;
Tags

Internasional

( 1384 )

Surplus Neraca Perdagangan Maret Diperkirakan Capai US$ 4,82 Miliar

KT1 17 Apr 2023 Investor Daily

Surplus perdagangan diharapkan tetap relatif tinggi dan bisa mencapai US$ 4,82 miliar pada Maret 2023. Sementara itu, partumbuhan ekspor cenderung melambat akibat penurunan harga komoditas yang didorong oleh permintaan global yang melemah di tengah tingginya inflasi dan berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan. Sedangkan pertumbuhan impor bisa lebih kuat karena permintaan domestik cenderung terus menguat, terutama pada paruh kedua tahun 2023. “Kami memperkirakan surplus perdagangan Indonesia mencapai US$ 4,82 miliar pada Maret 2023,” jelas ekonom PT Bank Mandiri Tbk Faisal Rachman seperti dikutip, Minggu (16/4).

Faisal memperkirakan partumbuhan ekspor Indonesia akan berkontraksi sebesar -5,29% secara year on year (yoy) pada Maret 2023 di tengah penurunan harga komoditas. Namun, secara bulanan, tumbuh sebesar 17,38% month to month (mtm) karena membaiknya permintaan di Tiongkok, yang dapat dilihat dari impor Tiongkok yang lebih tinggi dari Indonesia. Pertumbuhan impor diperkirakan terkontraksi sebesar -7,67% (yoy) pada Maret 2023, sejalan dengan penurunan biaya bahan baku, termasuk minyak. “Namun, secara bulanan, meningkat sebesar 27,38% (mom), didorong oleh kebutuhan antisipasi permintaan yang tinggi selama Ramadan dan Lebaran,” kata Faisal. (Yetede)


Ekspor Minyak Mentah Rusia Meningkat

KT3 15 Apr 2023 Kompas

Di tengah sanksi ekonomi dari AS dan sekutunya, penjualan minyak Rusia justru naik dibandingkan sebelum invasi ke Ukraina, Februari 2022. Walaupun begitu, dari segi harga, keuntungan yang diperoleh Rusia berkurang karena mereka harus menjual minyak dengan harga diskon. Perhitungan tersebut diperoleh dari analisis, antara lain, Badan Energi Internasional (IEA) dan firma pemantau ekspor-impor komoditas global Kpler yang dikeluarkan pada hari Jumat(14/4). Sebagai gambaran, ekspor minyak mentahRusia pada 2022 adalah 3,35 juta barel per hari. Pada triwulan pertama tahun 2023, jumlah ekspornya saja sudah mencapai 3,5 juta per hari. ”India membeli 51 % minyak mentah Rusia dan China membeli 36 %. Sisanya dibeli oleh Turki dan Bulgaria,” kata Matt Smith, pakar perminyakan Kpler, kepada surat kabar Inggris, The Independent.

Smith menjelaskan, perhitungan ekspor ini baru sebatas minyak mentah yang dikirim melalui jalur laut. Belum termasuk minyak mentah yang dialirkan langsung melalui pipa dari Rusia ke China. Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, dua pertiga pembeli minyak adalah negara-negara Eropa. China dan India sebagai sahabat dekat Rusia mengambil alih pangsa pasar minyak. Mereka beralasan bahwa kebutuhan energi nasional lebih penting sehingga membeli minyak dari Rusia adalah solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. ”Patut dipahami bahwa meski penjualan meningkat, omzet dan laba yang  diterima Rusia berkurang,” ujar Smith. Hal ini karena Rusia menjual minyak dengan harga diskon. Kpler mencatat, omzet Rusia per Maret 2023 adalah 12,7 miliar USD, yang 43 % lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2022. (Yoga)


RI Perkuat Jalinan Rantai Pasok di Hannover Messe

KT3 15 Apr 2023 Kompas

Sebagai negara mitra resmi penyelenggara Hannover Messe 2023, Indonesia berpeluang menunjukkan kebolehan industri manufakturnya yang tengah berkembang selaras dengan tren dunia. Perkembangan itu, antara lain, dalam penerapan teknologi digital dan transisi hijau. Kemitraan ini juga mencerminkan pengakuan mancanegara terhadap penguatan peran industri Indonesia dalam rantai pasok dunia. Hannover Messe 2023 adalah pameran industri manufaktur di kancah global, diselenggarakan oleh Deutsche Messe AG di Hannover, Jerman, pada 17-21 April 2023. ”Dalam Hannover Messe 2023, Indonesia akan menunjukkan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah dalam proses transformasi dari conventional manufacturing system menuju green industry manufacturing system. Kelestarian dan tran- sisi energi menjadi isu terkini dalam pembangunan industry yang berkelanjutan,” kata Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto dari Jerman melalui siaran pers, Jumat (14/4).

