Investasi Asing
( 264 )CEO Apple Tim Cook Dorong Pertumbuhan Komunitas Pengembang Digital
CEO Apple Tim Cook menghabiskan 48 jam di Indonesia pada
16 - 17 April 2024. Dalam unggahan terakhirnya di Indonesia di platform X, dia berada
di Apple Developer Academy BSD City, Tangsel, Banten. Cook menyebutkan dirinya
menantikan pembukaan akademi baru di Bali untuk mendukung lebih banyak
pengembang lokal. Cook meninggalkan Indonesia pada Kamis (18/4). ”Kami senang
sekali dengan berkembangnya komunitas pengembang di Indonesia dan kami berharap
dapat berinvestasi pada kesuksesan lebih banyak pengembang dengan akademi keempat
kami di negara ini,” ujar Cook dalam siaran pers di laman Apple Kamis. Akademi-akademi
Apple yang berada di Indonesia menerima peserta dari berbagai latar belakang
personal dan profesional. Hingga saat ini, peserta akademi ini berasal dari lebih
dari 90 kota di seluruh Indonesia dengan rentang usia antara 18 dan 50 tahun.
Cook berkunjung ke Apple Developer Academy yang berlokasi di
BSD City, Tangerang Selatan, pada Rabu (17/4) pukul 15.00. Di sana dia berkeliling
dan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan pengembang lokal. Salah satunya
pengembang aplikasi PetaNetra, yakni Jessi Febria, Graciela Gabrielle Angeline,
dan Yafonia Hutabarat. Aplikasi bertajuk PetaNetra ini menggunakan jalur augmented
reality untuk menyarankan rute paling aman dan paling cepat dengan
mempertimbangkan hal-hal seperti dinding, pola lantai, dan obyek lainnya. Tim ini
telah menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga ternama, termasuk Perpustakaan Jakarta,
untuk memetakan ruangan dan meningkatkan fitur aplikasi ini.
Rabu (17/4), Cook berkunjung ke Istana Kepresidenan, Jakarta,
bertemu Presiden Jokowi. Dia didampingi Vice President Apple Inc Liza Jackson,
Head Global Apple Inc Nick Amman, Head Government Apple Inc Elizabeth Hernandez,
dan Government Affair South East Asia Apple Inc Mirza Natadisastra. Pertemuan
tersebut berfokus pada eksplorasi rencana strategis Apple, termasuk peluang ekspansi
Apple di Indonesia dan integrasi lebih dalam ke dalam rantai pasok global.
Apple berencana untuk menambah Apple Developer Academy ke empat sebagai
investasi di Indonesia. Saat ini telah ada tiga Apple Developer Academy yang tersebar
di Surabaya, Batam, dan Tangerang. ”Kami berbicara tentang keinginan Presiden melihat
ada manufaktur produk Apple di negara ini dan hal itu adalah sesuatu yang akan
kami pertimbangkan,” ujar Cook. (Yoga)
Apple Pertimbangkan Bangun Pabrik di RI
Apple Inc, perusahaan raksasa teknologi pemilik merek ponsel pintar
iPhone, akan mempertimbangkan permintaan Presiden Jokowi untuk membangun pabrik
manufaktur di Indonesia. Apple menilai Indonesia masih memiliki daya tarik tujuan
investasi di sektor industri manufaktur. Hal itu dikatakan CEO Apple Tim Cook
kepada media seusai bertemu dengan Presiden Jokowi, Rabu (17/4) di Istana
Merdeka, Jakarta. ”Kami berbicara tentang keinginan Presiden untuk melihat ada
manufaktur produk Apple di negara ini dan hal itu adalah sesuatu yang akan kami
pertimbangkan,” ujar Cook.
Ketika ditanya apakah berinvestasi di Indonesia akan
menguntungkan, Cook mengatakan, daya tarik berinvestasi di Indonesia tidak
terbatas. Menurut dia, ada banyak negara yang bagus untuk berinvestasi dan
Apple percaya Indonesia memiliki potensi sebagai tempat yang bagus untuk berinvestasi.
