;

Pertumbuhan Rumah Tapak

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Proyek pembangunan perumahan sedang berlangsung di kawasan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/7/2024). Memasuki paruh kedua tahun 2024, pemerintah memberlakukan insentif properti berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 50 persen. Insentif PPN sebesar 50 persen mulai semester II (Juli-Desember) 2024 menurun jika dibandingkan dengan PPN DTP periode Februari-Juni 2024 yang sebesar 100 persen (Yoga)


Kembali Cetak Prestasi di Kancah Global, BRI jadi Bank Nomor 1 di Indonesia Versi The Banker Top 1000 Banks 2024

Yuniati Turjandini 15 Jul 2024 Investor Daily (H)
Media ekonomi dan keuganan terkemuka di dunia yang berbasis di London, The Banker, telah merilis daftar Top 1000 Banks 2023 pada rabu, 10 Juli 2024. Dalam daftar tersebut, tercatat 26 bang\k berasal dari Indonesia dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menduduki peringkat serta berperingkat 110 secara global. Top 1000 Banks 2023 tersebut berisikan 1000 bank terbaik di seluruh dunia, dengan paremeter penilaian Tier 1 Capital, Aset, Profit pre tax, Capital Asset Ratio, Return on Capital dan Return on Asset.  Dalam rilisnya, Editor The Banker Kimberly Long mengungkapkan saat ini bank-bank di Indonesia sedang menikmati periode peningkatan Tier 1 Capital, yang didukung oleh periode pertumbuhan ekonomi yang kuat dan kondisi yang stabil. (Yetede)

Insentif ”Family Office” dan Keadilan Pajak

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Pemerintah melalui Menko Marvest mewacanakan untuk menarik investasi keluarga ultrakaya melalui satgas kantor keluarga atau family office, sebagai upaya menarik kekayaan dari negara lain guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menko Marvest menyebut populasi individu ultrakaya di Asia bertumbuh 38,3 % selama periode 2023-2028. Ia melihat ini sebagai kesempatan bagi Indonesia untuk menarik pemasukan berupa investasi dari keluarga superkaya melalui family office. Menurut laporan The Economist Intelligence Unit dan DBS Private Bank, saat ini diperkirakan ada 10.000 single-family office dan 5.000 multi-family office di seluruh dunia. Dalam satu dekade terakhir jumlah familly office meningkat sepuluh kali lipat, dengan pertumbuhan paling pesat terjadi di kawasan Asia-Pasifik, yakni naik 44

Hong Kong dan Singapura menjadi destinasi terbesar untuk family office. Mayoritas dana yang dikelola oleh family office di HongKong dan Singapura justru diinvestasikan pada sektor keuangan ketimbang sektor riil. Ini menjadi bukti bahwa sektor keuangan lebih dilirik ketimbang sektor riil. Dengan sumber daya dan kualifikasi mayoritas tenaga kerja di Indonesia, pemerintah mengharapkan mayoritas investasi diarahkan ke sektor riil. Namun, kenyataannya, banyak family office lebih memilih untuk berinvestasi di sektor keuangan yang menawarkan likuiditas dan pengembalian yang lebih cepat ketimbang di sektor riil. Ironisnya, Indonesia bukan destinasi ideal untuk berinvestasi di pasar keuangan.

Sistem keuangan dan infrastruktur yang masih tertinggal, in stabilitas regulasi, persoalan transpransi, tata kelola yang buruk, serta volatilitas pasar yang tinggi menjadikan Indonesia kurang dilirik investor asing. Minimnya daya tarik yang ditawarkan menyebabkan pemerintah menjatuhkan pilihan pada insentif pajak sebagai satu-satunya daya Tarik, dimana pemerintah akan memberikan pembebasan pajak bagi kelompok ultrakaya yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi pendirian family office. Pajak adalah pilar utama yang menopang fondasi keadilan sosial, tak hanya sumber pendapatan negara, tapi juga instrument yang dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketika kebijakan pajak lebih berpihak pada golongan ultrakaya, peran pajak sebagai instrumen pengendalian kesenjangan ekonomi menjadi lemah dan merugikan mayoritas masyarakat yang seharusnya dilindungi sistem perpajakan yang adil. Pemberian insentif kepada kelompok ultrakaya yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi family office, perlu dikaji secara matang. Pajak seharusnya berperan penting dalam menanggulangi kesenjangan ekonomi dan membangun masyarakat yang lebih adil. (Yoga)


Disoroti, Penurunan Tarif Tiket Pesawat

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Kemenko Kemaritiman tengah menyusun rencana efisiensi biaya penerbangan dan menurunkan harga tiket pesawat. Langkah-langkah yang disiapkan akan dijalankan di bawah supervisi Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional. Pimpinan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merespons positif rencana tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada aspek lain yang selama ini membebani maskapai penerbangan sehingga efisiensi tak optimal. ”Dukung saja (rencana Kemenko Kemaritiman), tetapi yang menjadi masalah kami adalah tarif batas atas (TBA). Sudah lima tahun enggak naik. Inflasi, dollar AS, dan avtur sudah naik.

