;
Tags

Teknologi Informasi

( 863 )

Kafka Summit Asia Pacific Dibuka di Bangalore

KT3 03 May 2024 Kompas

Confluent Inc, perusahaan pionir streaming data terkemuka global, menggelar Kafka Summit Asia Pasific pertama di Bangalore, India, Kamis (2/5) siang. Pertemuan itu akan menjembatani para pemikir teknologi informasi dari berbagai perusahaan dunia untuk membangun arsitektur data realtime guna meningkatkan operasi bisnis perusahaan mereka. Kafka Summit digelar pada Kamis pukul 10.00 waktu Bangalore atau pukul 13.30 WIB di  Sheraton Grand Bengaluru Whitefield Convention Center. Acara ini mengundang 3.800 orang. Kafka atau Apache Kafka® adalah perangkat lunak streaming data sumber terbuka yang paling populer untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menganalisis data dalam skala besar. Perangkat ini digunakan untuk membangun saluran data real time dan aplikasi streaming.

Kafka disebut sebagai teknologi yang sangat penting bagi bisnis saat ini karena membantu perusahaan besar untuk mendapatkan data secara real time. Apache Kafka dirancang untuk menangani volume data besar dengan kecepatan tinggi. Ini menjadikan Apache Kafka pilihan utama dalam ekosistem streaming data Saat ini, Kafka digunakan 75 % perusahaan yang masuk dalam daftar bergengsi Fortune 500. Adapun Confluent Inc sejak Maret lalu menyediakan Confluent Cloud untuk Apache Flink. Hal ini memungkinkan pengguna memproses data secara real time dan membuat aliran data berkualitas tinggi yang dapat digunakan kembali. Jay Kreps, co-founder dan CEO dari Confluent, kepada Kompas di Bangalore mengatakan, saat ini kebutuhan data realtime sangat diperlukan. Untuk layanan pelanggan, misalnya, dibutuhkan data yang real time dan akurat.

Contohnya layanan reservasi maskapai secara dalam jaringan. Maskapai menyediakan satu tiket harga khusus dengan layanan bebas pembatalan. Jika maskapai tersebut tak memiliki teknologi real time yang mumpuni, satu tiket harga khusus itu bisa dibeli oleh dua pelanggan atau lebih, tetapi sistem hanya bisa menerima satu pembelian. ”Data real time yang baik penting untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih menarik, meningkatkan operasi bisnis, serta mendorong inovasi di seluruh penawaran produk dan layanan mereka,” kata Kamal Brar, Senior Vice President Confluent Asia Pa cific, dalam siaran pers yang diterima Kompas. ”Kami sangat senang menjadi tuan rumah Kafka Summit perdana di Asia di Bangalore tahun ini. Lebih dari 30 % anggota komunitas Kafka dunia berada di Asia Pasifik. India sendiri merupakan rumah bagi komunitas Kafka terbesar kedua di dunia setelah AS,” ujarnya. (Yoga)


Investasi Microsoft untuk Malaysia Melebihi Nilai di Indonesia

KT3 03 May 2024 Kompas

CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan investasi sebesar 2,2 miliar USD untuk Malaysia. Jumlah modal untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI dan komputasi awan itu lebih besar dibandingkan yang dikucurkan kepada Indonesia, yakni 1,7 miliar USD. Nadella mengumumkan investasi itu ketika memberikan kuliah umum di Kuala Lumpur, Kamis (2/5). Kunjungan ke Malaysia itu sekaligus menutup turnya ke Asia Tenggara. Pada Selasa (30/4) lalu, Nadella berada di Jakarta. Lalu, pada Rabu (1/5), ia singgah di Bangkok, Thailand.

Kedatangan Nadella untuk mengembangkan industri AI, komputasi awan, dan pengelolaan pangkalan data berbasis peranti lunak Microsoft. Teknologi yang ditawarkan, antara lain, Microsoft Azure, OpenAI, dan Mistral AI. ”Investasi sebesar 2,2 miliar USD ini adalah investasi tunggal terbesar di Malaysia selama 32 tahun terakhir,” kata Nadella di Malaysia. Selama empat tahun ke depan, kata Nadella, Microsoft akan membangun kapasitas Malaysia sebagai pelaku industri teknologi berbasis kecerdasan buatan dan komputasi awan. Pada saat yang sama, pembangunan itu dinilai juga akan membuka lowongan pekerjaan untuk 200.000 warga lokal.