Cook menyampaikan bahwa dirinya menyukai Indonesia. ”Saya pikir, masa depannya (Indonesia)
sangat cerah,” kata Cook.
Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Cook menyebut bahwa
Apple Developer Academy Bali telah diresmikan. Apple Developer Academy pertama
di Indonesia dibuka di BSD City, Tangsel, pada tahun 2018. Setelah itu, Apple
membuka Apple Developer Academy di Surabaya dan Batam. Dia berharap, pembukaan
Apple Developer Academy Bali bisa meluluskan ribuan orang dan banyak aplikasi
untuk Apple Store. (Yoga)
Dua Perusahaan Rintisan Inovator dari Indonesia Dapat Suntikan Dana
Dua perusahaan rintisan atau start up dari Indonesia mendapat
suntikan dana sebesar 250.000 dollar Singapura atau Rp 2,9 miliar di ajang
Konferensi Filantropi Asia atau Philanthropy Asia Summit 2024 di Singapura,
Senin (15/4). Keduanya dianggap sebagai inovator di bidang iklim dan alam karena
telah berinovasi dalam pengelolaan limbah. Mereka adalah, Mycotech Lab (MYCL) dan
Sampangan. MYCL adalah perusahaan bioteknologi bersertifikat B Corp, yang membuat
produk dari limbah tanaman pertanian yang diikat dengan miselium jamur. Bahan
serbaguna itu untuk berbagai keperuan, mulai dari alas kaki hingga interior
otomotif dan bahan bangunan. Adapun Sampangan menyediakan produk karbon negatif
melalui teknologi karbonisasi dengan mengubah semua jenis sampah yang tidak
disortir menjadi bahan baku serbaguna dan berkelanjutan.
Total ada lima perusahaan rintisan yang mendapat suntikan
dana. Tiga lainnya, Circ yang berbasis di AS, GRST di Hong Kong, dan MAYANI di
Filipina. ”Program amplifier yang berlangsung selama setahun ini bertujuan
membina start up yang berdampak menjadi layak secara komersial dan memberikan
dampak positif di Asia,” kata Chief Executive Officer (CEO) Center for Impact
Investing and Practices (CIIP) Dawn Chan. Menurut Chan, program ini menerima
139 pengajuan dari 35 negara. Temanya beragam, seperti energi dan listrik,
pangan berkelanjutan dan konservasi lahan, konservasi lautan, serta
sirkularitas dan limbah. Semuanya mencerminkan minat yang signifikan terhadap dampak
pasar serta keinginan pendiri dan inovator untuk mengatasi tantangan iklim juga
alam di Asia. (Yoga)
Investasi Jadi Tantangan
Masa depan perekonomian Indonesia selama satu tahun ke depan
masih dibayangi ketidakpastian di tengah proses transisi pemerintahan baru.
Arah kebijakan ekonomi yang belum terbaca serta tingkat utang pemerintah yang semakin besar dikhawatirkan
bisa mengikis rasa percaya investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Berdasarkan
Laporan East Asia and the Pacific Economics Update April 2024 ”Firm Foundations
of Growth” oleh Bank Dunia, mayoritas negara di kawasan Asia Pasifik menghadapi
tantangan serupa.
Meski tumbuh stabil, pertumbuhan ekonomi negara-negara di
kawasan masih jauh dari potensi yang sesungguhnya. Pertumbuhan yang melambat di
Indonesia dan negara-negara lain di kawasan terjadi karena laju investasi yang lebih
rendah dibandingkan level prapandemi. Bank Dunia menduga investasi yang
melambat itu disebabkan oleh level utang pemerintah dan swasta yang semakin
tinggi serta ketidakpastian politik dan arah kebijakan baru oleh rezim
mendatang.
