Bursa
( 810 )Antara Risiko dan Cuan Besar Saham-Saham IPO
Di Agustus ini, penawaran umum saham perdana alias
initial public offering
(IPO) semakin ramai. Di awal Agustus ini saja, sudah ada 10 perusahaan yang sedang menjalani proses penawaran dan telah menetapkan harga IPO. Para calon penghuni Bursa Efek Indonesia (BEI) itu berasal dari sektor dan bisnis beragam. Kebanyakan berasal dari perusahaan sektor properti dan barang konsumsi non-primer.
Nah, investor yang berminat di saham IPO perlu jeli. Karena memilih saham IPO boleh jadi urusan yang susah-susah gampang. Saham-saham IPO cenderung jadi ajang cari cuan jangka pendek, namun juga bisa menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas mengatakan, perlu hitungan cermat agar bisa menemukan potensi pertumbuhan saham di masa mendatang. Di sisi lain, bukan perkara mudah juga untuk melakukan trading saham yang baru listing. Data historis pergerakan harga saham dan indikator teknikal belum maksimal.
Muhamad Alfatih,
Senior Technical Analyst
Samuel Sekuritas menjelaskan, pada hari pertama, investor dapat menggunakan
chart intraday. Misalnya periode 15 menit.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menimpali, kalau ada indikator yang belum muncul, investor juga dapat memperhatikan sisi volume dan volatilitas saham.
Senior Technical Analyst
Sinarmas Sekuritas, Mayang Anggita juga menyebut trading saham IPO di pasar sekunder tergolong berisiko tinggi karena hanya berpegang pada analisis dari prospektus.
Inilah Daftar Investor Individu Terkaya di BEI
Langkah investor kakap kerap menarik untuk dicermati. Sebab, dengan modal jumbo dan nama besar, mereka punya kekuatan untuk menggerakkan harga saham dan psikologis pasar.
Lihat saja, saat investor kakap Lo Kheng Hong (LKH) yang belakangan rajin ambil aksi untung. Pada 6-7 Juli 2023. ia melego 11,03 juta saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) saat harganya menanjak. Alhasil, bukan cuma kepemilikan LKH yang menciut dari 5,17% menjadi 4,8%, sehari kemudian hingga penutupan perdagangan kemarin, saham GJTL pun longsor.
Saat ini, Lo Kheng Hong masih mendekap 6,44% saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan 6,62% di PT Intiland Development Tbk (DILD). Per Senin (25/7), nilai asetnya di kedua saham ini sekitar Rp 548,17 miliar. LKH juga memiliki saham dengan porsi di bawah 5%, misalnya di ANJT, PGAS dan ABMM.
Meski begitu, nama LKH tak menempati daftar 20 investor individu dengan kepemilikan nilai aset saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Oh iya, daftar ini disusun KONTAN hanya berdasarkan kepemilikan secara langsung dengan porsi 5% atau lebih.
Di nomor wahid bercokol Low Tuck Kwong. Ia secara langsung mendekap tiga saham emiten. Namun saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) lah yang membuatnya mendominasi daftar tersebut dengan kepemilikan aset hingga Rp 399,97 triliun. Sekitar 99,88% diantaranya berkat kepemilikan BYAN.
Di tempat kedua ada nama Prajogo Pangestu yang memiliki saham BRPT, TPIA, hingga pendatang baru di bursa, CUAN. Sementara tiga individu yang berada di posisi ketiga, keempat dan kelima adalah Anthoni Salim, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman menikmati betul berkah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Senior Information Investment
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, emiten pertambangan nikel seperti MDKA dan MBMA masih punya prospek positif. Garibaldi Thohir alias Boy Thohir adalah investor individu terbesar kedua saham ini.
Bappebti Tetapkan Bursa Aset Kripto
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan resmi menetapkan bursa, lembaga kliring, dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam keterangannya, Kamis (20/7/2023), berharap, keberadaannya memberi kepastian hukum di ekosistem perdagangan aset kripto sekaligus melindungi masyarakat pelanggan. (Yoga)
Anak Usaha Erajaya Segera Masuk Bursa
PT Sinar Eka Selaras Tbk atau Erajaya Active Lifestyle (EAL) menawarkan saham ke publik sebanyak 20 persen. Direktur Utama PT Sinar Eka Selaras Djohan Sutanto, Senin (17/7/2023), mengatakan, pihaknya optimistis sektor ritel masih potensial untuk berkembang. EAL mematok harga penawaran awal di kisaran Rp 370 dan Rp 410 per saham. Potensi dana yang diperoleh maksimal Rp 425 miliar. (Yoga)
Fundraising Berlanjut, Emisi Surat Utang Tembus 73,5 T
JAKARTA,ID-Penggalangan dana (fundraising) di pasar domestik terus berlanjut. Hingga sepekan terakhir, emisi obligasi dan sukuk tahun ini mencapai 64 emisi dari 46 emiten dengan total nilai Rp73,55 triliun. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, sepanjang pekan lalu terdapat emisi sembilan obligasi serta dua waran dan satu sukuk. Dengan demikian, total obligasi dan emisi sukuk mencapai 64 emisi dari 46 emiten dengan total nilai Rp 73,55 triliun. Itu belum termasuk empat perusahaan yang mencatatkan saham (listing) pertama di BEI. Empat emiten baru yang melantai di lantai bursa saham domestik yaitu PT Carsurin Tbk (CRSN) sebagai emiten ke-46 tahun ini. Selanjutnya PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) yang listing di papan akselerasi sebagai emiten ke-47 tahun ini. Berdasarkan data BEI, total obligasi emisi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun ini adalah 64 emisi dan 46 emiten senilai Rp73,55 triliun. Alhasil, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 531 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp468,82 triliun dan US$ 47,5 juta yang diterbitkan 128 emiten. (Yetede)
Investor Domestik Belum Bertuah
Investor domestik masih merajai perdagangan bursa saham Indonesia. Hal ini terlihat dari komposisi nilai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini.