Ada yang melanggar TBA, tapi dibiarkan,” tutur Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (14/7). Idealnya, menurut Irfan, TBA direvisi kemudian diserahkan pada mekanisme pasar. Untuk itu, ia menanti koordinasi lanjutan dengan Kemenko Kemaritiman serta kementerian-lembaga negara dan pemangku kepentingan lain guna menindaklanjuti upaya efisiensi penerbangan dan penurunan harga tiket. Rencana efisiensi biaya penerbangan dan penurunan harga tiket pesawat itu disampaikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, melalui akun Instagram-nya, Kamis (11/7).

Di akun media sosialnya, Luhut menyampaikan, harga tiket penerbangan cukup tinggi sebagaimana dikeluhkan banyak orang akhir-akhir ini. Penyebabnya, aktivitas penerbangan global telah 90 % pulih dibanding sebelum pandemi. Berdasar data Asosiasi Perhubungan Udara Internasional (IATA), menurut Luhut, terdapat 4,7 miliar penumpang global atau 200 juta penumpang lebih banyak ketimbang 2019. ”Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dan negara berpenduduk tinggi, harga tiket penerbangan Indonesia jadi yang termahal kedua setelah Brasil,” kata Luhut. (Yoga)


Dana Abadi Pariwisata untuk Menarik Turis Asing

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Turis asing terlihat riang gembira mengeksplorasi kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta, dengan menggunakan perahu, pada Hari Minggu (14/7/2024). Pemerintah akan membentuk dana abadi pariwisata demi mendukung pariwisata berkualitas dan mendorong kehadiran lebih banyak turis asing ke Indonesia. Sebagai dana awalan, pemerintah bakal mengalokasikan anggaran dengan nilai hingga Rp 2 triliun. (Yoga)

”Food Estate” dan Ekonomi Singkong

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Diskusi kelompok terarah (FGD) bertajuk ”Meninjau Ulang Kebijakan Subsidi Pupuk” yang digelar harian Kompas bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jakarta pada 10 Juli 2024, mempertemukan perwakilan Kementan, DPR, organisasi petani, dan akademisi. Lelucon soal food estate atau lumbung pangan singkong lahir dari interaksi dua pembicara, yakni Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa dan Sekjen Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Heri Soba. ”Kami senang sekali ketika pemerintah membangun food estate singkong di Gunung Mas, Kalteng. Namun...,” kata Heri. Belum tuntas Heri bicara, Dwi Andreas menimpali. ”Yang ditanam singkong, yang tumbuh justru jagung,” ujar Dwi yang diikuti gelak tawa peserta FGD.

Pemerintah pernah mencetak food estate singkong di Kabupaten Gunung Mas di lahan seluas 600 hektar (ha) yang dimulai November 2020 dengan target luas lahan 31.000 ha. Namun, sepanjang 2021-2023, komoditas dengan usia panen 6-10 bulan itu tak pernah menghasilkan. Banyak singkong tidak tumbuh ideal lantaran tanah bekas hutan hujan tropis yang dibabat itu didominasi pasir. Guna menutupi kegagalan itu, pemerintah menggantinya dengan jagung. Menurut Heri, sejak 2022, singkong telah dicoret dari daftar komoditas pengguna pupuk bersubsidi. Ia berharap pemerintah memasukkan kembali singkong ke daftar komoditas pengguna pupuk bersubsidi.

Alasannya, potensi singkong dan produk olahannya di dalam dan luar negeri cukup besar. Singkong juga merupakan tanaman pangan alternatif penunjang diversifikasi pangan nasional. Selain itu, banyak industri yang membutuhkan singkong, baik untuk bahan baku tepung tapioka maupun makanan jadi. ”Bahkan, singkong menjadi bahan baku utama aneka makanan tradisional di sejumlah daerah di Indonesia,” kata Heri. Berdasarkan data Market Research Future, nilai pasar singkong global pada 2022 mencapai 175,9 miliar USD dan diperkirakan tumbuh menjadi 183,25 miliar USD pada 2024 dan 254,28 miliar USD pada 2032. Dalam periode 2024-2032, tingkat pertumbuhan tahunannya 4,18 %.

