;
Tags

Ekonomi Makro

( 699 )

Akuisisi Perusahan Menara, Centratama Raih Pinjaman Rp 12 Triliun

KT1 12 Mar 2022 Investor Daily

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) dan group usaha, mendapatkan pinjaman senilai US$ 850 juta atau setara 12,16 triliun dari Kreditor Fasiltas Senior untuk mendanai penambahan modal di perusahaan menara yang akan diakuisisi, yakni EPID Menara AssetCo. CENT bersama anak usaha, PT Centratama Menara Indonesia (CMI), akan megambilalih 1.000 saham EPID Menara sebesar Rp35,85 miliar, dan selanjutnya menambah penyertaan modal ke perusahaan tersebut senilai US$ 350 juta atau sekitar Rp5,01 triliun. "Group perseroan telah menandatangani perjanjian fasilitas dengan Kreditur Fasilitas Senior dan PT Bank CIMB Niaga Tbk, sebagai agen pada tanggal 8 Maret 2022 untuk memperoleh pendanaan dalam membiayai penyertaan saham Epid oleh CMI. Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan oleh EPID untuk melunasi seluruh jumlah pokok terutang berdasarkan kesepakatan pembiayaan," tulis Manajemen CENT dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3). (Yetede)

Ekonomi Mandiri: Investasi Dorong Pemulihan Ekonomi Indonesia

KT1 07 Mar 2022 Investor Daily

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan pemulihan ekonomi konsisten sejak pertengahan tahun lalu menimbulkan optimisme percepatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022. Hal ini tercermin dari mulai meningkatnya  penerimaan pajak sebesar 19% secara tahunan, dan pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir mampu melampaui target. Berbagai indikator lain juga menunjukkan  perbaikan, antara lain peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen  (IKK) yang menyentuh level 188 diakhir tahun 2021. Indikator ini selaras dengan data Mandiri Spending Indeks (MSI) yang terus naik hingga awal bulan Januari 2022. Namun, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai berbagai tantangan kedepan tetap perlu diwaspadai. "Saat ini juga kita menghadapi resiko dinamika ekonomi global, termasuk dampak dari Perang Rusia-Ukraina. Pemulihan global yang tidak imbang  memicu terjadinya gangguan arus barang dunia, atau supply chain disruption, yang juga menyebabkan kelangkaan pasokan energi di beberapa negara," ujarnya, Rabu (2/3). (Yetede)

Astra Graphia Siapkan Capex Rp 294 Miliar

KT1 06 Mar 2022 Investor Daily

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) memproyeksikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 294 miliar pada tahun ini. Dana ini akan digunakan perseroan untuk mendukung kinerja perseroan pada 2022. Chief Of Corporate Secretary, Legal, and Communication Astra Graphia Melinda Pudjo mengatakan, anggaran capex tersebut sebagian besar akan dialokasikan untuk kebutuhan bisnis inti dan sisanya untuk keperluan internal perusahaan. "Sumber dana belanja modal berasal dari internal namun tidak menutup kemungkinan dari eksternal," ujar dia kepada Investor Daily, belum lama ini. Peningkatan laba bersih tersebut dikontribusi dari optimalisasi biaya operasional yang yang turun sebesar 7% berkat adanya perbaikan di beberapa pos pengeluaran dan digitalisasi proses internal. (Yetede)

Butuh Rp 4,7 Triliun, Citra Marga Nusaphala Rights Issue 2,23 Miliar Saham

KT1 19 Feb 2022 Investor Daily

Pemegang Saham PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) telah menyetujui pelaksanaan  penawaran umum terbatas  (PUT) III dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk pengembangan usaha. Dana yang didapatkan dari rights issue sekitar Rp 4,7 triliun. Sesuai rencana, PUT III dengan HMETD yang dikeluarkan perseroan yaitu sebanyak 2,23 miliar saham. Dana hasil PUT III akan dimanfaatkan untuk proyek Harbour Road II dan penyelesaian Tol Cileunyi-Sumedang-Dauan. 

