;

Cara Tepat Mengukur Kesejahteraan Petani

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Tempo
BADAN Pusat Statistik (BPS) tengah mengkaji “alat” untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani: indeks kesejahteraan petani (IKP). Pelaksana tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah, 5 Juni 2024, mengatakan IKP dapat menjadi alternatif pengukuran kesejahteraan petani dengan pendekatan multidimensi. Tak hanya mencakup subsektor (tanaman pangan, produk hortikultura, peternakan, perkebunan, dan perikanan), indeks ini juga mencakup indikator kesejahteraan petani dalam multidimensi aspek, yang meliputi pendapatan dan sumber daya, pendidikan, kesehatan, standar hidup layak, ketahanan pangan dan gizi, serta mitigasi risiko.

Bagi petani, kabar ini tentu menggembirakan. Langkah ini, jika benar-benar diimplementasikan di lapangan, akan mengakhiri “kesesatan berjemaah” dalam mengukur tingkat kesejahteraan petani. Selama ini, diakui atau tidak, ada keyakinan kuat bahwa kenaikan produksi komoditas dengan sendirinya diikuti dengan kenaikan kesejahteraan petani. Padahal kondisi riil tidak demikian adanya. Produksi bisa saja naik, tapi petani semakin miskin tatkala harga jatuh ketika musim panen. Implikasi dari cara pandang ini, peningkatan produksi selalu jadi target, sementara kesejahteraan petani tak pernah diperhitungkan. (Yetede)

Ancaman Berulang Urusan Logistik Pilkada 2024

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Tempo (H)
KETUA Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung, Bali, Yusa Arsana Putra khawatir akan pengadaan surat suara untuk pemilihan kepala daerah atau pilkada di Badung, tahun ini. Sebab, pilkada 2024 ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Pilkada kali ini tak berselang lama dengan pelaksanaan Pemilu 2024. “Banyak tahapan yang beririsan. Di satu sisi, kita kampanye dua bulan, tapi kita juga menyiapkan logistik segalanya di hari itu,” kata Yusa kepada Tempo, Senin, 15 Juli 2024.

Pemungutan suara dalam pilkada serentak tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 27 November mendatang. Dua bulan sebelum pemungutan suara, KPU RI sudah menjadwalkan penetapan pasangan calon peserta pemilihan kepala daerah. Setelah penetapan pasangan calon itu, KPU daerah baru dapat memulai proses pengadaan logistik, khusus kertas suara dan berbagai jenis formulir yang berhubungan dengan pemungutan suara. 

Saat ini KPU pusat tengah menggodok peraturan tentang perlengkapan pemungutan suara dan dukungan perlengkapan lainnya menjelang pilkada 2024. Jumat pekan lalu, KPU menguji publik rancangan peraturan tersebut. Aturan tersebut yang menjadi pijakan secara teknis dalam proses pengadaan dan distribusi logistik pilkada."Pada prinsipnya, uji publik rancangan PKPU tentang perlengkapan pemungutan suara pilkada tidak terdapat banyak perubahan karena rancangan PKPU tersebut menyesuaikan dengan PKPU logistik dalam pemilu,” kata komisioner KPU, Yulianto Sudrajat, Senin kemarin. (Yetede)


Ketergantungan Impor Tinggi, Harga Obat Sulit Turun

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily (H)
Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku farmasi maupun obat terus tinggi selama bertahun-tahun yaitu tak beranjak disekitar 90% dari total kebutuhan. Ekspor industri farmasi Indonesia tercatat US$ 1,16 miliar (Rp18,76 triliun) pada 2020, US$ 1,28 miliar (Rp 20,70 triliun) pada 2023, dari US$ 0,37 miliar (Rp 5,98 triliun) pada tahun ini hingga April. bahkan, pada 2021, saat pandemi Covid-19 merebak, impor industri farmasi melonjak menjadi US$ 4,36 miliar atay Rp 70,52 triliun. Akibat ketergantungan ekspor yang tinggi terus-menerus itu, harga obat di Indonesia tercatat sangat mahal dan telah menjadi masalah yang tak kunjung terselesaikan secara tuntas dan permanen. Dibandingkan dengan negeri tetangga seperti Malaysia, harga obat di tanah air bisa 3-5 kali lipat, sedangkan dibandingkan India harga obat didalam negeri jauh lebih mahal lagi yakni bisa mencapai hingga enam kali lipat. (Yetede)

