KENDARAAN LISTRIK, Komitmen Investasi Mesti Direalisasikan
Pemerintah Indonesia diminta mampu meyakinkan calon investor untuk benar-benar merealisasikan investasinya di Indonesia di sektor pengembangan kendaraan listrik. Pasalnya, persaingan memperebutkan investasi kian ketat di tengah tingginya suku bunga acuan di negara-negara maju yang bisa memikat investor. Peneliti mitra di Center For IndonesianPolicy Studies, Krisna Gupta, mengatakan, tingginya suku bunga membuat investasi aset di sejumlah negara maju, seperti AS dan Inggris, menjadi lebih menarik karena mata uang menguat dan keuntungan dari imbal hasil. Artinya, kompetisi penarikan dana dari luar negeri akan semakin ketat dan pemerintah perlu usaha ekstra merealisasikan rencana investor yang hendak berinvestasi di Indonesia.
”Keputusan investasi semakin sulit saat suku bunga dunia sedang tinggi. Janji-janji yang dibuat (calon investor) saat suku bunga sedang rendah menjadi tak kunjung terealisasi,” ucap Krisna saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/6). Krisna menambahkan, janji investasi itu perlu disikapi secara hati-hati hingga benar-benar terealisasi. Perlu dukungan penuh pemerintah pusat dan di daerah agar rencana investasi bisa segera terealisasi. Sebab, akan terjalin sinergi pemanfaatan pasar domestik melalui kendaraan listrik beserta infrastrukturnya. Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menerima kunjungan kerja Menteri Negara Inggris pada Departemen Bisnis dan Perdagangan Nusrat Ghani, Rabu (24/5), di Jakarta. Dalam pertemuan itu dibicarakan peluang investasi hilirisasi di sektor mineral kritis dan pengembangan baterai listrik serta tentang investasi energi baru dan terbarukan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023