Investasi Asing
( 264 )Keajaiban China Berakhir, Bagaimana Nasib RI?
Era keajaiban China yang ditandai pertumbuhan ekonomi tinggi diperkirakan
segera berakhir. China bakal memasuki era steady-state economy. Indonesia perlu
mewaspadai dampak sekaligus menangkap peluang ekonomi dari kondisi itu. Pertumbuhan
ekonominya sempat melejit menjadi 8,45 % pada 2021 seusai terpuruk minus 2,24 %
pada 2020. Namun, anjlok menjadi 2,99 % pada 2022 dan hanyatumbuh 5,2 % pada
2023. Setelahnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi
China bakal terus merosot dari 4,6 % pada 2024 menjadi 3,38 % pada 2028. Harga
barang dan jasa di tingkat konsumen dan produsen juga mengalami deflasi terburuk.
Hal itu merupakan cerminan pelemahan daya beli masyarakat, sekaligus
tertahannya geliat industri domestik China. Pada Januari 2024, China mengalami
deflasi 0,8 % secara tahunan. Harga barang dan jasa di tingkat produsen juga
deflasi 2,5 % secara tahunan.
Indeks Harga Produsen (IHP) tersebut masih melanjutkan tren
deflasi selama 16 bulan berturut-turut sejak Oktober 2022. Yiping Huang, Guru
Besar Bidang Pembangunan Universitas Peking, dalam artikelnya, ”Has the Chinese
Economy Hit The Wall?” mengupas keresahan tersebut. ”Apakah keajaiban ekonomi Tiongkok
sudah berakhir? Jawabannya mungkin, ya, karena tidak ada keajaiban yang
bertahan selamanya,” tulisnya dalam artikel yang dimuat dalam East Asia Forum,
10 Oktober 2023. Ia menjelaskan, pendapatan yang lebih tinggi dan biaya tenaga
kerja yang lebih tinggi, serta kondisi eksternal yang memburuk dan populasi
yang menua, semuanya merupakan hambatan jangka panjang yang serius terhadap
tingginya pertumbuhan. Perang dagang dengan AS, pandemi Covid-19, dan krisis
properti semakin memperkuat tantangan perlambatan ekonomi China.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W
Kamdani, Jumat (16/2) juga berpendapat sama. Dengan PDB per kapita lebih dari
12.000 USD, ekonomi China sudah berada di ambang batas negara berpendapatan
tinggi. Jadi cukup sulit bagi China untuk memiliki tingkat pertumbuhan tinggi
seperti 10-15 tahun terakhir. Ekonomi China yang tumbuh 5,2 % pada 2023 saja sebetulnya
sudah fantastis. Hal itu lantaran sejumlah negara yang memiliki PDB per kapita
yang setara, seperti Brasil, hanya tumbuh 3,4 % pada 2023. Menurut Shinta,
perlambatan pertumbuhan ekonomi China perlu dilihat sebagai pertumbuhan yang
”new normal”. Apalagi, sejak muncul tren diversifikasi rantai pasok nilai global
China, perang dagang dengan AS dan penuaan penduduk, kinerja ekonomi China
sudah tidak seperti sebelumnya.