”Pemakaian teknologi ini memungkinkan pembangunan perekonomian yang inklusif dan memastikan inovasi tercipta. Ekonomi kini berlandaskan penguasaan teknologi,” ujar Nadella. Sebelumnya, Nadella berada di Jakarta dan mengumumkan investasi untuk pengembangan kecerdasan buatan, komputasi awan, dan pengelolaan pangkalan data senilaitotal 1,7 miliar USD, yang akan membuka lowongan pekerjaan untuk 840.000 penduduk Indonesia. Di Thailand, Nadella tidak mengumumkan nilai investasi yang akan dikucurkan oleh Microsoft. Akan tetapi, ia menjanjikan lowongan pekerjaan untuk 100.000 warga Thailand. Kedatangan Nadella ke Asia Tenggara ialah bagian dari misi Microsoft untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu ”hub” teknologi dunia. (Yoga)


Microsoft, Apple, dan NVdia, Investasi Rp 33,6 Triliun

KT1 02 May 2024 Investor Daily (H)

Tiga perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat, NVidia Corp, Apple Inc, Microsoft Corp, telah menyatakan komitmen mereka untuk berinvestasi di Indonesia dengan nilai total sekitar Rp 33,63 triliun. Secara rinci, komitmen investasi NVidia dan Apple masing-masing sekitar Rp3,23 triliun dan Rp 3 triliun, sedangkan Microsoft  mengumumkan rencana investasi  US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 27,4 trilun. Investasi Apple akan digunakan untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial inteligence/AI) dan komputasi awan/pusat data (cloud computation/data center). Ketiganya berminat untuk berinvestasi di tanah Air karena yakin dengan potensi pasar dan ekonomi digital Indonesia yang sangat besar. Dalam kunjungannya ke Indonesia  dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/4/2024), Chairman dan CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan rencana investasi Rp US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 27,4 triliun (dengan kurs Rp 16,162 per dolar AS). (Yetede)

Aplikasi Super INA Digital Siap Diuji Coba Mei 2024

KT3 26 Apr 2024 Kompas

Pemerintah akan meluncurkan aplikasi super atau super app yang mengintegrasikan layanan dari sejumlah kementerian dan lembaga. Uji coba platform bernama INA Digital ini, rencananys dilakukan pada Mei 2024, dengan target bisa digunakan publik pada September 2024. Kementerian PAN dan RB sebagai pemimpin proyek sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) menunjuk Perum Peruri sebagai pengembang dan pengelola INA Digital. Perum Peruri dipilih atas dasar kapasitas dan kapabilitas perseroan di bidang teknologi dan keamanan digital. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Kamis (25/4) Dirut Perum Peruri Dwina Septiani mengatakan, kehadiran INA Digital merupakan salah satu wujud dari langkah pemerintah dalam mempercepat transformasi digital untuk birokrasi dan layanan publik.

Aplikasi INA Digital diatur dalam Perpres No 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional. Saat ini, pengembangan INA Digital telah mencapai lebih dari 50 % ”Presiden menaruh harapan untuk menciptakan birokrasi yang lebih efektif lewat digitalisasi dengan membuat aplikasi yang saling terintegrasi dan interoperabilitas,” ujarnya. Dwina mengatakan, peluncuran yang direncanakan pada Mei merupakan tahapan pertama yang dilakukan sebagai langkah uji coba atau piloting. Adapun penyelesaian produk hingga dapat digunakan oleh publik ditargetkan bakal rampung pada September mendatang. (Yoga)

TEKNOLOGI INFORMASI : PEMERINTAH SIAP TAMBAH SPEKTRUM

HR1 24 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengupayakan spektrum tambahan sebesar 1.300 MHz hingga 2026 seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi yang terus berkembang. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa pemerintah terus mengupayakan ada konvergensi, mengingat Indonesia memiliki demografi dan geografis yang unik. “Sampai 2026 kita memerlukan 1.300 MHz tambahan spektrum,” katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/4). Budi juga menyebutkan penggunaan teknologi komunikasi generasi kelima (5G) di Indonesia masih terbatas, sehingga tergantung pada permintaan di pasar. Di samping itu, teknologi ini juga bukan hanya sekadar kecepatan jaringan saja. Di sisi lain, Budi menuturkan bahwa kecepatan internet di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan negara di kawasan Asia lain. 

Dia menegaskan Indonesia memiliki tantangan geografis sebagai negara terbesar di kawasan Asia. Akan tetapi, dia menegaskan Kemenkominfo sebagai regulator dan juga pemangku kepentingan menyatakan terus berupaya agar terjadi peningkatan kecepatan internet di Tanah Air. Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemenkominfo Ismail menambahkan bahwa kebutuhan spektrum 1.300 MHz itu terdiri atas lower band, middle band, hingga high band atau band bawah, tengah, dan tinggi. Dia menegaskan tingginya kebutuhan spektrum itu seiring dengan teknologi yang terus berkembang, sehingga frekuensi perlu ditambah. 

