Seberapa Penting Usia Pensiun Polisi Diperpanjang
Indonesia Serukan Perairan Berkelanjutan di WWF 2024
Aksi Demagog di panggung Politik
Pabrik Gula Diimbau Beli Tebu Petani Rp 690 Ribu per Ton
Ilusi Panitia Seleksi KPK
Lesu Darah Industri Sepatu
Relaksasi Izin Impor untuk Atasi Penumpukan Peti Kemas
Sebanyak 17.304 peti kemas tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan 9.111 peti kemas di Tanjung Perak, Surabaya. Bea dan Cukai akan mengeluarkan peti kemas tersebut secara bertahap. Pemerintah menerbitkan Permendag No 8 Tahun 2024 untuk merelaksasi perizinan impor demi mengatasi penumpukan peti kemas di beberapa pelabuhan. Beleid itu hanya mengatur barang-barang komersial, sedangkan barang penggunaan pribadi dikeluarkan dari regulasi tersebut. Dengan adanya regulasi ini, Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai bisa segera melepas komoditas yang telah diatur dalam permendag terbaru.
”Dengan arahan Pak Presiden kemarin, untuk menyelesaikan permasalahan perizinan impor, telah diterbitkan Permendag No 8/2024 dan hari ini diharapkan kontainer yang tertumpuk bisa segera diselesaikan,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakut, Sabtu (18/5). Rabu lalu, dalam rapat di Istana Kepresidenan, dibahas langkah reformasi Ditjen Bea dan Cukai yang akan dilakukan secepat-cepatnya sebelum masa jabatan Presiden Jokowi berakhir pada Oktober 2024. Pemerintah akan mengevaluasi lembaga tersebut untuk merespons berbagai kasus yang viral dan keluhan yang menyeret institusi tersebut. Perbaikan yang dilakukan mulai dari merevisi berbagai regulasi lintas kementerian/lembaga, membuat sistem dan prosedur operasi standar baru, sampai mengevaluasi kinerja petugas di lapangan.
Dalam permendag terbaru ini, komoditas besi dan baja serta turunannya, juga tekstil dan turunannya, yang masuk pada 10 Maret 2024 dikecualikan dari ketentuan pengaturan impor sehingga hanya perlu memenuhi laporan surveyor (LS). Komoditas lain, seperti tas dan elektronik, akan mendapat relaksasi impor pula. Jika sebelumnya perlu persetujuan impor melalui peraturan teknis (pertek) dan LS, saat ini hanya butuh LS. ”Sabtu, Minggu, dan hari libur tetap bekerja. Jadi, supaya semua bekerja 24 jam, mengeluarkan barang sekitar 17.000 peti kemas sampai barang ini selesai. Jadi, walau itu hari Minggu, walau ada libur, arahan Presiden supaya barang ini dapat segera dikeluarkan,” tutur Airlangga. (Yoga)
Mimpi Satu Aplikasi untuk Pelayanan Publik
Keberadaan aplikasi serba otomatis biasanya disukai oleh masyarakat karena memudahkan kerja dan aktivitas sehari-hari. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, justru membuat rumit. Keberadaan 27.000 aplikasi layanan publik yang dioperasikan oleh kementerian, lembaga, dan pemda, sering membuat masyarakat kerepotan. Karena itu, pemerintah berencana mengintegrasikan semua itu ke dalam satu aplikasi. Sebuah mimpi besar yang menantang, tetapi diyakini mampu menyelesaikan masalah birokrasi dan pelayanan publik yang selama ini masih dikenal berbelit-belit dan berbiaya tinggi. Pada Rabu (15/5) di Jakarta, Menteri PAN/RB Abdullah Azwar Anas mengenalkan prototipe aplikasi itu melalui perangkat elektroniknya. Dengan antusias, ia menjelaskan rencana akselerasi transformasi digital melalui portal satu pintu pelayanan publik tersebut.
Azwar Anas mengatakan, selama ini setiap kementerian, lembaga, dan pemda mengeluarkan berbagai jenis aplikasi yang tidak terhubung satu dengan lainnya. Di Kemenkes, misalnya, terdapat 400 aplikasi puskesmas. Aplikasi-aplikasi itu tidak terkoneksi satu dengan lainnya sehingga kerap merepotkan masyarakat. ”Rakyat harus install aplikasi, mengisi data, install lagi, isi data lagi. Rakyat bukannya semakin terbantu, tetapi malah semakin rumit,” tutur politikus PDI Perjuangan ini. Ada sembilan prioritas layanan dalam aplikasi itu nantinya. Pertama adalah digital ID atau IKD. Prioritas selanjutnya, pertukaran data, pembayaran digital, dan layanan administrasi ASN. Selain itu, terdapat pula prioritas layanan SIM online dan perizinan keramaian dari Polri, layanan bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga layanan pendidikan. Keberadaan aplikasi yang terkoneksi satu dengan lainnya sangat penting bukan saja untuk memperlancar layanan publik, melainkan juga mendukung pembangunan.