China merupakan mitra dagang terbesar dan investor utama
Indonesia. Kontribusi ekspor ke China pada 2023 dan Januari 2024 terhadap total
ekspor Indonesia sebesar 25,09 % dan 23,09 %. Penanaman modal asing (PMA) China
di Indonesia sejak 2018 hingga 2022 tumbuh dari 2,37 miliar USD menjadi 8,22
miliar USD. Per triwulan III-2023, PMA tersebut sebesar 1,8 miliar USD. Menurut
Shinta, berakhirnya pertumbuhan ekonomi tinggi China itu bisa berdampak buruk
sekaligus baik bagi Indonesia. Dampak negatifnya, ekspor Indonesia ke China
berpotensi turun, sedangkan impor dari China berpotensi naik lantaran harga produknya
semakin murah. Deflasi yang terjadi di China pada Januari 2024 turut memicu
penurunan kinerja ekspor Indonesia. BPS mencatat, kinerja ekspor Indonesia ke
China pada Januari 2024 hanya 4,57 miliar USD atau turun 20,73 % secara bulanan
dan 12,92 % secara tahunan. Kondisi ekonomi China tersebut bisa menjadi peluang
bagi investasi Indonesia, terutama di sektor industri manufaktur, yang hanya terjadi
bila Indonesia memiliki iklim usaha yang
kompetitif di kawasan dan meningkatkan partisipasi dalam rantai pasok nilai
global. (Yoga)
Ekonomi Masih Dibayangi Ketidakpastian Politik
Kendati pemilihan umum sudah berakhir, iklim investasi sepanjang
semester I tahun 2024 ini diperkirakan masih lesu. Investor masih bersikap wait
and see, menunggu hasil akhir penghi-tungan suara serta adanya potensi
sanggahan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi. Ekonomi global yang masih tak
tentu ikut pula menambah ketidakpastian. Berdasarkan hasil hitung cepat Litbang
Kompas per Jumat (16/2) pukul 13.08, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka
unggul dengan perolehan suara 58,45 %, disusul Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
di 25,23 % dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebesar 16,32 %. Data sampel yang masuk
sudah 99,7 %. Sementara, berdasarkan hasil hitung akhir (real count) oleh KPU,
per Jumat pukul 14.00 WIB, Prabowo-Gibran memperoleh suara 57 %, Anies-Muhaimin
24,98 %, dan Ganjar-Mahfud 18,03 %.
Data sampel yang masuk sudah 54,91 % dari total 823.236 tempat
pemungutan suara (TPS). Meski demikian, ketidakpastian masih menyelimuti seusai
ditemukannya kesalahan penghitungan suara di sejumlah TPS. Ada perbedaan jumlah
suara antara formulir C Hasil Plano dan angka yang terbaca di Sistem Informasi
Rekapitulasi (Sirekap). Menyusul temuan itu, legitimasi pemilu mulai dipertanyakan.
Dua kandidat pasangan calon lain pun berencana menggugat hasil pemilu ke MK dan
Bawaslu. Melihat situasi politik terkini yang belum stabil itu, Kepala Ekonom
Bank Permata Josua Pardede menilai, arus investasi riil pada awal tahun 2024
kemungkinan besar belum akan kembali pulih seperti semula, khususnya dari investor
asing.
”Investor asing masih akan wait and see sesuai dengan
karakteristik mereka yang cenderung sangat melihat regulasi. Mereka akan
memilih melihat hasil resmi, yakni hasil real count KPU, dan apakah ada sanggahan
terhadap hasil pemilu di MK,” kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Jumat. Stabilitas
politik di dalam negeri dinilai belum cukup aman untuk menarik investor sepanjang
semester I-2024. Hal itu akan berdampak pada arah pertumbuhan ekonomi di awal
tahun ini mengingat investasi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi RI setelah
konsumsi rumah tangga. (Yoga)
Investasi Pasca-pemilu
Pemungutan suara, 14 Februari 2024, telah berlangsung di sebagian
besar TPS. Mengutip Ketua KPU Hasyim Asy’ari, pemungutan suara di mayoritas TPS
berjalan lancar. Kelancaran pemilu adalah harapan masyarakat Indonesia. Harapan
berikutnya berupa kualitas dan legitimasi pemilu yang terjaga. Jika pemilu tak
lancar, serta kualitas dan legitimasinya buruk, masyarakat juga yang akan
menanggung akibatnya. Sebab, pemilu yang legitimasinya rendah bisa membuat
kondisi politik, ekonomi, dan sosial goyah. Pemilu yang berjalan baik menjadi
langkah awal untuk menambah daya tarik Indonesia. Kondisi politik, keamanan, dan
sosial yang stabil menjadi daya tarik dan menjadi semacam jaminan bagi investor
untuk menempatkan dana mereka di sektor riil. Jaminan diperlukan karena
investor tak bisa serta-merta pergi saat terjadi sesuatu. Sebab, mereka menempatkan
dana mereka, antara lain dalam bentuk pabrik, mesin-mesin, dan teknologi di
negara tujuan investasi.