Terkait dengan lelang spektrum frekuensi, Ismail juga menyatakan Kemenkominfo telah berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menetapkan harga awal lelang alias reserve pricespektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz. Untuk harga lelang, Ismail menjelaskan bahwa akan dirilis dengan adanya insentif. “Bukan diturunkan harganya, harganya spektrumnya ya segitu, jelas, tapi kan ada insentifnya. macam-macam opsi bentuk insentif itu,” katanya. Sebaliknya, PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison menyatakan bahwa perusahaan mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional. SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang mengatakan bahwa pengalokasian spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz bagi penyelenggara jaringan bergerak seluler merupakan langkah penting memperkuat infrastruktur layanan telekomunikasi seluler. 

Dia berharap proses seleksi dapat berjalan transparan, adil, efi sien, serta mendorong optimalisasi pemanfaatan spektrum frekuensi, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem telekomunikasi yang berdaya saing. Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menyampaikan bahwa antusiasme operator mengikuti lelang spektrum frekuensi akan tergantung dari insentif yang diberikan pemerintah dan harga lelang yang ditawarkan. Selain mahal, Heru menambahkan bahwa membangun infrastruktur juga menyedot angka persentase regulatory cost yang besar bisa mencapai 20% dari kewajiban universal service obligation (USO), biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi, BHP telekomunikasi, serta retribusi di daerah untuk tower dan kabel.

Dunia yang Menua dan Peluang AI

KT3 24 Apr 2024 Kompas (H)

Sejumlah negara mengalami penyusutan populasi, karena angka kelahiran terus menurun. Kondisi itu berdampak pada tak terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja. Muncul harapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence bisa mengisi ruang kosong itu meskipun tidak sepenuhnya. Salah satu negara tersebut ialah Jepang. Pada 2023, Jepang mengalami penurunan angka kelahiran selama delapan tahun beruntun. Menurut laporan Reuters, angka kelahiran di Jepang pada 2023 turun 5,1 % dibanding 2022 menjadi 758.631. Angka pernikahan turun 5,9 % menjadi 489.281. Untuk pertama kali dalam 90 tahun, angka pernikahan di bawah 500.000. Bagaimanapun, ketersediaan SDM menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, di tengah penyusutan populasi, artificial intelligence (AI) diharapkan menjadi solusi untuk mengisi gap antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja. Terlebih, selama ini Jepang dikenal sebagai salah satu negara terdepan dalam inovasi dan teknologi.

Dikutip dari BBC, Sabtu (20/4) Eat&Holdings, perusahaan induk jenama Osaka Ohsho, yang terkenal akan produksi gyoza (pangsit khas Jepang), telah memanfaatkan AI. Inovasi itu terdorong oleh terbatasnya tenaga kerja saat permintaan melonjak kala pandemi Covid-19. Padahal, untuk menjaga kualitas gyoza yang dihasilkan, dibutuhkan pengecekan berulang oleh para pekerja. Akhirnya ditemukan solusi pada teknologi. Pada Januari 2023, mereka membuka tempat produksi gyoza berteknologi tinggi yang dilengkapi kamera AI. Dengan teknologi itu, kamera mampu mendeteksi kesalahan dalam produksi gyoza. Fasilitas itu mampu mem- produksi dua gyoza per detik, dua kali kecepatan tempat produksi Osaka Ohsho lainnya. ”Dengan mengimplementasikan AI, kami telah mengurangi tenaga kerja di jalur produksi hingga 30 %,” kata jubir perusahaan tersebut, Keiko Handa. (Yoga)

Pasar Cloud Publik Indonesia Berpotensi Tembus USD 2 Miliar

KT1 20 Apr 2024 Investor daily
Nilai pasar bisnis komputasi awal publik (public cloud) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 2,14 miliar pada 2024 ini, naik signifikan US$ 0,38 miliar (21,59%) dibandingkan tahun 2023 sebesar US$ 1,76 miliar. Pertumbuhan ditopang oleh perkembangan ekonomi digital dan perusahaan yang membutuhkan  lokasi penyimpanan virtual yang aman di era yang serba terdigitalisasi. Namun jika dibandingkan dengan global, total nilai pasar cloud publik di Indonesia pada 2024 tersebut masih sangat kecil, hanya berkontribusi 0,31% dari total nilai yang mencapai  US$ 690,30 miliar. Sebagian besar pendapatan global dihasilkan di Amerika Serikat senilai US$ 330,50 miliar. Statista, lembaga pemeringkat dan konsultan berbagai sektor  bisnis, menyebutkan bahwa cloud publik mengacu pada perputaran total nilai bisnis/omzet dari transaksi/pendapatan perusahaan yang menyediakan sumber daya dan layanan  komputasi awan kepada individu, bisnis, dan organisasi/perusahaan (Yetede)

