;
Tags

Industri lainnya

( 1893 )

Industri Pengolahan Kelapa Nasional Kritis

KT3 19 Dec 2024 Kompas

Industri pengolahan kelapa nasional tengah kritis akibat kekurangan bahan baku. Sebagian dari industri tersebut berpotensi kehilangan pemasukan senilai total Rp 4,3 triliun tahun ini. Untuk itu, Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia meminta agar pemerintah membatasi atau bahkan menghentikan ekspor kelapa bulat selama 3-6 bulan. Ketua Bidang Industri dan Aneka Produk Kelapa Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Anro Simanjuntak, Rabu (18/12/2024), mengatakan, produksi kelapa di Indonesia pada tahun ini mengalami titik terendah. HIPKI memperkirakan produksi kelapa di Indonesia turun 31 persen pada 2024. Produksi kelapa tersebut turun lantaran dampak El Nino yang berlangsung pada medio 2023 hingga triwulan I-2024. Fenomena musim kemarau panjang itu menyebabkan tanaman kelapa kekurangan air sehingga bunga atau bakal buah kelapa rontok.

Hal itu, lanjut Anro, diperparah dengan semakin masifnya ekspor kelapa bulat atau utuh, baik secara legal maupun ilegal, terutama ke China, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Ekspor kelapa bulat itu kian tak terkendali lantaran longgarnya tata niaga kelapa. ”Kondisi itu menyebabkan harga kelapa bulat melonjak dari Rp 6.000-Rp 8.000 per butir menjadi Rp 12.000-Rp 14.000 per butir.Industri pengolahan kelapa dalam negeri juga kekurangan bahan baku sejak Oktober 2024,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta. Berdasarkan survei internal HIPKI, saat ini 16 perusahaan kelapa hanya mampu mengoperasikan 33 persen dari total kapasitas produksi maksimum. Apabila pabrik-pabrik itu tutup karena tidak mendapatkan bahan baku, 21.399 tenaga kerja bakal kehilangan pekerjaan. Selain itu, perusahaan-perusahaan anggota HIPKI juga berpotensi kehilangan pemasukan akibat penurunan produksi tahun ini. Dari delapan perusahaan saja, total potensi kehilangannya mencapai Rp 3,4 triliun. Padahal, jika beroperasi maksimum, total pemasukan perusahaan-perusahaan itu Rp 7,2 triliun.(Yoga)


Pasar Mobil Masih Berjuang untuk Pulih

HR1 11 Dec 2024 Kontan
Kinerja industri otomotif roda empat di Indonesia masih menghadapi tekanan hingga akhir tahun 2024 akibat pelemahan daya beli masyarakat dan ketidakstabilan ekonomi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) nasional pada November 2024 menurun 3,7% secara bulanan menjadi 74.347 unit, sementara penjualan retail (dealer ke konsumen) tumbuh 3,5% menjadi 76.053 unit.

Secara tahunan, periode Januari–November 2024 mencatat penurunan wholesales sebesar 14,7% yoy menjadi 784.788 unit, dan penjualan retail turun 11,2% yoy menjadi 806.721 unit. Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto optimistis bahwa pasar akan pulih pada akhir tahun berkat pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) dan program diskon, dengan target revisi penjualan nasional sebesar 850.000 unit.

Toyota, sebagai pemimpin pasar, mencatat kenaikan penjualan retail sebesar 4,19% pada November 2024, meskipun secara tahunan turun 8,92%. Sementara itu, Daihatsu mengalami penurunan penjualan bulanan sebesar 7,54% dan penurunan tahunan sebesar 13,38%.

Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengungkapkan bahwa pelemahan daya beli dan sulitnya akses pembiayaan menjadi tantangan utama. Dengan 80% konsumen Daihatsu membeli kendaraan secara kredit, kebijakan selektif lembaga pembiayaan semakin memperburuk situasi.

Meskipun demikian, optimisme pasar otomotif tetap ada, terutama dengan dukungan program promosi dan aktivitas pasar menjelang akhir tahun.

Strategi untuk menarik investor dan memaksimalkan KEK yang ada

KT3 10 Dec 2024 Kompas

Pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang masif di era Jokowi menyisakan PR bagi penerusnya. Sejumlah KEK masih sepi peminat, khususnya di Indonesia timur. Pemerintahan Prabowo butuh strategi baru untuk menarik lebih banyak investor dan memaksimalkan KEK yang sudah ada. Saat ini, Indonesia memiliki total 24 KEK yang sudah beroperasi. Ada tambahan delapan KEK yang pembentukan dasar hukumnya sedang diproses. Dengan demikian, ke depan Indonesia akan memiliki total 32 KEK yang tersebar dari barat hingga timur. Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden telah meminta pihaknya memetakan status seluruh KEK di Indonesia. Ia mengakui, dari total 24 KEK yang sekarang telah beroperasi, tidak semua berjalan efektif.

