;
Tags

Investasi Asing

( 264 )

Keajaiban China Berakhir, Bagaimana Nasib RI?

KT3 17 Feb 2024 Kompas

Era keajaiban China yang ditandai pertumbuhan ekonomi tinggi diperkirakan segera berakhir. China bakal memasuki era steady-state economy. Indonesia perlu mewaspadai dampak sekaligus menangkap peluang ekonomi dari kondisi itu. Pertumbuhan ekonominya sempat melejit menjadi 8,45 % pada 2021 seusai terpuruk minus 2,24 % pada 2020. Namun, anjlok menjadi 2,99 % pada 2022 dan hanyatumbuh 5,2 % pada 2023. Setelahnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi China bakal terus merosot dari 4,6 % pada 2024 menjadi 3,38 % pada 2028. Harga barang dan jasa di tingkat konsumen dan produsen juga mengalami deflasi terburuk. Hal itu merupakan cerminan pelemahan daya beli masyarakat, sekaligus tertahannya geliat industri domestik China. Pada Januari 2024, China mengalami deflasi 0,8 % secara tahunan. Harga barang dan jasa di tingkat produsen juga deflasi 2,5 % secara tahunan.

Indeks Harga Produsen (IHP) tersebut masih melanjutkan tren deflasi selama 16 bulan berturut-turut sejak Oktober 2022. Yiping Huang, Guru Besar Bidang Pembangunan Universitas Peking, dalam artikelnya, ”Has the Chinese Economy Hit The Wall?” mengupas keresahan tersebut. ”Apakah keajaiban ekonomi Tiongkok sudah berakhir? Jawabannya mungkin, ya, karena tidak ada keajaiban yang bertahan selamanya,” tulisnya dalam artikel yang dimuat dalam East Asia Forum, 10 Oktober 2023. Ia menjelaskan, pendapatan yang lebih tinggi dan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi, serta kondisi eksternal yang memburuk dan populasi yang menua, semuanya merupakan hambatan jangka panjang yang serius terhadap tingginya pertumbuhan. Perang dagang dengan AS, pandemi Covid-19, dan krisis properti semakin memperkuat tantangan perlambatan ekonomi China.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, Jumat (16/2) juga berpendapat sama. Dengan PDB per kapita lebih dari 12.000 USD, ekonomi China sudah berada di ambang batas negara berpendapatan tinggi. Jadi cukup sulit bagi China untuk memiliki tingkat pertumbuhan tinggi seperti 10-15 tahun terakhir. Ekonomi China yang tumbuh 5,2 % pada 2023 saja sebetulnya sudah fantastis. Hal itu lantaran sejumlah negara yang memiliki PDB per kapita yang setara, seperti Brasil, hanya tumbuh 3,4 % pada 2023. Menurut Shinta, perlambatan pertumbuhan ekonomi China perlu dilihat sebagai pertumbuhan yang ”new normal”. Apalagi, sejak muncul tren diversifikasi rantai pasok nilai global China, perang dagang dengan AS dan penuaan penduduk, kinerja ekonomi China sudah tidak seperti sebelumnya.

China merupakan mitra dagang terbesar dan investor utama Indonesia. Kontribusi ekspor ke China pada 2023 dan Januari 2024 terhadap total ekspor Indonesia sebesar 25,09 % dan 23,09 %. Penanaman modal asing (PMA) China di Indonesia sejak 2018 hingga 2022 tumbuh dari 2,37 miliar USD menjadi 8,22 miliar USD. Per triwulan III-2023, PMA tersebut sebesar 1,8 miliar USD. Menurut Shinta, berakhirnya pertumbuhan ekonomi tinggi China itu bisa berdampak buruk sekaligus baik bagi Indonesia. Dampak negatifnya, ekspor Indonesia ke China berpotensi turun, sedangkan impor dari China berpotensi naik lantaran harga produknya semakin murah. Deflasi yang terjadi di China pada Januari 2024 turut memicu penurunan kinerja ekspor Indonesia. BPS mencatat, kinerja ekspor Indonesia ke China pada Januari 2024 hanya 4,57 miliar USD atau turun 20,73 % secara bulanan dan 12,92 % secara tahunan. Kondisi ekonomi China tersebut bisa menjadi peluang bagi investasi Indonesia, terutama di sektor industri manufaktur, yang hanya terjadi bila Indonesia  memiliki iklim usaha yang kompetitif di kawasan dan meningkatkan partisipasi dalam rantai pasok nilai global. (Yoga) 

