;
Tags

Bursa

( 810 )

Dari Lantai Bursa untuk Smelter

KT1 08 Jul 2023 Tempo

PT Amman Mineral Internasional Tbk memanfaatkan sebagian dana dari hasil melepas sebagian sahamnya ke publik atau initial public offering (IPO) untuk menambah modal pembangunan pabrik peleburan alias smelter dan fasilitas pemurnian logam mulia. Kedua fasilitas tersebut sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung pada tahun depan. Vice President of Corporate Communication Amman Mineral Internasional, Kartika Octaviana, mengatakan bahwa dana segar dari IPO diperlukan untuk melengkapi komitmen pembiayaan proyek senilai US$ 982 juta tersebut setelah mendapat pinjaman dari sejumlah perbankan domestik dan asing. "Ini sesuai dengan loan agreement rasio pendanaan dari pembiayaan proyek," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 7 Juli 2023.

Produsen tembaga dan emas yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia kemarin setelah melepas 6,32 miliar saham atau setara dengan 8,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO seharga Rp 1.695 per lembar. Dari hasil IPO, emiten berkode AMMN ini memperoleh dana segar sebesar Rp 10,73 triliun. Sebanyak Rp 1,79 triliun dari dana IPO akan disalurkan kepada PT Amman Mineral Industri untuk pembangunan smelter dan fasilitas pemurnian logam mulia. Sementara itu, sisanya akan disalurkan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk membayar utang senilai Rp 3,05 triliun; serta modal ekspansi pabrik konsentrator, PLTU, dan PLTG senilai Rp 5,89 triliun. (Yetede)

MOMENTUM BUMN LARI LAJU

HR1 05 Jul 2023 Bisnis Indonesia (H)

Prospek positif ekonomi nasional seiring datangnya era endemi, diyakini bakal membuka peluang bagi korporasi, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) untuk memacu kinerja lebih kencang hingga akhir 2023. Tak ayal, prospek positif itu digadang-gadang bakal turut mengangkat kinerja sejumlah saham emiten pelat merah. Faktanya, kinerja sejumlah BUMN yang telah menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami perbaikan yang tecermin pada raihan laba bersih yang lebih baik pada 2022 dan kuartal I/2023. Ter­­­utama BUMN di sektor perbankan, telekomunikasi, dan industri dasar. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan BUMN didorong untuk berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional, transformasi teknologi di bidang telekomunikasi dan digital, serta perbaikan dari sisi akses pembiayaan UMKM. Capaian kinerja emiten yang terafiliasi dengan BUMN dinilai pria yang akrab disapa Tiko itu dapat menjadi katalis positif terhadap pergerakan harga saham dan kapitalisasi pasar emiten-emiten pelat merah. Menurutnya, optimisme itu didorong oleh kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang membukukan pertumbuhan paling besar di antara para emiten pelat merah. Tiko menambahkan pertumbuhan kapitalisasi pasar juga akan disokong oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS). Sebagai gambaran, kapitalisasi pasar emiten-emiten BUMN di BEI dapat tecermin pada market cap indeks IDX BUMN20. Hingga perdagangan kemarin, indeks itu menggenggam kapitalisasi pasar Rp2.250 triliun. 

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM menilai pergerakan saham-saham BUMN masih memiliki peluang untuk naik pada paruh kedua tahun ini dengan katalis utama yaitu pemilu 2024. Dihubungi terpisah, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan untuk kinerja BUMN hingga akhir tahun ini akan tergantung dari sektor usahanya. Di sisi lain, pengambilan keputusan strategis dari emiten BUMN diproyeksi akan terimbas ajang Pemilu. Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi memasang peringkat overweight untuk sejumlah bank BUMN seperti BBNI dan BBRI sebagai top picks. Saham BBNI ditargetkan menyentuh Rp12.700 dan BBRI diteropong menuju Rp6.200 per saham. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan kesepakatan integrasi IndiHome ke Telkomsel merupakan tonggak penting bagi implementasi inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC) TelkomGroup. Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Elisabeth Siahaan mengatakan tahun ini target capex antam cukup besar yaitu antara Rp10 triliun­—Rp14 triliun. Capex jumbo tersebut disiapkan karena adanya inisiatif untuk ekspansi di bidang baterai kendaraan listrik.