Direktur Citra Marga Nusaphala Hasyim mengatakan, sisa total kebutuhan dana untuk kedua proyek tersebut adalah sebesar Rp4,74 triliun dan akan diperoleh dari rencana PUT III HMETD. "Selain itu, peningkatan pos akun kas dan ekuitas perseroan dengan nilai sesuai dengan harga pelaksanaan dan memperbaiki rasio-rasio keuangan perseroan," ujar Hasyim dalam keterangan resminya kemarin. Hasyim menambahkan penambahan biaya proyek Harbour Road II Evelated dilaksanakan dengan skema rancang dan bangun oleh kontraktor BUMN PT Wijaya Karya TBK (WIKA).

Pemerintah Dorong Diversifikasi Ekonomi

KT1 09 Feb 2022 Investor Daily

Pemerintah fokus menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik, dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2% sampai 5,5%. Untuk itu, pemulihan ekonomi akan diarahkan pada upaya diversifikasi ekonomi. Deputi Bidang Ekonomi  Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Amalia Adiniggar Widyasanti mengatakan, momentum pemulihan ekonomi harus dijaga keberlanjutannya. Karena itu, pada 2022, pemulihan ekonomi akan diarahkan pada upaya diversifikasi ekonomi. Pada saat yang sama pemerintah melakukan reformasi struktural yang diarahkan pada reformasi iklim investasi kelembagaan dan tata kelola serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan sosial. "Oleh karena itu, sasaran pertumbuhan ekonomi 2022 yang sebesar 5,2% sampai 5,5% ini tentunya disumbangkan oleh pertumbuhan ekonomi nasional tidak bisa mencapai sasaran yang diperlukan jika masing-masing provinsi tidak bisa tumbuh tinggi," ucapnya. (Yetede)

Ekonomi Triwulan IV-2021 Diprediksi Tumbuh 5,1%

KT1 07 Feb 2022 Investor Daily

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% pada triwulan IV-2021, sehingga pertumbuhan ekonomi sepanjanng tahun lalu berada di angka 3,7%. "Dengan perkembangan terbaru saat ini mengestimasikan triwulan IV-2021 tumbuh 5,1% yang akan membuat pertumbuhan ekonomi  keseluruhan 2021 berada di 3,7%," kata Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM UI Teuku Riefky dalam diskusi secara daring, Jumat (4/2). Menurutnya, kinerja ekonomi kuartal IV-2021 bakal tumbuh tinggi dikarenakan  adanya pelonggaran aktivitas  sosial dan ekonomi seiring  gelombang kedua pandemi Covid-19 varian delta. "Kepercayaan konsumen dan bisnis yang lebih tinggi diperkirakan berlanjut pada triwulan IV-2021 sehingga kami melihat pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV dapat mencapai 5,1%" ujarnya. (Yetede)

Keropos Kebijakan di Balik Rapor Biru

KT1 21 Jan 2022 Tempo

Pemerintah boleh bertepuk dada karena kondisi perbesaran sepanjang 2021 relatif tidak ada masalah serius. Dari sisi produksi, Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi padi pada 2021 mencapai 55,27 juta ton gabah kering giling (GKG), setara dengan 31,69 juta ton beras. Jumlah ini lebih tinggi 1,14% dari 2020 dan lebih tinggi 1,21% dari 2019. Bila dikurangi konsumsi 30,03 juta ton beras, ada surplus 1,65 juta ton beras pada 2021. Capaian ini perlu disyukuri. Sebab kenaikan produksi terjadi tatkala luas panen menurun  dalam tiga tahun berturut-turut. Benarkah kondisi perberasan baik-baik saja? Di balik "rapor biru" itu, sejatinya perberasan nasional mengidap masalah yang amat serius yang memerlukan intervensi segera. Selama 21 bulan berturut-turut, sejak April 2020 hingga September 2021 (BPS, 2022), kasus harga gabah di petani  dan penggilingan yang jatuh dibawah harga pembelian (HPP) terus terjadi. Pada 2021, jumlah kasus bulanan sebanyak 5,29-46,66% terjadi di petani, sementara di penggilingan 5,43-44,68%. (Yetede)