Ekonomi Masih Dibayangi Ketidakpastian Politik

KT3 17 Feb 2024 Kompas

Kendati pemilihan umum sudah berakhir, iklim investasi sepanjang semester I tahun 2024 ini diperkirakan masih lesu. Investor masih bersikap wait and see, menunggu hasil akhir penghi-tungan suara serta adanya potensi sanggahan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi. Ekonomi global yang masih tak tentu ikut pula menambah ketidakpastian. Berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas per Jumat (16/2) pukul 13.08, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dengan perolehan suara 58,45 %, disusul Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di 25,23 % dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebesar 16,32 %. Data sampel yang masuk sudah 99,7 %. Sementara, berdasarkan hasil hitung akhir (real count) oleh KPU, per Jumat pukul 14.00 WIB, Prabowo-Gibran memperoleh suara 57 %, Anies-Muhaimin 24,98 %, dan Ganjar-Mahfud 18,03 %.

Data sampel yang masuk sudah 54,91 % dari total 823.236 tempat pemungutan suara (TPS). Meski demikian, ketidakpastian masih menyelimuti seusai ditemukannya kesalahan penghitungan suara di sejumlah TPS. Ada perbedaan jumlah suara antara formulir C Hasil Plano dan angka yang terbaca di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Menyusul temuan itu, legitimasi pemilu mulai dipertanyakan. Dua kandidat pasangan calon lain pun berencana menggugat hasil pemilu ke MK dan Bawaslu. Melihat situasi politik terkini yang belum stabil itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, arus investasi riil pada awal tahun 2024 kemungkinan besar belum akan kembali pulih seperti semula, khususnya dari investor asing.

”Investor asing masih akan wait and see sesuai dengan karakteristik mereka yang cenderung sangat melihat regulasi. Mereka akan memilih melihat hasil resmi, yakni hasil real count KPU, dan apakah ada sanggahan terhadap hasil pemilu di MK,” kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Jumat. Stabilitas politik di dalam negeri dinilai belum cukup aman untuk menarik investor sepanjang semester I-2024. Hal itu akan berdampak pada arah pertumbuhan ekonomi di awal tahun ini mengingat investasi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi RI setelah konsumsi rumah tangga. (Yoga) 

Investasi Pasca-pemilu

KT3 16 Feb 2024 Kompas

Pemungutan suara, 14 Februari 2024, telah berlangsung di sebagian besar TPS. Mengutip Ketua KPU Hasyim Asy’ari, pemungutan suara di mayoritas TPS berjalan lancar. Kelancaran pemilu adalah harapan masyarakat Indonesia. Harapan berikutnya berupa kualitas dan legitimasi pemilu yang terjaga. Jika pemilu tak lancar, serta kualitas dan legitimasinya buruk, masyarakat juga yang akan menanggung akibatnya. Sebab, pemilu yang legitimasinya rendah bisa membuat kondisi politik, ekonomi, dan sosial goyah. Pemilu yang berjalan baik menjadi langkah awal untuk menambah daya tarik Indonesia. Kondisi politik, keamanan, dan sosial yang stabil menjadi daya tarik dan menjadi semacam jaminan bagi investor untuk menempatkan dana mereka di sektor riil. Jaminan diperlukan karena investor tak bisa serta-merta pergi saat terjadi sesuatu. Sebab, mereka menempatkan dana mereka, antara lain dalam bentuk pabrik, mesin-mesin, dan teknologi di negara tujuan investasi.

