Industri lainnya
( 1893 )Meningkatkan Efisiensi Industri Pengolahan via LCS
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan pada hingga April 2022 menyumbang 74,46% pada total ekspor Indonesia atau senilai US$69,59 miliar. Nilai ekspor tersebut naik 29,19% (ctc), sedangkan secara tahunan terdapat peningkatan 27,92% (yoy). Kinerja industri pengolahan secara nasional turut disumbangkan oleh industri pengolahan di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, industri pengolahan juga menjadi sektor utama dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jabar. Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan IV 2021 sebesar 5,61% (yoy) disumbangkan oleh pertumbuhan industri pengolahan sebesar 3,62% (yoy), didorong oleh industri utama yakni TPT, elektronik dan otomotif.
Memperkuat posisi industri pengolahan nasional pada global value chain menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menggenjot kinerja sektor tersebut. Saat ini, sayangnya posisi Indonesia berdasarkan persentase partisipasi terhadap GVC makin menurun dari tahun ke tahun. Bank Indonesia (BI) mengembangkan kerangka kerja sama penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau yang dikenal dengan istilah Local Currency Settlement (LCS). Kerja sama LCS bermula dari kebutuhan penyelesaian transaksi pelaku usaha di Indonesia pada mitra utama di negara selain Amerika Serikat yang masih bergantung pada penggunaan dolar AS. Padahal, berdasarkan data 2021 nilai ekspor Indonesia ke AS persentasenya hanya 10% dari keseluruhan ekspor Indonesia.
Industri Semikonduktor : Jerman Tambah Investasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa produsen semikonduktor asal Jerman, yakni Infineon Technologies berencana untuk menambah investasinya di Tanah Air. Agus menjelaskan bahwa perusahaan yang sebagian besar pendapatannya berasal dari bisnis di segmen otomotif tersebut bakal meningkatkan investasinya empat hingga lima kali lipat dari total kapasitas produksinya di Tanah Air saat ini. “Per hari ini sudah memproduksi sekitar 1,4 miliar per tahun. Nanti rencananya akan menambah investasi di Indonesia menjadi empat hingga lima kali lipat dari kapasitas produksi,” kata Agus, Kamis (16/6). Meski begitu, Menteri Agus belum bisa memberikan informasi rinci terkait dengan nilai investasi dari perusahaan yang memiliki pabrik di Batam tersebut. Menurutnya, rencana peningkatan investasi Infineon Technologies merupakan kelanjutan dari upaya Indonesia untuk menjalin kerja sama jangka panjang dengan Jerman.
Agus menyebut, peluang investasi semikonduktor di Indonesia tercipta karena Tanah Air merupakan pasar yang cukup besar untuk barang elektronika dan produk jadi elektronika.
KENDARAAN LISTRIK : BERAT DI ONGKOS PRODUKSI BATERAI
Pasar baterai kendaraan listrik diperkirakan makin bertenaga seiring dengan proyeksi meningkatnya permintaan mobil dan motor listrik pada 2025. Namun, dalam produksi baterai tersebut hampir 50% ongkos menjadi beban pengerjaan sel baterai karena belum dapat diproduksi di dalam negeri. PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) memperkirakan permintaan mobil dan motor listrik masing-masing bakal mencapai 400.000 unit dan 1,2 juta unit atau tumbuh empat kali lipat pada 2025. SVP Corporate Strategy & Business Development Indonesia Battery Corporation (IBC), Adhietya Saputra mengatakan pasar baterai kendaraan listrik bakal tumbuh signifikan seiring dengan perkiraan tersebut. Adhietya menuturkan hampir 50% beban ongkos pengerjaan sel baterai belum dapat diproduksi di dalam negeri yang dikhawatirkan bisa mengganggu pemenuhan target daya baterai permintaan kendaraan listrik. Dia berharap produksi sejumlah komponen pembentuk sel baterai itu dapat ikut diproduksi di dalam negeri untuk mengurangi beban ongkos dan mengoptimalkan margin produksi.
Industrialisasi Percepat RI Jadi Negara Maju
Industrialisasi akan mempercepat Indonesia menjadi negara maju alias berpendapatan tinggi sebelum 2045. Sebab, dengan industrialisasi yang berlangsung secara masif, pertumbuhan ekonomi nasional bisa di atas 5,5%. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, jika sepanjang 2022 sampai 2045, ekonomi bisa tumbuh 5,7% Indonesia bisa menjadi high income country pada 2043. "Dalam konteks ini, proses industrialisasi merupakan satu kunci penting untuk membawa Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi," ucap Amalia, akhir pekan lalu. Pada 2021, dia menuturkan, industri pengolahan tumbuh 3,4% dan berperan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,7%. "Ekosistem pertumbuhan aktivitas industri yang mendukung industri berkembang menjadi salah satu fondasi untuk industri tumbuh dan berdaya saing," kata Amalia. (Yetede)
Nilai Tambah Baterai Listrik US$ 5,18 Miliar
Investasi industri baterai listrik di Indonesia, akan segera terealisasi. Hilirisasi mineral ini juga diharapkan akan semakin memutar roda perekonomian dalam negeri.