Penerapan transformasi hijau dalam perindustrian Tanah Air ini juga selaras dengan kebijakan berprinsip kelestarian yang sedang digencarkan Uni Eropa. Misalnya, regulasi Rantai Pasok Bebas Deforestasi serta mekanisme penyesuaian batas karbon (carbon border adjustment mechanism/CBAM). Harapannya, keselarasan itu menyokong Indonesia meraih investasi ataupun kerja sama bisnis dengan pelaku industri mancanegara. Sebelumnya, Eko menyebutkan, anggaran yang dikucurkan dalam Hannover Messe 2023 Rp 140 miliar. Targetnya, Indonesia dapat meraup kontrak investasi hingga Rp 14 triliun dari helatan tersebut. Dia juga menargetkan sebanyak 13 kontrak kerja sama bisnis yang dapat terjalin lewat Hannover Messe 2023. Bidang kerja sama tersebut meliputi digitalisasi, pengembangan dan pembangunan industri penyortiran pangan berbasis sensor dan kecerdasan buatan, teknologi pengolahan limbah, energi panel surya, serta alat kesehatan. (Yoga)


Restrukturisasi Utang Negara Miskin Mandek di Wacana

KT3 14 Apr 2023 Kompas

Bank Dunia kembali mendesak kreditor mencari cara mengatasi persoalan utang negara miskin. Tekanan utang membuat negara miskin kesulitan menyediakan layanan bagi warganya. Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, kreditor menyia-nyiakan waktu untuk membahas soal restrukturisasi utang negara miskin. Sampai sekarang belum ada kesepakatan soal restrukturisasi. ”Penting untuk membuat kemajuan. Negara-negara perlu mendapatkan pengelolaan utang yang transparan dan berkelanjutan demi memulai lagi investasi publik, yang selama ini melambat,” ujar Malpass, Rabu (12/4) malam di Washington atau Kamis dini hari WIB. Malpass kembalimenjadikan restrukturisasi utang sebagai tema pembahasan dalam Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia di Washington.

Berlangsung pada 10-14 April 2023, pertemuan itu dihadiri para pengambil keputusan sektor moneter dan fiskal global. Ia menyebut, tidak ada kemajuan dalam pembahasan restrukturisasi. Padahal, isu itu sudah bertahun-tahun dilontarkan. Selain itu, beban utang pemerintah di sejumlah negara terus membengkak. Pada 2011-2019, utang 65 negara berkembang rata-rata naik 18 % PDB. Bahkan, di sebagian Afrika, kenaikannya setara 27 % PDB. Kini, 60 % negara termiskin sedang dalam tekanan serius oleh beban utang dan masalah lain. ”Inflasi tinggi, kenaikan suku bunga, penurunan pertumbuhan telah memicu potensi krisis, seperti dialami negara maju pada dekade 1980-an,” sebut Bank Dunia dalam pernyataannya. (Yoga)


Harga Minyak Global Stabil

KT1 12 Apr 2023 Investor Daily

Harga minyak global dilaporkan stabil pada perdagangan Selasa (11/04) karena data inflasi yang dirilis Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menunjukkan permintaan yang masih lemah. Tetapi nilai dolar AS lebih lemah dan harapan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan pengetatan kebijakannya setelah laporan inflasi AS minggu ini. Harga acuan minyak Brent merosot 18 sen atau 0,2%, menjadi US$ 84 per barel pada pukul 11.02 GMT. Sedangkan harga acuan minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 12 sen atau 0,1%, menjadi US$ 79,62 per barel. Menurut catatan, kedua patokan harga minyak mentah tersebut telah naik hampir US$ 1 pada perdagangan sebelumnya.