Pertumbuhan nilai pasar singkong global itu tak lepas dari permintaan singkong dan produk turunannya untuk bahan baku dan penolong sejumlah industri. Industri makanan-minuman membutuhkan singkong beku dan kering, tepung tapioka, dan gula singkong untuk pemanis minuman. Industri benang, tekstil, dan produk tekstil juga membutuhkan pati (tepung) singkong. Di industri kertas, pati singkong dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kertas dan meningkatkan produksi bubur kertas. Sayangnya, Indonesia yang memiliki banyak sumber lahan untuk tanaman singkong kurang mengoptimalkan ekonomi singkong. Dalam lima tahun terakhir, tren produksi singkong nasional cenderung turun. Indonesia bahkan menjadi negara pengimpor singkong dan sejumlah produk turunannya. (Yoga)


Desa Wisata, Alternatif Piknik Warga

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Desa wisata menjadi tujuan alternative masyarakat untuk piknik. Sekitar 6.000 desa wisata tercatat di seluruh provinsi Indonesia. Tanggapan dan harapan masyarakat terhadap desa wisata sebagai berikut : “Kesederhanaan warganya (menjadi keunikan tersendiri) karena di desa jauh dari hal-hal mewah. Makanan seadanya, tetapi terasa mewah karena mereka ramah sekali. Itu tidak ada di tempat lain, di tempat aku tinggal sekarang. Semoga pemerintah memfasilitasi infrastruktur yang memadai karena banyak desa wisata berada di pelosok sehingga terkadang kurang terjamah. Desa wisata perlu terus dikembangkan agar tak kalah pamor dengan tempat wisata arus utama lainnya,” ujar Dellaneira Sitakara (27) karyawan swasta di Jakarta

Menurut Sigit Andrianto (30) dosen perguruan tinggi di Surabaya, Desa wisata bisa menjadi potensi ekonomi warga untuk warga jika dikelola dengan tepat. Tahun 2018, ada ratusan desa wisata di Jateng dan jumlahnya terus bertambah. Sayangnya, tak diimbangi strategi promosi yang tepat sehingga desa wisata yang muncul hanya bersifat musiman. Saya harap ada strategi yang tepat dalam pengembangan desa-desa wisata di Indonesia. Jika dikelola dengan baik dan terencana serta berorientasi jangka panjang, desa wisata bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

“Selalu gembira ke desa wisata, enggak pernah bosan walau berulang. Biasanya membeli sesuatu dan menikmati apa pun yang ditawarkan di sana. Setiap desa punya kekhasan masing-masing. Harapannya, pemerintah, kelompok sadar wisata, dan warga setempat memiliki perhatian khusus pada kebersihan, kelestarian alam, sumber air, dan taman/pohon. Aspek itu jadi magnet pengunjung betah jalan-jalan dan tinggal lebih lama. Semoga ada pelatihan berkelanjutan bagi warga setempat untuk pengelolaan fasilitas wisata dan produksi barang khas,” ujar Kartika Paramita Klara (37) guru di Blitar, Jatim. (Yoga)


Menanti Laju IHSG Menuju Level Tertinggi

Hairul Rizal 15 Jul 2024 Kontan (H)

Setelah sempat tersungkur cukup dalam pada awal bulan Juni lalu, tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai kembali kencang. IHSG telah menembus level psikologis 7.300 dan parkir di area 7.327,58 setelah mengakumulasi kenaikan 1,02% sepanjang pekan lalu. Arus masuk dana dari investor asing ( capital inflow ) masih mengalir dengan posisi beli bersih ( net buy ) Rp 1,56 triliun dalam sepekan. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengamati, gerak menanjak IHSG terdongkrak oleh rebound saham big caps. Ada sejumlah katalis domestik dan eksternal yang meniupkan angin segar ke pasar saham. Pertama , penguatan nilai tukar rupiah yang sudah balik ke level Rp 16.154 per dolar Amerika Serikat (AS) ikut mendorong akselerasi IHSG. Kedua, reli IHSG terangkat oleh sinyal positif dari AS terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada akhir kuartal III-2024.Pelaku pasar memproyeksikan, pemangkasan suku bunga akan berlangsung pada September 2024. Pengamat & Praktisi Pasar Modal, Riska Afriani menyoroti katalis domestik. Menurutnya, penguatan rupiah mengindikasikan kebijakan moneter dari Bank Indonesia ada di jalur yang tepat. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menambahkan, evaluasi peraturan di pasar modal juga menjadi katalis penting. Sementara itu, Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengamati, investor masih akan mengantisipasi rilis kinerja keuangan emiten periode kuartal II-2024. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi turut menyoroti, salah satu pemberat IHSG adalah jika kinerja emiten bluechip tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Sebagai pilihan investasi jangka panjang, Riska menyarankan beli bertahap empat saham big bank . Saham properti dan konstruksi, yang sedang berusaha membentuk tren pembalikan arah juga bisa dicermati.