Satu bulan setelah Kabinet Merah Putih dibentuk, Airlangga melaporkan beberapa KEK yang bermasalah dan sepi investor kepada Prabowo, antara lain, KEK Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), KEK Morotai (Maluku Utara), dan KEK Arun Lhokseumawe (Aceh). ”Realisasi investasi di KEK-KEK itu masih sangat terbatas. Sudah saatnya kita memaksimalkan peluang investasi dan fasilitas yang sudah tersedia karena KEK bisa jadi cara paling penting untuk meningkatkan investasi dan mencapai target pertumbuhan 8 %,” katanya dalam acara Forum Bisnis KEK 2024 di Jakarta, Senin (9/12). Berkaca dari negara tetangga lain, seperti China, Vietnam, dan Thailand, keberadaan KEK memang menjadi motor utama untuk menarik peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

KEK umumnya memiliki lokasi strategis dan menawarkan banyak insentif fiskal dan nonfiskal serta kemudahan dalam berinvestasi. Airlangga mengatakan, Indonesia perlu meniru strategi itu untuk mengejar target pertumbuhan yang tinggi. Terlebih, ada momentum ekonomi yang sebenarnya bisa dimanfaatkan Indonesia di tengah kondisi geopolitik yang memanas. ”Waktu kita tidak banyak, hanya 3-4 tahun untuk memaksimalkan KEK untuk mencapai target pertumbuhan. ASEAN kini jadi salah satu kawasan yang masih damai dan stabil, baik secara politik maupun ekonomi. Kesempatan emas seperti ini hanya akan muncul satu kali,” ujarnya. (Yoga)


AP Integrasikan Bisnis Properti Bandara

HR1 03 Dec 2024 Kontan
Aksi merger entitas pelat merah kembali terjadi di sektor aviasi dan pariwisata Indonesia, kali ini melibatkan entitas usaha Angkasa Pura, yaitu PT Angkasa Pura Hotel (APH) dan PT Angkasa Pura Properti (APP), yang akan bergabung menjadi PT InJourney Aviation Service Properties (IASP). Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan portofolio bisnis dan mengurangi tumpang tindih yang ada antara berbagai lini usaha dalam Grup Angkasa Pura.

Herry Gunawan, pengamat BUMN dari Datanesia Institute, menilai bahwa merger ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dan mengurangi risiko tumpang tindih kegiatan usaha. Ia juga menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari agenda konsolidasi yang lebih besar di tubuh Angkasa Pura untuk menciptakan efisiensi dalam menjalankan bisnis, yang mungkin akan diikuti dengan merger entitas lainnya dalam grup tersebut.

ITMG Fokus Pacu Penjualan Batu Bara

HR1 27 Nov 2024 Kontan
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan volume penjualan batubara sebesar 24,2 juta-24,5 juta ton pada tahun 2024, meningkat 17,22% dibandingkan capaian 20,9 juta ton pada tahun 2023. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, ITMG telah menjual 17,1 juta ton batubara, naik 11,76% dari periode yang sama tahun lalu.

Namun, Yulius Kurniawan Gozali, Direktur Komunikasi Korporat ITMG, menyebutkan bahwa pendapatan perusahaan menurun akibat penurunan harga rata-rata penjualan batubara (Average Selling Price/ASP) sebesar 19,32% secara tahunan (yoy), dari US$ 119 per ton menjadi US$ 96 per ton. Hal ini menyebabkan laba bersih perseroan pada kuartal III-2024 turun 32,72% yoy menjadi US$ 273 juta. Meskipun demikian, margin laba bersih pada kuartal III-2024 meningkat menjadi 24% dibandingkan 19% pada periode yang sama tahun lalu.

ITMG menargetkan laba bersih tahun 2024 sebesar US$ 354 juta, meski realisasinya masih bergantung pada berbagai faktor seperti volume penjualan, harga komoditas, dan efisiensi biaya. Untuk mencapai target, ITMG fokus pada optimalisasi produksi dan pengendalian biaya, terutama di tengah tren harga batubara yang fluktuatif.

ITMG saat ini memiliki cadangan batubara sebesar 1,3 miliar ton dan berencana memanfaatkan sumber daya ini secara maksimal sambil menjalankan efisiensi operasional. Penurunan harga batubara di pasar ekspor pada tahun 2023 menyebabkan laba bersih ITMG turun signifikan sebesar 58,30%, dari US$ 1,2 miliar pada 2022 menjadi US$ 500,33 juta pada 2023.