Tina Teng, analis di CMC Markets, yang dilansir Reuters, mengatakan, Minyak mentah berjangka juga naik, karena dolar melemah di tengah harapan bahwa The Fed AS makin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya. Nilai dolar yang lebih lemah membuat minyak menjadi lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lain. “Prospek permintaan minyak mentah jangka pendek akan segera menjadi lebih jelas. Minggu ini, kita akan mengetahui apakah ekonomi AS mengambil langkah menuju kolam resesi atau apakah bakal melakukan nya ke arah itu dengan cepat. Wall Street seharusnya memiliki pegangan yang kuat pada lintasan ekonomi setelah mendapatkan laporan inflasi yang penting,” kata Edward Moya, analis senior di OANDA. (Yetede)


Perdagangan Intraregional Topang Ekspor

KT3 11 Apr 2023 Kompas

Kinerja ekspor Indonesia akan ditopang oleh perdagangan intraregional ASEAN+3, termasuk China. Konflik geopolitik China-Taiwan dinilai belum menghambat perdagangan intraregional dan kinerja ekspor Indonesia secara signifikan. Ekonomi China diperkirakan bakal tumbuh lebih tinggi tahun ini. Bank Dunia memprediksi ekonomi China tumbuh 5,1 %. Sementara IMF memperkirakan ekonomi China tumbuh 5,2 % pada 2023. Adapun proyeksi Bank Pembangunan Asia (ADB) 4,8 %. Kantor Riset Ekonomi Makro ASEAN+3 (AMRO) menyebutkan, pertumbuhan ekonomi China juga bakal memperkuat pertumbuhan ASEAN+3. ASEAN+3 terdiri dari 10 negara anggota ASEAN serta Jepang, Korsel, dan China, termasuk HongKong. Ekonomi kawasan ini diperkirakan tumbuh 4,6 5 pada 2023.

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag Kasan Muhri, Senin (10/4) berpendapat, China  merupa-kan pasar tujuan ekspor utama produk nonmigas Indonesia. Tahun lalu, ekspor nonmigas Indonesia ke China 63,55 miliar USD, meningkat 24,38 % secara tahunan. Dengan capaian itu, China ada di peringkat pertama dengan pangsa 23,03 % dari total ekspor nonmigas. ”Pada Januari 2023, permintaan China masih tumbuh 4,3 %. Dengan pulihnya ekonomi China pasca-pencabutan kebijakan nol Covid-19, permintaan dari negara itu akan meningkat,” katanya. (Yoga)


Pertumbuhan Dagang 2023 Diprediksi Masih di Bawah Standar

KT1 06 Apr 2023 Investor Daily (H)

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dilaporkan telah menaikkan tingkat pertumbuhan perdagangan global untuk tahun ini. Tetapi mereka memprediksi kemungkinan masih terjadi perlambatan, dan memperingatkan risiko-risiko yang timbul dari perang Rusia-Ukraina, ketegangan geopolitik, kerawanan pangan, inflasi dan pengetatan kebijakan moneter. Menurut  badan perdagangan yang berbasis di Jenewa, Swiss itu, volume perdagangan barang akan naik 1,7% atau masih di bawah standar pada 2023. Meskipun angka tersebut meningkat dari proyeksi Oktober tahun lalu sebesar 1,0% namun masih di bawah rata-rata 2,6% selama 12 tahun, sejak volume perdagangan anjlok setelah krisis keuangan global.

Pada 2022, WTO mengatakan bahwa laju penurunan di kuartal terakhir menghasilkan pertumbuhan perdagangan sebesar 2,7% atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,5%. Walaupun pertumbuhan perdagangan barang bakal pulih menjadi 3,2% pada 2024 seiring meningkatnya ekspansi ekonomi, tetapi prediksi ini sangat tidak pasti, apalagi dengan berbagai risiko penurunannya. Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala pun mengingatkan soal berbagai ancaman, termasuk perang Rusia-Ukraina yang berkelanjutan, dan ketegangan geopolitik lainnya, inflasi yang meningkat dan dampak pengetatan kebijakan moneter. (Yetede)


