Anggaran Bencana
( 222 )Alokasi Bantuan Air Bersih Kian Menipis
Alokasi bantuan air bersih yang disiapkan Pemkab Temanggung,
Jateng, tersisa 15 tangki dari total 151 tangki atau 755.000 liter air yang
disiapkan tahun ini. Sisa kuota dihemat guna mengantisipasi kemarau yang berpeluang
masih terjadi. Kasi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Priyo Harjanto mengatakan, mempertimbangkan
ketersediaan bantuan air yang menipis dan prediksi musim ke marau yang mungkin
masih panjang hingga akhir Oktober, sisa alokasi 15 tangki sengaja disimpan
sebagai cadangan. ”Untuk memenuhi permintaan warga, saat ini kami berupaya
sebisa mungkin memanfaatkan bantuan air dari pihak luar,” ujarnya, Sabtu (14/10).
BPBD Kabupaten Temanggung sudah meminta lagi tambahan alokasi bantuan air bersih
sebanyak 50 tangki dari APBD Perubahan 2023.
Sisa alokasi 15 tangki itu akan disimpan sebagai cadangan
untuk memenuhi kebutuhan saat tambahan alokasi belum didapatkan dan ketika
tidak ada sumbangan bantuan air bersih dari pihak ketiga. Sejak pertengahan
Juli 2023 hingga 13 Oktober 2023, BPBD Kabupaten Temanggung telah mendistribusikan
344 tangki air atau 1.748.600 liter air bersih untuk memenuhi permintaan warga.Dari
jumlah itu, 137 tangki atau 685.000 liter air berasal dari APBD Temanggung,
sementara sisanya berasal dari pihak ketiga, terutama dari tanggung jawab
sosial perusahaan (CSR). Jumlah desa yang mengajukan permintaan juga terus bertambah.
Pada 14 September lalu, jumlah desa yang mengalami kekeringan dan mengajukan
permintaan air bersih terdata 14 desa di 11 kecamatan. Sementara pada 13
Oktober 2023, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih bertambah
signifikan, menjadi 31 desa di 12 kecamatan. (Yoga)
Indonesia Siapkan US$ 5 juta untuk Aksistensi AIS Forum
Rupiah Siaga Satu
Mendukung Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
Mendukung Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
The Fed Kemungkinan Tidak Menaikkan Suku Bunga
NEW-YORK,ID- Para analis di Goldman Sach menyampaikan laporan pada Sabtu (16/09/2023) bahwa The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan tidak akan menaikkan tingkat suku bunga dalam pertemuan dua hari, pada 31 Oktober 2023. Mereka juga memprediksi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kemungkinan tidak akan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di pertemuan kebijakan terkait ringkasan proyeksi ekonomi minggu depan. "Kami mengira, pada November terjadi penyeimbangan kembali pada pasar tenaga kerja. Berita inflasi yang lebih baik dan kemungkinan terjadi pertumbuhan di kuartal IV mendatang bakal meyakinkan lebih banyak partisipasi bahwa Komite pasar terbuka Federal (FOMC) dapat membatalkan kenaikan suku bunga tahun ini," demikian disampaikan para pakar strategi bank AS dalam laporan, yang dilansir Reuters. Disaat para pelaku pasar mencoba mengukur lintasan kebijakan moneter The Fed, beberapa investor besar, termasuk J.P. Morgan Asset Management dan Janus Henderson Investors, menungkapkan bahwa bank sentral AS kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga, serta mengikuti siklus pengetatan kebijakan moneter paling agresif dalam beberapa dekade terakhir. (Yetede)
Critical Mineral, Modal Ekonomi RI Tumbuh Makin di Depan