Di sektor keuangan, investor juga mempertimbangkan stabilitas politik, keamanan, dan sosial serta potensi imbal hasil. Kondisi politik yang labil bisa membuatinvestor di sektor keuangan berbalik seketika atau meninggalkan pasar keuangan secara tiba-tiba. Di pasar saham, proyeksi kinerja emiten yang cemerlang akan membuat investor bertahan. Dana Moneter Internasional (IMF), dalam rilisnya pada Januari 2024, memproyeksikan perekonomian global akan tumbuh 3,1 % pada 2024, lebih tinggi 0,2 % poin dibandingkan proyeksi yang dirilis Oktober 2023. Namun, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan tahunan dunia pada 2000-2019, yakni 3,8 %. Risiko perekonomian dunia yang masih lemah ini mesti diantisipasi sebab memengaruhi pebisnis dalam menyusun rencana investasi, termasuk menunda realisasi investasi. Dengan kondisi ini, negara-negara akan berdandan dan mempercantik diri untuk menarik investor datang dan berinvestasi. Fasilitas atau kemudahan bagi investor akan diberikan, termasuk memberikan jaminan peraturan yang konsisten dan kepastian hukum. (Yoga) 

Format Kerja Sama Investasi Asing di IKN Disiapkan

KT3 06 Feb 2024 Kompas

Pemerintah menyiapkan mekanisme kerja sama untuk investor asing di Ibu Kota Nusantara atau IKN. Untuk itu, Badan Usaha Otorita (BUO) IKN segera menyiapkan format kerja sama dengan Indonesia Investment Authority. Dirut BUO IKN Boyke P Soebroto menyebutkan, tiga sektor disiapkan untuk segera ditawarkan kepada investor asing. Ketiganya adalah telekomunikasi, transportasi, dan energi. Investasi besar dan cepat diperlukan untuk ketiga bidang ini. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta Otorita IKN segera berkolaborasi dengan Indonesia Investment Authority (INA).

”Karena INA sepertinya sangat dipercaya oleh investor asing. Ini dalam rangka untuk menarik investor asing setelah investor dalam negeri (sudah masuk IKN),” tutur Boyke seusai rapat tertutup yang dipimpin Presiden Jokowi, Senin (5/2). Boyke menambahkan, mekanisme kerja sama, terutama untuk kerja sama antar perusaha an (business to business) dengan investor asing dan kerja sama dengan Otorita IKN, akan dibicarakan bersama INA. Format kerja sama yang disepakati akan menjadi platform ke depan. Selanjutnya, hal itu bisa digunakan saat berhadapan dengan investor asing yang siap masuk IKN. (Yoga)

Select Hotels Group Bidik 50 Hotel di Indonesia

KT1 26 Jan 2024 Investor Daily
Select Hotels Group, Jepang membidik 50 hotel kelolaan di indonesia. Kini, operator itu mengantongi empat hotel. "Target kami di Indonesia adalah 50  hotel. kami akan memberikan perlakuan istimewa terhadap 10 hotel pertama yang menandatangani kontrak dengan kami, berupa diskon assesment fee. Sekarang ini di 2024 kami sudah menandatangani MoU sebanyak 4 hotel di Jakarta dan Bali," jelas Nakamura, CEO Select Hotel Group Japan. 

Jaringan operator hotel itu mengaku siap mengembangkan bisnis perhotelan di Indonesia. Langkah tersebut dimulai dengan satu hotel yang dikelola di Bekasi, Enso Hotel by Celecton.  Menurut Nakamura, selain empat hotel yang sudah melakukan MoU, terdapat pula beberapa project lain yang masih dalam pembahasan karena membutuhkan investasi yang tidak sedikit. "Kami hadir di Indonesia bukan sekedar untuk mengelola hotel milik owner, akan tetapi kami siap juga untuk berinvestasi dalam hal join partner ataupun membangun sendiri dengan brand kami," ujarnya. (Yetede)

Aliran Dana Asing Akan Memperkuat IHSG

KT3 23 Jan 2024 Kompas

Aliran dana asing ke Indonesia yang meningkat seminggu terakhir menunjukkan sentimen positif pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fenomena ini akan membuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat beberapa bulan ke depan dan menaikkan penjualan surat utang negara. Data BI menunjukkan, aliran modal asing masuk bersih di pasar keuangan domestik mencapai Rp 7,66 triliun pada 15-18 Januari 2024. Hal ini dibaca analis pasar modal sebagai sentiment positif pasar pada awal 2024. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani, Senin (22/1) mencatat, sepekan terakhir, investor asing membeli produk investasi di pasar reguler sebesar Rp 537 miliar, bahkan dalam sebulan terakhir telah mencapai Rp 9,19 triliun.

