Strategi Petani NTT Cegah Gagal Panen
Potret gagal panen terlihat di sejumlah wilayah NTT sepekan terakhir hingga Sabtu (18/5). Wilayah yang didatangi mulai dari Kabupaten Rote Ndao, Sikka, Flores Timur, hingga Lembata. Noviana Lete (43), warga Desa Obafok, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, menuturkan, hasil panen padi tadah hujan tahun ini di bawah 2 ton gabah kering giling per hektar. Secara nasional, rata-rata produktivitas padi per hektar mencapai 5,5 ton gabah kering giling. ”Masalahnya hujan tidak jelas. Setelah hujan satu minggu, kami pikir sudah masuk musim tanam sehingga kami mulai tanam. Nyatanya setelah kami tanam, hujan tidak turun lagi selama berminggu-minggu,” kata Noviana.
Minimnya air diperparah dengan kesulitan mereka mengakses pupuk bersubsidi. Banyak kendala, mulai dari alokasi kuota, proses administrasi oleh pemerintah, hingga penebusan pupuk di level kios dan distribusi ke petani. Ketersediaan pupuk yang minim membuat banyak tanaman kerdil dan tidak berproduksi maksimal. Banyak gabah yang hampa tanpa isi. Untuk mengatasi kondisi semacam itu, di Maumere, Kabupaten Sikka, Yance Maring (35) mempraktikkan sistem pertanian menggunakan irigasi tetes pada tanaman hortikultura. Sistem tersebut dipelajari Yance ketika melakukan studi pertanian di Israel beberapa tahun silam.
Dengan irigasi tetes, air mengalir lewat selang kemudian menetes di setiap tanaman. Satu tetes per detik. Satu tanaman membutuhkan 250 mililiter air setiap hari. Dengan sistem irigasi tetes, penggunaan air untuk tanaman lebih efisien, tetapi presisi sehingga efektif mengairi tanaman. Dalam hitungannya, efisiensi air hingga 40 % jika dibandingkan dengan pengairan secara konvensional. Yance menganjurkan penggunaan pupuk berimbang dengan memperbanyak pupuk organik sebelum penanaman. Pupuk organik diambil dari kotoran ternak seperti ayam dan kambing. Selanjutnya, petani bisa menggunakan pupuk kimia secara bertahap. Yance menggunakan pupuk nonsubsidi.
Di Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, petani mempraktikkan tanaman pangan bervariasi dengan memperbanyak pangan lokal, seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, dan pisang. Tanaman itu bisa tahan terhadap panas dibandingkan dengan padi dan jagung. Ini jadi pelajaran. Kami akan perbanyak tanam pangan lokal untuk makanan sehari-hari,” kata Servince Seus (65), petani setempat. Di Flores Timur, Maria Loretha, perempuan petani, konsisten mendorong tanaman sorgum yang dianggap cocok untuk daerah itu. Ia mengampanyekan konsumsi sorgum sebagai pengganti beras. Dari sisi kesehatan, sorgum lebih rendah gula dibandingkan beras. ”Seharusnya kondisi ini membuat sadar petani untuk mengolah tanaman pangan yang cocok di daerah mereka,” kata Loreta. (Yoga)
ARAL KINERJA ANAK BUMN KARYA
Anak usaha BUMN karya belum kehilangan asa untuk memperbaiki kinerja bisnis yang lesu pada awal tahun ini. Anggaran infrastruktur yang meningkat, rencana konsolidasi BUMN karya, dan strategi internal perusahaan menjadi tumpuan harapan untuk meredam dampak pandemi yang belum mereda. Meski kondisi ekonomi cenderung membaik usai pandemi, kelompok usaha ini membutuhkan waktu lebih panjang untuk bangkit. Namun, sektor ini bukannya tanpa harapan sama sekali. BUMN karya beserta anak usahanya masih menjadi ujung tombak dalam membangun proyek-proyek infrastruktur ambisius pada tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Anggaran infrastruktur yang naik 5,8% menjadi Rp423,4 triliun pada 2024 berpeluang memberikan dampak positif bagi kinerja mereka. Di sisi lain, Kementerian BUMN telah menunjukkan upaya serius untuk menyelamatkan kelompok usaha ini. Terbaru, Kementerian BUMN menargetkan proses perampingan BUMN karya akan selesai pada September 2024 mendatang. Pemerintah akan merampingkan jumlah BUMN karya dari 7 perusahaan menjadi 3 perusahaan.