Laporan itu menyebutkan, setiap kenaikan utang sebesar 10 %
poin akan menurunkan laju pertumbuhan investasi sebesar 1,1 % poin. ”Utang
pemerintah yang tinggi akan membatasi ruang fiskal negara, menghambat investasi
publik, bahkan bisa semakin menghambat masuknya investasi swasta,” kata Kepala
Ekonom Kawasan Asia Timur dan Pasifik di Bank Dunia Aaditya Mattoo, dalam
konferensi pers daring, Kamis (4/4). (Yoga)
Risiko Monopoli di Balik Rencana Investasi Asing Masuk Budi Daya Lobster
Pemerintah semakin serius menyiapkan rencana budi daya benih
bening lobster (BBL). Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan Vietnam.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan sudah lima
investor Vietnam yang siap mengembangkan budi daya lobster di Indonesia. Implementasi
kerja sama budi daya telah dilakukan lewat pertemuan bilateral dengan petinggi
pemerintahan. Trenggono mengatakan sudah ada nota kesepahaman tentang
pengembangan benih bening lobster, ujarnya saat melakukan pertemuan bilateral
dengan Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Perdesaan Vietnam Phung Duc
Tien di Nha Trang, 22 Maret 2024. Menurut Trenggono, Vietnam memiliki etos
kerja dan mata rantai industri budi daya lobster yang bagus. Karena itu, ia meminta
Vietnam berinvestasi.
Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani
Setiawan mengatakan kondisi pembudi daya lobster domestik saat ini masih
stagnan karena teknologi budi daya masih sederhana. Ia menilai pembudi daya
rakyat belum mengalami lompatan pengetahuan dan dukungan konkret dari
pemerintah. Dani menilai keberadaan investasi asing di sektor ini akan
menyebabkan praktik monopoli. Sebab, pembudi daya lokal akan kalah bersaing
dengan pemodal besar. Jika salah pengelolaan, akan menimbulkan kerugian bagi
Indonesia, karena kemiskinan dan ketimpangan di wilayah pesisir akan bertambah.
Selain itu, ia beranggapan transfer teknologi dari Vietnam sulit terjadi.
Karena pemerintah Vietnam tentu tidak mau budi daya lobster di negara mereka kalah
bersaing dengan Indonesia. (Yetede)
BI Catat Capital Outflow Rp 1,36 Triliun
BI melaporkan aliran modal asing keluar bersih (capital outflow) di pasar keuangan domestik mencapai Rp 1,36 triliun dalam periode 25-27 Maret 2024. Dalam keterangan tertulis Kamis (28/3) Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, nilai modal tersebut berasal dari aliran modal asing masuk bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp 0,97 triliun dan modal asing keluar di pasar saham dan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) masing-masing sebesar Rp 1,59 triliun dan Rp 0,74 triliun. (Yetede)
Menghalau ”Hantu-hantu” Investasi Mangkrak
Pemerintahan Jokowi hampir berakhir. Namun, rezim ini masih
memiliki ”utang” penyelesaian ”investasi mangkrak” senilai ratusan triliun
rupiah. Investasi mangkrak adalah investasi yang batal terealisasi. Total nilai
investasi mangkrak dari periode pertama ke periode kedua pemerintahan Jokowi adalah
Rp 708 triliun. Bahlil Lahadalia pertama kali mengungkapnya saat menjabat Menteri
Investasi/Kepala BKPM pada 2019. Sebagian investasi itu mandek karena tidak
ditindaklanjuti pemerintah. Sebagian lagi karena adanya ketidakpastian regulasi
di pusat dan daerah serta tumpang-tindih perizinan. Akibatnya, investor yang sudah
berkomitmen menanamkan modalnya di Indonesia memindahkan proyeknya ke negara lain.