Gapai Valuasi 3 Triliun Dollar AS, Apple Jadi Pionir

KT3 02 Jul 2023 Kompas

Apple Inc menjadi perusahaan publik pertama yang memiliki valuasi pasar senilai 3 triliun USD pada penutupan perdagangan saham, Jumat (30/6). Harga saham perusahaan yang didirikan Steve Jobs, 47 tahun lalu naik 2,3 % pada 193,97 USD atau Rp 2,917 juta per lembar saham. Bersamaan dengan kenaikan harga saham Apple, sejumlah saham perusahaan teknologi lain, seperti Amazon, Nvidia, Meta, dan Microsoft juga naik. Masing-masing naik 1,9 %, 3,6 %, 1,9 % dan 1,6 %. Pada Januari 2022, valuasi Apple sempat mencapai 3 triliun USD di pasar saham. Akan tetapi, valuasi itu tidak bisa bertahan ketika pasar ditutup. Kenaikan harga saham Apple menjelang akhir pekan ini diluar ekspektasi. Sebab, nilai saham Apple sempat tenggelam sehingga mendorong valuasi pasarnya berada di bawah 2 triliun USD pada awal 2023.

Optimisme pasar terhadap Apple mulai muncul ketika raksasa teknologi itu pada awal Juni meluncurkan sebuah produk yang dianggap visioner untuk masa depan teknologi augmented reality. Produk yang diberi nama Vision Pro ini mendorong para pencinta teknologi, khususnya buatan Apple untuk menikmati dunia baru yang disebut realitas virtual (virtual reality). Vision Pro dilepas ke pasar dengan harga 3.499 USD atau Rp 52,6 juta. Produk ini dinilai sebagai terobosan teknologi yang memantik gairah baru di tengah kelesuan pasar. Saat ini, Apple menghasilkan begitu banyak uang sehingga mampu membagi dividen sebesar 105 miliar USD per tahun kepada para investor dan membeli kembali sahamnya sendiri (buy back). Dari hasil itu, Apple masih menyisakan dana 56 miliar USD di triwulan terakhir 2022. (Yoga)


EKONOMI HIJAU, Standar Baru Dorong ke Bursa Karbon

KT3 28 Jun 2023 Kompas

Dewan Standar Keberlanjutan Internasional atau ISSB meluncurkan dua standar pelaporan keuangan internasional atau IFRS, yakni IFRS S1 dan IFRS S2. Dua standar ini dinilai bisa menjadi stimulus bagi perusahaan untuk masuk ke bursa karbon. OJK mendorong DPR untuk segera membahas regulasi mengenai bursa karbon tersebut. Peluncuran IFRS S1 dan IFRS S2 ini berlangsung dalam Forum Pasar Modal Asia Tenggara (ACMF) bertajuk ISSB Joint Conference and Technical Training on the IFRS Sustainability Disclosure Standards Agenda secara hibrida, di Singapura, Selasa (27/6). Konferensi ini dihadiri para regulator di Asia Tenggara, investor perusahaan, dan para pemangku kepentingan lainnya.

IFRS S1 yang mulai efektif berlaku per 1 Januari 2024 menjadi syarat bagi perusahaan untuk menyampaikan profil peluang dan risiko ke investor terkait isu keberlanjutan yang mereka hadapi dalam jangka waktu pendek, menengah, dan panjang. Adapun IFRS S2 secara spesifik menyatakan isu iklim yang berkaitan dengan IFRS S1. ”Regulator sekuritas di Asia Tenggara memainkan peran penting dalam mendukung komitmen kawasan terhadap keberlanjutan. Kami menyambut baik peluncuran standar ISSB dan menantikan diskusi yang bermanfaat tentang bagaimana dasar global ISSB dapat digabungkan di kawasan Asia Tenggara,” kata Ketua ACMF sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam sambutannya secara virtual. (Yoga)


Penyelenggara Bursa Karbon Dinanti

HR1 28 Jun 2023 Kontan

Pembahasan bursa karbon masih terus berjalan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih meracik aturan terkait bursa karbon yang ditargetkan mulai berjalan pada September 2023. Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, saat ini belum ada pihak yang ditunjuk sebagai penyelenggara bursa karbon karena masih menunggu aturan terkait. Tapi, OJK membuka bagi para perusahaan untuk mendaftarkan diri menjadi penyelenggara bursa karbon. Syaratnya, harus merupakan perseroan terbatas yang memiliki izin usaha sebagai penyelenggara bursa karbon dari OJK. Selain itu, penyelenggara bursa karbon harus berkedudukan hukum di Indonesia. Lalu, memiliki modal disetor paling sedikit Rp 100 miliar. Penyelenggara bursa karbon ini akan memfasilitasi perdagangan karbon dalam negeri dan atau luar negeri, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Unit karbon yang diperdagangan meliputi, Persetujuan Teknis Batas Atas Emisi Pelaku Usaha (PTBAE-PU), Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dan unit karbon lain yang ditetapkan oleh menteri terkait. "Untuk bursa karbon kami tunda karena waktunya sudah tidak memungkinan. Namun OJK sudah meminta untuk sesegera mungkin dibahas lagi," ujar Anggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun

