Harga Minyak Global Stabil
Harga minyak global dilaporkan stabil pada perdagangan Selasa (11/04) karena data inflasi yang dirilis Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menunjukkan permintaan yang masih lemah. Tetapi nilai dolar AS lebih lemah dan harapan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan pengetatan kebijakannya setelah laporan inflasi AS minggu ini. Harga acuan minyak Brent merosot 18 sen atau 0,2%, menjadi US$ 84 per barel pada pukul 11.02 GMT. Sedangkan harga acuan minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 12 sen atau 0,1%, menjadi US$ 79,62 per barel. Menurut catatan, kedua patokan harga minyak mentah tersebut telah naik hampir US$ 1 pada perdagangan sebelumnya.
Tina Teng, analis di CMC Markets, yang dilansir Reuters, mengatakan, Minyak mentah berjangka juga naik, karena dolar melemah di tengah harapan bahwa The Fed AS makin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya. Nilai dolar yang lebih lemah membuat minyak menjadi lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lain. “Prospek permintaan minyak mentah jangka pendek akan segera menjadi lebih jelas. Minggu ini, kita akan mengetahui apakah ekonomi AS mengambil langkah menuju kolam resesi atau apakah bakal melakukan nya ke arah itu dengan cepat. Wall Street seharusnya memiliki pegangan yang kuat pada lintasan ekonomi setelah mendapatkan laporan inflasi yang penting,” kata Edward Moya, analis senior di OANDA. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023