Rencananya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) akan menjadi induk bagi PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero). Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) akan bergabung ke PT Hutama Karya (Persero). Adapun, PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) dipasangkan dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA). Langkah ini diharapkan bisa menopang proses pemulihan bisnis kelompok usaha ni. Hanya saja, tantangan pemulihan sektor ini memang tidak mudah. Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, mengungkapkan proyek sektor infrastruktur kurang cerah tahun ini karena masih memiliki segudang pekerjaan rumah, yakni restrukturisasi secara fundamental.
Sementara itu, ada enam emiten anak usaha BUMN karya yang tercatat di pasar modal mengalami penurunan laba pada kuartal I/2024. Perusahaan-perusahaan itu adalah anak usaha WIKA, yakni PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE). Selain itu, PT PP Properti Tbk. (PPRO) dan PT PP Presisi Tbk. (PPRE) yang merupakan anak usaha PTPP. Ada pula, PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) yang merupakan anak usaha ADHI. Terakhir, ada PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP), yang merupakan anak usaha WSKT. Dari keenam anak usaha BUMN karya itu, tiga di antaranya bahkan berbalik rugi, yakni WSBP, PPRO, dan PPRE. Presiden Direktur WSBP, FX Poerbayu Ratsunu, menyatakan perseroan berkomitmen untuk mengakselerasi pemulihan kinerja dan kondisi keuangan melalui implementasi program transformasi bisnis. Di sisi lain, Direktur Utama PPRE, I Gede Upeksa Negara, menyatakan perusahaan membidik kenaikan pendapatan sebesar 30% pada 2024. Hal ini seiring dengan arah program penghiliran pemerintah di sektor pertambangan.
Sementara itu, Kementerian BUMN meyakini langkah perampingan BUMN karya dapat membantu mengakselerasi pemulihan kinerja sektor ini, termasuk bagi anak usahanya masing-masing. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga, mengatakan peleburan 7 BUMN karya menjadi 3 entitas akan membuat perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah berjalan sesuai spesialisasinya. Di pasar saham, kinerja anak usaha BUMN karya masih terpuruk dan berada di bawah Rp100. Sebagai gambaran, saham PPRO sudah anjlok 78% year-to-date (YtD) ke level Rp11. Demikian juga WSBP yang turun 77,78% ke level Rp14. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa saham anak usaha BUMN karya tidak cukup menarik untuk dilirik karena fundamental keuangan perusahaan masih di jalur negatif. Head Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, juga memandang bahwa prospek saham anak usaha BUMN karya belum memperlihatkan adanya peluang perbaikan ke depan.
Melindungi Konsumen, Menjaga Investasi
Masuknya pemain baru dalam suatu segmen industri—apalagi jika yang masuk adalah pemain besar, bermodal kuat, beroperasi global, dan berteknologi baru yang maju—selalu menyedot perhatian. Kadangkala hal itu juga menimbulkan tantangan atau bahkan guncangan di segmen industrinya. Agaknya kondisi seperti itulah yang terjadi dengan masuknya Starlink ke pasar layanan internet di Indonesia. Starlink merupakan layanan internet yang diselenggarakan oleh SpaceX, sebuah perusahaan penerbangan luar angkasa milik pesohor dunia, Elon Musk. Layanan internet perusahaan itu disalurkan ke pengguna melalui ribuan satelit orbit rendah. Layanan itu dikenalkan ke publik global sejak 2018 dan saat ini mulai masuk ke Indonesia. Indonesia jelas merupakan pasar besar bagi penyelenggaraan jasa internet.
