Investasi Asing
( 264 )Australia Investasi Pabrik Rumput Laut di Jatim
Sebuah perusahaan rintisan asal Australia bakal membangun industri pengolahan rumput laut di Jatim pada 2024. Rencana itu diprediksi bisa memberikan nilai tambah signifikan bagi petambak serta turut mendorong hilirisasi perikanan nasional. Pendiri (Co Founder) ULUU, perusahaan rintisan asal Australia, Julia Reisser, mengatakan perusahaannya mengolah rumput laut menjadi material untuk menggantikan plastik. Hal itu sejalan dengan upaya menanggulangi dampak perubahan iklim global. ”Kami sedang bekerja sama untuk mendirikan pabrik di Jatim. Kami juga bersyukur dapat mempererat kerja sama dengan Koperasi Agar Makmur Sentosa, ”ujar Julia saat Pengiriman Perdana Rumput Laut Gracilaria dari Koperasi Agar Makmur Sentosa ke Australia, Jumat (4/8).
Pembangunan pabrik yang diprediksi terealisasi pada 2024 itu digadang-gadang dapat memberdayakan masyarakat, terutama petani rumput laut. Dirjen Budidaya KKP Tubagus Haeru Rahayu, yang hadir dalam acara itu, mengatakan, komoditas rumput laut Indonesia saat ini masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. KKP menghendaki hilirisasi industri pengolah rumput laut untuk memberikan nilai tambah bagi petani. ”Dengan dukungan ULUU yang akan membangun pabrik di Indonesia, harapannya konsep hilirisasi tersebut bisa diimplementasikan,” katanya. Menurut Tubagus, konsep industri yang ditawarkan oleh ULUU sejalan dengan program ekonomi biru yang diinisiasi KKP. Adapun konsepnya adalah menjaga lingkungan laut dengan melakukan konservasi yang baik. Caranya, dengan memperluas wilayah konservasi dengan target pada tahun 2025 sebesar 30 % dari total area laut. (Yoga)
INDONESIA-KUWAIT Investasi Sektor Energi Jadi Incaran
Duta Besar RI untuk Kuwait Lena Maryana saat ditemui di Kedutaan Besar RI di Kuwait mengatakan, ”Kuwait adalah negara maju dan dari sisi ekonomi produk domestik bruto mereka besar. Kita mengupayakan diplomasi ekonomi terus digalakkan dengan prioritas bagaimana menarik investasi dan foreign direct investment Kuwait ke Indonesia,” kata Lena. Salah satu yang kini tengah diincar adalah kerja sama di sektor energi yang dimotori oleh Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC). ”Pada tahap awal diharapkan KUFPEC bisa menginvestasikan 1 miliar USD dari 10 miliar USD yang bisa ditanamkan di Tanah Air, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral. Itu target kami, mudah-mudahan bisa kita realisasikan,” kata Lena. Pada Mei lalu, KBRI di Kuwait bersama Kuwait Chamber of Commerce and Industry (Kamar Dagang dan Industri Kuwait/KCCI) menggelar Indonesia Investment Forum (IIF) di Kuwait. Dalam forum yang diarahkan untuk menarik lebih banyak investor Kuwait untuk berinvestasi di Indonesia itu, Deputi Menteri Bidang Investasi Kementerian Investasi Nurul Ichwan menawarkan kepada pebisnis Kuwait untuk berpartisipasi dalam 69 proyek.