Ekspor Kontraksi, Surplus Neraca Dagang Turun 18 %

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily (H)
Surplus neraca perdagangan nasional turun 18% menjadi US$ 2,39 miliar Juni 2024, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 2,93 miliar. Ini terjadi sering merosotnya ekspor nasional. Sementara itu, jika dibandingkan Juni 2023, surplus neraca dagang  anjlok 30% dari tadinya US$ 3,45 miliar. Ini terjadi akibat kenaikan impor lebih besar dari ekspor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Juni 2024, ekspor naik 1,17 secara tahunan US$ 20,8 miliar, sedangkan impor tumbuh 7,58% menjadi US$ 18,45 miliar. Dibandingkan  Mei 2024, eskpor terpangkas 6,7% dari US$ 22,3 miliar. Adapun impor turun 4,6% dari US$ 19,3 miliar. Per Juni 2024, akumulasi surplus neraca perdagangan mencapai US$15,45, turun 22% dari periode sama tahun lalu US$ 19,3 miliar. (Yetede)

Rasio Kredit UMKM Terus Melandai

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) mencatatkan komposisi penyaluran kredit usaha UMKM terus melandai. Per Mei 2024, porsi kredit UMKM sebesar 18,71% dari total penyaluran kredit perbankan nasional. Merujuk data uang beredar BI, per Mei 2024 kredit UMKM yang disalurkan senilai Rp 1.368,2 triliun, sedangkan total kredit UMKM yang dikucurkan perbankan hingga Mei 2024 mencapai Rp7.311,7 triliun. Komposisi kredit UMKM menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di mana, per April 20244, kredit UMKM sebesar Rp 1.373,8 triliun dari total kredit Rp 7.247,4 triliun. Sehingga prosi kredit UMKM sebesar 18,95%. Artinya, terdapat penurunan sekitar 24 basis poin (bps) dari April ke Mei 2024 yang 18,71% porsi UMKM-nya. Padahal OJK mendorong porsi kredit nasional bisa mencapai 30%. (Yetede)

Indeks Parekraf Dapat Bantu Pertumbuhan Ekonomi

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily
BEI menjadi indeks Samuel Sekuritas Unggulan Pariwisata (SUPER) sebagai patron di sektor pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraft). Hal ini menunjukkan sektor tersebut dinilai dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Kementerian Parekraf bersama PT Samuel Sekuritas  Indonesia menandatangani  MoU pada Rabu (10/7/2024). Pada penandatanganan kerja sama tersebut, Kemenparekraf dan Samuel Sekuritas memiliki tujuan yang sama yaitu memperkuat indeks saham  di sektor Parekraf di Indonesia. Direktur kebijakan Strategis  Kemenparekraf Agustini Rahayu menjelaskan, Kemenparekraf  berupaya mendorong pengutan indeks saham di sektor Parekraf. Senior Economist PT Samuel Sekuritas  Indonesia Fithra Faisal Hastiado menjelaskan, sementara SUPER menjadi  nama indeks. Dia mengatakan, akan melihat terlebih dahulu indeks Parekraf ini sebelum diajukan ke BEI. (Yetede)

Zyrex Naikkanlah Kapasitas Produksi 3 Kalo Lipat

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily
Zyrex Indonesia, perusahaan terkemuka dalam bidang teknologi, mengumumkan proyek peningkatan kapasitas pabrik dan gudang  baru tiga kali lipat yang terletak di Jakarta Barat. Pembangunannya diharapkan selesai akhir 2024, sehingga bisa segera beroperasi. Ekspansi tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas logistik hingga  minimal tiga kali lipat karena akan memungkinkan Zyrex untuk melayani pelanggan dengan produksi, pengiriman, dan logistik dalam jumlah besar dengan lebih cepat dan efisien. Direktur Utama Zyrex Indonesia Timothy Siddik mengatakan, ekspansi  itu merupakan langkah strategis yang penting bagi Zyrex Indonesia dalam upaya untuk terus berkembang dan memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. (Yetede)