Kontribusi Telkomsel Bakal Lebih Tebal

HR1 28 Jun 2023 Kontan

Progres penggabungan IndiHome ke tubuh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memasuki babak final. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan Telkomsel resmi melakukan penandatangan akta pemisahan pada Selasa (27/6). Penggabungan ini menjadi penanda TLKM mulai terjun di layanan Fixed Mobile Convergence(FMC). "Per 1 Juli 2023 secara legal pengelolaan IndiHome akan pindah ke Telkomsel," ujar Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah , Selasa (27/6). Direktur Keuangan TLKM, Heri Supriadi mengatakan, kehadiran FMC akan memperkuat posisi Telkomsel sebagai kontributor terbesar di Grup Telkom hingga 80% di tahun ini. Selain mendorong pendapatan, penggabungan IndiHome ke Telkomsel ini juga dapat membantu TLKM menekan beban biaya. "Selain itu, proses investasi yang dilakukan Grup Telkom bisa lebih terintegrasi dan efisien," ujar Heri. Sinergi FMC ini diperkirakan bisa meningkatkan EBITDA sebesar Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun per tahun mulai dari 2027. TLKM juga dapat menghemat belanja modal sekitar Rp 300 miliarRp 400 miliar. Equity Research Analyst Ciptadana Sekuritas Asia Gani mencermati penggabungan FMC merupakan jalan bagi TLKM untuk melakukan cross selling dan akuisisi pelanggan eksisting Telkomsel ke layanan IndiHome.

SUNTIKAN TENAGA DI LANTAI BURSA

HR1 28 Jun 2023 Bisnis Indonesia (H)

Keputusan Pemerintah untuk membuka kembali keran ekspor produk turunan kelapa sawit menjadi suntikan tenaga yang mendorong laju saham-saham produsen crude palm oil (CPO) di lantai bursa. Ke depan, prospeknya masih dibayangi harga CPO yang bertahan di level tinggi, aturan kewajiban pasok domestik, dan potensi pertumbuhan permintaan pasar luar negeri. Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan ekspor produk minyak sawit akan kembali dibuka mulai Senin (23/5), mayoritas saham emiten-emiten perkebunan mendarat di zona hijau pada perdagangan akhir pekan lalu. Penguatan dipimpin oleh saham PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) yang menguat 8,33%, disusul saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang naik 7,14%, dan saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) tumbuh 5,94% pada Jumat (20/5). Tak hanya kinerja harian yang menghijau, mayoritas saham di sektor ini juga membukukan return positif secara year-to-date (YtD). Saham PT Sumber Tani Agung Resources Tbk. (STAA) menjadi top gainers dengan penguatan 71,66% YtD ke level Rp1.030. Selain STAA, lonjakan harga juga dialami oleh saham PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) dan AALI yang masing-masing tumbuh 47% dan 36,05% sepanjang tahun berjalan 2022. Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny berpendapat larangan ekspor CPO sudah diprediksi akan berlangsung singkat sekitar 1 bulan. Langkah itu merupakan upaya Pemerintah memastikan pasokan bahan baku minyak goreng dan menurunkan harga minyak goreng curah menuju Rp14.000 per liter. Di sektor perkebunan kelapa sawit, analis Henan Putihrai Sekuritas Robertus Hardy dan Alroy Soeparto menyoroti tiga emiten, yakni STAA, DSNG, dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG). Menurut Robertus dan Alroy, prospek STAA didorong oleh kenaikan produksi dan yield sawit. Selain itu, STAA juga sedang merampungkan refinery terintegrasi, tangki penyimpanan, dan pelabuhan di Lubuk Gaung. “Kami juga menyukai STAA karena memiliki EBITDA per total area tertanam yang superior sebesar Rp39,1 juta. Posisi itu lebih tinggi dari AALI Rp15 juta dan LSIP Rp14,2 juta,” paparnya dalam riset.

Banyak Saham Berisiko Amblas ke Harga Rp 1

HR1 26 Jun 2023 Kontan

Sejumlah saham yang lama tertidur di level gocap atau Rp 50 mulai bergerak setelah hadirnya papan pemantauan khusus. Namun, usai dua pekan diluncurkan, saham-saham ini cenderung bergerak turun. Investor tampak melakukan aksi jual di saham-saham ini. Setidaknya, ada 12 saham yang harganya kini sudah berada di bawah gocap. Saham-saham itu mendapat kriteria 1, atau harga rata-rata saham selama 6 bulan terakhir di pasar reguler dan/atau pasar reguler periodic call auction kurang dari Rp 51. Seluruh saham tersebut juga masuk dalam kriteria 7. Artinya, nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp 5 juta dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama 6 bulan terakhir. CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo mengatakan, dilihat dari pergerakan harganya, saham-saham ini memang terus menyentuh auto reject bawah (ARB) dari posisi Rp 50. Investor yang memiliki saham-saham ini punya risiko likuiditas pasar di tengah permintaan jual yang tinggi. Alhasil, ada potensi harga saham-saham ini menuju ke Rp 1 per saham. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan harga saham ini disebabkan sentimen negatif yang menyelimuti fundamental perusahaan. Walhasil, memang tak mudah untuk membangkitkan harga saham-saham ini. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project William Hartanto mengatakan, ketika ada saham yang turun ke harga Rp 1 akan ada banyak spekulan yang mencoba untuk beli. "Ini karena persentase kenaikan setelah harga Rp 1 tinggi," ujar William