Pada Rabu (8/6) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, meresmikan implementasi rencana tahap kedua baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT), Batang, Jawa Tengah. Sementara itu, Bahlil menjelaskan, total lahan yang akan digunakan dalam implementasi tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi tersebut, mencapai 1.000 hektar (ha). Dari luas lahan tersebut, perusahaan asal Korea Selatan LG Energy Solution akan menempati lahan seluas 275 ha dengan nilai investasi US$ 9,8 miliar atau setara sekitar Rp 142 triliun. Ia menyebut, investasi hirilisasi oleh LG bakal memberikan nilai tambah sebesar US$ 5,18 miliar untuk Indonesia.
INDUSTRI BATERAI LISTRIK TERINTEGRASI
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Tae-sung, menghadiri peresmian tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6). Total nilai proyek tersebut mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.
BABAK BARU EKOSISTEM EV
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik menapaki jalan baru. Kemarin, Rabu (8/6), Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah yang diklaim sebagai fasilitas terintegrasi hulu hingga hilir pertama di dunia. Kendati demikian, sejumlah kalangan menilai pemerintah perlu terobosan baru guna mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) nasional. Masih banyak problem yang harus diatasi jika tak ingin pengembangan kendaraan listrik jalan di tempat. Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa investasi industri baterai listrik terintegrasi di Batang tersebut mencapai Rp142 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan, LG, sepakat untuk membangun industri baterai mobil listrik di Indonesia sejak 2020. Dia meramal investasi hilirisasi yang dilakukan LG akan memberikan nilai tambah kepada perekonomian Indonesia hingga US$5,18 miliar. Bahlil menjelaskan, dari 450 hektare lahan KITB yang dikembangkan di tahap pertama, seluruhnya telah diambil investor. Adapun saat ini, proyek KIT Batang tengah memasuki pembangunan tahap kedua dengan luas lahan 1.000 hektare.
PROSPEK SEKTORAL : Kinerja Industri TPT Melandai
Pada kuartal I/2022, kinerja industri TPT tumbuh 12,45%. Namun, pada kuartal II/2022 kombinasi impor bahan baku tekstil dan menurunnya permintaan setelah Lebaran membuat kinerja industri melandai. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serta dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Wirawasta mengatakan dampak impor bahan baku makin terasa kala permintaan lesu. Di sisi lain, sentimen harga murah bahan baku impor menjadi pendorong bagi menurunnya permintaan terhadap produk TPT lokal. Pasalnya, dalam kurun 2 pekan terakhir karena barang impor disinyalir sudah mulai membanjiri pasar domestik. Menurutnya, Indonesia tidak perlu mengimpor bahan baku tekstil karena kapasitas produksi nasional jauh di atas tingkat konsumsi. Total konsumsi TPT nasional, lanjut Redma, sekitar 2 juta ton. Sementara itu, kapasitas produksi industri tekstil Tanah Air dari hulu ke hilir lebih dari 10 juta ton. Oleh karena itu, asosiasi telah mengirimkan surat permohonan agar impor ditutup.
Asaki Optimis Volume Produksi Industri Keramik Tumbuh 15%
Asosiasi aneka industri keramik Indonesia (Asaki) optimis, volume produksi industri keramik nasional bisa tumbuh 15% pada tahun ini. Optimisme ini didasarkan pada tren pemulihan ekonomi yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 yang mencapai 5,01%. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangkan, kinerja industri keramik cukup baik, dimana tingkat utilisasi pada periode Januari-Mei 2022 berada di level 75%. "Asaki optimis volume produksi industri keramik akan bertumbuh 15% pada 2022 ini, dengan target produksi keramik memanfaatkan 475 juta -480 juta m2 dan tingkat utilisasi 85%" ucap Eddy kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (3/6). Industri keramik saat ini bahkan sudah m2 dengan memasuki zona ekspansif dimana pada 2021 ada tambahan kapasitas produksi baru sebesar 13 juta m2 dan 2022 ini ada ekspansi baru sebesar 35 juta m2 dengan total capex Rp 3 triliun. (Yetede)
Semikonduktor Langka, Harga Produk Bisa Naik
Kelangkaan cip semikonduktor bukan saja terjadi di industri otomotif. Industri elektronik juga mengalami hal yang sama. Dengan kelangkaan itu, akan ada kenaikan harga jual hingga 10%. Selain berdampak ke konsumen, keterbatasan pasokan cip semikonduktor juga mempengaruhi kelangsungan bisnis industri berbasis elektronik di dalam negeri. Chief Commercial Officer Polytron Indonesia Tekno Wibowo mengatakan, Polytron tentu merasakan dampak kelangkaan pasokan cip semikonduktor yang sebenarnya telah terjadi sejak tahun lalu. "Secara umum akan terjadi kenaikan harga produk 5% sampai 10%," imbuh dia kepada KONTAN, Jumat (27/5).