Sejumlah negara besar, seperti Australia, Inggris, Estonia, dan India, telah sukses membangun portal satu pintu. Hasilnya, negara-negara yang mampu mengimplementasikan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) punya kemampuan yang meningkat di bidang pemberantasan korupsi, kemudahan berusaha, dan penyelenggaraan penegakan hukum. Di India, pembangunan portal satu pintu berhasil mempercepat proyeksi pertumbuhan ekonomi dari rencana 47 tahun menjadi 7 tahun. Di Estonia, pertumbuhan per kapita meningkat 10 kali lipat dalam 20 tahun. Portal layanan satu pintu di Inggris dapat diakses melalui https://www.gov.uk/. Portal yang dikelola oleh Government Digital Service (GDS) di bawah Kantor Perdana Menteri Inggris ini berhasil mengintegrasikan 2.000 lebih situs web menjadi satu portal. Portal ini menampung lebih dari 7.700 layanan dalam satu kali log in. (Yoga)
Arab Saudi Gelar Peragaan Baju Renang
Arab Saudi untuk pertama kali menggelar ajang peragaan busana yang menampilkan model-model baju renang di Pulau Ummahat, kawasan resor Laut Merah, Jumat (17/5). Bagi negara yang beberapa tahun silam hanya mengenal busana abaya bagi warga perempuan di area publik, terobosan Arab Saudi tersebut menjadi lompatan sejarah yang berani. Digelar di tepi kolam renang, ajang peragaan itu menampilkan karya-karya desainer Maroko, Yasmina Qanzal. Sebagian besar model yang memamerkan baju renang dengan warna beragam tampil dengan bahu terbuka. Sebagian dari mereka memperlihatkan perut dan bagian bawah tubuh mereka. ”Benar, negara ini sangat konservatif, tetapi kami berupaya memperlihatkan baju renang elegan yang mencerminkan dunia Arab,” ujar Qanzal kepada kantor berita AFP.
”Ketika datang ke sini, kami paham bahwa peragaan busana baju renang di Arab Saudi ini menjadi momen bersejarah karena baru pertama kali ini ajang tersebut digelar di sini,” lanjutnya. Qanzal mengaku merasa terhormat terlibat dalam peragaan busana itu. Peragaan tersebut berlangsung pada hari kedua ajang perdana Red Sea Fashion Week di St Regis, kawasan resor Laut Merah, di pantai barat Arab Saudi. Kawasan resor ini merupakan bagian dari megaproyek Red Sea Global, jantung program reformasi bidang sosial dan ekonomi dalam Visi Arab Saudi 2030 yang digulirkan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). MBS, berada di peringkat pertama untuk menggantikan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud pada 2017. Sejak itu, ia menginisiasi serangkaian reformasi dramatis di bidang sosial. Hal ini dia lakukan untuk mengubah citra puritan dan konservatif Arab Saudi, yang sebelumnya lekat dengan ajaran-ajaran Wahabi.
Perubahan yang digulirkannya, antara lain, menghapus polisi agama yang biasa mengusir para penduduk laki-laki dari mal-mal agar mau shalat, lalu memperbolehkan kembali hiburan bioskop, dan menggelar festival-festival musik yang boleh ditonton bersama-sama oleh warga pria ataupun perempuan. MBS juga mengizinkan perempuan menyetir sendiri kendaraan dan bekerja di sektor-sektor publik. Ajang ini merupakan bagian dari upaya Arab Saudi membuka diri kepada dunia luar serta upaya mengembangkan industri busana dan sektor pariwisata. Data Komisi Fashion Arab Saudi yang dirilis pada tahun 2023 menunjukkan, nilai industri fashion negara itu pada 2022 mencapai 12,5 miliar USD atau 1,4 % dari PDB nasional. (Yoga)
Geliat China yang Kian Menakutkan AS
CEO Ford Motor Company Jim Farley harus terus memutar otak. Laba perusahaan anjlok. Laporan keuangan kuartal I-2024, Rabu (15/5) memperlihatkan penurunan laba signifikan, hanya 1,3 miliar USD, turun 24 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Farley mengakui bisnis kendaraan listrik Ford sebagai hambatan terbesar bisnis mereka. Bahkan, menyusul kerugian dalam penjualan kendaraan listriknya, Ford berpotensi mengalami kerugian operasional 5,5 miliar USD akibat penjualan yang tak maksimal. Untuk mengurangi potensi kerugian, Liz Door yang bertanggung jawab pada mata rantai suplai bahan baku produksi Ford Motor Co, Kamis (16/5) mengeluarkan memo yang berisi agar pemasok barang pembuatan kendaraan listrik mengurangi biaya produksinya. Ford juga memutuskan menunda peluncuran kendaraan listrik barunya, dari rencana semula tahun 2025 menjadi tahun 2027.
