Transportasi
( 1415 )Kendaraan Premium Kian Canggih dengan Teknologi Mutakhir
Segmen pasar kendaraan premium di Indonesia semakin menjanjikan, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kendaraan ramah lingkungan dan teknologi canggih. Luther T. Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, menekankan bahwa kehadiran DENZA, sub-brand premium BYD, menjadi bukti komitmen perusahaan untuk menawarkan kendaraan premium yang menggabungkan teknologi terkini dengan harga yang kompetitif. BYD berfokus pada inovasi teknologi untuk menarik konsumen Indonesia, khususnya di segmen kendaraan listrik (NEV), yang diprediksi akan terus berkembang.
Untuk memenangkan pasar premium, BYD akan segera membuka jaringan dealer di berbagai wilayah Indonesia, meningkatkan layanan pelanggan seperti hotline 24 jam, dan menyediakan fasilitas pengisian daya eksklusif. Kehadiran merek-merek baru, termasuk DENZA, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pasar otomotif Indonesia, terutama untuk kendaraan listrik. Saat ini, BYD telah meraih 36% pangsa pasar NEV di Indonesia pada 2024.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah edukasi masyarakat mengenai manfaat kendaraan listrik, termasuk efisiensi biaya operasional dan kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon. BYD berharap dukungan dari pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, seperti stasiun pengisian daya, serta kebijakan yang mendukung ekosistem kendaraan listrik, dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan langkah-langkah tersebut, BYD optimis dapat memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen premium.
Masuknya Kereta China ke Indonesia, Apa Dampaknya?
Kedatangan kereta baru yang diimpor dari CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan KAI Commuter. Joni Martinus, VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), menyatakan bahwa kereta pertama telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 31 Januari 2025 dan setelah melalui pengujian pabrik, kereta ini akan menjalani uji dinamis sebelum dapat digunakan. Pengadaan 11 rangkaian kereta impor dari China, yang dijadwalkan selesai dalam 13 bulan, adalah bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan operasional yang mendesak akibat peningkatan volume penumpang, terutama setelah diterapkannya Gapeka 2025.
Sementara itu, KAI Commuter juga terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa pengadaan kereta tepat waktu dan dapat meningkatkan frekuensi perjalanan, terutama di wilayah Jabodetabek. Kebutuhan investasi untuk pengadaan 35 rangkaian kereta pada 2025 diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun, yang akan dipenuhi melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman sindikasi bank. Meski begitu, kereta produksi PT INKA juga tetap dipastikan akan masuk sesuai jadwal, dengan pengadaan tambahan 12 trainset pada 2026.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh KAI Commuter bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan kereta api, menciptakan kenyamanan bagi penumpang, serta mendukung target proyeksi jumlah pengguna yang terus meningkat.
Masuknya Kereta China ke Indonesia, Apa Dampaknya?
Kedatangan kereta baru yang diimpor dari CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan KAI Commuter. Joni Martinus, VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), menyatakan bahwa kereta pertama telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 31 Januari 2025 dan setelah melalui pengujian pabrik, kereta ini akan menjalani uji dinamis sebelum dapat digunakan. Pengadaan 11 rangkaian kereta impor dari China, yang dijadwalkan selesai dalam 13 bulan, adalah bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan operasional yang mendesak akibat peningkatan volume penumpang, terutama setelah diterapkannya Gapeka 2025.
Sementara itu, KAI Commuter juga terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa pengadaan kereta tepat waktu dan dapat meningkatkan frekuensi perjalanan, terutama di wilayah Jabodetabek. Kebutuhan investasi untuk pengadaan 35 rangkaian kereta pada 2025 diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun, yang akan dipenuhi melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman sindikasi bank. Meski begitu, kereta produksi PT INKA juga tetap dipastikan akan masuk sesuai jadwal, dengan pengadaan tambahan 12 trainset pada 2026.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh KAI Commuter bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan kereta api, menciptakan kenyamanan bagi penumpang, serta mendukung target proyeksi jumlah pengguna yang terus meningkat.
Komisi XIII apresiasi Menteri Imipas tindak tegas pungli di Soetta
PT KAI Ubah Jalur Perlintasan Akibat Banjir
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah memberlakukan pola operasi memutar dan membatalkan beberapa perjalanan kereta api akibat banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Tuntang di Grobogan, Jawa Tengah, yang mengakibatkan kerusakan jalur kereta api antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug. Vice President Public Relation KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pola operasi memutar sementara diterapkan pada 30 perjalanan KA, dengan 10 perjalanan dibatalkan. Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, memastikan tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan jalur yang terdampak. KAI juga menggunakan dua jalur alternatif untuk perjalanan KA yang memutar, seperti KA Harina, KA Ambarawa Ekspres, dan KA Argo Bromo Anggrek, dengan target penyelesaian pemulihan jalur pada 5 Februari 2025.
Kereta Api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Bertambah jadi 73 Perjalanan
Selain KA baru, beberapa layanan jarak jauh juga mengalami peningkatan frekuensi: KA Taksaka: dari 2 menjadi 3 perjalanan per hari, KA Argo Merbabu: dari 2 menjadi 3 perjalanan per hari, KA Sawunggalih: dari 2 menjadi 3 perjalanan per hari, KA Tawang Jaya Premium: dari 1 menjadi 2 perjalanan per hari, KA Lokal Pangrango: dari 6 menjadi 8 perjalanan per hari. “Penambahan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya permintaan pelanggan dan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan,” ujar Ixfan. Gapeka 2025 juga membawa efisiensi perjalanan dengan meningkatkan kecepatan maksimal hingga 120 km/jam dan mengurangi waktu berhenti di stasiun. Beberapa rute yang mengalami pemangkasan waktu tempuh antara lain: 1. KA Argo Bromo Anggrek: dari 8 jam 5 menit menjadi 7 jam 45 menit, 2. KA Argo Dwipangga: dari 7 jam menjadi 6 jam 55 menit, 3. KA Bima: dari 10 jam 40 menit menjadi 10 jam 25 menit, 4. KA Taksaka: dari 6 jam 23 menit menjadi 6 jam 10 menit. (Yetede)
Pemerintah Harus Segera Menuntaskan Masalah Truk Muatan Berlebihan
Pemerintah Harus Segera Menuntaskan Masalah Truk Muatan Berlebihan
Subsidi Bus Perkotaan Dipangkas
Krisis Transportasi Massal di Perkotaan
Pilihan Editor
-
Rencana Riset dan Inovasi 2022 Disiapkan
14 Dec 2021 -
Tujuh Kantor Pajak Besar Penuhi Target Setoran
14 Dec 2021 -
Yuk, Menggali Utang di Negeri Sendiri
14 Dec 2021