Per 12 Juli 2023 investor domestik menyumbang 62% dari total nilai transaksi bursa saham. Sedangkan investor asing hanya sebesar 38%. Hal ini tak lepas dari pertumbuhan investor domestik dalam beberapa tahun terakhir.
Dari data BEI, per 31 Mei 2023, jumlah investor pasar modal mencapai 11,06 juta atau tumbuh 7% dari akhir 2022 di 10,31 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,75 juta orang merupakan investor saham.
Sebagian besar investor saham merupakan investor institusi. Porsinya sebesar 34,2%. Lalu sisanya sebesar 16,9% merupakan investor ritel. Dari nilai tersebut, investor domestik berkontribusi sebesar Rp 6,8 triliun atau 65% dari rata-rata nilai transaksi harian bursa yang sekitar Rp 10,5 triliun. Sedangkan komposisi institusi asing mencapai Rp 3,7 triliun, yang setara dengan 35%.
Direktur Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, saat ini investor domestik sudah tak terlalu mengekor investor asing. Bahkan, kerap kali saham-saham yang dibuang asing banyak ditadah oleh investor domestik.
Praktisi Pasar Modal Hans Kwee mengatakan, tahun lalu, Indonesia memang mendapat keuntungan dari kenaikan harga komoditas. Tapi sejak akhir 2022, dana asing cenderung keluar dari bursa saham
emerging market
dan masuk ke pasar China. Hal itu seiring dengan pembukaan kembali ekonomi China. Sentimen global ini tak cuma menekan minat investasi asing, tapi juga sempat membuat investor domestik turut
wait and see.
Meluncur Saat Pasar Lesu
Pemerintah segera meluncurkan bursa kripto bulan ini. Bappebti menyatakan sudah membentuk lembaga bursa, kliring, dan depositori untuk bursa tersebut. Tes integrasi sistem antara pedagang dan tiga lembaga itu pun sudah dilakukan. "Kemarin sore, saya sudah bersurat ke Mendag melaporkan hal ini. Jika tidak ada arahan lain, akan saya tanda tangani izinnya," ujar Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, kepada Tempo, kemarin. Setelah izin diteken, Bappebti akan memberikan waktu satu bulan kepada 30 pedagang yang sudah berizin untuk mendaftar menjadi anggota bursa. Bursa akan diluncurkan ketika anggota bursa mencapai paling tidak separuh dari pedagang yang telah disetujui atau 15 perusahaan pedagang aset kripto. Dengan demikian, proses perdagangan kripto melalui bursa pun bisa dimulai. Peluncuran bursa kripto sudah beberapa kali ditunda. Bappebti sempat menargetkan peluncurannya pada 2022. Namun, hingga pergantian tahun, pembentukan bursa tak kunjung rampung.