Dalam pernyataan pers KBRI disebutkan, pada kesempatan itu, Indonesia juga menawarkan berbagai fasilitas dan insentif untuk investasi. Selain itu, Staf Khusus Menteri Investasi Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional Kementerian Investasi Muhammad Pradana Indraputra memaparkan juga beberapa proyek yang dapat dikerjasamakan, antara lain pembangkit listrik tenaga surya di Banten, industri minyak goreng di Jambi, dan proyek-proyek investasi potensial lainnya di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Selain itu, ditawarkan juga peluang untuk berinvestasi dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). IIF dihadiri 37 pengusaha dan pemangku kepentingan dari berbagai perusahaan investasi Kuwait, antara lain, dari Kuwait Investment Authority, Union Investment Companies, Al Bader Trading Co, Marawi Group, Bin Sabt Group Companies, Fouad Al Ghanim & Sons Group of Companies. (Yoga)
Investor China dan Singapura Danai Koperasi
Kerja sama investasi disepakati oleh perusahaan Sinolib Holding Group asal China, Caesiumlab asal Singapura, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dan Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas). Nilai investasi sebesar 100 juta dollar AS atau Rp 1,5 triliun untuk penanaman komoditas, infrastruktur pendukung, dan industri pengolahan. Ketua Umum Inkoppas Yudianto Tri, Jumat (14/7/2023), di Jakarta, mengatakan, pihaknya berperan untuk menyalurkan pendanaan ke koperasi pertanian di setiap daerah. (Yoga)
Chungbuk Technopark Investasi di KIT Batang
Chungbuk Technopark pada Kamis (6/7/2023) menandatangani nota kesepahaman dengan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Lembaga swadaya masyarakat dari Korea Selatan itu berencana menanamkan modalnya untuk industri motor, baterai, maupun semikonduktor. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT KIT Batang Ngurah Wirawan, Minggu (9/7). (Yoga)
Asing Masih Gencar Lepas Saham, Net Sell Sentuh Rp 3,5 Triliun
Pemodal asing terus melepas asset saham di BEI selama 11 hari beruntun. Selama 5-12 Juni 2023, jual bersih (net sell) asing di saham Rp 3,5 triliun, merujuk data BEI dan RTI. Kemarin, asing masih sell Rp 53,54 miliar ditengah kenaikan IHSG 0,6 % ke level 6.702. Net sell terbesar asing terjadi di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 75,92 miliar. Sebaliknya asing memborong lima saham, yakni PT Ace Hardware Tbk (ACES) dengan net buy Rp 68,09 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 42,92 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp 42,34 miliar, PT Indofood CBP Sukses MAkmur Tbk (ICBP) Rp 36,09 miliar dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 31,4 miliar.
Masifnya aksi net sell asing membuat indeks sulit bergerak dan menembus level 7.000. Dalam sebulan terakhir, indeks malah terpangkas 0,4 % dan secara year to date (YTD) turun 2,16 %. Sehingga IHSG menjadi terburuk ke 2 di dunia setelah FTSE/BM KLCI Malaysia yang turun 7,1 %. Nikkei menjadi indeks terbaik di dunia dengan kenaikan 29,17 %. Hingga kemarin asing masih net buy saham Rp 16,95 triliun, namun turun jauh dibanding awal juni, yang mencapai Rp 20 triliun lebih. (Yoga)
KENDARAAN LISTRIK, Komitmen Investasi Mesti Direalisasikan
Pemerintah Indonesia diminta mampu meyakinkan calon investor untuk benar-benar merealisasikan investasinya di Indonesia di sektor pengembangan kendaraan listrik. Pasalnya, persaingan memperebutkan investasi kian ketat di tengah tingginya suku bunga acuan di negara-negara maju yang bisa memikat investor. Peneliti mitra di Center For IndonesianPolicy Studies, Krisna Gupta, mengatakan, tingginya suku bunga membuat investasi aset di sejumlah negara maju, seperti AS dan Inggris, menjadi lebih menarik karena mata uang menguat dan keuntungan dari imbal hasil. Artinya, kompetisi penarikan dana dari luar negeri akan semakin ketat dan pemerintah perlu usaha ekstra merealisasikan rencana investor yang hendak berinvestasi di Indonesia.
