;
Tags

UMKM

( 689 )

UMKM Ketuk Pintu Ekspor Pasar Asia Tenggara

KT3 25 Mar 2023 Kompas

Barisan buah karya 22 pelaku UMKM bernaung di bawah tenda putih. Jarak mereka tak sampai 150 meter dari ruang pertemuan delegasi anggota ASEAN. Beragam rupa karya itu menampilkan diri dan berharap memikat mata hingga pundi-pundi delegasi yang berjalan melintas. Setelah berhasil menjadi suvenir rangkaian acara KTT G20 di Candi Borobudur, DI Yogyakarta, produk rempah PT Dlizfood Borobudur Sejahtera kembali unjuk gigi di pameran UMKM ASEAN Economic Minister (AEM) Retreat yang digelar 20-22 Maret 2023 di Magelang, Jawa Tengah. ”Saat ini, proporsi ekspor (produk) kami sekitar 5 %. Dengan kesempatan ini (mengikuti pameran), saya berharap dapat membantu meningkatkan proporsi ekspor hingga 20 %,” tutur Pemilik PT Dlizfood Borobudur Sejahtera, Elisa Anggraeni, saat ditemui di teras Restoran Stupa, Plataran Borobudur Resort&Spa, Magelang, Senin (20/3). Menurut Elisa, mengikuti pameran terbilang efektif dalam memperluas pasar, khususnya di kancah global. Berdasarkan pengalaman, dirinya bertukar kartu nama dengan calon pembeli mancanegara di pameran. Setelah acara berakhir, dirinya kerap dihubungi oleh calon pembeli yang tertarik terhadap produk yang dijajakan.

Di antara negara-negara di Asia Tenggara, Elisa berharap dapat menembus pasar Singapura. Selama menjalankan usaha, produknya sudah berhasil menjangkau pasar Malaysia, Jepang, dan Hong Kong. Dengan memperluas pasar ekspor yang dimulai dari Asia Tenggara, dirinya ingin meningkatkan kesejahteraan lima karyawannya. Saat ini, omzet usahanya Rp 25 juta per bulan dengan laba Rp 8 juta-Rp 10 juta per bulan. Bahan baku produksi diambil dari tiga kelompok wanita tani yang ada di Kecamatan Borobudur. Tak hanya memperluas pasar, ada juga pelaku UMKM yang ingin ekspor perdana. Pemilik Saniyya Batik dan Butik, Titin, mengatakan, pemasaran produknya saat ini masih terbatas di dalam negeri. Batik karyanya bisa sampai ke luar negeri lantaran dibawa turis asing yang berkunjung ke Candi Borobudur sebagai suvenir. Titin mengungkapkan ke- inginan untuk mengekspor produknya ke negara-negara di Asia Tenggara. Menurut dia, ekspor dapat meningkatkan penjualan yang nantinya menjadi daya tarik bagi anak muda untuk melanjutkan usaha batik di Magelang. Ada 18 perajin yang terlibat dalam Saniyya Batik dan Butik. Omzet usahanya Rp 450 juta-Rp 500 juta per bulan dengan produk berupa kain batik, pakaian jadi, dan syal. Kepada pemerintah pusat, Titin berharap Kemendag membantu pemasaran usahanya. (Yoga)


Pemerintah Dukung Generasi Muda Kembangkan Usaha Lewat KUR

KT3 20 Mar 2023 Investor Daily

Pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM terus berupaya untuk menghasilkan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal. Salah satu kuncinya adalah dengan  memberdayakan UMKM melalui peningkatan akses permodalan usaha berupa penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya untuk generasi muda. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan secara virtual pada kegiatan KUR Festival di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (18/3) menjelaskan, peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM selaras dengan momentum bonus demografi yang sedang dialami Indonesia sampai dengan tahun 2030. Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini secara optimal agar dapat bertransformasi dari negara kelas menengah menjadi negara maju. Indonesia juga perlu terus berupaya untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, salah satu kuncinya adalah mendorong UMKM dengan penyediaan KUR.