Menurut Yulius, dinamika pasar dan harga batubara yang tidak dapat diprediksi menuntut perusahaan untuk terus menerapkan manajemen kas yang hati-hati serta strategi efisiensi untuk menjaga keberlanjutan operasional.

ITMG Fokus Pacu Penjualan Batu Bara

HR1 27 Nov 2024 Kontan
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan volume penjualan batubara sebesar 24,2 juta-24,5 juta ton pada tahun 2024, meningkat 17,22% dibandingkan capaian 20,9 juta ton pada tahun 2023. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, ITMG telah menjual 17,1 juta ton batubara, naik 11,76% dari periode yang sama tahun lalu.

Namun, Yulius Kurniawan Gozali, Direktur Komunikasi Korporat ITMG, menyebutkan bahwa pendapatan perusahaan menurun akibat penurunan harga rata-rata penjualan batubara (Average Selling Price/ASP) sebesar 19,32% secara tahunan (yoy), dari US$ 119 per ton menjadi US$ 96 per ton. Hal ini menyebabkan laba bersih perseroan pada kuartal III-2024 turun 32,72% yoy menjadi US$ 273 juta. Meskipun demikian, margin laba bersih pada kuartal III-2024 meningkat menjadi 24% dibandingkan 19% pada periode yang sama tahun lalu.

ITMG menargetkan laba bersih tahun 2024 sebesar US$ 354 juta, meski realisasinya masih bergantung pada berbagai faktor seperti volume penjualan, harga komoditas, dan efisiensi biaya. Untuk mencapai target, ITMG fokus pada optimalisasi produksi dan pengendalian biaya, terutama di tengah tren harga batubara yang fluktuatif.

ITMG saat ini memiliki cadangan batubara sebesar 1,3 miliar ton dan berencana memanfaatkan sumber daya ini secara maksimal sambil menjalankan efisiensi operasional. Penurunan harga batubara di pasar ekspor pada tahun 2023 menyebabkan laba bersih ITMG turun signifikan sebesar 58,30%, dari US$ 1,2 miliar pada 2022 menjadi US$ 500,33 juta pada 2023.

Menurut Yulius, dinamika pasar dan harga batubara yang tidak dapat diprediksi menuntut perusahaan untuk terus menerapkan manajemen kas yang hati-hati serta strategi efisiensi untuk menjaga keberlanjutan operasional.

Sektor Semen Hadapi Tekanan Berat

HR1 26 Nov 2024 Kontan
Industri semen di Indonesia menghadapi tantangan berat akibat kelebihan pasokan (oversupply) dan ketidakpastian kebijakan pemerintah. Christian Kartawijaya, Presiden Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), mengungkapkan bahwa kapasitas industri semen nasional mencapai 119-120 juta ton, sedangkan konsumsi hanya sekitar 65 juta ton. Akibatnya, utilisasi pabrik hanya mencapai 55%-60%, dengan 40%-45% pabrik berhenti beroperasi.

Meski demikian, INTP optimistis dapat mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 9% di akhir 2024, yang sebagian besar didorong oleh penggabungan Semen Grobogan dan Semen Bosowa Maros ke dalam laporan keuangan tahun ini. Namun, kenaikan tarif PPN menjadi 12% diperkirakan akan menurunkan daya beli masyarakat dan mengurangi permintaan semen.

Kinerja keuangan emiten semen lainnya juga tertekan. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat penurunan pendapatan sebesar 4,93% secara tahunan (yoy) hingga kuartal III-2024, sementara laba bersihnya turun 58% menjadi Rp 719,72 miliar. Sementara itu, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) mengalami kerugian Rp 176,7 miliar pada periode yang sama.

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, kinerja emiten semen ke depan sangat bergantung pada realisasi komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur. Ia merekomendasikan accumulative buy untuk SMGR dan INTP dengan target harga masing-masing Rp 4.850 dan Rp 7.950. William Wibowo, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, merekomendasikan buy on weakness untuk INTP dengan target harga Rp 7.100 per saham.

Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Apple

HR1 26 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Kementerian Perindustrian Indonesia, yang dipimpin oleh Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita, akan segera mengundang Apple Inc. untuk membahas realisasi investasi mereka di Indonesia, setelah proposal investasi senilai US$100 juta yang diajukan oleh Apple ditolak. Alasan penolakan tersebut adalah karena proposal investasi Apple dinilai belum memenuhi asas keadilan bagi Indonesia.