Indeks52 untuk Investor Pemula

KT1 24 Jun 2023 Tempo

Tempo.co dan IDNFinancials.com meluncurkan indeks saham berisi 52 emiten dengan kinerja keuangan paling mumpuni di Bursa Efek Indonesia (BEI). Daftar perusahaan bernama Indeks Tempo-IDNFinancials52—atau disingkat Indeks52—ini bisa menjadi acuan bagi investor muda yang mulai terjun di pasar modal. Direktur Utama Tempo Media Group, Arief Zulkifli, menuturkan pembentukan Indeks52 terinspirasi oleh kemunculan pemain-pemain baru di bursa. Merujuk pada data Kustodian Sentral Efek Indonesia, investor di pasar modal hingga Mei 2023 mencapai 11,06 juta dengan mayoritas atau 57,81 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Total aset investor muda ini sebesar Rp 49,22 triliun. Menurut Arief, tren tersebut merupakan fenomena menarik. "Ini membuat kita semua yakin bahwa transaksi di bursa dipenuhi khalayak yang punya kesadaran baru, yaitu tidak sekadar menabung, tapi juga berinvestasi," tuturnya saat peluncuran Indeks52 di Fairmont Hotel, Jakarta, kemarin. 

Dengan indeks ini, dia berharap potensi investasi di pasar modal yang kian menggiurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para investor. Sebagai catatan, kapitalisasi pasar di BEI saat ini mencapai kisaran Rp 9.500 triliun. Hingga 20 Juni 2023, total penghimpunan dana dari bursa sudah menyentuh angka Rp 107,89 triliun. Chief Partnership Officer Tempo Digital, Tomi Aryanto, menyatakan Indeks52 bisa menjadi rujukan lantaran disusun berdasarkan sejumlah kriteria, di antaranya kapitalisasi pasar, frekuensi, dan volume saham yang diperdagangkan per hari. Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah besaran free float serta jumlah shareholder saham tersebut. "Selain itu, indeks hanya mencakup emiten yang sudah listing maksimal pada 2018," ujarnya.

Pesta Laba, Emiten Konsumer Sebar Dividen

HR1 24 Jun 2023 Kontan

Menjelang tutup semester pertama tahun 2023, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih getol menyebar dividen dari keuntungan kinerjanya. Tak terkecuali emiten di sektor barang konsumsi. Salah satunya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Emiten grup Salim ini akan membagikan dividen tunai dengan total nilai Rp 2,25 triliun dari laba bersih tahun buku 2022 sebesar Rp 6,35 triliun. Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Jumat (23/6). Jika dihitung, dividen tunai INDF tahun buku 2022 mencerminkan besaran dividend payout ratio sebesar 35,49%. Berdasarkan jumlah saham beredar sebanyak 8,78 miliar, dividend per share INDF mencapai Rp 257 per saham. Nilai ini lebih rendah dibanding dividen INDF tiga tahun terakhir, yakni Rp 278 per saham. Tak mau kalah dengan sang induk, anak usaha INDF, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga siap menebar dividen. Emiten ini akan membagikan dividen tunai Rp 2,19 triliun dari laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 4,58 triliun. Selain membagikan dividen, laba bersih ICBP tahun 2022 sebesar Rp 5 miliar dialokasikan sabagai dana cadangan. Sisanya menjadi laba ditahan. Laba bersih ICBP tahun 2022 turun 28,31% dibandingkan 2021 senilai Rp 6,39 triliun. Di luar emiten grup Salim, emiten barang konsumsi yang juga siap bagi-bagi dividen adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) itu akan membagikan dividen final sebesar Rp 71 per saham atau senilai Rp 2,7 triliun dari laba tahun 2022. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti, menuturkan, RUPST menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2022. "Dividen final sebesar Rp 71 per saham. Total dividen untuk seluruh tahun buku 2022 mencapai Rp 140 per saham," beber Ira, dalam paparan publik, Kamis (22/6). Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menilai, emiten barang konsumsi terbilang rajin membagikan dividen. Wajar, jika aksi korporasi ini jadi sentimen positif laju harga saham emiten.