Di sektor keuangan, investor juga mempertimbangkan stabilitas
politik, keamanan, dan sosial serta potensi imbal hasil. Kondisi politik yang
labil bisa membuatinvestor di sektor keuangan berbalik seketika atau
meninggalkan pasar keuangan secara tiba-tiba. Di pasar saham, proyeksi kinerja emiten
yang cemerlang akan membuat investor bertahan. Dana Moneter Internasional
(IMF), dalam rilisnya pada Januari 2024, memproyeksikan perekonomian global
akan tumbuh 3,1 % pada 2024, lebih tinggi 0,2 % poin dibandingkan proyeksi yang
dirilis Oktober 2023. Namun, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan
tahunan dunia pada 2000-2019, yakni 3,8 %. Risiko perekonomian dunia yang masih
lemah ini mesti diantisipasi sebab memengaruhi pebisnis dalam menyusun rencana investasi,
termasuk menunda realisasi investasi. Dengan kondisi ini, negara-negara akan
berdandan dan mempercantik diri untuk menarik investor datang dan berinvestasi.
Fasilitas atau kemudahan bagi investor akan diberikan, termasuk memberikan
jaminan peraturan yang konsisten dan kepastian hukum. (Yoga)
Format Kerja Sama Investasi Asing di IKN Disiapkan
Pemerintah menyiapkan mekanisme kerja sama untuk investor
asing di Ibu Kota Nusantara atau IKN. Untuk itu, Badan Usaha Otorita (BUO) IKN segera
menyiapkan format kerja sama dengan Indonesia Investment Authority. Dirut BUO
IKN Boyke P Soebroto menyebutkan, tiga sektor disiapkan untuk segera ditawarkan
kepada investor asing. Ketiganya adalah telekomunikasi, transportasi, dan energi.
Investasi besar dan cepat diperlukan untuk ketiga bidang ini. Untuk itu,
Presiden Jokowi meminta Otorita IKN segera berkolaborasi dengan Indonesia
Investment Authority (INA).
”Karena INA sepertinya sangat dipercaya oleh investor asing.
Ini dalam rangka untuk menarik investor asing setelah investor dalam negeri (sudah
masuk IKN),” tutur Boyke seusai rapat tertutup yang dipimpin Presiden Jokowi, Senin
(5/2). Boyke menambahkan, mekanisme kerja sama, terutama untuk kerja sama antar
perusaha an (business to business) dengan investor asing dan kerja sama dengan
Otorita IKN, akan dibicarakan bersama INA. Format kerja sama yang disepakati
akan menjadi platform ke depan. Selanjutnya, hal itu bisa digunakan saat
berhadapan dengan investor asing yang siap masuk IKN. (Yoga)
Select Hotels Group Bidik 50 Hotel di Indonesia
Aliran Dana Asing Akan Memperkuat IHSG
Aliran dana asing ke Indonesia yang meningkat seminggu terakhir menunjukkan sentimen positif pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fenomena ini akan membuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat beberapa bulan ke depan dan menaikkan penjualan surat utang negara. Data BI menunjukkan, aliran modal asing masuk bersih di pasar keuangan domestik mencapai Rp 7,66 triliun pada 15-18 Januari 2024. Hal ini dibaca analis pasar modal sebagai sentiment positif pasar pada awal 2024. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani, Senin (22/1) mencatat, sepekan terakhir, investor asing membeli produk investasi di pasar reguler sebesar Rp 537 miliar, bahkan dalam sebulan terakhir telah mencapai Rp 9,19 triliun.