Belum sempat menarik napas, Ford dan seluruh industri otomotif AS harus memutar otak lebih keras. BYD (baca: Bi Ya Di), produsen asal China, meluncurkan Shark, truk double cabin hibrida untuk pasar Amerika Utara. Meksiko menjadi pusat produksi dan distribusi. Perwakilan BYD wilayah Amerika Utara, Stella Li, menolak anggapan bahwa pemilihan Meksiko untuk menyasar pasar AS. BYD, sebut Li, saat ini tak memiliki rencana memasuki pasar AS. Li menyebut, pemilihan Meksiko karena pertumbuhan pasar yang besar di negara tersebut dan kawasan Amerika Utara, di luar AS. Tapi, semua mafhum bahwa Meksiko adalah pintu gerbang negara-negara ketiga untuk masuk ke pasar AS.
Aliansi Perusahaan Manufaktur AS sudah mengeluarkan peringatan jika produk otomotif China, termasuk BYD, berhasil menembus pasar AS. ”Masuknya kendaraan China bisa membawa kepunahan otomotif AS,” tulis organisasi tersebut dalam sebuah laporan. Bos Tesla, Elon Musk, mengatakan, dengan produk bagus dan kompetitif, perusahaan otomotif China, termasuk BYD, akan berhasil menguasai pasar di luar daratan China. ”Sejujurnya, jika hambatan perdagangan tidak ditetapkan, mereka akan menghancurkan sebagian besar perusahaan lain di dunia. Mereka sangat bagus,” katanya. BYD sejak akhir tahun telah merebut mahkota penjualan kendaraan listrik global dari Tesla. Tesla berada di urutan ke dua dan dikelilingi produsen otomotif asal China lain yang masuk dalam daftar 10 besar penjualan kendaraan listrik global. Menyusul Eropa, Jepang, dan Korsel.
Orang nomor 1 di Stellantis, induk perusahaan otomotif AS, Chrysler, Carlos Tavares, mengatakan, pesaing nomor 1 mereka adalah produsen mobil asal China. Dia menyebut, sekarang adalah era pertarungan besar industri mobil global versus produsen otomotif China. Ancamannya tidak terbatas pada volume ekspor. Produk-produk yang dikeluarkan banyak pabrikan otomotif China memiliki desain modern, futuristis, dan disematkan banyak teknologi terbaru, membuat pabrikan dari negara lain jauh tertinggal. Selain design and build, kualitas yang tergolong apik serta harga yang terjangkau juga membuat orang berpaling pada produk otomotif China. Seagull, yang baru diluncurkan BYD. Meski belum masuk pasar AS, kemampuan BYD untuk memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai dengan banderol harga di bawah 12.000 USD atau Rp 193,2 juta mencengangkan.
Dengan kapasitas baterai sebesar 38,8 KWH, mobil berkapasitas empat-lima penumpang ini diklaim bisa menempuh jarak hingga 405 km. ”Ini adalah mobil-mobil yang membuat saya takut. Bagaimana kita bisa memotong setengah harga kendaraan listrik? China sudah melakukannya,” kata Kristin Dziczek, penasihat kebijakan otomotif Federal Reserve Bank of Chicago cabang Detroit. Proteksi jadi pilihan Di saat pabrikan otomotif AS masih membutuhkan waktu untuk menyaingi China, Gedung Putih tak punya cara lain kecuali menghambatnya, selain menerapkan tarif tinggi pada produk kendaraan listrik China. Selasa lalu, Presiden AS Joe Biden menaikkan tarif bea masuk produk asal China, termasuk kendaraan listrik, dari 25 % menjadi 100 % mulai tahun 2025. (Yoga)