Untuk mencapai target penyaluran KUR, yang pada tahun ini ditingkatkan menjadi Rp 450 triliun atau sesuai dengan kecukupan anggaran subsidi KUR pada APBN, diperlukan sinergi dan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, pelaku UMKM, penyalur KUR, penjamin KUR, asosiasi, akademisi, maupun BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu bentuk sinergi dimaksud yakni melalui pelaksanaan kegiatan KUR Festival. Kegiatan KUR Festival di Kota Bandung tersebut diharapkan dapat memberikan sharing informasi KUR kepada UMKM. Kegiatan KUR Festival Super Gen-Creation ini berlangsung selama 2 hari pada 17- 18 Maret 2023 di Gedung Sate, Kota Bandung. Sesuai dengan tema kegiatan ini Anak Muda Sejahtera Bersama KUR, pemerintah mendorong UMKM di Indonesia, utamanya di wilayah bandung, untuk mengakses pembiayaan KUR dan naik kelas skala usahanya. (Yoga)


UMKM Tumbuh, Perekonomian Pulih

KT3 16 Mar 2023 Kompas

Pertumbuhan sektor UMKM dinilai menjadi kunci penting menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19. Namun, pengembangannya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti soal tata kelola data dan minimnya fasilitas produksi. Pemerintah berfokus membenahi dua hal itu agar UMKM bisa tumbuh optimal di tahun 2023. ”Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia hampir 61 % dan menyerap 97 % tenaga kerja,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Maybank Indonesia Economic Outlook 2023 di Jakarta, Rabu (15/3). (Yoga)

Impor Baju Bekas Matikan UMKM

KT3 14 Mar 2023 Kompas

Menjamurnya impor pakaian bekas di dalam negeri dapat mematikan UMKM perajin tekstil. Pelaku UMKM ini menjadi kehilangan pendapatan karena pasarnya tergerus produk impor pakaian bekas. Lantaran gangguan penjualan pada bagian hilir industritekstil, bagian hulu juga akan terdampak hingga berpotensi terjadi pengurangan tenaga kerja. ”Ini ilegal. Ini tidak bisa di benarkan. Impor pakaian bekas menggerus pasar sehingga mematikan UMKM,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam diskusi dengan media di Jakarta, Senin (13/3). Menurut Teten, fenomena menjamurnya impor pakaian bekas juga melanda di sebagian negara di kawasan Afrika.

Dalam sebuah studi, menjamurnya impor pakaian bekas ini tak hanya mematikan UMKM yang kalah bersaing di pasar domestik, tetapi juga memicu hilangnya potensi tenaga kerja di sana hingga puluhan ribu orang. Teten menambahkan, salah satu yang  bisa dilakukan untuk menyelamatkan produk tekstil UMKM adalah mengedukasi konsumen bahwa pakaian bekas hasil impor itu lebih banyak mudaratnya. Selain berpotensi mematikan bisnis UMKM, impor pakaian bekas juga tidak sejalan dengan semangat bangga produk buatan dalam negeri. Pakaian bekas impor, lanjut Teten, juga memiliki permasalahan kebersihan.  sebab, pembeli tidak pernah tahu sebelumnya pakaian ini dipakai siapa dan bisa saja membawa suatu penyakit tertentu karena tidak terjamin kebersihannya. (Yoga)