”Kenaikan harga saham blue chip seperti bank-bank besar dapat terjadi seiring dengan akumulasi pembelian yang dilakukan oleh investor asing. Jika aliran dana asing masih akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan, kita bisa mengharapkan kenaikan IHSG dapat terjadi lagi dan membentuk level tertinggi barunya ke depan,” tuturnya. Dua pekan terakhir, pergerakan IHSG cenderung datar di posisi 7.200-7.250 setelah sempat memecahkan rekor di level 7.323,58 pada perdagangan perdana 2024, Selasa (2/1). Pada Senin (22/1), IHSG ditutup menguat 20,52 poin atau 0,28  ke level  7.247. (Yoga)

EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Karpet Merah untuk EV Vietnam

HR1 15 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah memastikan komitmennya untuk mendukung dan mempermudah proses investasi produsen otomotif asal Vietnam, VinFast dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.Presiden Joko Widodo mengatakan, kehadiran VinFast di Indonesia bakal membuat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air lebih berkembang. Kehadiran kendaraan listrik dari perusahaan asal Vietnam itu pun nantinya bisa tersambung dengan industri baterai kendaraan listrik.“Kami mendukung penuh rencana investasi VinFast di Indonesia. Nanti kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan izin, bisa tanya ke menteri [terkait],” katanya akhir pekan lalu.Menteri Perindustri Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ada sejumlah insentif yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan kendaraan listrik yang mau berinvestasi di Indonesia, yakni tax holiday, tax allowance, insentif bea masuk, dan insentif pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM. “Pada tahap produksi, perusahaan juga bisa memanfaatkan fasilitas tarif 0% untuk skema impor CKD [completely knock down] atau incompletely knock down [IKD] yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 29/2023,” katanya. VinFast sendiri berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar US$1,2 miliar agar bisa memproduksi kendaraan listrik di Indonesia. Iklim investasi di dalam negeri yang kondusif menjadi alasan utama perusahaan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan untuk membangun pabriknya.Saat ini, VinFast sedang mencari lokasi yang cocok untuk mendirikan pabriknya, karena membutuhkan lahan sekitar 240 hektare. Nantinya, kapasitas pabrik kendaraan tersebut diperkirakan mencapai 50.000 unit kendaraan listrik per tahun, dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.000—3.000 orang.

Jokowi Ajak Pengusaha Brunei Investasi di IKN

KT3 15 Jan 2024 Kompas
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan para pengusaha atau konsorsium investor Brunei Darussalam di Bandar Seri Begawan, Sabtu (13/1/2024) malam. Dalam kesempatan itu, Jokowi memaparkan potensi investasi dan rencana pemerintah membangun Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia berharap para pengusaha asal Brunei Darussalam dapat merealisasikan minat mereka untuk berinvestasi di proyek pembangunan IKN. (Yoga)

TAHUN PEMBUKTIAN SAHAM TEKNOLOGI

HR1 13 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)

Momentum 2024 mulai berpihak kepada saham-saham sektor teknologi seiring dengan sentimen suku bunga tinggi mulai mereda. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed dan BI rate diyakini dapat mendorong penguatan saham di sektor tersebut. Sejumlah emiten mampu membukukan kenaikan harga saham secara positif. PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), misalnya, naik 12,18% sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/ytd) ke harga 4.850, GOTO (5,18%), PTSN (3,28%), MLPT (3,18%), dan NFCX (2,72%). Meski demikian, sebagian konstituen masih mengalami pelemahan. Hal ini membuat IDX Technology turun 0,17% ke level 4.336 pada Jumat (12/1). Sepanjang tahun berjalan, IDX Technology masih turun 2,23%. Posisinya masih lebih rendah dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut melemah 0,44% secara ytd. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengungkapkan prospek suku bunga acuan yang melandai dapat kembali menggairahkan investasi ke saham teknologi. "Suku bunga memang akan berdampak terhadap kepercayaan investor ke saham-saham teknologi," ujarnya, Jumat (12/1). Bhima menilai booming investasi teknologi terkait ritel sudah berakhir, dan kini, saatnya perusahaan teknologi membuktikan dirinya. Suku bunga yang melandai menjadi momentum memperkuat efisiensi. Selain itu, investor juga mulai memperhatikan kemampuan sektor teknologi mencatatkan kinerja positif. Seperti upaya PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) yang menguras kasnya hingga Rp1,6 triliun demi meningkatkan modal kerjanya.