Jumlah pengguna internet di Indonesia, menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, mencapai 221 juta orang pada 2024. Ini angka yang besar. Jumlah tersebut meningkat 2,8% dibandingkan pada periode sebelumnya yang sebanyak 215 juta pengguna. Jumlah pengguna internet itu setara dengan 79,5% dari total populasi Indonesia. Tingkat penetrasi internet ini lebih tinggi 1,31 persen poin dibandingkan pada tahun lalu yang sebesar 78,19%. Bukan hanya penggunanya yang banyak, pemakaian internet di Indonesia juga besar. Menurut data We Are Social, rata-rata orang Indonesia menggunakan internet selama 7 jam 38 menit setiap harinya. Laporan itu juga menyebut sebanyak 98,9% pengguna internet di Indonesia menggunakan telepon genggam. Melihat trennya, jumlah perusahaan ISP di Indonesia terus meningkat sejak 2016-2022. Jumlah pelanggan internet di Indonesia juga naik terus. Masih mengacu pada data BPS, jumlah pelanggan ISP naik 5,60% menjadi 13,2 juta sepanjang 2022. Jumlah pelanggan ISP di Indonesia didominasi oleh pelanggaran perorangan.
Proporsinya mencapai 91,95% dari seluruh pelanggan ISP. Lalu, 8,03% pelanggan ISP merupakan perusahaan.
Terkait pemerataan dan kesenjangan, misalnya, survei APJII menunjukkan Pulau Jawa memiliki tingkat penetrasi internet sebesar 83,64%. Di sisi lain, penetrasi internet di Pulau Sulawesi menjadi yang terendah nasional yakni 68,35%. Ini belum membandingkan dengan kondisi di kepulauan yang terpencil serta di daerah-daerah dengan kondisi geografis yang relatif sulit dijangkau.
Ada beberapa hal yang dapat menjadi catatan yang perlu menjadi perhatian pemerintah selaku regulator terkait dengan masuknya pemain besar dengan teknologi baru di segmen industri mana pun. Pertama, persaingan usaha sehat.
Kedua, perlindungan konsumen.
Ketiga, terkait dengan aspek yang lebih makro seperti keamanan, perlindungan data, maupun kewajiban terhadap pemerintah.
Minat KPR & Bunga Acuan
Tempat tinggal, apapun bentuk dan ragamnya— landed atau non landed house, merupakan kebutuhan primer manusia. Kekhasan harga yang kian tak terjangkau untuk sebagian orang merupakan pengeluaran terbesar sepanjang hidup. Untuk menyiasati, industri perbankan saat ini banyak menawarkan fasilitas KPR dengan tenor panjang sampai 30 tahun, bahkan 35 tahun. Strategi ini sekiranya cocok didesain bagi kaum muda yang masih mengalami keterbatasan pendapatan. Memang banyak perdebatan dengan panjangnya tenor ini, di mana akumulasi beban bunga pasti semakin besar. Namun, ini merupakan jalan terbaik saat banyak generasi muda susah memiliki properti. Secara makro industri KPR nasional—yang nyata berkorelasi atau trickle down effect ke industri pendukung lain—masih terbatas sumbangannya pada PDB. Data dari CEIC mengatakan bahwa rasio sumbangan KPR terhadap PDB Indonesia hanya 3%, masih kalah dibanding peers seperti Thailand sebanyak 22,3%, atau bahkan Malaysia sebesar 38,4%. Pemangku kebijakan, misalnya BI, terus mencermati hal ini. Terlebih sektor kredit atau pembiayaan perumahan memiliki daya ungkit tinggi dalam perekonomian. Selain daya ungkitnya yang sarat akan padat karya padat modal, pemilihan sektor perumahan ini beralasan, mengingat risiko kredit reratanya yang relatif terjaga sebesar 3% s/d 4% dalam 4 tahun belakangan.