OPEC+ Potong Produksi, Harga Minyak Naik

KT3 04 Apr 2023 Kompas

Harga minyak global naik 8 % pada Senin (3/4/2023). Kenaikan terjadi setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya mengumumkan pemangkasan produksi hingga 1,65 juta barel per hari. Kenaikan itu akan semakin menyulitkan pengendalian inflasi global. OPEC dan mitranya, dikenal sebagai OPEC+, mengumumkan pemangkasan pada Minggu (2/4). Arab Saudi dan Rusia mengurangi produksi masing-masing sebanyak 500.000 barel per hari. Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait masing-masing memangkas 211.000 barel, 144.000 barel, dan 128.000 barel per hari. (Yoga)

RI Genjot Ekspor via RCEP

KT3 01 Apr 2023 Kompas

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China sepanjang 2023 lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kawasan Asia Timur dan Pasifik selain China akan tumbuh melambat. Indonesia dapat mengoptimalkan peluang dengan memanfaatkan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP untuk mendongkrak ekspor. Laporan Bank Dunia berjudul World Bank East Asia and The Pacific Economic Update April 2023-Reviving Growth, yang dipublikasikan Jumat (31/3) menunjukkan, pertumbuhan PDB China diproyeksikan meningkat dari 3 % pada 2022 menjadi 5,1 % di 2023. Adapun rata-rata pertumbuhan PDB negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, selain China, diperkirakan melambat dari 5,8 % menjadi 4,9 %.

Kepala Ekonom Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia Aaditya Mattoo mengatakan, proyeksi pemulihan ekonomi China tersebut terjadi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. ”Sepanjang 2022, kinerja ekonomi negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik umumnya menunjukkan pemulihan yang kuat dari dampak pandemi di 2021. Kini, permintaan domestik dan global tengah melemah. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global berdampak pada ekspor, sedangkan fluktuasi harga komoditas berpengaruh pada konsumsi,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Jumat (31/3). China, lanjutnya, pulih pada 2023 karena terpukul setelah penyebaran varian Omicron Covid-19 yang lebih menular pada 2022. Dia optimistis terhadap proyeksi pertumbuhan China yang diharapkan berkualitas. Artinya, pertumbuhan ekonomi terdistribusi merata. Dia juga menggarisbawahi RCEP sebagai pembangunan positif  yang mengintegrasikan sejumlah negara di kawasan, termasuk China. (Yoga)


Pasar Incar Bank Rapuh

KT3 30 Mar 2023 Kompas

Pasar sedang mengincar bank-bank yang dipersepsikan rapuh. Tindakan seperti itu turut membuat sistem perbankan AS dan Eropa mirip lautan ranjau dengan ledakan yang sewaktu-waktu bisa muncul. Oleh karena itu, otoritas moneter AS dan Eropa sedang siaga tinggi karena taruhannya adalah krisis ekonomi. Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) Andrew Bailey, Selasa (28/3) di London, mengatakan, para investor sedang mencari titik lemah perbankan. Pasar masih mengkhawatirkan krisis perbankan yang justru membuat situasi makin berat. Andrea Enria, Ketua Dewan Pengawasan Bank Sentral Eropa (ECB), di Frankfurt, Jerman, mengatakan, gerakan pasar lewat instrumen credit default swap (CDS) dengan hanya bermodalkan jutaan dollar AS sudah bisa menggoyang bank beraset triliunan dollar AS.

Gerakan ini turut meracuni pergerakan harga saham bank dan mendorong aliran deposito keluar dari perbankan (The Financial Times, 28 Maret 2023). CDS adalah produk investasi yang digunakan untuk bertaruh, antara lain, atas kejatuhan saham-saham bank yang dipersepsikan rapuh. Lewat instrumen ini, petaruh akan mendapatkan untung lewat harga yang turun. Bailey menambahkan, dalam situasi seperti itu, krisis satu bank bisa membuat bank tersebut berubah mendadak dalam waktu cepat, seperti yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB). Bank AS ini bangkrut dalam waktu cepat, termasuk karena penarikan deposito serta taruhan kejatuhan harga saham dan obligasinya lewat instrumen CDS. (Yoga)


Pilihan Editor