”Keputusan investasi semakin sulit saat suku bunga dunia sedang tinggi. Janji-janji yang dibuat (calon investor) saat suku bunga sedang rendah menjadi tak kunjung terealisasi,” ucap Krisna saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/6). Krisna menambahkan, janji investasi itu perlu disikapi secara hati-hati hingga benar-benar terealisasi. Perlu dukungan penuh pemerintah pusat dan di daerah agar rencana investasi bisa segera terealisasi. Sebab, akan terjalin sinergi pemanfaatan pasar domestik melalui kendaraan listrik beserta infrastrukturnya. Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menerima kunjungan kerja Menteri Negara Inggris pada Departemen Bisnis dan Perdagangan Nusrat Ghani, Rabu (24/5), di Jakarta. Dalam pertemuan itu dibicarakan peluang investasi hilirisasi di sektor mineral kritis dan pengembangan baterai listrik serta tentang investasi energi baru dan terbarukan. (Yoga)
Norma Ketenagakerjaan demi Investasi Berkelanjutan
Nilai realisasi investasi dari China di Indonesia sepanjang 2022 melonjak 63% secara tahunan, mencapai 5,18 miliar USD. Berdasarkan data BPS, nilai realisasi investasi China di Indonesia itu merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. China menjadi negara asal penanaman modal asing yang terbesar kedua di Indonesia setelah Singapura. Sejumlah kalangan menilai, hal ini tak lepas dari upaya Pemerintah Indonesia menggelar karpet merah bagi penanaman modal asing melalui implementasi UU Cipta Kerja. Sebagai konsekuensi logis dari pesatnya kerja sama investasi Indonesia-China, hubungan ketenagakerjaan di antara pelaku ekonomi dari kedua negara juga mengalami akselerasi. Untuk memastikan kerja sama investasi berjalan dengan berkelanjutan, menguntungkan kedua pihak, serta berbuah kesejahteraan, norma ketenagakerjaan harus dipenuhi. Di satu sisi, realisasi investasi didorong sesegera mungkin dan didukung berbagai kemudahan.
Di sisi lain, pemenuhan norma ketenagakerjaan membutuhkan kehati-hatian, pemahaman, dan implementasi yang adakalanya setahap demi setahap. Terkait hal ini, Pemerintah China bekerja sama dengan Kemenaker menggelar program benchmarking di lima kota di China pada 20-30 Mei 2023. Dalam program tersebut, perwakilan birokrasi Kemenaker, disnaker di daerah, dan serikat buruh dipertemukan dengan pucuk pimpinan sejumlah perusahaan China yang telah berinvestasi di Indonesia. Di antara jajaran perusahaan investor itu, antara lain, China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Jiangsu DeLong Nickel Industry, XMXYG Corporation, dan Qinfa Group. ”Di sini kita melihat pucuk pimpinan perusahaan yang berinvestasi di Indonesia punya komitmen bagus. Di China, mereka juga bekerja dengan teknologi maju. Perlu kita pastikan bagaimana komitmen yang sama juga ada dalam operasional perusahaannya di Indonesia,” ujar Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenaga kerjaan Kemenaker Yuli Adiratna di Guangzhou, China, Senin (29/5). (Yoga)
Dunia Arab Terpikat ASEAN
Indonesia menjadi tuan rumah KTT Ke-42 ASEAN yang digelar di LabuanBajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, 9-11 Mei ini. Organisasi regional yang didirikan tahun 1967 itu memiliki kisah panjang, termasuk hubungannya dengan dunia Arab. Dunia Arab sudah sejak tiga dekade lalu, persisnya sejak tahun 1990-an, melihat ASEAN sebagai kawasan yang sangat potensial untuk dijadikan mitra kerja sama perdagangan dan ekonomi. Dunia Arab saat itu sangat mengagumi keberhasilan pembangunan ekonomi kawasan ASEAN sehingga lahir negara-negara yang dijuluki ”Macan Asia” di kawasan itu. Negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia, sudah populer di mata dunia Arab sebagai Macan Asia. Singapura sudah dikenal lama sebagai negara maju, setara dengan Jepang, Korsel, dan Eropa. Dunia Arab terakhir ini semakin apresiatif terhadap Asia, termasuk ASEAN, khususnya setelah tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan Iran-Arab Saudi pada Maret lalu dengan mediasi China.