Hal tersebut disertai pertumbuhan penjualan sektor perumahan yang relatif terakselerasi secara baik, terlebih pasca-pandemi. Khusus untuk tahun lalu, data menunjukkan pertumbuhan KPR cukup menggembirakan dengan rerata pertumbuhan 12% yoy, yang merupakan raihan angka tertinggi sejak 2019. Dilihat dalam rentang 5 tahun serta dari segi ukurannya, KPR rumah tapak menengah (> 21 - 70) mendominasi pertumbuhan penjualan dibandingkan tapak kecil ( 21) maupun besar (> 70) yang keduanya sempat terkoreksi dalam saat pandemi. Saat ini ketiganya berangsur membaik dengan perkembangan berturut-turut 8,42% yoy, 47,43% yoy, dan 18% yoy. Membaca data Survei Harga Properti Residensial (SHPR) BI terkini, di mana penjualan properti residensial pada triwulan IV 2023 meningkat 3,27% yoy dibanding triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 6,59% yoy, menjadi premis bahwa angka penjualan rumah masih akan tetap kuat. Pun, KPR diproyeksikan akan tetap tumbuh pada 2024, mengingat dari total seluruh pembelian rumah, 75,89% didanai dengan skema KPR. Data paling baru, yakni Survei Konsumen 2024, menguatkan premis tersebut.
Salah satu komponen pembentuk survei yaitu indeks pembelian barang tahan lama, termasuk di dalamnya properti, pada Maret 2024 sebesar 111,4 yang meningkat dibanding bulan sebelumnya 110,6.
Dari sisi moneter, industri perbankan yang dinilai berperan aktif menyalurkan pembiayaan atau kredit kepada sektor bermultiplier effect seperti properti, memperoleh insentif melalui skema kebijakan KLM. Insentif likuiditas berbentuk pelonggaran kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) yang ada di BI diharapkan menjadi tambahan likuiditas perbankan yang nantinya akan kembali disalurkan dalam bentuk kredit atau pembiayaan. Data per April 2024 menyebut, realisasi KLM memberikan tambahan likuiditas perbankan sebesar Rp81 triliun sehingga total insentif menjadi Rp246 triliun. Diproyeksikan, sampai akhir 2024 tambahan likuiditas dari KLM dapat mencapai Rp115 triliun, sehingga secara total insentif yang diberikan menjadi Rp280 triliun.
PERESMIAN KANTOR BARU : PIP Perlu Akomodatif ke UMKM
Kementerian Keuangan meminta Pusat Investasi Pemerintah mulai mengubah model bisnis dengan mengakomodasi pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan permintaan itu disampaikan kepada Badan Layanan Usaha (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) guna menjangkau jutaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang belum mendapatkan akses pembiayaan. “Kita selalu mengatakan jumlah UMKM ada 64 juta, yang bisa akses kredit berapa persen, yang belum mendapatkan akses sekian persen, itu jumlahnya jutaan,” tuturnya dalam sambutan Peresmian Kantor Baru PIP di Kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (17/5).
Sri Mulyani menegaskan bahwa sebelumnya PIP telah menyampaikan bisnis model baru, tetapi belum konklusif seperti harapannya. Di sisi lain, dirinya menekankan dalam menentukan bisnis model, perlu melihat kapasitas PIP, hubungan dengan lembaga intermediari atau langsung ke UMKM, dan kemampuan dari manajemen risiko PIP. Sri Mulyani telah mengungkapkan UMKM belum memberikan dampak yang besar terhadap ekonomi karena banyak yang belum mampu melakukan ekspor akibat terbentur masalah pembiayaan. Menkeu mencatat setidaknya terdapat 29,2 juta UMKM yang tidak mampu mengakses pembiayaan.