RI-Korsel Sepakat Menghubungkan QR Code Pembayaran Antarnegara

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily
Bank Indonesia menjalin kerja sama dalam pembayaran berbasis QR code  dengan  Bank of Korea (BoK). Kerja sama pembayaran berbasis QR code dimaksud bertujuan untuk mengakselerasi kerja sama terkait interkoneksi  dan introperabilitas pembayaran lintas negara dengan menggunakan QR code, yakni QR Code Indonesia Standard (QRIS) dan QR Code pembayaran Korea Selatan yang akan ditentukan oleh BoK. Langkah tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (NK) terkait pembayaran berbasis QR code antara Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur Bank BoK Ree Chang-yong, Senin (15/7/2024) di Penang, Malaysia. Perry Warjiyo menekankan, kerja sama pembayaran berbasis QR code antara BI dan BoK akan memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama sistem pembayaran berbasis QR code ini sekaligus menjalin wujud nyata implementasi dari G20 Roadmap for Enhancing Cross-border Payments. (Yetede)

Ekspor Sawit Menahan Penurunan Kinerja Ekspor

Hairul Rizal 16 Jul 2024 Kontan

Kinerja ekspor impor tercatat melemah pada Juni 2024. Hal ini yang menyebabkan surplus neraca perdagangan Indonesia kembali menyusut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pada Juni tahun ini mencapai US$ 20,84 miliar. Nilai itu menurun 6,65% month to month (mtm), meski tumbuh 1,17% year on year (yoy). Perkembangan tersebut sejalan dengan pelemahan ekspor sejumlah komoditas andalan, yakni batubara serta besi dan baja. Pada Juni lalu, ekspor batubara tercatat senilai US$ 2,49 miliar, turun 0,36% mtm dan ekspor besi dan baja tercatat US$ 2,1 miliar, turun 4,32% mtm. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, penurunan ekspor batubara karena di beberapa negara tujuan ekspor seperti China telah memasuki musim panas yang membuat permintaan batubara menurun. 

"Penurunan ekspor batubara secara bulanan juga disebabkan menurunnya secara volume maupun harga," kata Amalia dalam konferensi pers, Senin (15/7). Di sisi lain, nilai impor Juni tercatat US$ 18,45 miliar, turun 4,89% mtm. Secara tahunan, nilai impor juga masih tumbuh 7,58% yoy. Penurunan impor secara bulanan, sejalan dengan penurunan impor bahan baku dan barang modal yang masing-masing sebesar 3,41% dan 14,51% mtm. Sedangkan impor barang konsumsi masih tercatat naik 2,48% mtm. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, perkembangan harga komoditas secara signifikan berefek terhadap kontraksi nilai ekspor bulan lalu. Harga sejumlah komoditas ekspor utama RI tercatat menurun. "Harga batubara Juni 2024 turun 4,9% mtm, nikel turun 10,7% mtm dan tembaga turun 4,8% mtm," kata dia, kemarin. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalia Situmorang memperkirakan, kinerja ekspor Indonesia ke depan masih diliputi tantangan. "Ekspor kita masih akan challenging selama suku bunga di global masih tinggi dan jika China juga masih belum pulih," kata Hosianna.

Berharap Indeks Baru Bisa Menjadi Acuan

Hairul Rizal 16 Jul 2024 Kontan

Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks baru bernama IDX Cyclical Economy 30 atau IDX Economy30. Indeks ini berisi saham-saham dari berbagai sektor siklikal ( cyclical ) yang kinerja keuangannya dipengaruhi siklus ekonomi. Indeks tersebut mengukur kinerja harga dari 30 saham siklikal yang diambil dari subsektor dari IDX Industrial Classification (IDXIC). Sebanyak 30 saham yang dipilih memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, serta didukung fundamental perusahaan yang baik. Pada tahap awal, penentuan konstituen IDX Cyclical Economy 30 mengecualikan saham yang tercatat pada Papan Pemantauan Khusus. Kemudian, 30 saham ini punya kriteria telah diperdagangkan selama 12 bulan. 

Penghitungan indeks IDX Cyclical Economy 30 menggunakan metode adjusted market capitalization weighted yang disesuaikan berdasarkan rasio free float dan menerapkan pembatasan bobot saham ( cap ) paling tinggi sebesar 25%. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik menjelaskan, hasil kajian BEI menunjukan bahwa sektor cyclical dapat memberikan imbal hasil atau return yang lebih baik. Reza Fahmi, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management mengatakan, pihaknya dapat mempertimbangkan indeks baru ini sebagai referensi atau benchmark produk reksadana. Direktur Infovesta, Edbert Suryajaya mengatakan, dengan kondisi ekonomi terkini, indeks baru Economy30 cukup menarik. Sebab, secara makro, siklus ekonomi dan investasi akan masuk ke zona ekspansi. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan, semua saham yang masuk dalam ke indeks ini menarik untuk dicermati, khususnya saham perbankan dan properti.

Pilihan Editor