Keropos Kebijakan di Balik Rapor Biru

KT1 21 Jan 2022 Tempo

Pemerintah boleh bertepuk dada karena kondisi perbesaran sepanjang 2021 relatif tidak ada masalah serius. Dari sisi produksi, Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi padi pada 2021 mencapai 55,27 juta ton gabah kering giling (GKG), setara dengan 31,69 juta ton beras. Jumlah ini lebih tinggi 1,14% dari 2020 dan lebih tinggi 1,21% dari 2019. Bila dikurangi konsumsi 30,03 juta ton beras, ada surplus 1,65 juta ton beras pada 2021. Capaian ini perlu disyukuri. Sebab kenaikan produksi terjadi tatkala luas panen menurun  dalam tiga tahun berturut-turut. Benarkah kondisi perberasan baik-baik saja? Di balik "rapor biru" itu, sejatinya perberasan nasional mengidap masalah yang amat serius yang memerlukan intervensi segera. Selama 21 bulan berturut-turut, sejak April 2020 hingga September 2021 (BPS, 2022), kasus harga gabah di petani  dan penggilingan yang jatuh dibawah harga pembelian (HPP) terus terjadi. Pada 2021, jumlah kasus bulanan sebanyak 5,29-46,66% terjadi di petani, sementara di penggilingan 5,43-44,68%. (Yetede)

Jurus Keluar Dari Jebakan Siklus Komoditas

KT1 19 Jan 2022 Tempo

Capaian fantastis kinerja perdagangan Indonesia sepanjang 2021 tak lepas dari siklus super komoditas (Commodity supercycle), yaitu periode ketika harga komoditas naik dalam waktu panjang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca dagangan mencetak rekor tertinggi sepanjang 15 tahun terakhir. Kepala Badan Pengkaji dan Pengembangan Perdaganagan, Kasan Muhri, menyadari adanya kecenderungan pergerakan harga komoditas bakal terkorekis pada tahun ini karena fenomena Commodity supercycle tidak mungkin berlangsung permanen. Menurut Kasan harga komoditas memang memberikan kontribusi besar pada ekspor  nasional telah menurun pada 2011. Waktu itu, kata dia, kontribusi manufaktur hanya 34% dari total nilai ekspor sebesar US$ 201,5 miliar.Pemerintah telah memutuskan perpanjangan insentif pajak penjualan barang mewah untuk mobil baru. Kasan mengungkapkan setelah kenaikan penjualan domestik setelah insentif itu akan diikuti  oleh kenaikan ekspor otomotif. (Yetede)

Kepri Akan Pungut Retribusi Labuh Jangkar Setelah Sepakat Dengan Kemenhub

KT1 17 Jan 2022 Investor Daily

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (kepri) akan kembali menarik restribusi  jasa labuh jangkar atau parkir kapal setelah sepakat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi mengatakan, kesepakatan bersama antara Pemprov Kepri dengan Kemenhub akan dilakukan dalam waktu dekat  setelah Menteri Koordinator  Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) mengeluarkan surat terkait kewenangan  dalam pengelolaan restribusi labuh jangkar. Berdasarkan surat Menteri Koordinator Hukum dan Keamanan B-207/DN.00.01/12/2021 tertanggal 20 Desember 2021, Pemprov Kepri memiliki hak untuk menarik restribusi jasa labuh jangkar di perairan antara 0-12 mill. Berdasarkan data, sejak tahun 2018, Pemprov Kepri menargetkan pendapatan  dari retribusi jasa parkir itu pada Maret tahun 2021 sebesar 300 juta dari Rp 60 miliar yang ditargetkan. (Yetede)