Per Kamis (16/5) pukul 14.00 WIB, PIP telah penyaluran kredit ultra mikro (UMi) mencapai Rp37,63 triliun. Jumlah tersebut naik Rp620 juta dari periode 28 April 2024 yang kala itu mencapai Rp37,31 triliun.
INDUSTRI PERBANKAN : BANK DIGITAL CICIPI SEGMEN KORPORASI
Sejumlah pemain bank digital di Indonesia mulai melebarkan sayap bisnisnya dengan menyasar pemberian kredit kepada segmen korporasi.
PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR), misalnya, siap untuk melakukan diversifikasi portofolio kredit dengan memasuki segmen korporasi dan komersial sebagai target pasar baru. Senior Vice President of Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan langkah itu dilakukan untuk menyeimbangkan portofolio kredit. Dengan diversifi kasi, perseroan dapat menyusun portofolio yang seimbang dan mengurangi risiko konsentrasi dalam satu segmen. Dia melanjutkan risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang ditanggung perbankan cenderung lebih rendah kendati bunga di segmen itu lebih kecil daripada segmen konsumer.
Terkait fokus segmen industri yang disasar, David mengatakan perseroan membuka peluang pada seluruh segmen industri, dengan terus selektif memilih perusahaan yang punya kualitas kredit baik. Sejauh ini, Bank Amar melakukan pendekatan yang berfokus pada inovasi yang disebut Collaborative Embedded Banking and Finance. Dengan Inovasi itu, imbuhnya, berbagai pemain non-perbankan dapat menyematkan layanan perbankan digital ke dalam platform ekosistem digital mereka.
Tak hanya AMAR, geliat membukukan profi t juga dilakukan oleh PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB). Direktur Bisnis BNC Aditya Windarwo mengakui ada sejumlah keuntungan kala membidik segmen korporasi.
Dia memberikan pandangan bahwa dengan menyasar segmen korporasi dengan ukuran pinjaman yang lebih besar dan tenor yang lebih panjang, bank dapat mengoptimalkan pendapatannya. “Satu loan size corporate itu langsung di atas Rp50 miliar, Rp100 miliar. Lalu, kalau nature consumer loan itu tenornya pendek, misal satu, tiga lalu enam bulan. Sementara korporat [tenor] minimal 12 bulan,” ucapnya. Ke depan, menurut Aditya, dengan diversifikasi portofolio ini akan terjadi penyesuaian margin bunga bersih (net interest margin/NIM) dan perbaikan laba sebelum pajak alias profi t before tax (PBT).
Direktur Utama Allo Bank Indra Utoyo mengatakan, dalam mengembangkan bisnis ini, bank membangun sinergi dengan Group CT Corpora dan mitra bisnis strategis lainnnya dalam mengembangkan ekosistem digital.
Adapun, BBHI merupakan lini bisnis perbankan yang dikuasai Chairul Tanjung melalui Mega Corpora. Selain Allo Bank, konglomerat ini juga memiliki bank lain secara langsung maupun tidak langsung, yaitu PT Bank Mega Tbk. (MEGA), PT Bank Mega Syariah, Bank Sulteng, dan Bank Sulutgo.
Sementara itu, Senior Faculty Lembaga Pengembangan PerbanKan Indonesia (LPPI) Moch. Amin Nurdin tak menampik fakta bahwa segmen ini menjadi sangat menggiurkan, utamanya di era suku bunga yang tinggi.
Selama ini, mayoritas bank digital Indonesia masih berfokus pada segmen ritel atau konsumer, baik langsung maupun dengan skema channeling. Amin mencatat bank besar sudah menjadi pemain awal yang menjajaki segmen korporasi dengan layanan digitalnya, seperti Kopra Mandiri.
Besarnya potensi segmen korporasi tercermin dari survei Bank Indonesia (BI) yang mencatat permintaan kredit dari segmen korporasi terus melaju pada Maret 2024. Bahkan, permintaan kredit korporasi masih menjanjikan dalam tiga bulan mendatang. Berdasarkan Survei Penawaran dan Permintaan Pembiayaan Perbankan yang dirilis oleh BI, kebutuhan pembiayaan korporasi pada Maret 2024 terindikasi meningkat tecermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 25,3%, meningkat pesat dibandingkan SBT 11,1% pada Februari 2024.
