konvensional,
melainkan raksasa digital Google dan Meta. Dalam tiga tahun terakhir, duopoli
itu menguasai lebih dari 70 % belanja iklan digital di Indonesia, melalui dua
cara. Pertama, mereka adalah pemilik inventori iklan terbesar yang mengoperasikan
platform mesin pencarian, video, dan media sosial dengan popularitas yang tak
tertandingi. Popularitas ini mampu melahirkan persepsi publik, ”kalau mau
mencari informasi, hiburan, dan jejaring, harus ke Google Search, Youtube, Facebook
dan Instagram”. Dalam peta belanja iklan digital Indonesia tahun 2023, ketiga
jenis periklanan ini memiliki porsi masing-masing: iklan pencarian (32 %/Rp 15,5
triliun), iklan medsos (35 %/Rp 16,7 triliun), iklan video (14,8 %/Rp 10,9 triliun).
Kedua, perusahaan platform digital juga mengoperasikan berbagai
teknologi penunjang periklanan digital yang semakin lama semakin sulit
dihindari penerapannya oleh para penerbit dan pengiklan, seperti DSP, SSP, Ads
Servers, Trading Desk, WebBrowser, analytics software provider, dan data provider.
Teknologi-teknologi ini melahirkan mode periklanan programatik di mana
perusahaan platform bertindak sebagai broker yang menjembatani hubungan antara
pengiklan dan media. Sebagai broker, ”diam-diam” mereka mengambil porsi bagi
hasil terbesar, diperkirakan mencapai 61-74 % dari nilai transaksi iklan. Padahal,
porsi periklanan programatik sangat dominan dalam pasar periklanan digital di
Indonesia, yakni 80 % (Rp 38,6 triliun) dari total belanja iklan digital
Indonesia 2023. (Yoga)
2028, Nilai Pasar Komputer RI Tembus USD 961 Juta
Total
nilai pendapatan/pasar/omzet komputer yang didesain untuk penggunaan
harian disatu tempat/meja (personal komputer/PC deskstop) Di Indonesia
diperkirakan mencapai USD 961,87 juta pada 2028 dari tahun 2023 masih US$
861,99 juta. Nilainya meningkat US$ 99,9 juta atau bertumbuh 11,59 % dalam lima
tahun kedepan. Atau tumbuh dan rata-rata 2,22% setiap tahun (compound growth
rate/CAGR).
Data
pasar computer desktop dari Statista,lembaga konsultan dan riset global untuk
berbagai industri tersebut tidak memasukkan laptop dan notebook. “Makin
populernya perangkat laptop dan selular yang bisa dibawa kemana-mana
mengakibatkan permintaan PC di Indonesia menurun,” ungkap Departemen Riset
Statita, Minggu (31/3). (Yetede)
Kanada Gugat Induk Tiktok dan Facebook
Dewan sekolah pada empat distrik di Ontario, Kanada,
menggugat perusahaan induk Tiktok hingga Facebook dan Instagram karena dinilai
membahayakan pelajar. Meta, Bytedance, dan Snap diminta membayar ganti rugi
2,96 miliar USD. Gugatan diajukan dari Distrik Toronto, Peel, Katolik Toronto,
dan Ottawa-Carleton. Dalam pernyataan pada Kamis (28/3) penggugat menyebut tiga
perusahaan media sosial tersebut merancang produk yang mendorong penggunaan kompulsif.
Produk itu juga mengubah cara anak-anak belajar, berperilaku, dan belajar. Penggunaan
media sosial menyebabkan krisis pembelajaran dan kesehatan mental pada siswa.
Dampaknya, sekolah harus berinvestasi lebih banyak untuk menyusun program-program
dukungan.
Gugatan diajukan ke Facebook dan Instagram yang dibawahkan
Meta. Tiktok yang dibawahkan Bytedance serta Snapchat juga menjadi sasaran gugatan.
Meta dan Bytedance belum menanggapi gugatan itu. Sementara jubir Snap Inc, Tanya
Johnson, mengatakan, Snapchat membantu pengguna tetap terhubung dengan
teman-temannya. ”Snapchat terbuka langsung ke kamera, bukan unggahan konten,
dan tidak memiliki tombol tanda suka atau komentar publik,” katanya. Johnson
menyebut, Snapchat senantiasa siap membantu remaja menghadapi aneka tantangan.
