Transportasi
( 1415 )Ongkos Transportasi dan Ekonomi Global Gerus Bisnis Logistik
Kemenhub Masih Kaji Rencana Penutupan Stasiun Karet
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan belum ada kepastian ihwal rencana penutupan Stasiun Karet. Mulanya, rencana penutupan stasiun KRL ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Kabar ini kemudian menuai penolakan dari masyarakat—terutama para pengguna KRL. “Belum (pasti ditutup). Masih dikaji,” kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal saat ditemui usai rapat koordinasi di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 Januari 2025. Risal juga mengatakan definisi penutupan tersebut masih belum jelas. Pemerintah pun masih mengkaji sisi kemudahan transportasi untuk masyarakat, sehingga persoalan ini masih didiskusikan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. “Definisi (ditutup) itu apakah (Stasiun Karet) tidak difungsikan, sebagai jalan menuju BNI City, kan belum klir,” kata Risal. “Kalau integrasi, sekarang pun terintegrassi. Tapi kata ‘tutup’ itu nanti kami bicarakan.”
Sebelumnya, saat meninjau kereta bandara di Stasiun BNI Jakarta pada Rabu, 1 Januari 2025, Erick Thohir mengatakan Stasiun Karet rencananya akan ditutup karena berdekatan dengan Stasiun BNI City. Menurut dia, integrasi kedua stasiun itu menjadi mendesak sebagai upaya efisiensi pengembangan ekosistem perkeretaapian agar lebih optimal. VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus kemudian mengatakan penghentian operasional Stasiun Karet tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia juga mengatakan pengkajian ini masih membutuhkan pembahasan mendalam dengan regulator dan berbagai pihak terkait. “Masyarakat maupun penumpang pengguna KRL masih dapat berhenti dan turun di Stasiun Karet,” kata Joni dalam keterangan resmi pada Jumat, 3 Januari 2025. (Yetede)
Pemerintah akan Turunkan Tiket Pesawat dan Kapal Lebaran 2025
Misi Baru: Membuat Kertajati Lebih Sibuk
Membangkitkan Ekonomi Biru Melalui Industri Perkapalan 2025
Erick Thohir Bakal Tutup Stasiun Karet, KAI Commuter
Barang Pokok Sulit Diangkut, Sungai Mahakam Surut
Kian Nyaman Transportasi Publik
Dari tahun ke tahun, jumlah penumpang transportasi publik di Jakarta semakin masif. Pembangunan dan pengembangan transportasi publik diperlukan agar Jakarta benar-benar menjadi kota kelas dunia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta pada periode Januari-September 2024, jumlah penumpang MRT Jakarta mencapai 28,94 juta orang, naik 19,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Kemudian, penumpang Transjakarta 281,08 juta orang, naik 42,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Commuter Line Jabodetabek juga mencatatkan pertumbuhan positif pada Oktober 2024. Total volume pengguna KRL Jabodetabek 29.933.224 orang pada Oktober 2024, meningkat 11,72 persen dibandingkan dengan Oktober 2023 yang mencatatkan 26.793.455 pengguna. Seorang warga yang dalam setahun ini mulai sering naik Transjakarta hingga KRL Jabodetabek, Sheyla Damaika (29), mengatakan,transportasi publik seharusnya bukan hanya murah, melainkan juga terintegrasi.