”Kenaikan harga saham blue chip seperti bank-bank besar dapat terjadi seiring dengan akumulasi pembelian yang dilakukan oleh investor asing. Jika aliran dana asing masih akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan, kita bisa mengharapkan kenaikan IHSG dapat terjadi lagi dan membentuk level tertinggi barunya ke depan,” tuturnya. Dua pekan terakhir, pergerakan IHSG cenderung datar di posisi 7.200-7.250 setelah sempat memecahkan rekor di level 7.323,58 pada perdagangan perdana 2024, Selasa (2/1). Pada Senin (22/1), IHSG ditutup menguat 20,52 poin atau 0,28 ke level 7.247. (Yoga)
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Karpet Merah untuk EV Vietnam
Pemerintah memastikan komitmennya untuk mendukung dan mempermudah proses investasi produsen otomotif asal Vietnam, VinFast dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.Presiden Joko Widodo mengatakan, kehadiran VinFast di Indonesia bakal membuat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air lebih berkembang. Kehadiran kendaraan listrik dari perusahaan asal Vietnam itu pun nantinya bisa tersambung dengan industri baterai kendaraan listrik.“Kami mendukung penuh rencana investasi VinFast di Indonesia. Nanti kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan izin, bisa tanya ke menteri [terkait],” katanya akhir pekan lalu.Menteri Perindustri Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ada sejumlah insentif yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan kendaraan listrik yang mau berinvestasi di Indonesia, yakni tax holiday, tax allowance, insentif bea masuk, dan insentif pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM.
“Pada tahap produksi, perusahaan juga bisa memanfaatkan fasilitas tarif 0% untuk skema impor CKD [completely knock down] atau incompletely knock down [IKD] yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 29/2023,” katanya.
VinFast sendiri berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar US$1,2 miliar agar bisa memproduksi kendaraan listrik di Indonesia. Iklim investasi di dalam negeri yang kondusif menjadi alasan utama perusahaan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan untuk membangun pabriknya.Saat ini, VinFast sedang mencari lokasi yang cocok untuk mendirikan pabriknya, karena membutuhkan lahan sekitar 240 hektare. Nantinya, kapasitas pabrik kendaraan tersebut diperkirakan mencapai 50.000 unit kendaraan listrik per tahun, dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.000—3.000 orang.
Jokowi Ajak Pengusaha Brunei Investasi di IKN
TAHUN PEMBUKTIAN SAHAM TEKNOLOGI
Momentum 2024 mulai berpihak kepada saham-saham sektor teknologi seiring dengan sentimen suku bunga tinggi mulai mereda. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed dan BI rate diyakini dapat mendorong penguatan saham di sektor tersebut. Sejumlah emiten mampu membukukan kenaikan harga saham secara positif. PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), misalnya, naik 12,18% sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/ytd) ke harga 4.850, GOTO (5,18%), PTSN (3,28%), MLPT (3,18%), dan NFCX (2,72%). Meski demikian, sebagian konstituen masih mengalami pelemahan. Hal ini membuat IDX Technology turun 0,17% ke level 4.336 pada Jumat (12/1). Sepanjang tahun berjalan, IDX Technology masih turun 2,23%. Posisinya masih lebih rendah dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut melemah 0,44% secara ytd. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengungkapkan prospek suku bunga acuan yang melandai dapat kembali menggairahkan investasi ke saham teknologi. "Suku bunga memang akan berdampak terhadap kepercayaan investor ke saham-saham teknologi," ujarnya, Jumat (12/1). Bhima menilai booming investasi teknologi terkait ritel sudah berakhir, dan kini, saatnya perusahaan teknologi membuktikan dirinya. Suku bunga yang melandai menjadi momentum memperkuat efisiensi. Selain itu, investor juga mulai memperhatikan kemampuan sektor teknologi mencatatkan kinerja positif. Seperti upaya PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) yang menguras kasnya hingga Rp1,6 triliun demi meningkatkan modal kerjanya.