UMKM Dapat PPh Final 0% Hingga 2035

HR1 10 Mar 2023 Kontan

Insentif pajak yang diberikan pemerintah khusus untuk penanaman modal di Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya menyasar usaha besar, tetapi juga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sektor ini bakal mendapatkan insentif berupa pajak penghasilan (PPh) final. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12/2023 yang diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan berlaku mulai 6 Maret 2023. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa wajib pajak dalam negeri tidak termasuk bentuk usaha tetap yang melakukan penanaman modal di IKN dengan nilai kurang dari Rp 10 miliar dan memenuhi persyaratan tertentu dapat dikenai pajak penghasilan yang bersifat final dengan tarif sebesar 0%. Fasilitas ini diberikan terhitung sejak persetujuan pemberian fasilitas sampai dengan tahun 2035. Apabila pelaku UMKM memiliki lebih dari satu tempat usaha atau cabang yang berada di wilayah IKN, penentuan batasan nilai penanaman modal di IKN ditentukan berdasarkan jumlah dari seluruh lokasi tempat usaha atau cabang wajib pajak yang berada di wilayah IKN. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan itu menunjukan keberpihakan pemerintah pada sektor UMKM sebagai penggerak utama roda perekonomian. "PP itu mengatur fasilitas PPh final 0% atas penghasilan dari peredaran bruto usaha. Sementara di luar IKN dikenakan 0,5% dari omzet," kata Bahlil, Kamis (8/3).

Menjaga Pangan Lokal Papua melalui UMKM

KT3 10 Mar 2023 Kompas (H)

Restoran Isasai milik Ulin Epa dan suaminya, Fredi Bartholomeus terletak di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua. Restoran yang berupa deretan rumah panggung di pinggiran Danau Sentani berkapasitas 500 orang ini dikelola wirausaha asli Papua. Pelayan yang membawa menu pun mengenakan kemeja dengan corak khas Papua, dan semua makanan yang disajikan adalah kuliner lokal dari Sentani, Kabupaten Jayapura, kampung halaman Ulin. Terdapat 12 kuliner lokal yang disediakan, antara lain papeda panas atau dalam bahasa Sentani disebut fi naunge, papeda bungkus atau finukhu, dadar sagu atau sinole, ikan gabus kuah kuning, ikan gabus kuah hitam, ubi ungu, keladi tumbuk, dan sayur genemo lilin santan. ”Isasai adalah restoran yang hanya menyajikan kuliner khas Jayapura dan tempat konservasi ikan gabus. Kami ingin mempertahankan tradisi mengonsumsi kuliner lokal yang dikemas secara menarik dan disajikan di sebuah restoran. Ada 14 pekerja di Isasai yang mayoritas pemuda setempat,” kata Ulin (36). Omzet Isasai Rp 60 juta per bulan dengan kunjungan paling ramai di hari kerja.

Yafet Wetipo (34) melahirkan usaha kafe dan sangrai kopi Papua sejak 2018 di daerah Yoka, Distrik Heram. Di tempat usahanya, Highland Roastery Coffee Papua, yang berjarak 1 km dari Restoran Isasai, Yafet mempekerjakan lima karyawan. Tempat ini juga menjual biji kopi yang belum disangrai dan telah disangrai kepada pelanggannya di 17 kedai kopi dan tiga tempat usaha sangrai kopi di Kota Jayapura, Kabupaten Manokwari, dan Kota Sorong. Highland Roastery Coffee Papua menjual 300 kg produk kopi per minggu dengan omzet Rp 25 juta per bulan. Yafet membeli biji kopi dari 100 petani dari empat kabupaten di Papua Pegunungan, yakni Jayawijaya, Yahukimo, Lanny Jaya, dan Pegunungan Bintang. Kadis Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Jayapura Robert Awi mengapresiasi UMKM restoran serta kafe yang dikelola anak asli Papua. Saat ini, industri rumah tangga di bidang kuliner dan olahan pangan lokal di Jayapura mencapai 2.100 pelaku usaha atau 30 % dari total 7.800 UMKM di Jayapura. Setiap tahun, kata Robert, pihaknya terus mendata UMKM dan menyiapkan pendampingan, pelatihan, hingga bantuan bagi pelaku UMKM yang telah berjasa bagi pertumbuhan ekonomi di Jayapura. (Yoga)

(Yoga)

Penguatan Kawasan Asean Melalui Peningkatan Inklusi Keuangan Digital UMKM

KT1 08 Mar 2023 Investor Daily (H)