Anggota Dewan Sekolah Distrik Toronto, Rachel Chernos, mengatakan
bahwa guru dan orangtua menyimak masalah anak-anak kurang bergaul dan mudah
cemas di media sosial. Selain itu, ada masalah perundungan dan kecenderungan mencari
perhatian dengan cara tidak lazim lewat unggahan di media sosial. Tidak kalah
penting, ada masalah mental pada anak-anak yang kecanduan media sosial. ”Perusahaan-perusahaan
ini secara sadar telah menciptakan program-program yang bersifat adiktif yang
ditujukan dan dipasarkan pada kaum muda. Hal ini menyebabkan kerugian yang signifikan
sehingga kami tidak bisa diam begitu saja dan tidak angkat bicara mengenai hal
ini,” kata Chernos. (Yoga)
Ahmad Kamel, Belajar Al Quran dengan Teknologi AI
Ahmad Kamel (24) tersentak saat membaca data yang menyebutkan
banyak Muslim di Indonesia terkendala membaca Al Quran. Menggunakan teknologi
kecerdasan buatan, ia mencoba membantu warga mandiri belajar membaca Al Quran
lewat aplikasi Qara’a. Ahmad Kamel menunjukkan bagaimana mengoperasikan
aplikasi Qara’a di sebuah kedai kopi di Kecamatan
Pontianak Timur, Kalbar, Kamis (21/3). Qara’a artinya kegiatan membaca
sekaligus memahaminya. Pada salah satu fitur aplikasi Qara’a, muncul huruf alif
beserta cara melafalkannya. Setelah itu, fitur meminta pengguna mengucapkannya.
Kamel lantas mendekatkan telepon pintar ke mulutnya dan melafalkan huruf alif
untuk mengetahui apakah pelafalannya sudah benar. ”Kalau bacaan kita benar,
akan muncul bintang lima,” ujarnya. Setelah itu, Kamel menuliskan huruf alif dengan
jari di layar ponselnya. Aplikasi tersebut memberi tahu apakah huruf yang ditulis
sudah benar atau tidak. Tahapan-tahapan itu bisa diulang berkali-kali.
”Aplikasi Qara’a diharapkan berkontribusi mengatasi buta
aksara Al Quran. Ke depan, kami ingin bekerja sama dengan sekolah dan kampus
terkait pembelajaran Al Quran,” kata Kamel. ”Pertengahan 2020, saya menemukan data
mengejutkan. Institut Ilmu Al Quran menyebutkan, 65 % umat Muslim di Indonesia
belum bisa membaca Al Quran,” katanya. Berangkat dari fakta itu, ia ingin berkontribusi.
Kamel dan timnya membuat riset sederhana. Kesimpulannya, banyak orang malu
belajar karena usia sudah tua. Selain itu, tidak ada waktu karena kesibukan
bekerja. ”Dari pemetaan itu, kami memilih kecerdasan buatan (artificial
intelligence/AI) untuk menjadi solusinya,” katanya. Lewat AI, Kamel menyebut,
penggunanya tidak perlu bertemu langsung dengan ustaz atau orang lain. Hal in menumbuhkan
rasa percaya diri terlebih dahulu.
Tidak hanya panduan membaca, aplikasi ini juga dilengkapi dengan
video pembelajaran, misalnya pengenalan huruf dalam Al Quran.Tujuannya, orang yang
belum pernah membaca Al Quran sama sekali bisa belajar dari nol. Kini, ada 22
fitur dalam aplikasi Qara’a. Selain belajar membaca Al Quran, misalnya, ada
fitur setor ayat. Orang bisa belajar dengan AI juga bisa dengan ustaz. Pengguna
menyetor ayat yang telah dibaca, ustaz akan memberi masukan di dalam aplikasi
itu. ”Dari 22 fitur, hanya satu yang sengaja dibuat berlangganan, yaitu belajar
Quran. Biayanya Rp 50.000 per bulan yang digunakan untuk membiayai operasional
aplikasi,” katanya. Berkat aplikasi yang dirancangnya, Kamel mendapat berbagai
penghargaan sepanjang tahun 2022. Salah satunya, Peringkat 1 Pemuda Pelopor
Kota Pontianak bidang Inovasi Teknologi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Agenda Kebijakan Biden Akan Tersusun di 2022
29 Dec 2021 -
Tujuh Kantor Pajak Besar Penuhi Target Setoran
14 Dec 2021 -
Rencana Riset dan Inovasi 2022 Disiapkan
14 Dec 2021 -
Yuk, Menggali Utang di Negeri Sendiri
14 Dec 2021