Direktur Global Digital Niaga (BELI) Eric Winarta menjelaskan perubahan posisi kas dan setara kas tersebut terutama karena penggunaan kebutuhan operasional dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha BELI selama periode 9 bulan 2023. Sementara itu, GOTO turut bersiasat agar bisa mencapai target Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) positif. Aksi korporasi yang signifikan ini di antaranya, melepas saham PT Tokopedia ke induk TikTok, ByteDance, setara 75% kepemilikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya GOTO mengurangi beban promosi. Direktur Utama GOTO Patrick S. Walujo mengungkapkan bahwa mencapai laba positif tidak sulit, tetapi meraih dan mempertahankan bisnis agar tetap berkelanjutan adalah suatu hal yang menantang. “ Positif itu tidak terlalu sulit. Ekstremnya teman-teman ODS dan e-commerce hentikan promosi, lusa langsung profit,” tuturnya. Di sisi lain, aksi IPO perusahaan teknologi juga diperkirakan semakin ramai tahun ini. Alasannya, perusahaan ventura menghendaki investasinya menuai hasil. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya ada 5 perusahaan teknologi sudah antre IPO. Adapun, Head of Research InvestasiKu atau Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengingatkan beberapa risiko untuk sejumlah saham teknologi a.l. pelemahan daya beli, penurunan suku bunga yang tidak sebesar perkiraan sehingga beban bunga masih tinggi.
Indonesia Butuh ”Ledakan” Investasi
Dilansir dari Reuters, Kamis (11/1/2024) Deputy Chief
Economist Bank Dunia Ayhan Kose menyebutkan, fokus laporan Prospek Ekonomi
Global 2024 adalah China yang diperkirakan akan mengalami perlambatan ekspansi
ekonomi daripada 2023. ”Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi China,
termasuk penurunan belanja konsumen, masalah struktural seperti populasi yang
menua, dan tingginya tingkat utang,” ujarnya. Kose menilai, untuk menjaga
pertumbuhan ekonomi, negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, membutuhkan ”ledakan”
investasi, termasuk penanaman modal asing (PMA). Sebab, negara-negara yang
mengalami percepatan investasi sering kali memperoleh keuntungan ekonomi tak
terduga. Di tengah perlambatan ekonomi global, negara-negara berkembang perlu
menerapkan paket kebijakan komprehensif dalam kerangka fiskal dan moneter,
untuk memperluas perdagangan lintas batas dan arus keuangan, meningkatkan iklim
investasi, dan memperkuat kualitas institusi.
Dalam laporan bertajuk ”Prospek Ekonomi Global”, Bank Dunia
memproyeksi pertumbuhan ekonomi global akan melambat ke angka 2,4 % pada 2024.
Artinya, pertumbuhan ekonomi dunia melambat selama tiga tahun beruntun. Bank
Dunia menyebutkan, perlambatan ekonomi dunia 2024 merupakan akibat kebijakan
moneter ketat yang ditempuh negara-negara maju untuk mengendalikan inflasi. Imbasnya,
aktivitas investasi global akan ikut terhambat. Proyeksi perekonomian global
pada 2024 ini menjadi alarm bagi Indonesia yang mengejar realisasi investasi
langsung senilai Rp 1.650 triliun. Investasi penting demi mencapai target pertumbuhan
ekonomi 2024 sebesar 5,1-5,7 %. Berdasarkan kajian Bappenas, Indonesia selama
lima tahun mendatang butuh investasi langsung senilai Rp 45.500 triliun.
Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Bappenas Eka Chandra Buana
mengatakan, kebutuhan investasi senilai itu untuk merealisasikan target
rata-rata pertumbuhan ekonomi 2025-2029 sebesar 5,6-6,1 %. Target pertumbuhan
investasinya 7,2 % - 7,9 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









