Ekonomi Makro
( 699 )Kencang Arus Uang Lebaran
Sejumlah kalangan memperkirakan peredaran uang pada Lebaran 2022 akan sangat tinggi. Perputaran dana ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal II. Ekonom dari PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, memperkirakan satu orang bisa menghabiskan rata-rata 3 juta selama Lebaran. Dengan asumsi sejumlah pemudik pada tahun ini mencapai 85 juta orang, dia memperkirakan uang beredar di masa Lebaran 2022 mencapai Rp 255 triliun. "Dampaknya pada produk domestik bruto (PDB) 0,1-0-15% dari baseline" kata dia, kemarin. David berharap efek peredaran uang terasa signifikan dari kota besar hingga ke daerah sehingga bisa memicu pemulihan ekonomi khususnya bagi UMKM. Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mengatakan peredaran uang pada masa Lebaran 2022 bisa naik lebih dari 60% dari tahun lalu atau mencapai Rp250 triliun. Menurut dia, kenaikan jumlah uang beredar kali ini dipicu oleh pembayaran THR secara penuh oleh pegawai swasta. (Yetede)
BI Dunia Tengah Alami Krisis Sangat Parah
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, dunia sedang mengalami krisis yang sangat parah, lantaran saat ini dunia belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19. Namun ketidakpastian kembali meningkat karena perang antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan tekanan ekonomi makin tinggi, sehingga harga komoditas global meningkat tajam. Bahkan, IMF mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang semula sebesar 4,4% menjadi 3,6%. Destry memproyeksikan tekanan harga komoditas energi dan pangan berpotensi meningkat lebih tinggi sehingga memicu inflasi ditingkat global. "Namun kita sangat beruntung, jika kita melihat dampak langsung perang Rusia dan Ukraina, konflik ke Indonesia sangat terbatas. Bahkan, dalam batas tertentu Indonesia mendapat keuntungan khususnya (ekspor) karena Indonesia terkenal dengan negara berbasis komoditas," ujarnya. Pemulihan ekonomi yang berlangsung kuat juga dikonfirmasi melalui data indikator ekonomi pada Maret 2022, seperti penjualan ritel, ekspektasi konsumen, dan PMI manufaktur. (Yetede)
Pertalite Belum Saatnya Dinaikkan
Meski subsidi BBM dan LPG naik sekitar tiga kali lipat menjadi 234 triliun hingga Rp 245 triliun, pemerintah dihimbau tidak menaikkan harga komoditas stretegis itu. Dampak pandemi masih diderita oleh sebagian besar masyarakat menengah kebawah. Penurunan subsidi yang berdampak pada kenaikan harga BBM akan mendongkrak laju inflasi. Kondisi berpotensi besar menyulut ketidakpuasaan masyarakat yang dapat berdampak pada aksi unjuk rasa yang tidak mudah dikendalikan. Lonjakan minyak mentah dan gas dunia, antara lain akibat perang Rusia vs Ukraina, mendongkrak biaya produksi energi. Subsidi BBM dan subsidi LPG pada APBN 2022 diperkirakan naik tiga kali lipat. Pertamina sebagai penyedia BBM dan LPG mengalami tekanan cash flow yang serius. Data Kementerian Keuangan menunjukkan, pemerintah memiliki akumulasi utang tahun 2020 dan 2021 kepada Pertamina sekitar Rp93,1 triliun. Jika tidak segera dibayar Pertamina akan mengalami cash flow mismatch. (Yetede)
Mulai Menggeliat Kuartal I Konsumsi Semen Tumbuh 5,5%
Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, permintaan semen untuk kuartal I-2022 masih cukup bagus atau mencapai 5,5% secara tahunan (year on year/yoy) dimana hampir semua daerah yang meningkat kecuali di Bali dan Nusa Tenggara yang masih stagnan. "Hal ini terjadi karena hambatan pembangunan dari pandemi Covid-19 sudah mulai turun disemua daerah baik di Jawa maupun diluar Pulau Jawa," ujar Ketua Umum ASI Widodo Santoso. Adapun untuk realisasi Maret 2022, permintaan semen tercatat turun dibanding bulan sebelumnya, yakni hanya naik 2,5% yoy. Berdasarkan data ASI, konsumsi semen di Jawa mencapai 34,5 juta ton atau tumbuh 4,6% yoy. Untuk di Kalimantan tercatat mencapai 0,43 juta ton, tumbuh 2,0% yoy. Jika peningkatan konsumsi dalam negeri cukup baik, sebaliknya realisasi penjualan ekspor pada kuartal I-2022 justru penurunan tajam sekitar 25% yoy atau hanya 2,1 juta ton. Jumlah tersebut terdiri semen 400 ribu ton dan klinker 1,8 juta ton. (Yetede)
KSSK Waspadai Ketidakpastian Global
Stabilitas sistem keuangan nasional sepanjang 3 bulan pertama 2022 masih terjaga. Meski begitu, otoritas tetap mewaspadai berbagai risiko rambatan kondisi global yang berpotensi memengaruhi sisi inflasi, nilai tukar, dan kinerja perekonomian secara keseluruhan. Dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (13/4), Menkeu Sri Mulyani mengatakan, stabilitas sistem keuangan Indonesia dalam kondisi normal di tengah tekanan eksternal yang meningkat akibat operasi militer Rusia di Ukraina. Terjaganya stabilitas system keuangan nasional di triwulan I-2022 terlihat dari surplus neraca perdagangan Februari 2022 yang meningkat hingga 3,83 miliar USD. Surplus ini didukung surplus neraca perdagangan non-migas, terutama meningkatnya harga komoditas global seperti batubara, CPO, besi, dan baja.