Pekerja Berkeahlian AI di Indonesia Digaji Rp 62 Juta

KT1 19 Apr 2024 Investor daily
Para pekerja pada perusahaan startup berkeahlian kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) makin dihargai dan mendapatkan gaji pokok bulanan yang lumayan tinggi di Asia tenggara. Pekerja dengan keahlian tersebut di Indonesia dibayar pada rentang US$ 700 atau Rp 10,96 juta hingga US$ 4.000 atau Rp 62,65 juta per bulan berbasis data akhir tahun 2023 tergantung posisi pekerjaan dan masa kerjanya, dengan asumsi kurs US$ 1 sama dengan sekitar Rp15.662,15. Gaji pokok di Tanah Air tersebut pun sebenarnya masih kalah dibandingkan Vietnam yang pada rentang US$ 900 atau sekitar Rp 14,09 juta hingga US$ 7.100 atau sekitar Rp. 111,20 juta per bulan dengan asumsi kurs yang sama. Perbedaan gaji terjadi antara lain dipengaruhi oleh pasar dan kelangkaan pekerja AI di dua negara. (Yetede)

Kebutuhan Ahli Keamanan Siber Terus Melonjak

KT3 19 Apr 2024 Kompas

Seiring perkembangan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan ahli keamanan siber juga meningkat. Tanpa pembangunan SDM, pasokan dan kebutuhan yang saat ini sudah senjang akan semakin senjang. Situasi ini menjadi tantangan menuju Indonesia maju sekaligus peluang lowongan kerja bagi generasi muda Tanah Air. Sejumlah kolaborasi di antara pemangku kepentingan mulai muncul. ”Keamanan siber dimulai dengan pengembangan kapasitas SDM. Jika tidak memiliki ahli keamanan siber, akan sangat sulit menjalankan ekonomi digital dalam skala besar,” kata CEO Mastercard, Michael Miebach, dalam wawancara khusus dengan Kompas di Jakarta, Kamis (18/4).

Keamanan siber menjadi salah satu tema yang Michael bicarakan dalam pertemuannya secara terpisah dengan empat menteri Kabinet Indonesia Maju, 17-18 April, yaitu Menteri BUMN ErickThohir, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menkominfo Budi Arie Setiadi. Salah satu tujuan pertemuan Michael dengan para menteri itu adalah menjajaki kemitraan strategis. Pengembangan aspek keamanan siber adalah salah satunya. ”Sebagai bentuk keterlibatan dalam sebuah pasar dan sebagai perusahaan global, kami harus memahami, mendatangi, serta menemui pemerintah untuk mengetahui apa misinya.

Dari pertemuan dengan sejumlah kementerian, visi besar yang hendak dicapai ialah 2045, Indonesia Emas,” katanya.  Ia berpendapat, butuh sebuah pendekatan keamanan siber kuat guna mendapatkan keuntungan dari perkembangan ekonomi digital. ”Pendekatan kami di sini (dengan Indosat) terkait dengan pengembangan kapasitas dan kemitraan dengan universitas, mulai dari membuat kurikulum, pelatihan, hingga akhirnya diharapkan dapat menciptakan efek berganda,” ujar Michael. Kebutuhan ahli keamanan siber dalam jumlah besar vital mengingat ancaman keamanan siber di dunia terus meningkat.

Ancaman keamanan siber diperkirakan dapat menyebabkan kerugian hingga 14 triliun USD pada 2028. Sebuah survei global terbaru menunjukkan, 72 % serangan siber di Asia disebabkan oleh kurangnya tenaga ahli di bidang siber. Mastercard dan Indosat Ooredoo Hutchison telah menandatangani nota kesepahaman sekaligus meresmikan kerja sama dalam bentuk Indosat-Mastercard Cybersecurity Center of Excellence (CoE). Kerja sama ini juga melibatkan ITB. Fokus Indosat-Mastercard CoE adalah edukasi, inovasi, serta kolaborasi dengan industri guna meningkatkan kapasitas tenaga ahli bidang siber. (Yoga)

Apple Tertarik Investasi Smartfren City di IKN

KT1 19 Apr 2024 Investor daily

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi  Arie Setiadi mengungkapkan bahwa Apple, raksasa produsen teknologi informasi dan komunikasi (TIK) asal Amerika Serikat, sangat antusias merespons ajakan  untuk berinvestasi pada  pengembangan kota pintar (Smart City) di kawasan Ibu Kota Nusantara IKN, Kalimantan Timur. Tanggapan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Apple Inc Tim Cook ketika berkunjung dan bertemu dengan Presiden  ( Jokowi ) di Istana Kepresidenan. Menurut Budi Arie, pertemuan itu, Presiden menawarkan peluang investasi pengembangan smart city di IKN, selain dorongan untuk membangun pabrik produk perangkat telekomunikasi, salah satunya smartphone iPhone di Indonesia. "Presiden menyampaikan kepada Apple bagaimana bisa  berpatisipasi dalam pengembangan smart city di IKN," kata Budia Arie. (Yetede)