Menteri Agus menjelaskan bahwa asas keadilan yang dimaksud berkaitan dengan perbandingan investasi Apple di Indonesia dengan investasi yang dilakukan oleh perusahaan yang sama di negara-negara lain seperti Vietnam dan Thailand. Di Vietnam, Apple berinvestasi sebesar Rp255 triliun untuk membangun pabrik, sementara di Indonesia, Apple baru berinvestasi sekitar Rp1,4 triliun, meskipun penjualan produk Apple di Indonesia mencapai 2,5 juta unit. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam investasi yang dianggap tidak adil oleh pemerintah Indonesia.

Selain itu, Agus juga menyoroti bahwa investasi dari produsen perangkat elektronik lainnya, seperti handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT), di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan Apple. Kriteria lain yang menjadi perhatian adalah terkait dengan penciptaan nilai tambah, impor, dan seberapa besar Apple dan produsen HKT lainnya dapat menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Agus menegaskan bahwa pemerintah sudah memiliki angka investasi ideal yang diharapkan dari Apple, dan negosiasi selanjutnya juga akan mencakup pembahasan mengenai proposal investasi Apple pada periode 2020-2023 yang belum terealisasi. Pemerintah berencana untuk meminta Apple untuk melunasi "utang investasi" yang terkait dengan proposal investasi periode sebelumnya, sebelum melanjutkan ke proposal investasi baru yang diajukan untuk periode 2024-2026.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap keadilan investasi dan kontribusi perusahaan asing, seperti Apple, dalam mendukung perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah bagi industri lokal.



Industri Petrokimia sebagai Penopang Vital Ekonomi Dasar

HR1 22 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Industri petrokimia Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, namun juga memiliki potensi besar untuk berkembang. Fajar Budiono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), menyoroti rendahnya tingkat utilisasi industri petrokimia hulu yang hanya sekitar 60%-70%, disebabkan oleh mahalnya bahan baku domestik dan tingginya biaya produksi. Oleh karena itu, Inaplas mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam melindungi industri ini, salah satunya melalui pengendalian impor dan insentif untuk mengurangi harga bahan baku domestik.

Henry Chevalier, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), juga mengusulkan pembebasan pajak untuk bahan baku plastik agar industri hilir bisa bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Di sisi pemerintah, Susila Brata dari Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk melindungi industri petrokimia domestik melalui peraturan mengenai bea masuk, sementara Wiwik Pudjiastuti dari Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya neraca komoditas untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan.

Selain itu, Eko Harjanto dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa dukungan terhadap industri petrokimia akan terus difokuskan, baik dari sisi insentif maupun percepatan proses perizinan, yang sering menjadi kendala terbesar bagi pelaku industri. Dengan adanya kebijakan yang mendukung dan optimalisasi investasi, sektor petrokimia Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi pasar yang besar, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.


Asosiasi Peternak Sapi Perah Desak Jaminan Penyerapan Susu Lokal oleh Industri

KT1 21 Nov 2024 Tempo
Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) mendesak jaminan susu lokal ke depannya bakal terserap 100 persen oleh industri pengolahan susu (IPS). Jaminan itu diharapkan berupa regulasi setingkat keputusan atau instruksi presiden atau peraturan presiden. Ketua APSPI, Agus Warsito mengungkapkan hal itu saat hadir dalam kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke KUD Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, 21 November 2024.

Ia mengapresiasi respons Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menyikapi permasalahan para peternak sapi perah tentang pembatasan penyerapan susu lokal yang kemudian berujung aksi protes buang susu dan mandi susu beberapa waktu lalu.   Tak Sama dengan Rokok, Pakar Sebut Tak Perlu Larang Promosi Susu Formula "Alhamdulillah (protes) itu telah ditangkap dengan baik kemudian direspons oleh Pak Menteri (Mentan) untuk mewajibkan industri menyerap susu segar dalam negeri yang kita tahu hanya 20 persen, bahkan barangkali sekarang ini tidak ada atau kurang dari 20 persen yang selebihnya kita itu impor," ujar dia.

Berkaitan dengan pencanangan ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis yang akan dilaksanakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ke depan, maka pemerintah akan mendatangkan 1 juta ekor sapi perah impor. Menurut dia, sebelum rencana itu dilaksanakan agar ada regulasi yang berpihak pada peternak lokal. "Kami menginginkan kalau pemerintah berkomitmen kepada peternak untuk majunya susu sapi dalam negeri kita peraturan itu selevel keputusan presiden, Inpres atau peraturan presiden," kata dia.  Selain ada regulasi yang berpihak kepada peternak, lanjut Agus harus ada koordinasi lintas sektoral di kementerian. Baik kementerian pertanian, kementerian koperasi, kementerian perdagangan, dan kementerian industri. Semua saling bersinergi satu tujuan memperjuangkan peternak sapi perah dalam negari. (Yetede)