AKSI KORPORASI : SOLA Siap Garap Proyek PLN
Emiten yang bergerak di sektor energi, PT Xolare RCR Energy Tbk., siap membidik proyek pembangkit listrik milik PT PLN setelah sukses menyelesaikan pembAngunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Raja Ampat sebesar Rp25,53 miliar. Direktur Utama PT Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA) Mochamad Bhadaiwi mengatakan SOLA telah merampungkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui anak usaha PT Bumiraya Energi Hijau (BEH) senilai Rp25,53 miliar. Menurutnya, PLTS berkapasitas 495 KWp dan 2.000 kWh baterai yang dikerjakan oleh anak usaha SOLA tersebut dimiliki oleh perusahaan pertambangan nikel di Pulau Gag, yakni PT Gag Nikel.
Nantinya, keberadaaan PLTS tersebut menjadi sumber listrik bagi kebutuhan town site pertambangan nikel perusahaan yang dikendalikan oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) tersebut. Optimalisasi pemanfaatan sumber listrik dari tenaga surya itu diyakini bisa mengurangi konsumsi bahan bakar pada generator diesel berkapasitas 3x250 kWh. Bahkan, Bhadaiwi menyatakan bahwa penggunaan PLTS sebagai sumber energi terbarukan tersebut bisa menghasilkan listrik sebesar 876.76 MWh per tahun, sehingga bisa mengurangi emisi CO2 mencapai 527,83 tCO2 per tahun.
Saat ini, dia mengungkapkan SOLA menargetkan pengerjaan sejumlah proyek Independent Power Producer (IPP) PLTS di PT PLN (Persero) dan PLTS Atap untuk konsumen komersial/industrial dan residensial dengan skema zero capex. Selain itu, Perseroan juga tengah membidik proyek-proyek konstruksi pembangunan PLTS di Indonesia, sejalan dengan komitmen SOLA untuk menjadi salah satu pemain utama di bisnis EBT.
erlebih lagi, tegas dia, kegiatan operasional perseroan sejauh ini juga tidak terlepas dari upaya mendukung program pemerintah yang terkait dengan pembangunan infrastruktur energi, terutama pengembangan solar PV. Seperti diketahui, energi surya menjadi salah satu sumber energi alternatif. Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat potensi energi matahari di Indonesia mencapai 4,8 KWh/m2 atau setara 112.000 GWp. Akan tetapi, Kementerian ESDM mencatat pemanfaatannya hanya sebesar 10 MWp.
ATURAN LARTAS : URAI KONGESTI, BELEID IMPOR DIREVISI LAGI
Pemerintah akhirnya merevisi lagi aturan pengetatan izin impor barang di Indonesia guna menyelesaikan tertahannya 26.000 boks peti kemas di pelabuhan utama Tanah Air. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan memfokuskan penyelesaian permasalahan izin impor dan kongesti di pelabuhan akibat tertahannya 26.000 boks kontainer. Menurutnya, jumlah kontainer yang tertahan belum bisa mengajukan dokumen impor karena belum terbitnya perizinan impor (PI) dan peraturan teknis (pertek). Jumlah kontainer terbanyak berada di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 17.304 boks kontainer dan Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 9.111 boks kontainer. Menurutnya, komoditas yang tertahan terdiri atas besi baja, tekstil, produk tekstil, produk kimia, produk elektronik, dan komoditi lainnya yang untuk importasinya memerlukan perizinan impor (PI dan pertek). Untuk menyelesaikan kedua permasalahan tersebut,