JAKARTA,ID-Pemerintah menyatakan tetap antisipasif untuk menjaga perekonomian Indonesia agar terus stabil, di tengah kondisi global yang masih mengalami tantangan bertingkat (casade problem) seperti cilmate change dan El Nino. Dengan critical minerals yang dimiliki, pemerintah optimis, Indonesia bisa memiliki pertumbuhan ekonomi yang makin jauh di depan, dibandingkan negara lain. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Musyawarah Anggota Asosasi Emiten Indonesia (AEI) 2023 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (14/9/2023). Dia menjelaskan, pada kuartal II-2023, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,17% secara year on year (yoy). Sementara itu, tingkat inflasi pada Agustus 2023 berada di level 3,27% atau berada dalam target sasaran 3% kurang lebih 1%. Indonesia juga telah kembali masuk dalam upper-middle income country berdasarkan data Bank Dunia yang diperbaharui pada Juli 2023 dengan pendapatan per kapita US$ 4.580. Di samping itu, pemerintah Indonesia menyatakan intensi untuk menjadi anggota OECD. (Yetede)
Menyisir Peserta Bursa Karbon
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan sebanyak 99 unit atau 86 persen dari keseluruhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang beroperasi di Indonesia siap berpartisipasi dalam bursa karbon. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengatakan PLTU yang bergabung dengan bursa karbon pada tahun ini adalah PLTU dengan kapasitas listrik di atas 100 megawatt (MW).
Adapun PLTU berkapasitas di atas 50 MW baru akan bergabung dengan bursa pada 2024, diikuti PLTU lainnya dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) pada 2025. OJK, kata Hasan, akan mempersiapkan perangkat infrastruktur primer dan sekunder, serta pasar yang dibutuhkan untuk menopang operasi bursa karbon. "Selain dari subsektor pembangkit listrik, perdagangan karbon akan diramaikan sektor lain yang akan bertransaksi di bursa karbon, seperti kehutanan, perkebunan, migas, dan industri umum," kata dia, kemarin. (Yetede)
Menyisir Peserta Bursa Karbon
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan sebanyak 99 unit atau 86 persen dari keseluruhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang beroperasi di Indonesia siap berpartisipasi dalam bursa karbon. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengatakan PLTU yang bergabung dengan bursa karbon pada tahun ini adalah PLTU dengan kapasitas listrik di atas 100 megawatt (MW).
Adapun PLTU berkapasitas di atas 50 MW baru akan bergabung dengan bursa pada 2024, diikuti PLTU lainnya dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) pada 2025. OJK, kata Hasan, akan mempersiapkan perangkat infrastruktur primer dan sekunder, serta pasar yang dibutuhkan untuk menopang operasi bursa karbon. "Selain dari subsektor pembangkit listrik, perdagangan karbon akan diramaikan sektor lain yang akan bertransaksi di bursa karbon, seperti kehutanan, perkebunan, migas, dan industri umum," kata dia, kemarin. (Yetede)
Agar Epicentrum of Growth Tak Jadi Slogan Semata
JAKARTA,ID-Keketuaan Asean yang kini dipegang Indonesia berpeluang mengantarkan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara itu menjadi pusat pertumbuhan (epicentrum of growth) dunia yang berkelanjutan. Namun, itu akan menjadi pasti bila Pertemuan Pleno KTT Asean ke-43 di jakarta awal September nanti menghasilkan deklarasi yang bisa menjadi panduan bagi penyelesaian sejumlah tantangan seperti integrasi yang tersendat dan berpengaruh atau peran global Asean yang masih minim. Terkait faktor-faktor pendorong bagi terwujudnya Asean sebagai spectrum of growth diantaranya adalah konektivitas kawasan yang telah terbangun. Jumlah penduduk negara-negara Asean yang mencapai 660 juta dengan pertumbuhan signifikan di kelas menengah, juga menjadi nilai lebih dari sisi pasar. Apalagi, Asean menjadi penghasil bahan baku, terutama critical minerals untuk bahan baku transisi energi seperti nikel, bauksit, dan bijih besi yang kini banyak diburu pelaku industri. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Beban Bunga Utang
05 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022







