Memaksimalkan Dampak Ekonomi Lebaran
Masa Depan Harita Nickel Tangguh
DJP : Penerimaan Sektor Ekonomi Digitalisasi Rp 23 Triliun
Kereta Cepat ke IKN Beri Manfaat ke Ekonomi RI
Akumulasi Dana SMF ke Perumahan Capai Rp 103, 75 T
Bulog Manfaatkan Fleksibilitas Harga untuk Serapan Beras Lokal
Lanjutkan Hilirisasi Sawit, Gapki Minta PSR Dipacu
Dampak Pengusutan Korupsi Timah terhadap Bisnis Timah Bangka Belitung
Kenapa Eddy Hiariej Tak Jadi Tersangka Lagi?
Konflik Berabad-abad Timah Bangka Belitung
Pabrik-pabrik peleburan atau smelter timah di kawasan industri Ketapang, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung senyap. Dari Pantauan Tempo, dari sembilan smelter, jumat, 5 April 2024, tak terlihat kegiatan produksi sama sekali. Pintu masuk ke smelter-smelter tertutup rapat, dari dalam terlihat hanya beberapa orang yang mengenakan pakaian satuan pengaman sedang duduk. Ketika dihampiri mereka mengatakan hanya karyawan outsourching yang ditugaskan menjaga aset smelter. Sudah beberapa bulan ini tidak ada aktivitas, baik pengiriman pasir timah maupun proses peleburan timah.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambangan dan Pengolahan Pasir Mineral Indonesia Rudi Syahwani mengkonfirmasi hampir semua pabrik peleburan timah di Bangkabelitung tutup, setidaknya sejak tiga bukan terakhir. DIa mencatat hanya Arsari Group- Perusahaan milik Hasjim Djojohadikusumo- yang beroperasi. Itupun baru-baru ini. Menurut Rudi, tutupnya smelter dipicu masalah administrasi. Pemerintah baru menyetujui rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan tambang pada akhir Maret lalu. Normalnya, persetujuan terbit pada awal tahun. Konsekuensinya adalah nihil pasokan timah untuk diolah. (Yetede)