Airlangga yang menggantikan sementara Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang sedang bertugas ke Peru, mengatur kembali Revisi Permendag No. 36/2023. Airlangga melaporkan telah mengundangkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.8/2024 yang merupakan revisi dari Permendag No. 36/2023, yang sebelumnya juga telah direvisi melalui Permendag No. 3/2024 dan No.7/2024. Airlangga yang bertindak sebagai Mendag Ad Interim menegaskan ketetapan tersebut merupakan hasil rapat dirinya bersama Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jumat (17/5). Sejak pemberlakuan Permendag No. 36/2023 jo. 3/2024 jo. 7/2024 per tanggal 10 Maret 2024, terdapat kendala dalam proses perizinan impor, sehingga mengakibatkan penumpukan kontainer di beberapa pelabuhan utama. Menurutnya, Jokowi memberi arahan segera dilakukan revisi terhadap Permendag No.36/2023 yang telah direvisi menjadi No.3/2024 dan No.7/2024.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan transparansi pembagian kuota yang minim menjadi musabab. Selama ini, rekomendasi impor diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dari hasil pertimbangan teknis yang memverifikasi kemampuan produksi industri dan kebutuhan nasional. Pertek menjadi langkah awal untuk mendapatkan persetujuan impor (PI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mengatur larangan terbatas (lartas) impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 36/2023 yang direvisi menjadi Permendag No. 3/2024.
BANDARA VVIP : Bina Karya Garap Kawasan Industri IKN
PT Bina Karya (Persero) siap mengembangkan kawasan industri di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur bekerja sama dengan Badan Bank Tanah. Direktur Utama PT Bina Karya Boyke Prasetyanto mengatakan wilayah hak pengelolan laha (HPL) Badan Bank Tanah merupakan area penyangga yang cukup dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) IKN sehingga potensial guna mendorong pengembangan dan pertumbuhan di Ibu Kota Negara. “Kenapa kami ingin sekali bekerja sama dengan Badan bank Tanah, karena ada beberapa fungsi yang diminati investor akan lebih tepat dilakukan di HPL Badan Bank Tanah. Salah satunya industrial estate,” ucapnya dalam keterangan, Jumat (15/5).
Selain itu, Boyke menyampaikan bahwa ada minat dari beberapa developer yang akan membangun rusun atau rumah tapak untuk kepentingan non-ASN yang bukan kategori high end, tetapi medium to low. Terakhir, Boyke menuturkan bahwa kehadiran Bandara VVIP IKN di HPL Badan Bank Tanah diharapkan ke depannya dapat dikembangkan tidak hanya untuk melayani penumpang tetapi juga logistik. Selain itu, Aerowisata di Bandara VVIP IKN juga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai upaya meningkatkan pariwisata di PPU.
Badan Bank Tanah menyampaikan bakal memperluas area pembangunan Bandara VVIP di IKN di Kalimantan Timur untuk menggairahkan daerah penyangga Nusantara.Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja menyatakan perluasan pembangunan Bandara VVIP menjadi 621 hektare bakal dilakukan di area HPL Bank Tanah.Dalam rangka percepatan pengembangan IKN tersebut, Badan Bank Tanah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
UANG PELICIN WTP : BPK Periksa SYL
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan SYL terkait dugaan pelanggaran kode etik auditornya dalam pengondisian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di laporan keuangan Kementerian Pertanian. Sekadar informasi, dugaan praktik suap opini WTP di Kementan terungkap dalam sidang perkara pemerasan dan gratifikasi dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan lembaganya turut memfasilitasi pemeriksaan SYL oleh Tim Inspektorat Utama BPK dalam perkara dugaan pelanggaran etik dimaksud.
Mereka antara lain mantan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono dan mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Muhammad Hatta. Dalam catatan Bisnis, dugaan permintaan uang oleh auditor BPK pada Auditorat Utama Keuangan IV itu awalnya diungkap oleh saksi Sekretaris Ditjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Hermanto. Dia dihadirkan pada sidang kasus SYL, Kasdi dan Hatta, Rabu (8/5).