Kenyamanan dan ketepatan waktu juga perlu untuk ditingkatkan, beserta dengan efisiensi perjalanan. ”Perlu untuk didukung juga dengan fasilitas untuk para pejalan kaki agar bisa merasa lebih nyaman, baik saat harus transit maupun saat menuju tempat tujuan mereka,” ujarSheyla, Minggu (29/12/2024), saat ditemui di Stasiun KRL Sudirman, Jakarta Pusat. Sheyla mengatakan, Pemprov Jakarta diharapkan fokus pada pengembangan transportasi yang terintegrasi dan mudah diakses oleh warga, termasuk mereka yang tinggal di kota-kota penyangga. Tarif kombinasi antarlayanan antara KRL, MRT Jakarta, LRT Jabodetabek, LRT Jakarta, Transjakarta, dan JR Connexion serta perhitungan tarif untuk jarak antarkota dan waktu tempuh perjalanan menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan guna mewujudkan integrasi pembayaran transportasi Jakarta. Salah satu elemen utama dari pengembangan transportasi di Jakarta ialah integrasi antarmoda. Dari tahun ke tahun, konsep ini mulai diterapkan di Jakarta melalui pembangunan hub-hub transportasi yang memungkinkan pengguna bisa beralih dari satu moda transportasi ke moda lain dengan mudah. (Yoga)
179 Orang Kemungkinan Tewas, Jeju Air Terbakar
Awan mendung memayungi dunia penerbangan di pengujung tahun. Dalam sepekan, empat pesawat penumpang mengalami kecelakaan di empat negara. Kecelakaan terparah dialami pesawat Boeing 737-800 milik Jeju Air yang tergelincir dan terbakar saat mendarat di Bandar Udara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024) pagi. Sampai Minggu siang waktu setempat, 179 orang dari 181 orang yang diangkut pesawat itu hampir dipastikan tewas. Sejauh ini, 122 jenazah telah dikumpulkan petugas penyelamat. Pesawat mengangkut 175 penumpang dan enam awak. Hanya seorang awak perempuan dan seorang awak laki-laki yang selamat dari kecelakaan itu.
Seorang pejabat pemadam kebakaran Korea Selatan mengatakan, kecil kemungkinan penumpang yang tersisa selamat. Hal ini karena badan pesawat nyaris hancur seluruhnya. ”Para penumpang terlempar keluar dari pesawat setelah (pesawat) menabrak pagar pembatas (bandara) sehingga sedikit kemungkinan untuk selamat,” kata pejabat tersebut. Selang beberapa jam selepas pesawat Jeju Air terbakar di Muan, pesawat Air Canada rute St John-Halifax mendarat darurat di Bandara Halifax, Kanada, pada Sabtu (28/12) malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB. Tidak ada korban dalam kecelakaan yang menimpa pesawat jenis De Havilland Dash 8-400 itu. Sebelumnya, sebuah pesawat penumpang Embraer 190 milik maskapai Azerbaijan Airlines jatuh di dekat kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (25/12) waktu setempat. Otoritas Kazakhstan mengatakan, pesawat rute Baku (Azerbaijan)-Grozny (Rusia)itu mengangkut 62 penumpang dan lima awak. Dari jumlah itu, lebih dari 30 orang diperkirakan tewas. (Yoga)
Tiket KA Masih Tersedia
Lebih dari 500.000 tiket kereta api jarak menengah dan jauh untuk periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 masih tersedia. Puncak keberangkatan kereta api selama periode tersebut sudah terlewati pada 24 Desember lalu. Hingga Jumat (27/12/2024), tiket kereta api jarak menengah dan jauh yang terjual sudah mencapai 81 persen dari total tempat duduk yang tersedia sebanyak 2.770.864 kursi. Artinya, masih ada 531.881 tempat duduk atau sekitar 19 persen yang bisa dipesan calon penumpang. Mengacu data PT Kereta Api Indonesia (KAI), penjualan tiket kereta api jarak menengah dan jauh hingga hari Jumat pukul 06.00 sebanyak 2.238.983 tempat duduk. Sementara penjualan tiket KA lokal sudah mencapai 407.477 tiket atau 51 persen dari total tempat duduk yang disediakan sebanyak 801.724 tiket.
Vice President Public Relations PT KAI Anne Purba mengatakan, jumlah tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KA lokal yang terjual selama periode libur Natal dan Tahun Baru mencapai 2.646.460 tempat duduk. Adapun total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 3.572.588 penumpang. Selama 19-26 Desember 2024, PT KAI telah memberangkatkan 1.647.746 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera. Anne mengungkapkan, puncak keberangkatan kereta api selama periode Natal dan Tahun Baru sudah terlewati pada 24 Desember 2024 dengan tiket yang terjual mencapai 223.443 kursi. Adapun pada Sabtu (28/12), PT KAI akan memberangkatkan setidaknya 146.324 penumpang. ”Jumlah penjualan tiket masih akan terus berubah dinamis dan bertambah karena penjualan masih berlangsung,” katanya. Beberapa kereta api menjadi primadona karena okupansinya sudah melebihi 100 persen, seperti KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sritanjung, KAB Blambangan Ekspres, KA Pariaman Ekspres, KA Rajabasa, dan KA Putri Deli. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti
09 Dec 2021 -
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru
09 Dec 2021 -
Mati Hidup Garuda
13 Dec 2021