Target peluncuran pada Juni 2023 juga meleset karena belum lengkapnya berbagai komponen bursa, seperti lembaga bursa, kliring, dan depositori atau kustodian. Tiga komponen tersebut merupakan bagian penting dari bursa kripto. Dalam praktiknya nanti, bursa akan menjadi tempat terjadinya perdagangan kripto. Sementara itu, penyerahan dan penyelesaian transaksi akan dilakukan lembaga kliring. Adapun aset kripto yang diperdagangkan akan dikuasai oleh kustodian. Selama ini, semua fungsi tersebut dikelola langsung oleh setiap perusahaan pedagang kripto sehingga berisiko jika terjadi penyelewengan. "Sekarang (semua komponen) sudah siap," kata Didid. Dengan hadirnya bursa, pemerintah menjanjikan keamanan perdagangan kripto di Tanah Air lebih terjamin. Terlebih, nantinya bursa memiliki tata tertib yang mengatur berbagai hal mengenai transaksi di bursa, termasuk aspek know your customer (KYC). Sebagai catatan, Bappebti memperkirakan nilai aset kripto milik masyarakat yang berada di dompet pedagang sudah mencapai lebih dari Rp 9 triliun. (Yetede)
Minim Animo Aset Kripto
Momentum peluncuran bursa kripto dinilai sudah lewat. Musababnya, saat ini animo publik terhadap aset kripto sedang lesu. Karena itu, para pelaku investasi dan ekonom berharap peluncuran bursa kripto tak lagi ditunda. "Momen bursa kripto ini sebenarnya sudah lewat. Semestinya sudah diluncurkan satu-dua tahun lalu," ujar praktisi investasi Desmond Wira kepada Tempo, kemarin, 12 Juli 2023. Ia mengatakan saat ini belum ada sentimen positif yang mengerek aset digital tersebut. Buktinya, nilai transaksi kripto kian menurun dalam beberapa waktu terakhir. Bappebti rencananya meluncurkan bursa kripto pada bulan ini. Namun pasar kripto saat ini tengah lesu. Pada Juni 2023, Bappebti mencatat nilai transaksi perdagangan fisik aset kripto sebesar Rp 8,97 triliun. Apabila dibanding nilai transaksi pada Mei yang sebesar Rp 8,21 triliun, nilai transaksi pada bulan ini naik 9,3 persen. Namun angka tersebut masih di bawah nilai transaksi pada April yang mencapai Rp 10,77 triliun. Total nilai transaksi dari awal tahun sampai Juni 2023 tercatat sebesar Rp 66,44 triliun, turun 68,65 persen dibanding pada periode Juni 2022 yang sebesar Rp 211,96 triliun.
Sementara itu, jumlah pelanggan aset kripto terdaftar sampai Juni 2023 tercatat sebesar 17,54 juta pelanggan. Bappebti menyebutkan ada pertambahan 141,8 ribu pelanggan, dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 490,8 ribu pelanggan per bulan. Desmond mengatakan peluncuran bursa kripto belum tentu bisa meningkatkan minat masyarakat untuk bertransaksi kripto. Musababnya, pergerakan aset kripto sangat bergantung pada kondisi kripto di pasar global, yang juga masih lesu karena berbagai sentimen negatif. Terlebih harga Bitcoin masih berkutat di kisaran US$ 30 ribu per koin. Harga Bitcoin tersebut sudah jauh lebih tinggi ketimbang pada awal tahun ini yang berada di kisaran US$ 16 ribu per koin. Namun harga koin digital tersebut masih jauh di bawah harga pada beberapa tahun belakangan. "Ini kan masih rendah. Ada kemungkinan masih banyak investor lama yang nyangkut sehingga relatif lesu. Sedangkan investor baru hendak masuk pun ragu-ragu karena minim sentimen positif," ujar Desmond. (Yetede)
Perdagangan Berjangka Ilegal Diblokir
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 1.075 domain situs entitas yang menawarkan investasi perdagangan berjangka komoditi ilegal pada semester I-2023. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko,Kamis (6/7/2023), mengingatkan, saat ini masih marak penawaran investasi berkedok perdagangan berjangka, padahal sejatinya bukan perdagangan berjangka dan ilegal. (Yoga)
RENCANA IPO : Cinema XXI Berpotensi Raup Rp2,4 Triliun
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk., pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, berpotensi meraih dana Rp2,25 triliun—Rp2,40 triliun setelah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).Dalam prospektusnya di Harian Bisnis Indonesia, Jumat (7/7), Cinema XXI melaporkan rencana penawaran umum saham perdana (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 8.335.000.000 (8,33 miliar) saham dengan nilai nominal Rp8. Jumlah saham itu setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan kinerja bisnis Cinema XXI berjalan relatif normal setelah melalui masa pandemi pada kuartal I/2022.
Sementara itu, kondisi operasional lain dari Cinema XXI, menurutnya, sangat terdiversifikasi. Selama ini, pendapatan Cinema XXI di 2022 ditopang sebesar 61% dari penjualan tiket bioskop, 33% dari penjualan makanan dan minuman, 3% dari iklan, dan 3% dari digital platform.
Dari sisi laba, Cinema XXI mencatatkan Rp504,53 miliar pada 2022, berbalik dari rugi Rp365,80 miliar pada 2021, dan rugi Rp578,87 miliar pada 2020. Pada 2019, laba perseroan mencapai Rp1,27 triliun.Sampai dengan Maret 2023, Cinema XXI telah menghadirkan 1.235 layar di 230 lokasi bioskop yang tersebar di 71 kota di seluruh Indonesia, dan akan terus berkembang untuk mencapai target 2.000 layar dalam 5 tahun ke depan.
Pilihan Editor
-
Ribuan Ton Daging Kerbau Akan Serbu RI
24 Mar 2021