”Stabilitas nilai tukar rupiah terjaga oleh kinerja ekspor yang mengalami peningkatan signifikan. Namun, perkembangan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global yang terancam perang Rusia dan Ukraina perlu diwaspadai,” kata Sri Mulyani. Ia menegaskan, meningkatnya ketidakpastian kondisi global berpotensi memengaruhi inflasi dan kinerja perekonomian dalam negeri. KSSK akan terus memperkuat koordinasi pemantauan bersama dan bersinergi merumuskan respons kebijakan dalam menjaga ritme pemulihan ekonomi nasional. (Yoga)
ADB Perang Rusia-Ukraina Bisa Berdampak Negatif ke RI
Asian Development Bank (ADB) menyebut invasi Rusia ke Ukraina akan berdampak minimal kepada prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, berpotensi menjadi besar apabila perang terjadi berkepanjangan. "Jika ini terjadi, perang akan semakin membatasi permintaan global, memangkas pertumbuhan ekspor, dan meningkatkan inflasi," tulis ADB dalam laporan terbaru bertajuk Outlook 2022 yang dikutip Kamis (7/4). Konsumsi swasta harus kembali ke pra-pandemi Covid-19. Dengan tren pertumbuhan ekonomi 5% pada 2022, secara konservatif, konsumen tidak sepenuhnya menebus hilangnya konsumsi pada 2020 dan 2021. "Permintaan konsumen akan meningkat didorong oleh kegiatan masyarakat yang kembali normal sehingga mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan sisi pendapatan," tutur ADB. (Yetede)
Bulan Ramadhan jadikan Momentum Untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid mengatakan, bulan Ramadhan dan idul Fitri menjadi momentum untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Sebab pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri terjadi kenaikan konsumsi masyarakat secara signifikan, Khususnya pada kebutuhan baik pangan maupun sandang, sehingga dapat memberikan konstribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. "Di 2022, kami optimis target pertumbuhan 4,5% akan tercapai. Hal ini karena mulai bergeraknya roda ekonomi, utamanya di sektor konsumsi," ujar Arsjad saat dihubungi Investor Daily, Selasa (5/4) Menurutnya pada bulan Ramadan akan terjadi perputaran uang yang besar. Hal ini dimanfaatkan dunia usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar akan melakukan persiapan yang optimal dan tidak akan melewatkan momentum ini, apalagi jika pemerintah juga memperbolehkan masyarakat untuk mudik lebaran. (Yetede)
PTPN V Bukukan Laba Rp1,3 Triliun
PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) berhasil mencatat laba unaudited sebesar Rp 1,3 triliun pada 2021, jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 417 miliar. Pencapain tersebut merupakan kinerja terbaik sepanjang sejarah sejak perusahaan berdiri 26 tahun yang silam "PTPN V juga menjadi satu-satunya anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang mampu mencapai target produksi hingga meraih laba tertinggi sepanjang Januari 2022," kata CEO PTPN V Jatmiko Santosa, kemarin. Dan Jatmiko menutur, konsistensi dan persistensi dalam melakukan transformasi yang diusung dalam tiga tahun terakhir antara lain kebijakan-kebijakan operasional. Inovasi PTPN V tersebut telah dijadikan contoh serta diterapkan diseluruh perusahaan dibawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group. Menteri BUMN Erick Thohir juga telah menyatakan bahwa program-program PTPN tersebut berdampak positif terhadap ekonomi pertani. (Yetede)
Kuartal I, Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Menguat
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 cukup baik. Optimisme ini akan didukung oleh faktor pemulihan ekonomi yang makin kuat dan adanya factor rebound lantaran pertumbuhan ekonomi yang kontraksi 0,74% (yoy) pada kuartal I-2021. Selain itu, beragam indikator pemulihan disebutnya meningkat. Salah satunya spending index yang berpotensi terus naik ditengah momentum Ramadhan dan Idul Fitri pada bulan depan, sehingga akan mendorong peningkatan konsumsi. Kemudian, indeks keyakinan konsumen (IKK) berada di zona optimis dengan posisi 113,1. "Aktivitas produksi masih tunjukkan perbaikan, dengan purchase manufacturing Index (PMI) diatas 51,2 atau di level ekspansi, dan itu sudah terjadi selama enam bulan berturut-turut. Kami yakini dunia usaha melihat situasi Covid-19 akan terus membaik, jadi mulai lakukan dan tingkatkan intensitas produksi dan penjualan, dan itu akan terus kami dorong," tutur Suahasil. (Yetede)
Kurangi Kemiskinan Ekstrim, Jangkauan Bantuan Tunai Diperluas
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) 2021 merupakan bentuk kompensasi kerugian ekonomi atas lonjakan kasus selama pertengahan tahun lalu. Untuk tahun ini, cakupan penerima BT-PKLW diperluas ke nelayan. Airlangga menyerahkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan secara langsung kepada para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo, Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (14/3). Perluasan target penerima manfaat BT-PKLW 2022 untuk nelayan di daerah pesisir ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) pada 30 Desember 2021. Penyaluran BT-PKLWN di Manggarai Barat menyasar 12.500 nelayan dan 4.000 PKLWN yang disalurkan oleh Polri, serta 10.000 penerima oleh TNI. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Core Petani Tak Menikmati Penetrasi Digital
30 Dec 2021









