Infrastruktur Menanti Perubahan di Tengah Transisi
Kinerja sektor infrastruktur diproyeksi masih akan berat di sisa tahun 2024. Sejumlah indikasi itu sudah tercermin dari kinerja indeks IDX Infrastruktur yang masih berada di zona merah. Pada Selasa (1/10), IDX Infrastruktur bertengger di posisi 1.546,80. Secara harian, indeks yang berisi 66 saham emiten di sektor infrastruktur jalan tol, telekomunikasi, tower dan infrastruktur lainnya ini mengalami koreksi 0,19%. Jika diakumulasi sejak awal tahun ini, indeks infrastruktur sudah longsor 1,48%. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Muhamad Heru Mustofa melihat, terkoreksinya kinerja IDX Infrastruktur dipicu sentimen jelang peralihan kepemimpinan nasional pada Oktober ini. Kondisi itu menyebabkan pasar cenderung menunda investasi di sektor infrastruktur. Terlebih, berdasarkan RAPBN 2025, anggaran belanja negara untuk pembangunan infrastruktur merosot 5,5% secara tahunan menjadi Rp 400 triliun, dari Rp 423 triliun pada APBN 2024. Dus, proyek pembangunan infrastruktur pada 2025 diproyeksi menyusut. Meski begitu, kata dia, kinerja emiten infrastruktur berpotensi membaik seiring pelonggaran kebijakan moneter atau pemangkasan suku bunga di sisa paruh kedua tahun ini. Kebijakan ini berpotensi mengurangi beban bunga emiten infrastruktur.
Pasalnya, mayoritas emiten infrastruktur memiliki beban bunga tinggi akibat tumpukan utang. Heru memperkirakan, di sisa tahun ini, emiten telekomunikasi akan menopang kinerja indeks infrastruktur.
Terutama jika rencana merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) terealisasi. Ini membuat persaingan usaha semakin sehat. Dus, kondisi tersebut berpotensi mendorong kinerja keuangan emiten telko.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama mencermati, penurunan kinerja IDX Infrastruktur dipicu beberapa faktor. Di antaranya, penurunan kinerja keuangan dan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Dalam evaluasi minor BEI terhadap IDX Infrastruktur, bobot TLKM pada indeks tercatat turun dari 9,28% menjadi 9%. Jumlah saham TLKM untuk indeks juga turun jadi 2,97 miliar. "Selain itu, investasi TLKM di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga masih merugi," ujar Nafan.
Untuk
trading, Nafan merekomendasi akumulasi beli saham TLKM, EXCL, dan WIKA dengan target harga masing-masing Rp 3.150, Rp 2.340, dan Rp 416 per saham.
Empat Bank Besar Cetak Laba Positif
Kinerja empat bank besar di kuartal III tahun ini diperkirakan masih tumbuh positif. Jika berkaca dari hasil kinerja yang berakhir pada Agustus 2024, pertumbuhan laba bersih bank masih di atas proyeksi para analis. Menilik laporan keuangan bulanan masing-masing bank KBMI 4, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), rata-rata laba tercatat naik single digit. Hanya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mampu mencatatkan pertumbuhan laba double digit. Laba BCA naik 14% secara tahunan menjadi Rp 35,99 triliun. Penyaluran kredit dari bank-bank KBMI 4 juga positif. Ada dua bank yang penyaluran kreditnya naik di atas industri. Sebagai gambaran, kredit perbankan secara industri tumbuh 11,4% secara tahunan menjadi Rp 7.508 triliun per Agustus 2024.
Analis PT Indo Premier Sekuritas Jovent Muliadi, dalam riset Senin (30/9), menilai, pertumbuhan laba bank-bank KBMI 4 di atas proyeksi. Hitungan dia, secara agregat laba empat bank besar naik 7% secara tahunan menjadi Rp 120 triliun.
"Pencapaian ini mengalahkan estimasi kami yang memperkirakan laba bank besar hanya tumbuh 4% dan di atas proyeksi konsesus analis yang memperkirakan laba naik 5%," kata Jovent. Kenaikan laba ini didorong pendapatan operasional sebelum provisi yang juga naik 10% secara tahunan menjadi Rp 186,01 triliun.
Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi berpandangan, kinerja bank KBMI 4 menggambarkan pertumbuhan cenderung melambat. Menurut dia, ini dampak pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI).
Toh, Audi melihat kinerja yang melambat ini tak banyak berdampak pada prospek saham bank KBMI 4. Ia menyukai BBCA dan BMRI karena pertumbuhan kredit solid. Sedang Jovent merekomendasikan beli BBRI, BBCA dan BMRI, dan memasang rekomendasi hold di BBNI.