Mulai muncul rumor sebaiknya China merintis upaya mendamaikan Palestina-Israel karena sampai saat ini tidak ada satu pun negara, termasuk AS, mampu mendamaikan Palestina-Israel. Hubungan dunia Arab, khususnya negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC); Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Kesultanan Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan ASEAN sudah terjalin sejak 1990-an. Saat itu GCC terpincut kemajuan ekonomi ASEAN yang membuat GCC ingin membangun kerja sama ekonomi dengan ASEAN. Sejak saat itu, GCC-ASEAN sepakat menggelar pertemuan tahunan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, ASt. GCC dan ASEAN menandatangani nota kesepahaman (MOU) di Bahrain pada Juni 2009 yang menjadi dasar kerja sama GCC-ASEAN di bidang ekonomi dan perdagangan bebas. Sejak itu, GCC-ASEAN sering menggelar pertemuan bilateral. Terakhir pertemuan itu digelar pada September 2019. Impor GCC dari ASEAN 6 % dari keseluruhan impor GCC dari seluruh dunia pada 2016-2020. Investasi GCC di ASEAN mencapai 13,4 miliar USD sejak 2006. UEA memiliki investasi terbesar di ASEAN. (Yoga)
Korea Selatan Panen Investasi dari AS
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berhasil mengumpulkan investasi asing senilai hingga 4,4 miliar dollar AS dalam kunjungan selama enam hari di AS. Dilansir dari kantor berita Yonhap, Rabu (26/4/2023), ada enam perusahaan teknologi canggih dari AS yang ingin menanam modal di Korsel. Mereka bergerak di sektor energi hidrogen, daur ulang dan infrastruktur ramah lingkungan, serta semikonduktor. (Yoga)
Dana Asing Dongkrak IHSG ke 7.600
JAKARTA, ID – Derasnya aliran dana asing diprediksi mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level 7.600 hingga akhir 2023. Hal itu tak lepas dari ekspektasi berkurangnya sikap hawkish The Fed, menyusul turunnya inflasi di Amerika Serikat (AS) pada Maret lalu. Per Rabu (26/4/2023), total net buy asing di pasar saham mencapai Rp 17,8 triliun. Padahal, asing sempat netsell besar-besaran awal 2023, seiring memburuknya prospek ekonomi dunia. Kemarin, pemodal asing masih agresif memborong saham, dengan net buy Rp 1,8 triliun. Mereka memburu saham ASII dengan net buy Rp 444,94 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 367,01 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 259,87 miliar, PT Bank Rak yat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 154,96 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 117,65 miliar. Tak ayal lagi, IHSG ditutup naik 1,29% ke level 6.910. Nilai transaksi perdagangan saham sangat besar, Rp 15,4 triliun, melampaui rata-rata nilai transaksi harian tahun 2023 sebesar Rp 10,2 triliun. Di sisi lain, dari sisi funda mental emiten, solidnya kinerja keuangan tahun 2022 diprediksi berlanjut tahun 2023. Indikasi ini terlihat pada lonjakan laba bersih sejumlah emiten kakap pada kuartal I-2023, seperti Astra, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Berdasarkan laporan riset Samuel Sekuritas, dikutip Rabu (26/4/2023), IHSG masih menunjukkan ketangguhan sepanjang tahun ini, bahkan setelah lonjakan besar tahun lalu. Ini tak lepas dari kembali masuknya investor asing ke pasar saham sejak Februari 2023, dengan rata-rata arus masuk modal bulanan Rp 5,2 triliun (Yetede)
Pilihan Editor
-
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022 -
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022