Surplus Neraca Dagang Berpotensi Menyusut

Hairul Rizal 15 Jul 2024 Kontan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2024 sebesar US$ 2,39 miliar, turun dibandingkan Mei 2024 yang sebesar US$ 2,93 miliar. Surplus ini merupakan yang terkecil sejak Februari 2024 dikarenakan pertumbuhan ekspor tahunan tertinggal dari pertumbuhan impor. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, seiring dengan surplus perdagangan yang terus menyusut, pelebaran defisit neraca transaksi berjalan pada 2024 diproyeksi melebar dari -0,14% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2023 menjadi -0,94% dari PDB. Di sisi lain, kebijakan hilirisasi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan transaksi berjalan Indonesia terhadap harga komoditas sampai batas tertentu, sehingga membatasi defisit. Menurutnya, defisit transaksi berjalan yang melebar diperkirakan akan berpotensi memberikan tekanan pada rupiah dan cadangan devisa, terutama di tengah ketidakpastian pasar global yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan politik. Pada akhir tahun 2024, Josua memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan berkisar antara Rp 15.900 hingga Rp 16.200. Langkah ini diantisipasi untuk mendorong sentimen risk-on, menarik arus modal masuk dan pada akhirnya mendukung nilai tukar rupiah.

Adu Kuat Emiten Grup Konglomerat

Hairul Rizal 15 Jul 2024 Kontan

Jumlah perusahaan milik konglomerat di Tanah Air yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin bejibun. Terbaru, melalui PT Tancorp Investama Mulia, konglomerat asal Surabaya, Hermanto Tanoko sukses membawa PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) melakukan initial public offering (IPO) pada Senin (8/7). Mengutip data RTI, hingga penutupan pasar saham Jumat (12/7), nilai market cap atau kapitalisasi pasar BLES di BEI mencapai Rp 2,29 triliun. Nilai market cap ddelapan emiten Tancorp itu mencapai Rp 63,75 triliun. Kapitalisasi pasar emiten Grup Tancorp itu berpotensi bertambah. Ini seiring rencana Hermanto Tanoko yang bakal membawa dua perusahaan lagi untuk IPO. Kedua perusahaan itu paling telat dijadwalkan akan IPO di kuartal IV-2024. Bila ditotal, kapitalisasi pasar lima emiten Grup Barito itu menembus Rp 2.303,37 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi emiten penyumbang market cap terbesar Grup Barito, yakni Rp 1.264,28 triliun. Nilai ini lebih dari 50% total market cap emiten Grup Barito. Tempat kedua diduduki konglomerat Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Lewat Grup Djarum, Hartono bersaudara ini memiliki sejumlah kepemilikan saham di enam emiten. Total market cap emiten Grup Djarum sekitar Rp 1.392,58 triliun. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menguasai market cap emiten Grup Djarum, dengan nilai Rp 1.242 triliun. Founder & CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto mengamati, kepemilikan saham konglomerat di sebuah emiten bisa menambah daya tarik yang mengangkat prospek sahamnya. Apalagi jika sang konglomerat punya reputasi dan rekam jejak apik, serta menguasai jejaring grup bisnis besar. Salah satu saham emiten milik konglomerat yang sempat membetot perhatian publik adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). 

Pemilik market cap terbesar di BEI ini sempat jadi 'tahanan' papan pemantauan khusus skema full periodic call auction (FCA) BEI pada 29 Mei 2024.Pasca masuk papan khusus, harga saham BREN langsung anjlok 10% ke level Rp 10.125 atau membentur batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Rabu (29/5). Beruntung, saham BREN tak lama masuk papan khusus. Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas menambahkan, bagi investor yang ingin melirik saham-saham emiten konglomerat bisa mencermati pergerakan sahamnya dalam jangka panjang. Terutama, emiten yang punya fundamental bisnis kuat. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menambahkan, grup konglomerasi memiliki keunggulan bisnis terdiversifikasi dengan baik. Ini bisa memberikan keuntungan saat salah satu sektor bisnis lainnya tertekan. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana melihat, saham grup Barito punya portofolio menonjol. Selain lonjakan harga saham yang signifikan, Grup Barito juga punya prospek kinerja menarik. Pengamat & Praktisi Pasar Modal, Agus Pramono memandang, emiten milik konglomerat yang bisnisnya di sektor konsumsi primer dan batubara bisa menjadi pilihan menarik. Tapi, perlu diingat, performa saham dipengaruhi faktor fundamental emiten dibanding pada pemiliknya.

Pilihan Editor