Kredit Kendaraan Tetap Menjadi Andalan
Bisnis pembiayaan kendaraan bermotor masih jadi tulang punggung sejumlah multifinance. Di tengah pasar yang masih lesu, sejumlah leasing mengatur strategi agar pembiayaan otomotif tetap menderu. Astra Credit Companies (ACC) misalnya masih mampu membukukan pembiayaan mobil sebesar Rp 26,5 triliun hingga Agustus 2024. EVP Corporate Strategic & Communication ACC Riadi Prasodjo bilang nilai tersebut tumbuh 5% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Dengan kondisi pasar yang masih menantang, Riadi bilang ACC terus berusaha untuk beradaptasi memaksimalkan potensi segmen pembiayaan yang masih bisa tumbuh. Misalnya dari pasar pembiayaan mobil bekas.
Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja menyebut pembiayaan mobil baru di perusahaannya masih bisa bertumbuh positif di tengah penjualan
wholesale
mobil nasional yang masih menukik 17,1% hingga Agustus 2024.
Untuk mendorong pembiayaan mobil baru hingga akhir 2024, Stanley bilang perseroan akan melakukan sejumlah strategi. Di antaranya melakukan ekspansi jaringan, penguatan dan perluasan kerja sama dengan rekanan dealer, serta menggelar berbagai
event
untuk menjangkau konsumen di berbagai kota besar.
Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa mengungkapkan pihaknya memilih untuk mengalihkan fokus pembiayaan ke segmen lain di tengah lesunya pasar sepeda motor baru. Selama delapan bulan pertama tahun ini , dia bilang penyaluran pembiayaan sepeda motor baru perseroan mencapai Rp 742 miliar, dari total
new booking
yang sebesar Rp 3,7 triliun.
MAPB Ekspansi untuk Perbaikan Kinerja
PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB), emiten ritel makanan dan minuman merek internasional mengalami penurunan kinerja keuangan yang cukup dalam pada semester I-2024. Merujuk laporan keuangan keuangan, MAPB membukukan kerugian sebesar Rp 50,11 miliar pada periode Januari-Juni 2024. Kinerja itu kontras dengan laba Rp 52,64 miliar yang dicatat pada periode sama di tahun sebelumnya. Adapun, pendapatan menurun sebesar 18,68% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1,62 triliun di semester I-2024, dari sebelumnya Rp 1,99 triliun semester I-2023. Anjloknya pendapatan ini menjadi salah satu faktor utama kerugian tersebut. Meski diterpa tantangan, Direktur Utama MAPB Anthony Valentine McEvoy mengungkapkan, perusahaan telah menyusun strategi untuk mengatasi kondisi tersebut dengan berfokus pada pemulihan dan pertumbuhan kinerja di sisa tahun 2024. "Stabilitas adalah kunci bagi seluruh tim di MAP Boga. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap gerai yang sudah ada beroperasi dengan optimal, sambil mempersiapkan rencana ekspansi strategis," kata Anthony kepada KONTAN, Selasa (1/10).
Beberapa gerai baru yang telah dibuka tahun ini antara lain gerai Starbucks dan Subway di Bali, serta rencana pembukaan gerai di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.
Hingga saat ini, MAPB mengoperasikan 834 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Perinciannya, 607 gerai Starbucks, 104 gerai Subway, dan sisanya gerai
brand
lain, seperti Krispy Kreme, Genki Sushi, Paul, Cold Stone, dan Gondiva.
Di paruh kedua ini, MAPB tetap melihat potensi besar di pasar Indonesia, serta berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan dengan membuka lebih banyak gerai di berbagai lokasi.
Menurutnya, PT Sari Coffee Indonesia selaku perusahaan pengelola gerai Starbucks di Indonesia sepenuhnya berfokus pada pasar di Indonesia.
Meskipun tidak memberikan proyeksi pertumbuhan yang spesifik, MAPB menargetkan penjualan dan stabilitas operasional di seluruh portofolio bisnisnya mulai stabil di akhir tahun ini.
Penambangan Pasir Laut, Berdampak Buruk Bagi Kelautan
Debat Pansus Haji dan DPR
Mau ke IKN Tunggu Saat semua Selesai
Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Pembangunan 5 Destinasi Super Prioritas Termasuk Kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatf (Kemenparekraft/Baparekraft) fokus mengembangkan 5 Destinasi Super Prioritas di Indonesia, yaitu Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo, sejak 2021. Program yang merupakan salah satu instruksi Presiden Jokowi ini dinilai positif untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia dan mencipatakan ‘Bali Baru’ yang memiliki kualitas kelas dunia sehingga layak untuk dikembangkan dan diteruskanlah pemerintahan mendatang.
Pembangunan 5 destinasi Super Prioritas termasuk kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia untuk 5 tahun masa jabatan periode kedua Presiden Joko Widodo. Untuk menyukseskan program ini, telah banyak langkah yang dilakukan Kemenparekraft seperti membangun dan memperbaiki infrastuktur, kualitas jaringan telekmunikasi, memasarkan produk ekonomi kreatif, hingga menyiapkan SDM unggulan setara Bali. Pembangunan Sirkuit Mandalika serta pelaksanaan MotoGP di kawasan tersebut juga salah satu langkah Kemeparekraft dalam mengembangkan program 5 Destenasi Super Prioritas. (Yetede)