Asean merupakan salah satu episentrum pertumbuhan perekonomian global. Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan perekonomian kawasan Asean tumbuh 4,7% pada tahun 2023, lebih tinggi dari kawasan lainnya dan kelompok negara maju. Ke depan, kawasan Asean juga diproyeksikan masih tetap tumbuh dengan tingkat yang lebih besar dibandingkan kawasan lainnya. Sebagai pemegang Keketuaan Asean (Asean Chairmanship) pada tahun 2023 ini, Indonesia, selaku salah satu pendiri Asean, tentu perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan terobosan yang dapat membawa Asean menjadi kawasan terbaik di dunia. Salah satu agenda prioritas Keketuaan Indonesia di Asean di sektor keuangan adalah mendorong literasi dan inklusi keuangan digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Agenda ini dipilih dengan pertimbangan yang matang. Pertama, geliat pertumbuhan ekonomi kawasan Asean tidak lepas dari peranan UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian. Lebih dari 97% usaha di kawasan Asean merupakan UMKM, yang berkontribusi terhadap penciptaan 67% lapangan kerja dan 45% Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan (Asean Investment Report 2022). (Yetede)

Pelaku UKM Dilatih soal Operasi Pabrik Pintar

KT3 01 Mar 2023 Kompas

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bekerja sama dengan Asosiasi Inovasi Bisnis Korea Selatan memberikan pelatihan sumber daya manusia untuk pengoperasian pabrik pintar. Deputi Bidang UKM Hanung Harimba Rachman, Selasa (28/2) menjelaskan, pelatihan tersebut saat ini diberikan kepada 30 pegiat UKM, antara lain, dari sektor pertanian, pangan, dan tekstil. (Yoga)

Kepri Dorong UMKM Manfaatkan Pengalengan

KT3 28 Feb 2023 Kompas

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan bantuan Rp 1 miliar kepada koperasi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mendirikan pabrik sterilisasi makanan atau pengalengan. UMKM didorong memanfaatkan fasilitas ini, dengan catatan produknya harus beragam. ”Yang tak kalah penting, rasa dan mutu produknya juga harus dijaga karena ini untuk pasar ekspor,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Senin (27/2). (Yoga)

Januari Pertumbuhan Mikro Kian Meleset 36,8%

KT1 28 Feb 2023 Investor Daily (H)

Penyaluran kredit kepada skala usaha mikro tercatat sebesar Rp 512,3 triliun, melesat 36,8% secara tahunan (year on year/yoy) per Januari 2023. Pertumbuhan tersebut juga menjadi pendorong kredit UMKM secara keseluruhan yang mencapai Rp 1.246,5 triliun, tumbuh 9,3% (yoy) pada awal tahun ini. Berdasarkan data Uang Beredar Bank In[1]donesia (BI), kredit skala mikro tumbuh lebih lambat dari posisi Desember 2022 yang meningkat 38,4% (yoy). Sedangkan, kredit UMKM skala kecil tumbuh 2,7% (yoy) menjadi Rp 441 triliun, dan kredit menengah terkoreksi dalam 12,8% (yoy) menjadi Rp 293,2 triliun per Januari 2023. Merujuk jenis penggunaan, perkembangan kredit UMKM di Januari 2023 ter utama dipengaruhi oleh perkembangan kredit modal kerja dengan nilai kredit mencapai Rp 948,9 triliun, tumbuh 8,2% (yoy), setelah pada Desember 2022 tumbuh 9,9%.

Penggunaan kredit UMKM untuk investasi mencatatkan pertumbuhan 13% (yoy) menjadi Rp 297,6 triliun pada Januari 2023, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 10,2% (yoy). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kredit perbankan pada Januari 2023 tumbuh sebesar 10,53% (yoy) menjadi Rp 6.310,88 triliun. Penguatan kredit tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing tumbuh sebesar 12,61% dan 10,03%. “Intinya kita masih optimis pertumbuhan kredit masih double digit 10-12% dan ini kami lihat indikator ekonomi dan target ekonomi yang ditetapkan sepertinya sangat optimis dari RBB kita lihat optimisme itu meliputi perbankan di Indonesia,” jelas Dian, Senin (27/2/2023). (Yetede)