Bahlil saat itu mengibaratkan persoalan investasi mangkrak
ini seperti ”hantu” alias dapat dirasakan, tetapi tidak bisa dipegang dan
disentuh. ”Banyak ’hantu’ di lapangan Ada hantu-hantu berdasi yang mengganggu
investasi. Ini hanya dapat diselesaikan oleh orang-orang yang pernah menjadi
bagian dari kelompok itu,” kata Bahlil saat itu. Seiring berjalannya waktu, BKPM
sudah merampungkan sebagian investasi mangkrak itu. Selama periode kedua
Jokowi, ada 78,9 % atau Rp 558,7 triliun rencana proyek investasi (dari total Rp
708 triliun) yang dapat direalisasikan dan dikebut di masa pandemi Covid-19. Tapi,
masih ada rencana investasi senilai Rp 149,3 triliun yang belum terealisasi, kata
Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/3).
Menurut Kepala Center of Trade, Investment, and Industry di
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio
Nugroho, guna menghindari investasi menjadi mangkrak, pemerintah perlu tahu apa
yang menjadi kebutuhan investor. Ia mengusulkan pemerintah melakukan ”intelijen
investasi” untuk memetakan investor-investor yang bisa masuk ke Indonesia
berikut kebutuhannya. ”Misalnya, mereka butuh lebih banyak insentif fiskal atau
non-fiskal, atau jaminan pasokan listrik yang besar. Dari situ kita bisa
mencegah mereka berpindah atau membangun fasilitas produksi di negara lain,” ujarnya.
Intelijen investasi juga bisa memetakan alasan mengapa rencana investasi
senilai Rp 149,3 triliun sampai sekarang masih mangkrak. (Yoga)
Asing Masuk Rp 21 Triliun di Pertengahan Maret
Investasi dari Australia Tumbuh 4% di Tahun 2023
Australia Luncurkan Investasi Rp 20,4 Triliun bagi Asia Tenggara
Pemerintah Australia meluncurkan pendanaan investasi senilai
2 miliar dollar Australia atau Rp 20,4 triliun untuk meningkatkan investasi di Asia
Tenggara. Pendanaan itu merupakan bagian dari serangkaian inisiatif ekonomi yang
diumumkan pada KTT Khusus ASEAN-Australia 2024 di Melbourne, Australia, Selasa (5/3).
”Pemerintahan yang saya pimpin telah mengambil keputusan yang jelas. Melebihi kawasan
lain, Asia Tenggara adalah masa depan Australia,” kata PM Australia Anthony
Albanese pada Forum 100 CEO Australia dan Asia Tenggara. Australia terus
memperluas hubungan ekonomi dengan beragam mitra dagang selain mitra dagang
utama mereka, China. Langkah itu diambil menyusul berbagai perselisihan dengan
Beijing. Kawasan ASEAN, dengan pertumbuhan penduduk yang cepat, dipandang
sebagai kekuatan ekonomi yang terus berkembang. Dengan banyaknya cadangan
mineral penting dan kebutuhan tinggi pada listrik, Asia Tenggara bakal memegang
peran utama dalam upaya global mendorong penggunaan energi bersih.
”Dengan senang saya mengumumkan keputusan kami untuk
mendirikan Fasilitas Pembiayaan Investasi Asia Tenggara senilai 2 miliar dollar
(Australia), yang dikelola oleh Pembiayaan Ekspor Australia,” lanjutnya. Menurut
Albanese, pendanaan ini menunjukkan nilai tambah yang dapat diberikan Australia
kepada ASEAN. Pembiayaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan perdagangan dan
investasi Australia di Asia Tenggara, terutama untuk transisi energi ramah
lingkungan dan pembangunan infrastruktur. Program pendanaan tersebut kelanjutan
dari bantuan teknis infrastruktur untuk ASEAN, khususnya Program Kemitraan
untuk Infrastruktur. Dalam program itu, Australia memberikan tambahan dana 140
juta dollar Australia. Pendanaan tersebut dimulai tahun 2021, untuk mendukung
upaya ASEAN meningkatkan pembangunan infrastruktur. Beberapa infrastruktur yang
telah dibangun dengan dana tersebut, meliputi jalan raya, infrastruktur
transisi energi ramah lingkungan, dan telekomunikasi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