Direktur Global Digital Niaga (BELI) Eric Winarta menjelaskan perubahan posisi kas dan setara kas tersebut terutama karena penggunaan kebutuhan operasional dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha BELI selama periode 9 bulan 2023. Sementara itu, GOTO turut bersiasat agar bisa mencapai target Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) positif. Aksi korporasi yang signifikan ini di antaranya, melepas saham PT Tokopedia ke induk TikTok, ByteDance, setara 75% kepemilikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya GOTO mengurangi beban promosi. Direktur Utama GOTO Patrick S. Walujo mengungkapkan bahwa mencapai laba positif tidak sulit, tetapi meraih dan mempertahankan bisnis agar tetap berkelanjutan adalah suatu hal yang menantang. “ Positif itu tidak terlalu sulit. Ekstremnya teman-teman ODS dan e-commerce hentikan promosi, lusa langsung profit,” tuturnya. Di sisi lain, aksi IPO perusahaan teknologi juga diperkirakan semakin ramai tahun ini. Alasannya, perusahaan ventura menghendaki investasinya menuai hasil. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya ada 5 perusahaan teknologi sudah antre IPO. Adapun, Head of Research InvestasiKu atau Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengingatkan beberapa risiko untuk sejumlah saham teknologi a.l. pelemahan daya beli, penurunan suku bunga yang tidak sebesar perkiraan sehingga beban bunga masih tinggi.

Indonesia Butuh ”Ledakan” Investasi

KT3 12 Jan 2024 Kompas

Dilansir dari Reuters, Kamis (11/1/2024) Deputy Chief Economist Bank Dunia Ayhan Kose menyebutkan, fokus laporan Prospek Ekonomi Global 2024 adalah China yang diperkirakan akan mengalami perlambatan ekspansi ekonomi daripada 2023. ”Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi China, termasuk penurunan belanja konsumen, masalah struktural seperti populasi yang menua, dan tingginya tingkat utang,” ujarnya. Kose menilai, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, membutuhkan ”ledakan” investasi, termasuk penanaman modal asing (PMA). Sebab, negara-negara yang mengalami percepatan investasi sering kali memperoleh keuntungan ekonomi tak terduga. Di tengah perlambatan ekonomi global, negara-negara berkembang perlu menerapkan paket kebijakan komprehensif dalam kerangka fiskal dan moneter, untuk memperluas perdagangan lintas batas dan arus keuangan, meningkatkan iklim investasi, dan memperkuat kualitas institusi.

Dalam laporan bertajuk ”Prospek Ekonomi Global”, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi global akan melambat ke angka 2,4 % pada 2024. Artinya, pertumbuhan ekonomi dunia melambat selama tiga tahun beruntun. Bank Dunia menyebutkan, perlambatan ekonomi dunia 2024 merupakan akibat kebijakan moneter ketat yang ditempuh negara-negara maju untuk mengendalikan inflasi. Imbasnya, aktivitas investasi global akan ikut terhambat. Proyeksi perekonomian global pada 2024 ini menjadi alarm bagi Indonesia yang mengejar realisasi investasi langsung senilai Rp 1.650 triliun. Investasi penting demi mencapai target pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,1-5,7 %. Berdasarkan kajian Bappenas, Indonesia selama lima tahun mendatang butuh investasi langsung senilai Rp 45.500 triliun. Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Bappenas Eka Chandra Buana mengatakan, kebutuhan investasi senilai itu untuk merealisasikan target rata-rata pertumbuhan ekonomi 2025-2029 sebesar 5,6-6,1 %. Target pertumbuhan investasinya 7,2 % - 7,9 %. (Yoga)